Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali


__ADS_3

Huang Mingxiang mengerjapkan matanya pelan, berusaha mengambil posisi duduk.


"Tetap di posisimu." Suara dingin Xiao Muqing terdengar, membuat Huang Mingxiang membelalakkan matanya lebar dan menoleh cepat ke samping. Matanya langsung segar, hatinya terkejut.


"Wangye?!"


Xiao Muqing duduk di tepi kasur, pakaian pria itu sangat kotor. Xiao Muqing menatap tajam Huang Mingxiang, namun kemudian sedikit membungkuk dan menempelkan keningnya di kening Huang Mingxiang.


Huang Mingxiang sedikit terkejut, namun kemudian dia tersenyum dan menangkupkan kedua pipi Xiao Muqing menggunakan kedua telapak tangannya.


"Mengapa kamu sejauh ini?" gumam Xiao Muqing, nada bicaranya terkesan khawatir dan sangat lelah.


Utusan Agung berdiri, lalu berjalan keluar dari ruangannya. Ini pertama kalinya dia memperbolehkan orang luar menggunakan ruangannya.


Kedua mata Huang Mingxiang sedikit berkaca-kaca. "Saya ingin Wangye kembali bahagia seperti dulu."


Xiao Muqing menggeleng, kemudian membantu Huang Mingxiang yang ingin sekali merubah posisinya menjadi duduk. "Puncak kebahagiaan benwang saat kamu tiba di Xiao Wangfu. Jika kamu gugur di gunung ini, maka tidak akan ada lagi kebahagiaan."


Huang Mingxiang terkekeh, Xiao Muqing pun membelai kepala istrinya. "Apa tubuhmu masih terasa lemas?"


Huang Mingxiang segera berusaha menggerakkan tubuhnya, kemudian mengangguk. "Iya, seluruh otot tubuh saya rasanya remuk. Dan ... ah! Bagaimana kaki anda?! Tetapi ... Tunggu! Mengapa saya bisa terbangun?! Bukankah seharusnya--!"


"Benwang menukar satu kelopak bunga Gold God dengan setengah nyawamu yang diambil. Karena ini, benwang hanya memiliki 80 persen kesembuhan. Benwang tetap harus menjalani beberapa pengobatan lagi dengan tabib jika ingin pulih sepenuhnya." Xiao Muqing menjelaskan semuanya sebelum Huang Mingxiang berbicara lebih panjang.


Huang Mingxiang tertegun, kemudian melirik kaki Xiao Muqing yang memiliki darah kering. "Apa ... Wangye sudah meminum obatnya?"


Xiao Muqing mengangguk, tangannya masih mengelus kepala Huang Mingxiang. Huang Mingxiang membelalakkan matanya, kemudian berkata,"Wangye! Cepat berdiri! Cepat! Mingxiang ingin melihatnya!" Wajah Huang Mingxiang berubah cerah, bibirnya tersenyum, jantungnya berdegup kencang, dia sangat bahagia dan antusias.


Xiao Muqing menuruti permintaan Huang Mingxiang, kemudian beranjak berdiri dan memutar pelan dengan kedua kakinya tanpa gemetar sedikitpun. Air mata Huang Mingxiang menetes melihat ini, dia terharu. Pengorbanan dan perjuangannya benar-benar terbayar!


"Wangye ... anda ... anda sungguh-sungguh dapat berjalan ...." Huang Mingxiang terus mengelap air matanya yang jatuh, namun air mata itu terus mengalir tanpa henti.


Xiao Muqing mengangguk, kemudian kembali duduk di tepi kasur dan menarik Huang Mingxiang ke dalam pelukannya. "Ini berkat usahamu." Xiao Muqing memejamkan matanya saat mengatakan ini, sedangkan Huang Mingxiang terus tersenyum sambil mengeluarkan air mata. Dia sangat terharu!

__ADS_1


Huang Mingxiang mendongak, dia tertegun melihat kedua mata Xiao Muqing memerah. Apa ... pria itu sedang menahan tangis haru? Huang Mingxiang sedikit terkekeh, kemudian mengelus wajah Xiao Muqing. Bibir Huang Mingxiang kembali tersenyum lembut.


Xiao Muqing menunduk, menatap wajah istrinya yang kini sangat dia cintai. Sejak kejadian ini, dia benar-benar tersadar bahwa dia mencintai Huang Mingxiang, dia rela melakukan apa pun untuk Huang Mingxiang.


"Benwang ... sangat mencintaimu, Huang Mingxiang. Celaka sekali," ujar Xiao Muqing, bibir pria itu tersenyum tipis dan dia sedikit menunduk. Tidak lagi menatap Huang Mingxiang.


Huang Mingxiang tertegun lagi, ini pertama kalinya pria itu mengatakan 'cinta'. Huang Mingxiang tersenyum semakin dalam, lalu mengangkat dagu Xiao Muqing menggunakan jari telunjuknya dan menjawab,"Mingxiang sudah lama mencintai anda, Wangye. Sejak awal menginjakkan kaki di Xiao Wangfu, Mingxiang sudah bersumpah akan mengabdikan diri kepada Xiao Wangfu dan anda."


Tatapan Xiao Muqing melembut, kemudian menghela napas tipis dan memeluk Huang Mingxiang semakin erat, membuat kepala Huang Mingxiang bersandar pada dada bidang Xiao Muqing.


"Maaf." Xiao Muqing mengatakan itu, membuat Huang Mingxiang sedikit terkejut. Pria itu ... Mengucapkan kata 'maaf'?!


Huang Mingxiang mengusap lembut punggung Xiao Muqing. "Saya tidak pernah kecewa dalam mencintai anda. Seluruh tindakan keras yang ada lakukan justru malah membentuk saya menjadi sosok yang lebih kuat."


Xiao Muqing mengecup ubun-ubun Huang Mingxiang, setelah itu sedikit menjauhkan Huang Mingxiang dari pelukannya untuk menatap wajah wanita itu. Xiao Muqing kemudian mendekatkan wajahnya, mencium bibir Huang Mingxiang.


Huang Mingxiang mengalungkan kedua tangannya, terpejam erat membalas dan menerima ciuman Xiao Muqing. Perlahan, tubuh Huang Mingxiang kembali berbaring di atas kasur. Xiao Muqing menahan tubuhnya di atas Huang Mingxiang, menatap wajah cantik Huang Mingxiang dengan mata biru memikat miliknya.


Xiao Muqing mengelus lembut wajah putih Huang Mingxiang, hatinya terasa sangat damai. Saat Xiao Muqing ingin mendekatkan wajahnya lagi, Huang Mingxiang menahan gerakan pria itu. "Kita tidak akan melakukan 'itu' di sini, bukan?" tanya Huang Mingxiang, membuat Xiao Muqing melirik ke arah meja Utusan Agung yang kosong.


Raut wajah Xiao Muqing terlihat kesal, kemudian pria itu segera beranjak turun dari kasur dan berdiri. Xiao Muqing menyimpan pedangnya yang tergeletak di lantai, lalu mengangkat tubuh Huang Mingxiang. Dia akan menggendong tubuh Huang Mingxiang turun dari gunung.


Sosok Huang Mingxiang terlihat sangat indah, wanita itu mengenakan hanfu putih brokat sulaman Phoenix emas. Wajahnya terlihat sangat cantik, sosoknya sangat anggun berkat sihir Utusan Agung. Ditambah Xiao Muqing yang terlihat jutaan kali lebih gagah dan tampan saat berdiri, belum lagi sosok kacau dan menyeramkan pria itu karena penuh darah menambah kesan dramatis. Seperti seorang prajurit sejati yang berhasil membawa seorang tuan putri keluar dari rumah Naga berbahaya.


"Tidak sopan sekali, langsung kembali begitu saja." Suara Utusan Agung terdengar, membuat Xiao Muqing menghentikan langkahnya. Xiao Muqing dan Huang Mingxiang segera melihat sosok Utusan Agung yang sedang duduk di sebuah ayunan indah mengibaskan kipas bulu angsa miliknya.


"Tentu saja. Kami sudah membayar apa yang kau mau, untuk apa lama-lama di sini?" jawab Xiao Muqing, menatap kesal Utusan Agung karena tingkah menyebalkan pria itu tadi.


Utusan Agung tersenyum tipis. "Di luar ada Shenlong, dia akan mengantarmu kembali ke pertengahan gunung. Di kaki gunung banyak sekali orang-orangmu. Menyebalkan sekali." Utusan Agung lalu mendengus seperti anak kecil.


Xiao Muqing mengangguk singkat, lalu melengos pergi begitu saja sambil menggendong Huang Mingxiang dan berkata,"Baiklah, itu bagus."


Utusan Agung menunjuk kesal ke arah Xiao Muqing. "Dasar, Xiao Muqing!" Tetapi kemudian bibirnya tersenyum. "Manusia penuh kegelapan sepertimu sangat beruntung telah mendapatkan istri seperti itu. Jika suaminya bukan kamu, aku sudah akan merebutnya."

__ADS_1


"Bukankah anda masih memiliki waktu seratus tahun lagi? Bagaimana jika menikahi anak nona Mingxiang saja?" bawahan Utusan Agung memberikan saran konyol.


Utusan Agung mengerutkan keningnya kesal, lalu mengetuk kepala bawahannya menggunakan kipas bulu angsa. "Konyol. Aura suci manusia pilihan kesayangan Tuhan tidak menurun kepada keturunan."


Xiao Muqing melangkahkan kakinya keluar gerbang, di sana Baili Ruyi dan Yui sudah sadar. Mereka berdua tengah berdiri menjauh dan penuh waspada menatap Shenlong. Sedangkan Shenlong, naga itu hanya memasang wajah acuh tak acuh, sesekali bermain bersama Faxia dengan menggelindingkan serigala itu sedikit dari puncak gunung, lalu Faxia akan kembali naik ke atas, itu dilakukan berulang kali.


Saat mereka menyadari ada seseorang yang keluar, seluruh mata segera menatap ke arah Xiao Muqing dan Huang Mingxiang.


Baili Ruyi terkejut, matanya terbelalak, pedang di tangannya jatuh. Sedangkan Yui, wanita itu menutup mulutnya yang terbuka lebar, menatap kaki Xiao Muqing dengan tidak percaya.


"Kalian bodoh?" tanya Xiao Muqing, kemudian menoleh ke arah Naga Shenlong.


"Hei, naga bodoh!" Xiao Muqing memanggil Shenlong, membuat Shenlong menatap tajam Xiao Muqing. Dia masih kesal dengan Xiao Muqing.


"Siapa yang kau panggil naga bodoh? Dasar manusia hina! Cepat sana pergi! Aku tidak tahan melihat sosok menjengkelkan mu!" Naga Shenlong menatap kesal Xiao Muqing.


"Shenlong, tidak boleh seperti itu. Cepat antara Xiao Muqing dan yang lain ke pertengahan gunung." Suara Utusan Agung terdengar, membuat Shenlong semakin kesal.


"Aku menolak!"


"Shenlong, kau mau menerima murka dari Tuhan karena menolak membantu orang yang kesulitan?" tanya Utusan Agung, membuat Shenlong menatap langit dan menggeram kesal. Tak lama Shenlong menghela napas, lalu menjulurkan ujung ekornya ke arah Xiao Muqing.


Xiao Muqing segera menginjak ekor Shenlong dan naik ke atas tubuh naga itu. Baili Ruyi dan Yui yang melihat sosok Utusan Agung tertegun, mereka benar-benar terpana.


"Ruyi, Yui, apa yang kalian lakukan di bawah sana?" Suara Huang Mingxiang menyadarkan mereka, membuat Baili Ruyi dan Yui tersadar. Utusan Agung tersenyum ke arah keduanya, membuat Baili Ruyi dan Yui reflek ikut tersenyum pula. Ah ... manis sekali senyuman pria itu. Bagaimana bisa ada pria secantik itu?


"Ruyi memberi salam kepada Yang mulia Utusan Agung."


"Yui memberi salam kepada Yang mulia Utusan Agung."


Mereka membungkuk ke arah Utusan Agung, lalu berlari naik ke tubuh Shenlong dengan hati-hati.


"Hati-hati, ya! Untuk Mingxiang, kamu boleh kembali kapan saja asal tidak membawa Xiao Muqing!" Seru Utusan Agung saat Shenlong mulai terbang dan turun dari puncak gunung.

__ADS_1


__ADS_2