
"Kembali ke meja tempat di mana anda duduk, Mingxiang." Xiao Muqing memberikan perintah, membuat Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. Bagaimana mungkin pria itu berani memberikan perintah yang berlawanan dengan Xiao Jihuang di tempat umum? Tetapi, tidak banyak bertanya, Huang Mingxiang mengangguk. Gu Sinjie segera menyingkir dari belakang kursi roda, memberikan Huang Mingxiang kesempatan untuk mendorong kursi roda Xiao Muqing.
Huang Mingxiang kembali berjalan menuju mejanya sambil mendorong kursi roda Xiao Muqing. Setelah Xiao Muqing berhenti tepat di samping sebelah kiri ia duduk, Huang Mingxiang tidak duduk, wanita itu tetap berdiri mendampingi Xiao Muqing.
"Benwang menyesal karena tidak bisa memberikan penghormatan yang baik kepada Kaisar dan Muhou." Xiao Muqing kembali bicara, suasana semakin tegang. Dulu kalimat itu dia gunakan untuk secara halus menghina Xiao Jihuang.
Huangtaihou mengerutkan keningnya sulit. Dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Dia ingin marah, namun Xiao Muqing lah yang menolong Huang Mingxiang di sini.
Xiao Jihuang berusaha tersenyum. "Bukan masalah besar, paman Kekaisaran. Kedatangan anda selalu dinanti-nantikan."
Xiao Muqing menghiraukan kalimat manis Xiao Jihuang, lalu melirik dingin ke arah Lang Zhiyu. Wanita itu saat ini tengah kaku di posisi duduknya, keringat dingin bercucuran, terlihat sangat jelas.
"Congkak. Gu Sinjie." Xiao Muqing memanggil Gu Sinjie.
"Saya, Wangye," jawab Gu Sinjie, menunjukkan wibawanya. Banyak mata gadis bangsawan yang memperhatikan Gu Sinjie dan Xiao Muqing sejak kedua pria itu datang.
"Apakah prajurit yang dikelola Jenderal Lang berada di bawah kekuasaan benwang?" tanya Xiao Muqing.
"Benar, Wangye. Tepatnya di perbatasan sisi selatan."
__ADS_1
Xiao Muqing mengangguk singkat, kembali menatap Lang Zhiyu. "Sekarang ayah anda adalah seorang pengangguran. Tidak ada lagi keluar Lang yang diizinkan masuk ke dalam kekuasaan militer benwang."
"Wa-- Wangye!!" Lang Zhiyu lemas, matanya memerah menahan tangis.
Gu Sinjie menatap tajam Lang Zhiyu. "Hati-hati ketika bicara, Lang Xiaojie. Setiap langkah anda membawa nama besar keluarga anda sendiri. Menghina Wangfei kami adalah kejahatan besar. Bagaimana mungkin anda mengatakan bahwa Wangfei kami adalah aib Kekaisaran? Justru anda lah yang aib untuk Kekaisaran ini karena memiliki mulut yang tidak terdidik."
"Saya setuju dengan kalimat Tuan Gu. Saya sempat terkejut saat para bangsawan menyetujui apa yang dikatakan oleh Lang Xiaojie, bahkan ... Huang Guifei juga?" Rong Wangxia, pria itu akhirnya membuka mulutnya setelah puas menonton. Kali ini dia mau ikut serta menjadi pemeran.
Huang Liyue yang mendengar ini menegang, diam-diam dia meremas kain hanfu-nya di bawah meja. Rong Xuan yang mendengar adiknya bicara seperti itu segera menatap tajam, dia tidak mengerti mengapa tiba-tiba Rong Wangxia membela Huang Mingxiang.
"Wangye, tidakkah seharusnya anda mengadili mereka semua yang setuju dengan kalimat konyol Lang Xiaojie? Karena secara tidak langsung mereka melempar penghinaan besar terhadap wajah Xiao Wangfu." Baili Ruyi menaburkan duri, membuat suasana jauh lebih panas dan tegang. Wajah para bangsawan pucat, mereka semua tertunduk dalam. Tidak berani menatap Xiao Muqing yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan tajam.
Xiao Muqing melirik Huang Mingxiang saat mendengar kalimat Baili Ruyi. Pria itu secara tidak langsung meminta pendapat Huang Mingxiang, menunjukkan kepada seluruh pasang mata yang melihat bahwa dia menghargai Huang Mingxiang sebagai istrinya. Jadi jika Huang Mingxiang berkata adili, maka seluruh bangsawan ini akan dibuat terbalik oleh Xiao Muqing. Mereka semua menunggu Huang Mingxiang berbicara, tubuh mereka lemas, mereka pasrah.
"Wangye, Mingxiang tidak ingin hari baik ini menjadi kacau." Selesai Huang Mingxiang mengatakan itu, seluruh bangsawan akhirnya dapat bernapas lega.
Baili Ruyi yang melihat ini merasa tidak puas, oleh karena itu dia berkata,"Wangfei Niangniang, anda tidak perlu ragu. Bahkan jika anda meminta Kekaisaran ini terbalik, Wangye akan melakukannya!"
Huang Mingxiang menggeleng, beralih tersenyum ke arah Baili Ruyi. "Tidak perlu, Nona Baili."
__ADS_1
Baili Ruyi mendengus. "Anda terlalu baik, Wangfei!" Huang Mingxiang hanya tertawa kecil melihat sikap Baili Ruyi.
Xiao Muqing yang masih terus menatap Huang Mingxiang kini beralih menatap lurus ke depan, melihat Rong Wangxia. Rong Wangxia sedikit terkejut, tetapi kemudian dia membalas tatapan Xiao Muqing dengan senyumannya. Mereka saling tatap untuk beberapa detik. Yang satu menggunakan wajah tanpa ekspresi, dan yang satu lagi tersenyum dalam seperti rubah.
Xiao Muqing menarik tatapannya, kemudian menatap buah suci yang tersedia apik di atas meja. Dengan ragu dia mengambil satu potong buah suci, lalu menyodorkannya ke mulut Huang Mingxiang. Huang Mingxiang mengerjapkan matanya bingung, dia kembali terkejut. Tetapi kemudian dia menurut dan menanggapi suapan Xiao Muqing.
Huang Mingxiang menahan tawa, dia melihat raut wajah kesulitan milik Xiao Muqing. Sepertinya pria itu benar-benar memaksakan dirinya untuk muncul di depan umum kembali. Huang Mingxiang dapat dengan mudah melihat perasaan tidak nyaman pria itu.
Selesai mengunyah buah suci, Huang Mingxiang segera menuangkan arak ke sebuah cangkir porselen indah. Lalu menyuguhkan gelas itu untuk Xiao Muqing. Xiao Muqing mengambil cangkir arak yang diberikan Huang Mingxiang, setelah itu meminumnya dengan sekali teguk.
Xiao Jihuang menyaksikan itu dengan raut wajah suram. Matanya menatap tajam Xiao Muqing dan Huang Mingxiang.
Xiao Muqing tentu saja menyadari tatapan Xiao Jihuang, pria itu juga menjadi salah satu alasan mengapa Xiao Muqing memantapkan pilihannya untuk mengunjungi Istana. Bukan persoalan politik, tetapi Huang Mingxiang.
Xiao Muqing menoleh ke arah Xiao Jihuang. "Karena Wangfei benwang sudah memakan buah suci, maka urusannya di sini sudah selesai. Benwang terkesan dengan cara para bangsawan ini berpikir dan bicara. Dan, anda harus lebih ketat lagi untuk mendidik selir-selir anda, Kaisar. Dia harus belajar menghormati anggota senior Kekaisaran. Karena selir itu masih memiliki hubungan darah dengan Wangfei benwang, maka benwang tidak akan memperhitungkannya. Tetapi jika di masa depan kejadian ini terulang lagi, maka benwang sebagai senior-mu lah yang akan mengajari sopan santun secara langsung terhadap selir-selirmu."
Xiao Muqing memberikan kode ke arah Huang Mingxiang, meminta wanita itu untuk mendorong kursi rodanya kembali dan keluar dari kawasan pesta. Huang Mingxiang tidak bisa tidak menolak, dia bergegas berdiri di belakang Xiao Muqing dan mendorong kursi roda pria itu. Bahkan mereka pergi tanpa memberikan salam hormat kepada Kaisar ataupun Huangtaihou, namun tidak ada yang berani membuka mulut mereka untuk mengkritik.
"Baik, akan Zhen ingat nasihat paman Kekaisaran," jawab Xiao Jihuang walaupun Xiao Muqing dan Huang Mingxiang sudah berjalan keluar dari kawasan pesta memunggunginya.
__ADS_1
Huang Mingxiang menatap wajah Gu Sinjie dan sosok Xiao Muqing dari belakang, namun keduanya tidak memberikan reaksi apa pun. Tetapi setelah melihat Baili Ruyi, wanita itu menampilkan senyum berjuta arti. Sepertinya yang dapat menjelaskan mengapa Xiao Muqing dapat tiba-tiba muncul di acara hari ini adalah Baili Ruyi.
Rong Wangxia, pria itu menatap punggung Huang Mingxiang yang perlahan berjalan menjauh. Pria itu menghela napas tipis, lalu bergumam,"Sayang sekali, padahal sempat menjadi milikku ...." Cahaya senja menyinari sosok Huang Mingxiang, hal ini membuat Rong Wangxia semakin enggan untuk mengalihkan pandangannya.