
Hari berlalu cepat, Huang Mingxiang hari ini sesuai rencananya kemarin mengunjungi Huang Liyue sebelum waktu eksekusi tiba. Di tangannya terdapat sebuah kantung serut kecil, di dalam kantung tersebut terdapat botol kecil yang berisi cairan mengerikan.
Di luar, tangan Yui menenteng sebuah tas anyaman berukuran sedang. Di dalam tas anyaman itu terdapat teko dan cangkir teh, lengkap dengan isinya. Huang Mingxiang memerintahkan dirinya untuk menyiapkan teh dan membeli 'obat' ke sebuah pasar ilegal Kekaisaran sebelum berangkat.
Sesampainya di Istana, Huang Mingxiang disambut oleh Wu Zeyuan. Wanita itu sudah menunggu di gerbang pintu masuk penjara. Sebenarnya mengunjungi tahanan tanpa urusan resmi adalah sebuah pelanggaran, namun Huang Mingxiang berusaha mencari celah dengan menggunakan aksesnya sebagai istri Xiao Muqing dan 'keluarga' Huang Liyue.
"Wangfei, Kaisar mengetahui kunjungan anda ke penjara. Maafkan saya karena tidak bisa menemani anda sampai dalam sel tahanan, karena anggota Harem kecuali Huanghou, dilarang untuk memasuki penjara." Wu Zeyuan menghela napas tipis, dia baru tahu aturan ini. Padahal dia ingin sekali melihat raut wajah depresi Huang Liyue.
Huang Mingxiang tersenyum, mengangguk singkat. "Bukan masalah besar, Wu Guifei. Jika anda lelah, anda bisa mengunjungi Huangtaihou terlebih dahulu. Saya akan menyusul kemudian."
Wu Zeyuan mengangguk. "Baik, Wangfei. Tentu saja."
Huang Mingxiang menghindari basa-basi lebih panjang, dia segera masuk ke dalam penjara, mencari sel tahanan tempat Huang Liyue tinggal. Yui berjalan di belakang Huang Mingxiang, belati terpampang jelas di genggamannya. Wanita itu waspada kala menyadari tatapan lengket dari para tahanan kriminal lainnya untuk Huang Mingxiang. Sedangkan Su Mama, wanita itu mengerutkan keningnya tidak nyaman. Jika bukan karena Huang Mingxiang, dirinya tidak akan pernah mau menginjakkan kaki di sini.
Huang Mingxiang tidak peduli, dia terus berjalan maju dengan kepala tegak. Sesekali melirik dingin beberapa tahanan yang berani secara terang-terangan berdiri di dekat tiang besi penghalang sambil menatapnya.
Tak lama, Huang Mingxiang berhasil menemukan sel tahanan Huang Liyue. Bibirnya tersenyum begitu melihat wanita itu tengah duduk di lantai penjara yang dingin tanpa alas sedikitpun. Saat menyadari kehadiran Huang Mingxiang, mata Huang Liyue melirik tajam ke arahnya.
"Untuk apa kau kemari?" Huang Liyue bertanya dengan nada arogan, membuat Huang Mingxiang terkekeh. "Menjenguk Jiejie saya, apa lagi?"
"Masih ada wajah untukmu memanggilku 'Jiejie'? Kamu benar-benar rubah, Huang Mingxiang!" Huang Liyue mengepalkan kedua tangannya.
Huang Mingxiang tidak peduli, lalu memberi isyarat lambaian tangan kepada penjaga sel untuk membuka pintu sel tahanan. Huang Mingxiang masuk ke dalam sel, Huang Liyue semakin menatap tajam, seolah hendak mencabik-cabik tubuh Huang Mingxiang.
"Jiejie, kau harus bersyukur. Aku hanya menghancurkanmu satu kali." Huang Mingxiang duduk tepat di hadapan Huang Liyue, mereka saling melempar tatapan tajam.
"******, apa maksudmu?!" Huang Liyue meraung marah, dia benar-benar membenci Huang Mingxiang. Tangan wanita itu sampai gemetar karena mengepal terlalu erat menahan semua amukannya. Dia tidak bisa sembarangan bertindak lagi, karena tidak akan ada lagi yang akan menolongnya.
Melihat Huang Liyue menahan diri, Huang Mingxiang tersenyum dingin. Oh, ternyata wanita itu tidak sebodoh yang dikira. Dia masih bisa membaca situasi.
"Mengingat kalimat pertamamu saat aku datang berkunjung, bukankah seharusnya yang mengatakan itu adalah aku?" ujar Huang Mingxiang, lalu matanya menatap dingin Huang Liyue. "Apa anda masih memiliki wajah untuk memanggil saya 'Meimei'?"
"Benar-benar sebuah mimpi buruk bagi Huang Fu karena memiliki nona berhati busuk sepertimu! Kau penjahat, Huang Mingxiang! Kau membunuh saudarimu sendiri! Ingat, aku awalnya adalah Da Xiaojie Huang Fu, dan kau hanya--" Huang Mingxiang memotong kalimat Huang Liyue, matanya menatap tajam wanita itu.
__ADS_1
"Dan aku hanyalah seolah putri selir yang memiliki status rendah, kemudian diberikan gelar Junzhu karena bakat dan kemampuanku. Setelah itu naik ke kasta yang lebih tinggi menjadi seolah Xiao Wangfei, bahkan gelar selir anda yang kemarin tidak ada apa-apanya, Huang Liyue. Kau selalu menyombongkan diri di hadapanku dan semua orang bahwa kau adalah anak dari seorang Furen, bukan Yiniang sepertiku. Tetapi lihat, aku memiliki latar belakang lain yang jauh lebih terhormat darimu. Membuat aku naik lebih mudah, dan kau selalu menumpuk rasa kebencian dan iri padaku. Benar?" Senyum Huang Mingxiang hilang, keduanya saling pandang serius.
Huang Liyue menggertakkan giginya, menunjuk wajah Huang Mingxiang dengan jari telunjuknya. "Aku benar-benar membencimu sejak pertama kali kelahiranmu! Awalnya aku sangat menyayangimu, namun melihatmu serakah tidak ingin berbagi kenikmatan membuatku marah! Kau juga selalu merebut apa pun yang aku punya! Perhatian, kasih sayang, semuanya dicuri olehmu!"
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. "Dan kau menyalakan orang lain atas ketidak bergunaanmu itu? Kau gagal menjadi yang terbaik, lalu menyalakanku yang berhasil mendapat perhatian mereka? Kau membandingkan usaha seorang nona bangsawan manja dengan aku yang sejak umur lima tahun sudah dididik keras oleh Istana tanpa alasan resmi? Itu benar-benar lucu! Kau hanya bisa berteriak tidak adil dan marah pada dunia, namun tidak pernah mencoba lebih keras untuk mendapatkan apa yang kau inginkan!"
Huang Liyue tertegun, matanya semakin menatap penuh benci ke arah Huang Mingxiang. Wajah wanita itu merah padam membendung amarah, kedua matanya berkaca-kaca. Hatinya terasa sakit sekali, rasanya dia ingin membunuh Huang Mingxiang sekarang juga.
Huang Mingxiang membuang pandangannya, muak menatap wajah kakaknya. "Aku benar-benar tidak ingin melihat dirimu hidup, Huang Liyue. Aku benar-benar membencimu."
Huang Liyue tertawa mendengar ini, kemudian menjawab,"Hanya karena masalah hari itu? Huang Mingxiang, kau benar-benar rakus. Seharusnya kau bersyukur, karena aku kau dapat menjadi seorang Wangfei dari Adipati terhormat Kekaisaran. Kau juga tampak hidup lebih bahagia, seharusnya kau berterima kasih padaku! Dan yang seharusnya mengutuk di sini adalah aku! Kau benar-benar membuatku menderita! Bahkan sampai tega mengantar nyawa saudarimu sendiri ke ajal!"
Huang Mingxiang kembali menatap Huang Liyue, mengerutkan keningnya. "Bahagia? Anda tidak tahu apa-apa mengenai usahaku awal menginjakkan kaki di Xiao Wangfu! Anda tidak tahu apa pun, Huang Liyue! Aku benar-benar muak dengan pola pikirmu! Kau selalu melihat sudut pandang bahagia dari nasib beruntung seseorang, lalu menyalakan orang lain akan kekuranganmu yang tidak memiliki kebahagiaan itu!"
Huang Liyue tersenyum dingin. "Tetapi setidaknya kau selalu dikelilingi nasib baik, Huang Mingxiang. Aku benar-benar muak melihat wajahmu!"
Huang Mingxiang terkekeh, kemudian melirik ke arah Yui untuk menyiapkan peralatan teh, lalu baru menjawab,"Lalu bagaimana jika sebelumnya aku katakan bahwa aku pernah mati di tanganmu?"
Huang Mingxiang tersenyum tipis. "Tentu saja kau tidak akan tahu mengenai hal itu, tetapi yang pasti aku sempat mati di tanganmu." Huang Mingxiang kemudian meletakkan telapak tangannya di dada. "Rasa sakitnya masih sangat dapat dengan mudah aku rasakan. Setiap kali merasakan sakit ini, aku ingin sekali membalas perbuatanmu. Nyawa dibalas nyawa, Huang Liyue. "
Huang Liyue mengerutkan keningnya, tidak mengerti. Wanita itu bingung. Tetapi kemudian dia melirik Yui yang sibuk menyiapkan peralatan teh, saat melihat tangan Huang Mingxiang bergerak mengambil botol kecil dari kantung serut miliknya, kedua mata Huang Liyue terbelalak.
Huang Liyue menatap tajam adiknya. "Kau ingin membunuhku dengan racun?!"
Huang Mingxiang tersenyum. "Seperti yang kau lakukan di kehidupan sebelumnya, Huang Liyue. Kau akan mati dengan cara yang sama. Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah."
Huang Liyue menggertakkan giginya, kemudian hendak maju dan mencekik Huang Mingxiang. Tetapi, gerakannya terhenti karena tiba-tiba Yui menempelkan badan belati ke lehernya.
Sring!!
Huang Liyue kaku, matanya segera melirik ke arah belati Yui, lalu kembali menatap Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang membuka penutup botol kecil tersebut, lalu menuangkan racunnya ke dalam cangkir teh Huang Liyue. Huang Liyue meneteskan satu bulir air mata.
__ADS_1
Tangan Huang Mingxiang sedikit gemetar saat menuang racun itu ke dalam gelas Huang Liyue, dia kembali teringat dengan kejadian di kehidupan sebelumnya saat dia menengguk racun ini.
"Racun ini tidak akan langsung membunuhmu, dia bekerja dengan sangat cepat untuk merusak seluruh organ-organ tubuhmu. Aku akan membuatmu merasakan sakit sebelum eksekusi, aku tidak rela jika kau hanya mati dipenggal dan hanya merasakan sedikit rasa sakit." Huang Mingxiang kembali menatap Huang Liyue, tatapan mereka kembali bertemu. Wajah keduanya di sini hampir benar-benar mirip, menandakan bahwa mereka berdua betul-betul seorang saudari dari ayah yang sama.
Huang Liyue menunduk dalam, bahunya terlihat gemetar. Tak lama kemudian wanita itu kembali mengangkat wajahnya, tertawa terbahak-bahak. "Benar-benar lucu! Bagus sekali, Huang Mingxiang! Aku benar-benar semakin membenci seluruh orang-orang di sekitarku, termasuk dirimu! Bagaimana rasanya setelah mendapatkan seluruh perhatian dan kemewahan kembali? Bagaimana rasanya telah berhasil merenggut seluruh kebahagiaanku dari kecil?! Benar-benar serakah! Sejak kecil di Huang Fu aku selalu merasa menjadi yang nomor dua sebagai anak pertama! Bahkan ibu kandungku terlihat jauh lebih menyayangimu dibanding diriku. Di detik kematiannya, wanita itu bahkan kerap menyebut namamu, dia melupakan anak kandungnya sendiri! Dan ayah! Ayah juga selalu memperlakukanmu sangat spesial, terutama saat kau berhasil menjadi seorang Junzhu! Aku ditinggal begitu saja, dianggap menjadi tidak berguna! Aku benar-benar membenci seluruh orang Huang Fu, aku ingin membunuh kalian!" Huang Liyue berteriak seperti orang hilang akal. Bertepatan dengan kalimat terakhirnya, Huang Dajie datang. Pria itu mendengar kalimat akhir dari putri sulungnya. Wajah pria itu terlihat sangat terkejut, badannya terasa lemas, hatinya sangat hancur.
"Liyue ...."
Huang Mingxiang dan Huang Liyue segera menoleh ke arah pintu sel, mereka berdua menatap Huang Dajie yang terpaku terkejut dengan ekspresi sendu.
Huang Liyue tertegun, mata penuh kebenciannya seketika lenyap saat melihat sosok ayahnya yang menahan tangis kecewa.
Huang Dajie menggelengkan kepalanya, lalu meletakkan telapak tangan di dadanya dan menggeleng pelan. Perlahan, pria itu berjalan mundur, setelah itu berbalik dan berjalan menjauh.
Huang Liyue menggertakkan giginya marah, kemudian dia meraung sambil menangis. Tangannya menjambak rambutnya sendiri, dia benar-benar gila hari ini.
Huang Mingxiang menatap dingin Huang Liyue, kemudian tangannya mengangkat cangkir teh Huang Liyue sambil menyodorkannya ke arah wanita itu. Napas Huang Mingxiang memburu, gejolak emosional kini membendung besar di hatinya. Tangan Huang Mingxiang sedikit gemetar memberikan teh racun kepada Huang Liyue.
Huang Liyue menatap tajam Huang Mingxiang, kemudian mengambil cangkir itu, badannya masih gemetar marah. Sebelum meminum racunnya, Huang Liyue berkata,"Aku bersumpah, Huang Mingxiang. Arwahku tidak akan tenang, aku akan menunggumu di neraka! Kamu benar-benar berdarah dingin! Fakta bahwa kau telah membunuh saudarimu sendiri akan segera diketahui oleh banyak orang!"
Huang Liyue perlahan mendekatkan cangkir penuh racun itu ke bibirnya, tangannya gemetar hebat. Setelah meminum racun itu sampai habis, dia segera menjatuhkan cangkir itu ke sembarang tempat, membuat pecahan cangkir berserak di mana-mana.
Prang!
Huang Mingxiang tetap tenang, berusaha berdiri dan mengatur emosinya. "Apakah anda tidak pernah mendengar kalimat 'sejarah ditulis oleh sang pemenang'?"
Huang Liyue terbatuk, efek racunnya perlahan mulai bekerja. Matanya masih menatap penuh kebencian ke arah Huang Mingxiang. Huang Mingxiang tersenyum dingin, hatinya antara puas dan gelisah. "Sayang sekali karena harus seperti ini. Tetapi, Jiejie. Anda lah yang pertama kali merusaknya."
Huang Mingxiang segera berbalik, berjalan keluar dari sel tahanan Huang Liyue. Tangannya diam-diam gemetar, dia baru saja membalaskan dendam besarnya kepada Huang Liyue, saudari perempuannya sendiri. Sebelumnya mereka terlihat sangat saling menyayangi, namun siapa sangka sekarang justru saling membunuh?
"Jiejie, anda gagal menepati janji tiga belas tahun silam."
Kedua mata Huang Mingxiang terasa panas, dia menahan air matanya untuk keluar. Dia tidak ingin menangis, dia tidak boleh menangis. Dulu Huang Liyue membunuhnya tanpa berkedip, seharusnya dia juga seperti itu. Huang Liyue, sosok kakak perempuan yang hangat dan selalu menyayanginya tidak lagi ada, bahkan sosok itu tidak pernah ada. Wanita itu hanya berpura-pura menyayanginya, wanita itu diam-diam memupuk kebencian besar pada dirinya!
__ADS_1