
"Niangniang, selir Lu Fei mengunjungi anda. Beliau sedang menunggu di ruang tengah." Pelayan pribadi Wu Zeyuan berbisik, membuat Wu Zeyuan yang tengah menyulam menghentikan gerakannya. Wu Zeyuan tersenyum samar, kemudian meletakkan seluruh barang-barang menyulamnya di atas meja dan beranjak berdiri untuk menuju ruang tengah.
"Wu Guifei." Lu Fenghua segera berdiri begitu melihat Wu Zeyuan datang, wajah wanita itu terlihat sangat lelah.
"Ada apa, Lu Fei? Tolong segera duduk kembali, anda tidak boleh lelah. Kandungan anda harus dijaga dengan baik," jawab Wu Zeyuan, keningnya mengerut menampilkan ekspresi khawatir.
Lu Fenghua mengangguk, kemudian kembali duduk. Wajahnya terlihat gelisah, membuat Wu Zeyuan yang telah ikut duduk di samping wanita itu menggenggam tangannya lembut. "Ada apa, Lu Fei? Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman?"
Lu Fenghua menghela napas gusar, kemudian memijat keningnya singkat. "Huang Guifei, saya benar-benar lelah dengannya. Hari ini dia mencari masalah saat aku tengah melakukan doa pagi, anda tentu sudah mendengar ceritanya. Dan lagi, hari ini sebelum makan siang, saya mendapati makanan yang sudah diberikan racun penggugur kandungan. Beruntung Kaisar memberikan satu tabib pribadi pendamping begitu mengetahui kehamilan saya, tabib itu melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang akan saya konsumsi, jarum perak yang digunakan untuk memeriksa makanan berubah warna. Saya tidak tahu siapa pelakunya, tetapi saya yakin itu adalah ulah Huang Guifei!"
Badan Lu Fenghua gemetar menceritakan hal ini, ini pertama kalinya dia benar-benar merasa tidak nyaman berada di dalam Harem. Dia tahu kehamilan dirinya akan mengundang banyak perhatian bercampur iri dari para selir Kaisar, hal tersulit mengandung anak Kaisar bukan saat berusaha untuk hamil, tetapi untuk mempertahankan kandungan itu lahir menjadi bayi yang selamat.
Wu Zeyuan mengangguk prihatin mendengar cerita Lu Fenghua. "Tenangkan diri anda terlebih dahulu, Lu Fei. Huang Guifei adalah selir yang dekat dengan Huanghou, dia juga berasal dari keluarga Huang yang kita tahu merupakan salah satu keluarga yang memiliki pengaruh besar di Kekaisaran. Huang Guifei bukan orang yang dapat kita lawan dengan mudah."
Lu Fenghua mengangguk. "Saya mengerti, Wu Guifei. Tetapi bukan berarti kita benar-benar tidak bisa melawan Huang Guifei dan Huanghou." Lu Fenghua mengambil napas sebentar untuk menjernihkan pikirannya, kemudian kembali bicara. "Ngomong-ngomong, sebelumnya anda sempat mengatakan bahwa anda memiliki cara yang baik untuk melawan Huang Guifei dan Huanghou. Cara seperti apa yang anda maksud, Wu Guifei?"
Wu Zeyuan tersenyum tipis, kemudian menuangkan teh ke dalam cangkir porselen secara pribadi untuk dirinya sendiri dan Lu Fenghua. "Saya akan menjelaskannya setelah pikiran anda tenang, Lu Fei."
Lu Fenghua segera mengambil cangkir porselen yang diberikan oleh Wu Zeyuan, kemudian menyeruput teh hangat tersebut. Pikirannya perlahan berangsur tenang, emosinya sedikit mereda.
Wu Zeyuan menaruh kembali cangkir porselen-nya di atas meja, kemudian berkata,"Satu-satunya orang yang dapat melawan kekuatan Huang Guifei dan Huanghou adalah Huangtaihou."
Lu Fenghua mengerutkan keningnya. "Tetapi ... Wu Guifei, bukankah Huangtaihou sangat susah untuk didekati? Beliau juga cenderung netral terhadap kondisi Harem, tidak memihak salah satu."
Wu Zeyuan menggeleng. "Kita memiliki kuncinya, Lu Fei. Huangtaihou tidak akan bisa menolak permintaan sang 'kunci' ini."
__ADS_1
"Kunci? Siapa, Wu Guifei?" tanya Lu Fenghua, penasaran.
"Xiao Wangfei. Hanya Xiao Wangfei yang bisa membujuk Huangtaihou, beliau bisa melawan dan mengatur semuanya bahkan jika dia berada di luar Istana," jawab Wu Zeyuan.
Lu Fenghua menggeleng lagi. "Tidak, Wu Guifei. Xiao Wangfei adalah saudari dekat Huang Guifei. Bagaimana mungkin wanita itu mau membantu kita? Dan lagi, kita tidak memiliki hubungan yang dekat dengannya. Terlebih rumor buruk yang beredar mengenai Xiao Wangfei."
Wu Zeyuan terkekeh. "Ada yang tidak anda ketahui, Lu Fei. Hubungan antara Xiao Wangfei dan Huang Guifei tidak lagi dekat dan serasi. Di pemilihan 'Guifei' kemarin, pemenang sesungguhnya seharusnya Huang Mingxiang, bukan Huang Liyue. Semua tuduhan yang kini terarah ke Huang Mingxiang tidak ada yang benar." Wu Zeyuan menyebut nama keduanya langsung tanpa gelar agar lebih mudah menjelaskannya pada Lu Fenghua.
Lu Fenghua termenung sebentar, ah ... sepertinya dia tahu alur ini. Apa terjadi perselisihan negatif di pemilihan kemarin antara Huang Mingxiang dan Huang Liyue?
"Apa maksud anda ...." Lu Fenghua menggantung ucapannya.
Wu Zeyuan mengangguk. "Benar. Huang Liyue menjebak dan memfitnah adiknya sendiri telah menggoda Kaisar. Membuat Huang Mingxiang dikeluarkan dari pemilihan final dan secara resmi menjadikan saya dan Huang Liyue sebagai pemenangnya. Belum lagi, dia bekerjasama dengan Huanghou untuk melempar Huang Mingxiang menikah dengan Xiao Wangye. Tidak ada yang mengira jika menikahkan mereka berdua justru menambah sinar mereka, bukan memperburuk."
Lu Fenghua menutup setengah wajahnya, dia terkejut. "Sungguh? Astaga ... Bagaimana bisa Huang Guifei setega itu dengan saudarinya sendiri?"
"Lalu bagaimana caranya kita meminta bantuan kepada Xiao Wangfei?" tanya Lu Fenghua.
"Mudah saja. Sebelumnya saya memiliki beberapa kejadian bersama Xiao Wangfei sehingga membuat hubungan kami tidak terlalu buruk. Saya sudah bicara dengan Xiao Wangfei, anda hanya perlu menyiapkan diri untuk bertemu beliau besok. Xiao Wangfei akan kemari untuk menemui Huangtaihou, beliau meminta agar pertemuan kita terjadi secara tidak sengaja agar terlihat alami. Mengingat Huanghou belakangan ini menjadi lebih waspada semenjak kejadian di perayaan Kasih Sayang kemarin," jawab Wu Zeyuan.
Lu Fenghua mengangguk. "Saya mengerti. Tetapi ... apa anda yakin, Wu Guifei? Saya masih merasa sedikit ragu ...."
Wu Zeyuan mengangguk. "Percaya padaku, Lu Fei. Kita akan baik-baik saja. Bukankah sebelumnya ada sangat bersemangat untuk melawan Huanghou dan Huang Guifei?"
Lu Fenghua menghela napas. "Jika kita gagal, anda masih memiliki keluarga Wu sebagai latar belakang, begitu juga dengan Xiao Wangfei yang masih memiliki Huang Fu, Xiao Wangfu, dan Huangtaihou. Tetapi ... saya? Bagaimana dengan saya?"
__ADS_1
Wu Zeyuan mengangguk, mengerti kekhawatiran Lu Fenghua. Wu Zeyuan kembali menggenggam tangan Lu Fenghua. "Wangfei berjanji akan melindungi kita, Lu Fei. Satu-satunya harapan kita berada di tangan Wangfei, tidak ada pilihan lain selain menjadi sekutu dan percaya dengan Wangfei. Harem terlalu berbahaya untuk kita yang tidak memiliki dukungan. Terlebih lagi Kaisar selalu menuruti apa yang diminta oleh Huanghou."
Lu Fenghua menarik napas sekali lagi untuk menjernihkan pikirannya kembali. Benar, dia tidak boleh takut. Ini bukan hanya demi dirinya agar tetap hidup, tetapi juga kandungan yang sedang dia kandung.
Lu Fenghua mengangguk, kemudian menatap mantap ke arah Wu Zeyuan. "Apa yang anda katakan benar, Wu Guifei. Saya seharusnya tidak boleh takut. kalau begitu, saya setuju untuk menjadi sekutu anda dan Xiao Wangfei."
Wu Zeyuan tersenyum puas, dia kembali mengambil cangkir porselen-nya dan menyeruput teh tersebut. Selesai. Sekarang tinggal mengatur jalan pertemuan 'alami' mereka bertiga.
Sementara itu di Istana kediaman Rong Xuan, wanita itu tengah merias wajahnya. Pelayan pribadinya tengah menyisir lembut rambut panjang Rong Xuan, suasana di Istana kediaman Rong Xuan terlihat sangat tenang.
"Yang mulia, anda sudah mendengar pertengkaran Lu Fei dan Huang Guifei pagi ini pada saat berdoa?" tanya pelayan pribadi Rong Xuan.
Rong Xuan melirik pelayan pribadinya melalui cermin, kemudian tersenyum tipis. "Pertengkaran orang bodoh. Untuk apa permaisuri ini pikirkan?"
Pelayan pribadi Rong Xuan tersenyum, ikut mengolok Huang Liyue dan Lu Fenghua tanpa bicara. Tak lama kemudian pelayan pribadi Rong Xuan kembali bicara. "Niangniang, tetapi bukankah kehamilan selir Lu Fei berbahaya untuk martabat anda? Apa tidak sebaiknya anda mengambil 'tindakan'?"
Rong Xuan menggeleng. "Biarkan Huang Liyue yang mengurus kandungan Lu Fei. Perempuan itu mudah diperalat, otaknya tidak secerdas adiknya Huang Mingxiang. Huang Liyue akan dengan sendirinya menghancurkan Lu Fei, wanita itu merasa dirinya paling tinggi di Harem."
"Tetapi ... bagaimana jika saat melangkah Huang Guifei melakukan kebodohan dan justru menyeret nama anda?" tanya pelayan pribadi Rong Xuan, dia khawatir.
Rong Xuan menggeleng, kemudian menatap wajahnya lekat-lekat di cermin. "Tidak akan ada yang bisa menggertakku, bahkan Kaisar sekalipun. Keluarga Rong tidak akan membiarkan aku kalah begitu saja."
Saat mereka berdua tengah asik mengobrol, tiba-tiba Kasim pribadi Xiao Jihuang datang mengumumkan kedatangan pria itu. Membuat Rong Xuan mau tidak mau berdiri untuk menghadap Xiao Jihuang.
"Yang mulia Kaisar datang!"
__ADS_1
Rong Xuan membungkuk ke arah Xiao Jihuang, kemudian kembali menegakkan badannya dan menatap Xiao Jihuang. Mata mereka berdua kini saling bertemu, menatap dengan sangat dingin, seolah tidak ada cinta sama sekali di dalam hati masing-masing.