Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue


__ADS_3

*TIGA BELAS TAHUN LALU*


-HUANG FU-


Musim semi di Kekaisaran baru saja dimulai. Banyak bunga-bunga indah yang bermekaran, taman Huang Fu adalah yang terindah setelah Istana Kekaisaran, itu adalah penilaian pribadi Huang Mingxiang. Sebelumnya dia sudah sering keluar dan masuk Istana untuk menemui bibinya, yang masih menjadi seorang Putri Mahkota.


"Meimei, lihat bunga ini!" Huang Liyue menunjukkan bunga mawar putih ke arah Huang Mingxiang, gadis kecil itu tersenyum lebar ke arah adiknya.


Huang Mingxiang tertegun, ikut tersenyum. "Cantik!"


"Ini untukmu!" Huang Liyue memberikannya ke arah Huang Mingxiang terlalu maju sampai bunganya menempel di wajah gadis kecil itu, membuat Song Furen yang mengawasi mereka dari belakang tertawa gemas.


"Liyue, kamu terlalu maju untuk memberikan bunganya. Adikmu tidak bisa melihat keindahan sang bunga dengan benar." Song Furen maju, lalu menarik Huang Liyue lembut agar sedikit mundur.


Huang Liyue mengerutkan keningnya. "Bukankah jika semakin dekat pengelihatan akan semakin jelas?" anak kecil itu bertanya polos.


Song Furen tertawa lagi. "Tentu tidak, nak. Jika dengan jarak sedekat itu, matamu tidak akan berhasil melihat apa pun. Karena mata otomatis tertutup begitu ada benda atau objek lain yang hendak menimpa mata." Song Furen menjelaskannya dengan lembut.


Huang Mingxiang kecil mengambil bunga itu, lalu menyerahkannya ke arah Song Furen. "Ibu pintar! Mingxiang baru saja menyadarinya! Ini bunganya untuk ibu saja! Hadiah dari Mingxiang."


"Enak saja! Kan yang mencari bunga itu aku!" Huang Liyue mengerutkan keningnya kesal, merebut bunganya kembali dan memeluknya erat.


Huang Mingxiang ikut mengerutkan keningnya. "Tetapi bukankah Jiejie sudah memberikannya padaku?"


Huang Liyue mendengus. "Tetapi bukan untuk diberikan kepada orang lain! Aku kan mencari bunga ini untukmu!"


Song Furen terkekeh, kemudian mengelus kepala kedua putrinya. Dia tidak pernah membedakan kasih sayang dan perhatiannya, keduanya dia dididik dengan adil sama rata.


"Mingxiang, benar. Kamu harus menghargai pemberian orang lain, tidak boleh seperti itu. Ayo, minta maaf pada Jiejie." Song Furen menasehati Huang Mingxiang.


Huang Mingxiang menunduk, kemudian tangan mungil kanannya terulur ke arah Huang Liyue. "Jiejie ... minta maaf."


Huang Liyue mendengus, membuang pandangan. Song Furen pun segera menasehati putri pertamanya. "Liyue, kau juga tidak boleh seperti itu. Jika seseorang sudah menyatakan maaf, maka kau harus menerimanya. Tidak baik jika bermusuhan terlalu lama, apa lagi kalian berdua adalah saudari yang sangat serasi, benar? Ayo, saling berpelukan dan meminta maaf seperti yang sudah ibu ajarkan."


Huang Liyue menghela napas, kemudian kembali menatap adiknya dan berjalan lebih dekat ke arah Huang Mingxiang sambil berusaha memeluk gadis kecil itu.


Huang Mingxiang tersenyum, dia segera membalas pelukan kakaknya dan berkata,"Jiejie ... Mingxiang meminta maaf!"


"Iya, aku juga!" Huang Liyue ikut tersenyum lebar.


Melihat tingkah gemas kedua putrinya, Song Furen tidak bisa tidak tersenyum.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Huang Fu menerima undangan pesta ke Istana. Hanya ada beberapa undangan dari keluarga bergengsi di Kekaisaran, tidak seluruh golongan bangsawan diundang.


Huang Fu pun pasti turut diundang ke dalam pesta, Huang Dajie segera membawa seluruh anak dan istrinya ke Istana.


Sesampainya di sana, Huangtaihou yang saat itu masih menyandang gelar Putri Mahkota duduk tidak jauh dari suaminya, Putra Mahkota. Huang Mingxiang mendatangi kursi bibinya karena seorang pelayan mengatakan bahwa bibinya memanggil dirinya.


"Lihat, siapa gadis manis ini?" Suara Putri Mahkota terdengar masih sangat muda dan segar, mata wanita itu menatap hangat keponakannya.


"Astaga, gadis cantik! Kemari, nak." Suara wanita yang lebih dewasa terdengar, itu bukan suara milik Putri Mahkota, namun Huanghou, ibu dari Putra Mahkota dan Xiao Muqing.


"Yang mulia, anda merebut keponakan menggemaskan saya." Putri Mahkota mengerutkan keningnya, memasang raut wajah sedih.


Huanghou mendengus, kemudian menarik lembut Huang Mingxiang dan memangkunya secara pribadi di hadapan seluruh bangsawan. Huang Dajie hanya bisa tersenyum bangga ke arah putrinya karena menjadi kesayangan anggota keluarga Kekaisaran.


"Bagaimana tidak? Wajah gadis mungil ini terlihat jauh lebih manis dan ekspresif dari pada Muqing dan suamimu. Dan Xiao Jihuang, anak itu gerak-geriknya juga mulai mirip dengan mereka." Huanghou mengatakan itu tanpa ragu, tangannya sibuk mencubit pipi Huang Mingxiang gemas.


"Huanghou Niangniang!" Suara anak kecil dari barisan meja para bangsawan terdengar, membuat seluruh mata mencari dari mana asalnya.


"Da Xiaojie Huang Fu?" tanya Huanghou, menatap Huang Liyue bingung.


"Niangniang, jangan mencubit pipi Meimei saya seperti itu!" Huang Liyue mengerutkan keningnya, kedua sudut alisnya menyatu.


Huanghou menaikkan alis kirinya sekilas, para tamu undangan mulai tertawa gemas melihat seorang kakak yang kesal saat adiknya dicubit oleh orang lain.


"Lihat, pipi Meimei saya memerah karena kesakitan! Di rumah dia selalu dicubit oleh ibu, jika di Istana dia juga harus anda cubit, maka pipi Meimei saya akan menghilang!" jawab Huang Liyue, raut wajah marah terlihat jelas, membuat seluruh orang tertawa.


"Huang Da Xiaojie, kalau begitu kemari dan selamatkan adikmu." Kaisar yang sedari terdiam pun membuka suaranya, bibirnya tidak bisa tidak tersenyum melihat tingkah menggemaskan bocah-bocah Huang Fu.


Huang Liyue mengangguk mantap, kemudian berlari ke arah meja Huanghou untuk 'merebut' adiknya kembali. Gerakan larinya sangat lucu, sesekali hampir ingin terjatuh, namun berhasil bertahan, membuat semua orang lagi-lagi tertawa gemas.


"Meimei, ayo cepat kembali!" Huang Liyue mengulurkan tangannya ke arah Huang Mingxiang.


Huang Mingxiang kaku, tidak bisa bergerak. "Jiejie, bagaimana jika kita akan dihukum karena melawan Huanghou secara terang-terangan?" Pertanyaan polos Huang Mingxiang didengar oleh seluruh orang.


Huang Liyue mengerutkan keningnya, kemudian menunjuk ke arah Putri Mahkota. "Minta tolong saja pada bibimu!" Senyum Huang Liyue cerah, tulus saat mengatakan ini.


Huang Mingxiang tertegun, mengangguk. Benar juga! Dia memiliki putri mahkota!


Huang Mingxiang membalas uluran tangan Huang Liyue, kemudian berusaha melepaskan diri dari jeratan Huanghou. Setelah berhasil, Huang Liyue segera menarik adiknya ke belakang tubuhnya. "Huanghou, anda tidak boleh menyakiti Meimei saya!"


Huanghou tertawa, lalu menjawab,"Benarkah? Kamu berani membentak seorang Huanghou? Bahkan jika kamu minta tolong kepada putri mahkota saat saya benar-benar marah, itu tidak ada gunanya."

__ADS_1


Huang Liyue tertegun saat mendengar itu, perlahan tubuhnya menegang kaku. Huang Mingxiang memeluk kakaknya dari belakang, menatap Huanghou takut.


Huang Liyue tidak bisa membalas lagi, oleh karena itu dia melirik Huang Dajie. "Ayah ...." Karena ini, gelak tawa besar segera terjadi. Semua orang tertawa.


"Perdana Menteri Huang, anda memiliki putri yang sangat menarik! Mereka pasti akan tumbuh menjadi saudari yang saling menyayangi dan melengkapi! Benar-benar kompak dan serasi!" Kaisar memuji Huang Mingxiang dan Huang Liyue, menatap Huang Dajie dengan mata yang masih menyipit karena tertawa.


Pesta berjalan sangat meriah dan penuh keceriaan, para Pangeran banyak sekali yang datang. Tetapi, ada satu pangeran yang jarang sekali sosoknya Huang Mingxiang lihat. Pangeran kelima, Xiao Muqing. Anak laki-laki Kaisar saat ini hanya ada tiga, yaitu Putra Mahkota, Pangeran kelima Xiao Muqing, dan Pangeran ketiga Xiao Taoxie.


Pangeran ketiga Xiao Taoxie adalah pangeran yang dianggap 'gagal' oleh banyak oknum karena dinilai terlalu lemah. Pangeran ketiga mengidap penyakit jantung, prediksi dari tabib bahwa dia tidak akan hidup lebih dari tiga tahun dari sekarang. Sedangkan pangeran kelima Xiao Muqing, pangeran ini jarang terlihat ada di Istana. Dia sering berpergian ke luar Kekaisaran. Huang Mingxiang bahkan tidak tahu rupa dan suaranya seperti apa. Dia adalah pangeran termuda milik Kaisar.


Saat Kaisar mengizinkan seluruh anak-anak bangsawan bermain bebas di taman Kekaisaran, mereka semua segera berlarian ke arah taman dengan penuh semangat. Tak terkecuali Huang Mingxiang dan Huang Liyue, mereka berdua berlari kencang menuju taman sampai pelayan Song Furen yang diminta untuk menjaga mereka berdua pun berseru khawatir.


Huang Mingxiang berlarian dengan sangat bebas, dia senang melihat bunga-bunga.


"Pangeran, lihat ini!" Huang Mingxiang menyodorkan batu yang terlihat mengkilau ke arah Xiao Jihuang.


Xiao Jihuang melipat dahinya. "Jorok!"


Huang Mingxiang mendengus, kemudian membuang batu itu ke kolam teratai dan berkata,"Dasar pangeran manja!"


"Apa kau bilang?" Xiao Jihuang kesal, kemudian memegang pundak Huang Mingxiang.


"Pangeran!" Suara Huang Liyue yang marah terdengar, kemudian secara paksa menarik tangan Xiao Jihuang menjauh dari pundak adiknya.


"Anda tidak boleh kasar dengan wanita!" Huang Liyue menatap galak Xiao Jihuang.


"Wanita bangsawan rendahan! Aku tidak mengerti mengapa kakek Kaisar mengundang kalian kemari!" Pangeran Xiao Zhen Gu, anak kedua laki-laki Putra Mahkota dengan selirnya.


"Mulut anda jahat sekali!" Huang Mingxiang mulai marah, karena tiba-tiba pangeran itu menyinggung kasta mereka, padahal keluarga Huang adalah keluarga terhormat.


"Kalian juga kasar seperti laki-laki! Nona bangsawan macam apa yang seperti ini?" balas Xiao Jihuang, menatap kesal Huang Mingxiang dan Huang Liyue.


Huang Liyue menarik mundur adiknya, kemudian berkata,"Berlindung di belakang Jiejie, Mingxiang. Jika terjadi perkelahian Jiejie akan berkelahi untuk melindungimu!"


Huang Mingxiang menggeleng. "Tidak mau! Mingxiang mau berkelahi bersama Jiejie!"


"Tidak bisa! Jiejie harus melindungimu!"


"Kenapa?"


Huang Liyue tersenyum, kemudian menatap sengit ke arah Xiao Jihuang dan Xiao Zhen Gu. "Tentu saja karena aku adalah Jiejie-mu! Aku akan selalu melindungimu! Janji!"

__ADS_1


Huang Mingxiang tertegun, tak lama kemudian dia tersenyum hangat dan memeluk kakaknya dari belakang. "Ya! Mingxiang akan mendukung kakak dari belakang!"


__ADS_2