Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 42. Cinta Itu Buta


__ADS_3

Saat ini di ruangan kerja Xiao Muqing terlihat tenang. Di sana ada Xiao Muqing, Gu Sinjie, Baili Ruyi, dan Yui yang kini telah sembuh. Walaupun Baili Ruyi dan Gu Sinjie saat ini berada di ruangan bersama, kali ini mereka tidak berani berisik.


"Selidiki Rong Wangxia, Sinjie. Gelagat pria itu sangat mencurigakan." Perintah Xiao Muqing, matanya menatap dingin ke arah Gu Sinjie. Setelah mendengar laporan Huang Mingxiang, pria itu memang tidak membantah apa pun, namun sebenarnya hatinya diam-diam merasa resah. Dari awal pria itu mengembalikan tusuk rambut Huang Mingxiang menggunakan kain bersulam pasangan angsa, Xiao Muqing sudah merasakan sesuatu yang tidak enak dari Rong Wangxia.


"Baik, Wangye." Gu Sinjie membungkuk, menerima dengan sepenuh hati perintah Xiao Muqing.


"Benar, Tuan Muda Rong memang harus diselidiki. Tatapan pria itu terlihat sangat aneh saat di pesta perayaan Kasih Sayang. Aku sempat menangkap cara ia menatap Wangfei, seperti tatapan hewan buas yang akan memangsa kelinci gemuk," ujar Baili Ruyi, dia setuju dengan perasaan negatif Xiao Muqing. Awalnya dia memang menyukai pria itu karena penampilannya, namun setelah melihat secara langsung gerak-gerik anehnya, Baili Ruyi menarik seluruh kalimat pujiannya.


"Tuan Muda Rong? Pria berambut perak yang menjadi penerus keluarga Rong?" tanya Yui, dia tidak tahu apa pun mengenai cerita Rong Wangxia.


Baili Ruyi mengangguk. "Benar. Pria itu juga merupakan adik laki-laki sematawayangnya Huanghou. Dia menyelamatkan Wangfei saat kamu dan Wangfei dikepung pemb***h."


Yui mengerutkan keningnya. "Meski menyelamatkan Wangfei adalah kebaikan yang tidak ia sengaja, lalu bagaimana dengan bisnis antara dia dan Wangfei? Bukankah itu bukan ketidaksengajaan lagi? Dia pasti sudah mengetahui kondisi politik yang panas, setidaknya secara garis besar."


Gu Sinjie tersenyum dingin. "Memang ada yang aneh dengan pria itu."


"Bagaimana jika dia melakukan semua itu karena memiliki perasaan khusus dengan Wangfei?" tanya Baili Ruyi, membuat seluruh mata menatapnya, termasuk Xiao Muqing.


"Mustahil. Dia mau melawan kakaknya sendiri?" balas Yui.


Baili Ruyi mengangkat kedua bahunya acuh. "Tidak ada yang tahu, kan. Lagi pula cinta itu buta. Perasaan cinta dapat menghilangkan akal sehat seseorang, dia rela melakukan apa pun demi cinta. Ya ... memang terdengar menjijikan, oleh karena itu aku tidak pernah mau mencintai seseorang."


Gu Sinjie yang mendengar kalimat Baili Ruyi tidak menjawab apa pun. Pria itu menatap Baili Ruyi dengan tatapan yang tidak biasa, saat ini tidak ada yang mengetahui tatapannya yang ini untuk Baili Ruyi.


"Berhenti mengucapkan sesuatu yang belum pasti." Xiao Muqing menghentikan diskusi mengenai Rong Wangxia, entah mengapa mendengar apa yang Baili Ruyi katakan lalu membayangkannya membuat hati Xiao Muqing buruk. Xiao Muqing kemudian melirik ke arah Gu Sinjie. "Lakukan tugasmu, Sinjie." Setelah itu menggeser tatapannya ke arah Yui. "Mulai saat ini ganti pakaianmu menjadi pelayan biasa, kamu akan menjadi pelayan pribadi Mingxiang dan menjaga wanita itu. Patahkan setiap lengan yang ingin menyentuhnya dengan maksud buruk, tidak peduli siapa orang itu. Ini perintah."

__ADS_1


Yui dan Gu Sinjie membungkuk bersama. "Baik, Wangye."


Gu Sinjie segera berjalan keluar untuk melaksanakan perintah Xiao Muqing, sementara Yui sedikit terkejut melihat Xiao Muqing berubah 180° dari yang terakhir kali ia temui sebelum sakit. Sedangkan Baili Ruyi, wanita itu segera menatap penuh protes ke arah Xiao Muqing.


"Gege, lalu bagaimana dengan saya? Saya tidak mendapat tugas apa pun?" tanya Baili Ruyi.


Xiao Muqing mengerutkan keningnya. "Kembali ke perguruan, Ruyi. Jika ingin bekerja serius untuk Xiao Wangfu segera bicarakan lebih dulu dengan ayahmu. Besok kau sudah harus berangkat kembali ke perguruan, tidak bisa dibantah."


Baili Ruyi mendengus, kemudian berbalik sambil berkata,"Yayaya ... Tenang saja! Saya akan kembali membawa surat keterangan ayahku. Lagi pula berada di perguruan terasa sangat membosankan, tidak ada tantangan di sana karena aku sudah berada di level paling atas. Mereka juga terlihat sangat kaku padaku karena aku adalah anak pemilik perguruan."


Baili Ruyi terus mengoceh sampai keluar ruangan, menyisakan Yui sendirian di ruangan Xiao Muqing bersama pria itu.


Yui menatap Xiao Muqing bingung, pasalnya pria itu tadi sempat mengirimkan kode mata agar tetap berada di tempat tidak mengikuti Gu Sinjie berjalan keluar.


Xiao Muqing menarik laci meja kerjanya, kemudian mengeluarkan kotak salep berwarna emas. Di tutup kotak emas itu terdapat ukiran bunga mawar yang dicat menggunakan warna putih, warna putih dari bunga mawar tersebut dihasilkan dari tumbukkan mutiara laut asli.


Yui mengambil kotak salep yang tergeletak di atas meja kerja Xiao Muqing, bertanya,"Bagaimana cara saya menjelaskan barang ini jika Wangfei menanyakan tujuan Wangye memberikan ini?"


"Beberapa waktu lalu benwang melihat bekas luka di tangannya. Perintahkan dia untuk menggunakan salep ini untuk mempercepat pemulihan kulitnya," jawab Xiao Muqing, membuat Yui terbelalak. Apakah ... Saat-saat bunga cinta mulai bermekaran di Xiao Wangfu sudah muncul?


Ketika sedang merasa senang karena Xiao Muqing memberi perhatian kepada Huang Mingxiang, pria itu tak lama kembali berkata,"Lagi pula menjadi seorang Xiao Wangfei tidak boleh ada cacat sedikitpun."


Senyum samar Yui hilang. Walaupun apa yang dikatakan Xiao Muqing benar, tetapi ... kalimat 'penuh cintanya' tadi jadi terasa hambar. Seolah memperhatikan Huang Mingxiang hanya sebagai formalitas sekedar.


Yui mengangguk, kemudian membungkuk. "Baik, Wangye. Kalau begitu, saya pamit undur diri." Yui pamit, kemudian berjalan keluar dan segera menuju kediaman Huang Mingxiang.

__ADS_1


Sesampainya di sana, dia melihat Huang Mingxiang sedang beristirahat di meja kerjanya. Wanita itu sepertinya baru selesai bekerja.


"Salam, Wangfei." Yui membungkuk ke arah Huang Mingxiang.


Huang Mingxiang yang melihat kehadiran Yui membelalakkan matanya, kemudian berdiri dan berjalan mendekat ke wanita itu. "Astaga, Yui? Anda sudah baik-baik saja? Apa masih ada yang sakit? Saya akan membantu anda untuk memanggil tabib Kekaisaran secara khusus."


Yui menggeleng. "Tidak, Wangfei. Terima kasih banyak atas perhatian anda, saya baik-baik saja."


Huang Mingxiang mengangguk, tersenyum senang. "Ah ... Syukurlah ...."


"Wangfei, mulai saat ini saya akan menjadi pelayan pribadi sekaligus pengawal anda. Wangye memerintahkan saya untuk menjaga anda," ujar Yui, membuat Huang Mingxiang mengangguk senang.


"Oh? Sungguh? Baiklah ... Selamat datang di kediamanku, Yui." Huang Mingxiang menyambut kedatangan Yui, membuat wanita itu tersenyum. Ini pertama kalinya Huang Mingxiang melihat senyum tulus wanita itu, karena biasanya Yui selalu memasang ekspresi serius.


"Oh, masih ada satu lagi, Wangfei." Yui mengambil kotak salep pemberian Xiao Muqing, mengeluarkannya dari saku bajunya, lalu menyodorkannya secara sopan ke arah Huang Mingxiang. "Wangfei, ini salep pemberian Wangye untuk mengobati bekas luka anda."


"Bekas luka?" tanya Huang Mingxiang, dia terkejut. Dengan ragu Huang Mingxiang mengambil kotak salep indah itu, memandanginya. Perlahan bibirnya tersenyum tipis, pria itu ... ternyata peduli dengan bekas lukanya. Ah ... dan ukiran bunga mawar putihnya. Pria itu sungguh-sungguh mendengarkan ocehannya dengan baik.


Huang Mingxiang kembali menatap Yui. "Terima kasih banyak, Yui."


Yui mengangguk. "Dengan senang hati, Wangfei Niangniang."


Huang Mingxiang berbalik, kemudian menaruh memberikan salep tersebut ke Su Mama yang setia menemani Huang Mingxiang di ruangan tersebut. "Tolong simpan ini di kamarku dengan baik, Su Mama. Setelah itu mari kita bergegas menuju kediaman Wangye."


"Kediaman Wangye?" tanya Yui, pertanyaan ini tidak sengaja terlontar keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Huang Mingxiang mengangguk. "Tentu. Aku harus memijat kaki Wangye, seperti biasa."


Mendengar jawaban Huang Mingxiang, Yui tertegun. Ah ... benar, semuanya kini telah berubah sejak terakhir kali dia berada di sini. Yui sekarang dapat mengenali status objek yang akan dia jaga, yaitu Istri sekaligus Wangfei sesungguhnya dari Xiao Wangye, bukan lagi seorang wanita berstatus Wangfei biasa.


__ADS_2