
"Sekali lagi ayah katakan, kamu harus bergerak. Tidak boleh seperti ini terus." Rong Tagu memberikan tatapan dingin kepada putrinya, Rong Xuan. Pria itu geram, pihak Istana benar-benar berani memperlakukan putrinya dengan sangat buruk. Rong Tagu tidak akan tinggal diam.
Rong Xuan mengerutkan keningnya, dia merasa tidak setuju dengan keputusan Rong Tagu. "Tetapi, ayah ... Huang Junzhu tidak--"
"Wanita bersalah. Meskipun dia saat ini sama sekali tidak terikat hubungan apa pun dengan Putra Mahkota, namun ... jika nanti Putra Mahkota sudah naik ke atas takhta, kemungkinan besar pihak Huangtaihou akan bergerak cepat untuk menjadi Huang Junzhu sebagai salah satu Permaisuri Kaisar." Rong Tagu menyela, dia menatap geram kepada putrinya karena Rong Xuan masih saja bersikap lembut.
Rong Xuan mengepalkan kedua tangannya, mata berkaca-kaca miliknya menatap tajam ayahnya. Mereka berdua berdebat tepat di hadapan peti mati Kaisar.
"Ayah! Dengar ... di antara mereka berdua, aku adalah orang ketiganya. Aku tidak ingin memaksa Kaisar--"
Rong Tagu lagi-lagi menyela, tangan kanannya menarik lengan putrinya kasar dan mencengkeram kuat. Dia ingin putrinya sadar dan membuka mata, bahwa putrinya harus bergerak saat ini juga.
"Ini bukan hanya tentang kamu dan perasaanmu! Tetapi juga tentang keluarga Rong! Saat ini keluarga Rong memiliki dua pilar kokoh, yaitu kamu dan ayah. Jika nanti Huang Junzhu masuk ke dalam Harem Istana, kita tidak tahu gelar apa yang akan diberikan Kaisar. Fei? Guifei? Huang Guifei? Tidak ada yang tahu, namun ... apa pun gelar yang akan wanita itu dapat, tingkat ancamannya setara!"
"Aku bisa mempertahankan posisiku, ayah!"
"Kamu tidak bisa!!"
"Bisa!!"
__ADS_1
"Sulit, Xuan'er! Karena Huang Junzhu, memiliki cinta Putra Mahkota!"
Rong Xuan bungkam, hatinya kembali seperti diremas kuat. Fakta bahwa dia tidak memiliki cinta suaminya, itu membuat hatinya teriris. Rong Xuan menarik napas dalam, kemudian kembali berdiri tegak menghadap peti mati mendiang Kaisar. Matanya meneteskan air mata, keheningan mulai menyelimuti mereka.
Tak lama, Rong Xuan kembali berbicara, memecah keheningan yang sempat membendung. "Aku tidak tahu menahu mengenai pertikaian politik Kekaisaran, aku hanya menikah dan menjalani perintah mendiang Kaisar dengan patuh. Aku hanya sedang berusaha mengabdi dan menjadi istri yang sempurna untuk suamiku. Aku ... hanya ingin bahagia dengan pernikahanku. Menjadi istri sekaligus pemegang jabatan tinggi di Kekaisaran bukanlah suatu kebanggaan untukku, melainkan beban. Aku harus sering menipu diriku sendiri, berusaha bersikap tenang meskipun rumah tanggaku sedang dikoyak kasar oleh badai."
Rong Xuan menoleh sekilas ke arah ayahnya, Rong Tagu terlihat membisu menatap anaknya. Raut wajah kerasnya melunak, dia sangat mengerti penderitaan putrinya.
Rong Xuan kembali menatap peti mati Kaisar, lalu melanjutkan,"Ayah ... mengapa? Mengapa takdirku seperti ini? Aku benar-benar kecewa dengan semuanya."
Rong Tagu memejamkan matanya, berusaha menahan air matanya. Pria paruh baya itu juga terbawa suasana, dia menangisi nasib malang putrinya. Rong Tagu segera membungkuk, dia terus membungkuk bahkan setelah mulutnya berbicara. "Maafkan saya karena membiarkan anda mengalami penderitaan seperti ini. Saya ... adalah pejabat sekaligus ayah yang buruk untuk anda, Putri Mahkota."
"Aku akan selalu berusaha mempertahankan rumah tanggaku, apa pun masalahnya. Mendiang Kaisar memilihku sebagai menantunya, bukankah berarti dia berpendapat bahwa aku mampu menghadapi seluruh permasalahan yang ada di Istana? Aku akan bertahan di Istana ini untuk rumah tanggaku dan keluarga Rong, karena aku menyayangi tempat dari mana aku berasal dan ... aku ...." Rong Xuan menggantung kalimatnya di akhir, lalu menoleh ke arah ayahnya lagi. "Aku ingin dicintai suamiku."
Rong Tagu tertegun, lalu dia memaksakan sebuah senyuman dan mengangguk. Rong Xuan masih tersenyum, kemudian dia kembali menatap peti mati mendiang Kaisar, namun ... sekarang tatapan matanya berubah dingin.
*****
"HIDUP YANG MULIA KAISAR DAN HUANGHOU NIANGNIANG! SEMOGA KEJAYAAN KEKAISARAN BERADA DI TANGAN KEDUA YANG MULIA!!"
__ADS_1
Seluruh pejabat dan bangsawan elit yang diundang ke dalam hari penobatan Kaisar baru berlutut dalam ke arah Xiao Jihuang dan Rong Xuan.
Rong Xuan berdiri di samping Xiao Jihuang, mereka menggunakan pakaian berwarna emas yang senada. Xiao Jihuang mengenakan jubah bercorak naga emas dan mahkota agung seorang Kaisar, sedangkan Rong Xuan menggunakan jubah bercorak Phoenix emas dan mahkota Phoenix yang terlihat sangat indah.
Rong Xuan menatap dingin seluruh orang-orang yang berlutut, kemudian matanya melirik Xiao Jihuang sekilas dan mendapati bahwa mata pria itu hanya tertuju dengan satu titik saat ini. Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang berada di barisan paling depan para bangsawan wanita dan pria muda, wanita itu mengenakan hanfu berwarna merah muda dan hiasan rambut kupu-kupu kaca. Setelah sesi berlutut selesai, mata Rong Xuan dan Huang Mingxiang tidak sengaja bertabrakan.
Huang Mingxiang terlihat tersenyum ke arah Rong Xuan, namun Rong Xuan hanya membuang tatapannya ke arah lain dan tidak membalas senyuman Huang Mingxiang. Dia sudah membulatkan tekad-nya, dia tidak boleh kalah dan membiarkan Huang Mingxiang masuk ke dalam Harem demi keluarganya dan posisinya.
Rong Xuan memilih untuk mendongak dan menatap wajah suaminya, tak lama Xiao Jihuang menyadari tatapannya dan tersenyum tipis. Semenjak kematian mendiang Kaisar dan hukumannya saat itu, hubungan Rong Xuan dengan pria itu tidak begitu dekat seperti sebelumnya. Tetapi Xiao Jihuang tidak berani menunjukkannya secara terang-terangan, pria itu hanya perlahan mengurangi perhatian dan sikap hangatnya kepada Rong Xuan.
Di tengah acara meriahnya, tiba-tiba pengumuman kedatangan Xiao Wangye datang. Para tamu undangan segera menoleh ke belakang dan melihat Xiao Muqing memasuki aula Kekaisaran mengenakan kursi roda.
Suasana menjadi dingin dan mencekam, Rong Xuan menatap Xiao Muqing penuh ancaman. Belakangan ini Istana diam-diam sedang dilanda konflik panas antara suaminya dan Xiao Wangye mengenai pasukan lima ratus ribu milik Xiao Muqing. Untuk seorang Pangeran Adipati, memiliki lima ratus ribu pasukan adalah hal yang sangat mengerikan dan melanggar peraturan, karena dianggap mengancam posisi Kaisar.
Rong Xuan tidak bisa bersantai-santai setelah dirinya menjadi Huanghou. Dia harus membantu Xiao Jihuang melawan Xiao Wangye, karena saat ini keluarga Rong sudah resmi menjadi pendukung dan kekuatan utama Kaisar. Setidaknya setelah ini dia tidak diberatkan dengan masalah "wanita lain" terlebih dahulu karena ada tradisi bahwa Kaisar tidak boleh menikahi selir baru dalam waktu satu tahun setelah pernikahan dengan Huanghou utamanya berlangsung. Targetnya kini adalah memenangkan pertarungan politik dengan Xiao Wangye, kemudian baru menyusun rencana pembangunan Istana dalam, dan terakhir menggelar perekrutan selir baru.
Di perekrutan selir baru ini dia harus menyiapkan segalanya dengan benar, karena pasti Huang Mingxiang akan ikut menjadi peserta pemilihan selir tersebut. Dia, akan melawan Huang Mingxiang dan menendangnya jauh dari pintu masuk Harem!
__ADS_1