Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 47. Keyakinan Hati


__ADS_3

Huang Mingxiang telah sampai di Istana kediaman Huangtaihou. Barang-barang yang sebelumnya sempat ia bawa kembali dia taruh di Xiao Wangfu, tidak jadi Huang Mingxiang bawa ke Istana. Setelah dipikir ulang, dia tidak perlu sampai menginap di Istana. Mengingat kini sudah ada dua orang yang akan menjadi kaki tangannya, Wu Zeyuan dan Lu Fenghua.


Huang Mingxiang berjalan masuk, dari kejauhan sudah terlihat An Mama yang berlari mendekat untuk menyambut kedatangannya.


"Wangfei Niangniang!" An Mama membungkuk ke arah Huang Mingxiang setelah jarak mereka dekat, raut wajahnya terlihat senang sekali menyambut Huang Mingxiang.


"Huangtaihou saat ini sedang berada di Paviliun, para selir tengah berkumpul di sana," ucap An Mama, membuat Huang Mingxiang mengangguk paham. Itu bagus, Wu Zeyuan berhasil membuat 'suasana alami' sesuai yang dia inginkan.


An Mama segera mengantar Huang Mingxiang ke Paviliun, di sana terlihat sangat teduh. Wu Zeyuan, wanita itu duduk di samping kiri Huangtaihou sambil memainkan kecapi, selanjutnya di samping kanannya hadir Lu Fei yang tengah menemani Huangtaihou berbincang-bincang dengan para selir lainnya. Hanya ada dua orang wanita penting di Harem yang tidak ada, Rong Xuan dan Huang Liyue. Entah apa yang tengah kedua wanita itu lakukan, Huang Mingxiang merasa itu tidak perlu dia pikirkan saat ini.


Begitu Huangtaihou menangkap sosok Huang Mingxiang, wanita itu bergegas berdiri, membuat para selir berhenti dari aktivitas santai mereka dan membungkuk ke arah Huang Mingxiang.


"Salam, Wangfei Niangniang." Para selir itu tersenyum ke arah Huang Mingxiang dan dibalas senyum formalitas oleh wanita itu. Huang Mingxiang tidak mengenal dekat mereka semua, hanya tahu nama dan gelar.


Saat ini yang berkumpul di Istana Huangtaihou adalah Wu Guifei dan empat selir bergelar 'Fei' lainnya. Salah satunya adalah Lu Fenghua. Tiga selir bergelar 'Fei' lainnya sepertinya tidak sungguh-sungguh bergelut di Harem. Melihat raut wajah mereka yang polos seperti anak-anak, posisi mereka dapat dengan mudah diperalat. Tetapi, jika boleh menebak, Huang Mingxiang yakin mereka bertiga bukan tipe selir yang mau saling sikut menyikut untuk mendapatkan posisi. Posisi mereka saat ini didapat tentu karena latar belakang keluarga mereka masing-masing. Huang Mingxiang tahu betul dari keluarga mana ketiga selir ini berasal, berbeda dengan Lu Fenghua yang mendapat posisi 'Fei' dengan penuh perjuangan dan usaha.


Lu Fenghua bergegas berdiri dan merubah posisi duduknya, membiarkan Huang Mingxiang duduk di samping Huangtaihou. Wanita itu terus menatap dan memperhatikan Huang Mingxiang.


"Kebetulan sekali, Xiao Wangfei. Anda datang di momen yang tepat, kami sedang bersantai bersama di paviliun teduh menyenangkan milik Huangtaihou. Kehadiran anda menambah keceriaan kami." Wu Zeyuan bicara, sepertinya wanita itu sudah berhasil membangun hubungan yang cukup dekat dengan Huangtaihou. Melihat wanita itu sudah tidak lagi bersikap canggung seperti awal pertama mereka mengunjungi Huangtaihou bersama-sama.


"Wangfei ini senang. Tadinya saya khawatir kedatangan saya akan merusak suasana menyenangkan kalian," balas Huang Mingxiang, membuat Huangtaihou tertawa hangat dan menggenggam tangannya. "Bagaimana mungkin kedatangan anak semanis dirimu dapat merusak suasana?" Kemudian wanita tua itu mencolek dagu Huang Mingxiang.

__ADS_1


Huang Mingxiang tertawa, lalu berkata,"Bibi, berhenti memperlakukan Mingxiang seperti anak kecil."


Huangtaihou tersenyum. "Kamu bahkan di mata Aija tidak pernah menjadi dewasa. Kamu tidak berubah dan selalu menjadi keponakan manja yang gemar membuat onar."


Wu Zeyuan terkekeh. "Benar, yang mulia Kaisar bercerita kepada Zeyuan. Beliau berkata, Xiao Wangfei pernah membuat Kaisar marah dan kemudian dengan cerdik membujuk Kaisar agar memaafkannya."


Huangtaihou yang mendengar ini mengangguk cepat. "Aiya ... benar, kejadian konyol itu sempat membuat Aija geram dan Huang Dajie keringat dingin! Karena saat itu Mingxiang berani memukul kepala Jihuang di hadapan para tamu pesta undangan."


Huang Mingxiang hanya tersenyum mendengarkan mereka yang sibuk membicarakan dirinya, dan ... dia fokus kepada Wu Zeyuan. Xiao Jihuang bercerita? Pria itu dikenal sebagai manusia yang tidak gemar bercerita hal-hal yang tidak penting. Mendengar Wu Zeyuan mengetahui cerita itu dari Xiao Jihuang, apakah ... Wanita itu berhasil menarik banyak perhatian dan hati Xiao Jihuang? Huang Mingxiang tersenyum tipis, ah ... Wu Zeyuan lebih dapat bisa diandalkan dan berbakat dari yang dia kira.


Mereka terus mengobrol dan bersenang-senang, sampai akhirnya An Mama mengingatkan jadwal tetapi tradisional Huangtaihou. Hal ini membuat acara selesai, para selir satu persatu pergi meninggalkan Istana Huangtaihou setelah wanita tua itu pergi dari Paviliun. Sehingga kini hanya menyisakan mereka bertiga, Huang Mingxiang, Wu Zeyuan, Lu Fenghua.


Huang Mingxiang memperhatikan keadaan sekitar, memastikan kondisi mereka aman. Setelah itu, kepalanya menoleh dan menatap Wu Zeyuan dan Lu Fenghua, bibir wanita itu tersenyum simpul. "Nah ... bagaimana dengan keyakinan anda, Lu Fei?"


Lu Fenghua mencoba menenangkan dirinya, kemudian membalas senyum Huang Mingxiang. "Keyakinan saya sudah bulan, Wangfei. Saya memutuskan untuk menjadi sekutu anda dan melawan Huanghou serta Huang Guifei." Tatapan mata Lu Fei terlihat serius dan tegas, wanita itu sangat percaya diri dengan kalimatnya.


Huang Mingxiang terkekeh. "Sungguh? Bagaimana jika suatu saat kita jatuh dan malah mendekam di penjara? Kemungkinan buruknya adalah dieksekusi mati."


Lu Fenghua menggeleng. "Saya yakin, sesuai dengan apa yang Wu Guifei katakan, saya yakin bahwa kita akan berhasil. Lagi pula, dari segi apa pun kita juga tidak kalah dengan kekuatan Huanghou. Jika Huanghou memiliki Kaisar dan keluarga ternama Rong, maka anda juga memiliki Xiao Wangye dan Huangtaihou. Maafkan kalimat tidak sopan saya, Wangfei. Saya hanya bermaksud untuk menyampaikan kalimat saya dengan jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman."


Huang Mingxiang mengangguk, dia mulai menilai Lu Fenghua. Lu Fenghua ... wanita itu memang tidak terlihat setangkas Wu Zeyuan, namun dia masih bisa diajak bekerjasama. Tetapi sepertinya wanita itu masih susah untuk mengontrol emosi dan perasaannya, tidak seperti dirinya dan Wu Zeyuan yang sudah terlatih sejak kecil dididik secara alami untuk mengontrol emosi, perasaan, dan ekspresi wajah di hadapan para bangsawan.

__ADS_1


Tetapi satu hal kekurangan tidak akan membuat Huang Mingxiang menilainya buruk secara keseluruhan, Lu Fenghua masih dapat dia bentuk. Itu masalah mudah, selama wanita itu tidak berjalan di luar jalur yang ia tentukan.


"Wangfei, saya memiliki ide bagus untuk 'pertunjukan' di acara perayaan Salju Akhir Tahun nanti. Saya akan bergerak begitu anda memberikan persetujuan," ucap Wu Zeyuan, matanya berbinar, dia sangat bersemangat.


Huang Mingxiang mengangguk. "Katakan."


Wu Zeyuan menjelaskan detail rencananya, Huang Mingxiang sibuk menyimak. Mereka mulai berdiskusi, Huang Mingxiang menambahkan tiga sampai lima hal untuk membantu Wu Zeyuan menyempurnakan rencananya. Lu Fenghua juga ikut andil dalam diskusi penyusunan rencana, wanita itu bahkan suka rela mengajukan diri sebagai 'pemain penting' di 'pertunjukan' acara perayaan Salju Akhir Tahun.


Sementara itu di Xiao Wangfu, Xiao Muqing dan Gu Sinjie tengah berdiskusi. Lagi-lagi yang mereka bicarakan adalah Rong Wangxia, entah mengapa hati Xiao Muqing masih merasa ada yang aneh walaupun sudah menerima laporan bersih dari Gu Sinjie.


"Saya juga setuju dengan pendapat anda, Wangye. Tetapi ... pria itu sama sekali tidak meninggalkan jejak kecurigaan apa pun." Gu Sinjie mengerutkan keningnya, melenguh. Dia juga merasakan hal yang sama seperti Xiao Muqing.


Xiao Muqing diam, matanya menatap dingin jari-jarinya yang mengetuk-ngetuk meja. Kepalanya berpikir, berusaha mencari celah untuk kecurigaan Rong Wangxia.


Xiao Muqing kembali mengangkat tatapannya, menatap Gu Sinjie. "Lupakan, Sinjie. Kita tunggu laporan Yui saat kembali nanti."


Gu Sinjie yang mendengar ini mengangguk. "Benar, anda benar. Tunggu, jika Tuan Muda Rong memiliki 'sesuatu' yang aneh kepada Wangfei, seharusnya pria itu juga akan segera mengunjungi Istana. Hal mudah bagi Tuan Muda Rong masuk ke dalam istana, karena Jiejie-nya adalah seorang Huanghou. Dia juga dengan bebas dapat berkeliling Istana untuk menemui Wangfei."


"Sinjie." Panggil Xiao Muqing, tatapan matanya semakin dingin.


"Y--ya?" tanya Gu Sinjie, dia terkejut karena tiba-tiba nada bicara Xiao Muqing terdengar suram, terlebih itu sambil menyebut namanya.

__ADS_1


"Bubarkan bisnis antara Chuan Wuqi dan Rong Wangxia setelah promosi besar ke dua Kekaisaran lainnya selesai. Lakukan itu jika memang dia terbukti memiliki maksud lain dengan Wangfei," jawab Xiao Muqing.


Gu Sinjie mengangguk cepat. "Baik, Wangye."


__ADS_2