Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian


__ADS_3

Huang Mingxiang dan Huang Liyue mengerjapkan matanya bingung kala melihat Xiao Jihuang dan adiknya Xiao Zhen Gu tengah duduk di berlutut menghadap Huanghou dan Kaisar.


"Da Xiaojie dan Er Xiaojie Huang Fu, kemari dan berlutut!" Suara tegas Kaisar terdengar, membuat Huang Mingxiang dan Huang Liyue saling tatap bingung. Begitu menoleh sekilas ke arah ayah dan ibu mereka, wajah keduanya terlihat marah.


Huang Mingxiang dan Huang Liyue tidak berani melawan, mereka berdua segera ikut berlutut tidak jauh dari Xiao Jihuang dan Xiao Zhen Gu. Kepala mereka berempat tertunduk dalam.


"Jelaskan, bagaimana perkelahian kalian bisa terjadi?" tanya Kaisar, menuntut penjelasan.


Huang Mingxiang membelalakkan matanya diam-diam. Astaga ... perkelahian kakaknya dengan kedua pangeran itu ketahuan? Huang Mingxiang menggigit bibir bawahnya, takut.


Melihat mereka berempat diam, Putri Mahkota bibinya meminta Huang Mingxiang untuk bicara. "Mingxiang, jelaskan pada bibi. Bagaimana perkelahian bisa terjadi? Wajah pangeran Jihuang memar, tingkah kalian berempat benar-benar tidak mencerminkan pemuda dan nona berdarah biru!"


Huang Mingxiang mengangkat kepalanya sebentar untuk menatap bibinya, lalu kembali menunduk. "Mingxiang tadi menyodorkan batu berkilau kepada pangeran Jihuang, lalu pangeran mencemooh Mingxiang jorok dan mencengkeram bahu Mingxiang. Setelah itu Jiejie datang, pangeran Zhen Gu membela pangeran Jihuang dengan ikut mencemooh kami berdua. Pangeran Zhen Gu mengatakan bahwa Mingxiang dan Jiejie adalah wanita rendahan. Jiejie tidak terima, berusaha membela dan melindungi Mingxiang. Kemudian Jiejie meminta Mingxiang bersembunyi, Mingxiang tidak mengetahui apa pun mengenai apa yang terjadi di perkelahian."


"Muhou! Tidak hanya seperti itu!" Xiao Jihuang menegakkan kepalanya, menatap kesal ke arah Huang Mingxiang.


"Lalu bagaimana, Jihuang?" tanya Huanghou, menatap cucuknya dingin.


Xiao Jihuang beralih menatap neneknya, membungkuk. "Nenek, Mingxiang juga kerap menghina Jihuang pangeran manja! Padahal apa yang saya katakan benar, Er Xiaojie Huang Fu jorok! Dia mengambil batu dari tanah begitu saja!"


"Lalu? Bagaimana memar di wajahmu itu bisa ada?" tanya Kaisar, menatap tajam cucuknya.


Xiao Jihuang menunduk lebih dalam. "Yang mulia, ini perbuatan Da Xiaojie Huang Fu! Wanita itu memukul saya dengan sangat keras, tenaga dan tingkahnya seperti pria! Sama sekali tidak mencerminkan seorang bangsawan wanita terhormat!"


Huang Liyue tidak terima, wanita itu segera menatap Kaisar dan kembali membungkuk. "Yang mulia! Tetapi pangeran Jihuang lah yang mencengkeram keras lengan saya terlebih dahulu!"


"Aku tidak mencengkeram, aku hanya menggenggam lenganmu! Jangan melebih-lebihkan cerita!" balas Xiao Jihuang kesal.

__ADS_1


"Saya tidak melebih-lebihkan cerita!" balas Huang Liyue tak mau kalah.


Brak!!


"Cukup!!" Kaisar menggebrak meja, menatap tajam ke keempat bocah di hadapannya.


"Pangeran Jihuang dihukum tidak boleh keluar dari kediamannya selama dua Minggu karena tidak bisa menjaga citranya sebagai pangeran paling tua dari Putra Mahkota! Pangeran Zhen Gu dihukum berdoa dikuil dan melakukan puasa selama satu Minggu penuh karena telah mengatakan hal-hal yang tidak baik! Da Xiaojie Huang Fu dihukum berlutut di halaman depan Huang Fu menghadap ke arah Istana selama tiga Minggu dan menuliskan lima lembar kata permintaan maaf karena sudah berani memukul seorang pangeran dan tidak bisa bersikap sebagai nona bangsawan yang baik! Er Xiaojie Huang Fu dihukum menuliskan tiga lembar kata permintaan maaf karena sudah berani bertindak lancang kepada keluarga Kekaisaran! Keputusan ini mutlak, tidak bisa diubah! Zhen mau masalah ini berhenti sampai di sini!"


Kaisar kemudian meminum arak yang sudah tersedia di cangkirnya, menatap galak ke arah empat bocah ingusan di depannya.


Huang Liyue mengerutkan keningnya, tidak adil. Mengapa hukuman yang paling berat berada di dirinya? Bukankah dia melakukan hal ini bersama dengan Huang Mingxiang? Dan lagi, kedua pangeran itu memang benar-benar selalu mengganggu mereka, mengapa hukumannya di sini yang paling berat?


Huang Liyue menatap ke arah Huang Mingxiang, dingin. Dia tidak bisa mengerti, hatinya sakit. Mengapa hukuman yang Huang Mingxiang dapatkan sangat ringan? Ini tidak adil untuknya!


Huang Liyue kecil tidak bisa memahami mengapa hukuman dia dan Huang Mingxiang berbeda. Kaisar menghukum ringan Huang Mingxiang karena memang anak itu tidak melakukan tindak kekerasan lain selain menghina cucuknya manja. Huang Mingxiang juga tidak terlibat ke dalam perkelahian, berbeda dengan Huang Liyue yang sudah berani menghina sekaligus memukul. Di peraturan asli, berani menghina dan memukul, hukumannya adalah cambuk atau dipukul menggunakan balok kayu.


"Maafkan bibi, Mingxiang. Bibi tidak bisa berbuat apa pun walaupun Jihuang ada anak bibi. Keputusan Kaisar adalah mutlak, beliau sendiri yang mengatakan bahwa keputusannya yang ini tidak bisa diganggu. Pesan dari bibi untukmu, lain kali berhati-hati, ya, nak."


Huang Mingxiang kecil hanya menghela napas dan menangis mendengar jawaban bibinya. Dia kembali menyusul Huang Dajie dan Song Furen dengan badan lemas tidak bersemangat.


Tiga Minggu berlalu, Huang Mingxiang sudah lebih dulu menyelesaikan hukumannya dibanding Huang Liyue. Huang Mingxiang buru-buru berlari ke halaman depan untuk menyambut kakaknya yang baru saja menyelesaikan hukuman dari Kaisar.


Keningnya terlipat sedih saat melihat Huang Liyue berjalan menuju kediamannya dibantu oleh dua pelayan. Kaki Huang Liyue terlihat sangat lemas karena terlalu lama berlutut, wajahnya terlihat pucat.


"Jiejie ...." Huang Mingxiang berjalan mendekat, namun Huang Liyue tidak berhenti dan terus berjalan, bahkan melirik ke arahnya pun tidak.


Huang Mingxiang masih berpikir positif, mungkin kakaknya masih terlalu lelan karena baru saja selesai menyelesaikan hukuman. Huang Mingxiang mengikuti Huang Liyue, saat hendak memasuki kamar kakaknya, dua orang pelayan menahannya.

__ADS_1


"Maafkan kami, Er Xiaojie. Tetapi saat ini Da Xiaojie berpesan tidak ingin diganggu. Jadi, mohon anda kembali ke kediaman anda." Pelayan itu membungkuk ke arah Huang Mingxiang setelah selesai menuntaskan kalimatnya, lalu berbalik untuk masuk ke dalam kamar dan menutup pintu rapat-rapat.


Huang Mingxiang menatap pintu kamar kakaknya sedih, padahal dia sangat merindukan Huang Liyue. Tidak bisa berbuat apa-apa, Huang Mingxiang memutuskan untuk kembali ke kediamannya.


Keesokan harinya, sama. Pintu kamar kakaknya masih tertutup, pelayan itu juga mengatakan alasan yang sama. Lagi-lagi Huang Mingxiang mengalah karena tidak bisa berbuat apa pun, namun kejadian itu terus berulang-ulang terjadi, membuat Huang Mingxiang mulai merasa aneh. Apa lagi saat teman nona bangsawan lain milik kakaknya datang berkunjung, mereka semua diperbolehkan untuk masuk ke dalam kamar Huang Liyue. Tetapi saat Huang Mingxiang datang, yang keluar adalah pelayan dan lagi-lagi memberikan alasan yang sama seperti biasa.


Ada sekitar satu bulan lamanya hal itu terus terjadi, dia dan Huang Liyue semakin jarang bermain bersama. Sampai kabar bahwa Kaisar meninggal, itu adalah pertama kalinya mereka berada di satu kereta kuda kembali setelah sebelumnya tidak pernah saling tatap dan berbicara.


Huang Mingxiang selalu berusaha mendekati Huang Liyue, namun Huang Liyue selalu menolak untuk meresponnya. Huang Mingxiang sedih, dia bingung. Hingga akhirnya dua bulan kemudian, penobatan Kaisar dan Huanghou baru tiba. Selang sebulan setelah itu, dekrit Kekaisaran yang secara resmi mengangkatnya sebagai 'Junzhu', tiba. Huang Mingxiang sangat senang mendengar kabar ini, begitu selesai menerima dekrit dan kembali menuju Huang Fu, sosok pertama yang ia cari adalah Huang Liyue.


Huang Mingxiang berlari mencari Huang Liyue, wanita itu segera masuk tanpa mengetuk pintu kamar Huang Liyue terlebih dahulu. Hal ini membuat Huang Liyue marah besar, namun Huang Mingxiang tidak mengerti. Mengapa kakaknya sangat marah sekali karena hal ini? Bukankah sebelumnya hal ini adalah sesuatu yang biasa?


Huang Mingxiang menunduk sendu, wanita itu menjelaskan alasannya mengapa terburu-buru untuk menemuinya hingga kehilangan sopan santun.


"Jadi kau kemari ingin memamerkan gelar Junzhu itu padaku, Hah?!" Huang Liyue membentak, tangannya mencengkeram cangkir teh porselen di atas meja.


"Tidak ... Jiejie. Mingxiang hanya ingin memberitahu anda, tidak lebih dari itu. Saya pikir anda akan senang seperti biasanya, karena jika salah satu dari kita baru saja mendapat pencapaian, bukankah biasanya kita akan bermain kembang api?" Huang Mingxiang menunduk dalam, mulai meneteskan air mata. Dia bingung, tidak mengerti sama sekali, mengapa kakaknya menjadi sangat berubah seperti ini? Sebelumnya tidak pernah seperti ini!


"Keluar! Huang Mingxiang! Keluar!" Huang Liyue berteriak, mengusirnya. Tangan wanita itu menunjuk keras pintu kamarnya yang terbuka.


"Jiejie ...." Huang Mingxiang menatap sedih kakaknya, menangis.


Prang!!


"KELUARR!!!" Terima Huang Liyue, wanita itu melempar cangkir porselen ke arah Huang Mingxiang, pecahannya mengenai kaki Huang Mingxiang.


Huang Mingxiang gemetar, ini pertama kalinya dia dibentak sekeras ini. Hatinya terasa sakit sekali, kakak yang sangat dia sayangi, berjanji akan selalu melindunginya, justru kini malah membentak dan melukainya.

__ADS_1


Huang Mingxiang berjalan mundur, lalu berlari keluar dari kamar Huang Liyue. Sejak saat itu, hubungan mereka berdua tidak terlalu baik. Mereka berdua sering cekcok, namun masih selalu berusaha tampil harmonis di depan Huang Dajie dan umum.


__ADS_2