Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang


__ADS_3

Rong Xuan menatap dingin Huang Liyue dan Tang Yulan, kemudian menggeser tatapannya ke arah Huang Mingxiang. Pandangan mereka bertemu, keduanya saling melempar kebencian yang dingin. Rong Xuan berbalik, meninggalkan mereka semua tanpa permisi. Wanita itu saat ini sedang berada di kondisi hati yang sangat buruk karena keputusan Xiao Jihuang. Tetapi dia tidak bisa terus memprotes, atau hubungannya akan semakin buruk dan Tang Yulan benar-benar akan dipulangkan ke Kerajaan Pesisir Selatan.


Huang Mingxiang juga tidak punya alasan lain untuk tetap berada di sini, dia segera naik ke dalam kereta kuda dan disusul oleh Wu Zeyuan dan Lu Fenghua. Mereka bertiga melanjutkan perjalanan ke Istana Wu Zeyuan yang sempat tertunda.


Setelah kepergian kereta kuda Huang Mingxiang, beberapa pelayan mulai berdatangan dan membantu Huang Liyue dan Tang Yulan untuk kembali berdiri, kemudian membawa mereka ke tempat yang sudah disiapkan. Tempat mereka menerima seluruh hukuman yang sudah Xiao Jihuang katakan.


Di dalam kereta, Wu Zeyuan perlahan kembali tenang. Huang Mingxiang menggenggam tangan kirinya sambil tersenyum. "Anda sudah melakukannya dengan sangat baik." Kemudian kepalanya menoleh ke arah Lu Fenghua. "Begitu juga dengan anda, Lu Fei."


Lu Fenghua tersenyum mendengar pujian Huang Mingxiang, kemudian mengelus perutnya. "Saya akan selalu melakukan yang terbaik, Wangfei."


"Saya hanya melakukan hal kecil, Wangfei. Semuanya sebagian besar berkat anda. Kaisar tidak akan tergerak jika bukan karena anda." Wu Zeyuan mengatakan itu sambil tersenyum, ada maksud tersirat dari kalimatnya. Hal ini membuat senyum Huang Mingxiang perlahan menghilang, sedangkan Wu Zeyuan masih terus mempertahankan senyumannya.


Sepertinya Wu Zeyuan sudah mengetahui perasaan Xiao Jihuang untuk Huang Mingxiang. Wu Zeyuan pintar, wanita itu tidak bodoh. Hanya dengan satu malam bersama Xiao Jihuang dan bertukar kalimat bersama pria itu, Wu Zeyuan akan dengan mudah menyadari perasaan Xiao Jihuang. Tetapi hebatnya, wanita itu tidak mengulik dalam secara pribadi atau bahkan mengubah tekad-nya karena perasaan cemburu yang dia miliki. Perempuan itu juga tidak berisik atau membuat keributan, justru malah memanfaatkan keadaan itu dengan akalnya. Melihat Xiao Jihuang sempat mengendur kepada Wu Zeyuan, sepertinya wanita itu berhasil mendapatkan perhatian khusus Xiao Jihuang berkat kecerdikannya. Huang Mingxiang tak lama kemudian kembali tersenyum setelah memikirkan hal ini, dia senang. Dia memiliki partner bertarung yang cerdas.


Wu Zeyuan yang melihat senyum Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. "Apa yang membuat anda tersenyum, Wangfei?"


Huang Mingxiang menggeleng pelan. "Tidak ada. Saya hanya merasa senang karena memiliki partner seperti anda."


Wu Zeyuan segera menangkap maksud dari kalimat Huang Mingxiang, kemudian menunduk sebentar dan kembali mengangkat kepalanya untuk menatap ke arah tirai jendela kereta kuda. "Saya hanya melakukan hal-hal yang sekiranya tidak membahayakan nyawa saya atau tidak membuat saya seperti wanita bodoh." Bibir Wu Zeyuan kembali tersenyum.


Lu Fenghua tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Huang Mingxiang dan Wu Zeyuan, wanita itu hanya mengerti bahwa Huang Mingxiang memuji kerja keras Wu Zeyuan dalam bekerja sama.


Setelah sampai di Istana kediaman Wu Zeyuan, Huang Mingxiang berkata,"Sepertinya saya tidak bisa lebih lama lagi di Istana. Maafkan saya hanya bisa bertemu sampai di sini, saya berjanji akan menghabiskan waktu lebih lama bersama Wu Guifei dan Lu Fenghua di masa depan. Tetapi, sekarang saya harus segera kembali karena Wangye sudah menunggu saya di Xiao Wangfu."


Wu Zeyuan mengerutkan keningnya. "Bukankah anda memiliki rencana untuk menginap di Istana Kekaisaran, Wangfei?"


Huang Mingxiang tersenyum, kemudian meletakkan telapak tangannya di pundak Wu Zeyuan. "Saya percayakan semua kepada anda. Syaa yakin, cukup sampai di sini, anda dapat dengan mudah mengontrolnya, Wu Guifei. Ditambah, saat ini kita memiliki kehadiran Lu Fei. Kalian berdua pasti dapat dengan mudah mengurus semuanya." Di akhir kalimat Huang Mingxiang menoleh menatap Lu Fenghua.


Wu Zeyuan dan Lu Fenghua tertegun, kemudian mengangguk mantap ke arah Huang Mingxiang secara bersamaan. Lu Fenghua mengepalkan kedua tangannya di depan dada, lalu bicara dengan penuh semangat. "Tentu saja! Saya dan Wu Guifei akan melakukan yang terbaik!"


Wu Zeyuan terkekeh melihat tingkah Lu Fenghua, kemudian mengangguk sekali lagi dan berkata,"Apa yang dikatakan oleh Lu Fei benar, kami pasti akan melakukan yang terbaik."


Huang Mingxiang ikut mengangguk. "Tentu, kita semua akan melakukan yang terbaik."


Tak lama setelah tiga sampai lima kalimat lagi, Wu Zeyuan dan Lu Fenghua turun dari kereta kuda Huang Mingxiang. Mereka berdua membungkuk ke arah kereta kuda Huang Mingxiang, kemudian tak lama kereta kuda Huang Mingxiang melaju pergi.


Huang Mingxiang tersenyum puas, dia bisa pergi dari Istana dengan senyum kemenangan. Huang Liyue, ini baru pembukaan untuk permainan utama. Wanita itu harus membayar apa yang sudah dia lakukan kepada Huang Mingxiang di kehidupannya yang sebelumnya. Begitu juga Rong Xuan, Huang Mingxiang akan mengurus mereka satu persatu setelah Huang Liyue dan kaki Xiao Muqing selesai. Rencananya perlahan mulai berjalan sesuai keinginannya.

__ADS_1


Di tengah jalan, kereta kuda Huang Mingxiang entah udah keberapa kali, kembali berhenti secara tiba-tiba tanpa alasan yang tidak dia ketahui lebih dulu. Yui yang berada di luar kereta segera mengangkat tirai jendela kereta kuda sedikit dan berkata,"Yang mulia, ada seorang pelayan berdiri di depan kuda untuk menghadang jalan anda. Apa saya perlu mengambil tindakan untuk 'membersihkannya'?"


Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya. Sebelumnya pelayan yang berani melakukan hal seperti ini kepada kereta kudanya adalah utusan Xiao Jihuang.


"Yang mulia, itu adalah pelayan yang beberapa waktu lalu juga sempat mencegat jalan anda." Su Mama ikut bicara, membuat Huang Mingxiang yakin bahwa itu adalah utusan Xiao Jihuang.


Huang Mingxiang diam beberapa detik, berpikir. Karena sebelumnya pria itu telah membantunya dalam membuat jera Huang Liyue, kali ini ... baiklah, Huang Mingxiang akan setuju. Entah apa yang ingin pria itu katakan, Huang Mingxiang memiliki firasat yang tidak terlalu buruk. Sepertinya pria itu tidak akan bertingkah gila persis saat kemarin.


"Turuti apa kemauannya," ujar Huang Mingxiang, membuat Yui sedikit kebingungan, namun tidak banyak bicara dan segera melaksanakan apa yang Huang Mingxiang katakan.


Tak lama, mereka segera mengikuti ke arah mana pelayan itu membawa mereka pergi. Su Mama mengerutkan keningnya, lagi-lagi Istana dingin? Tetapi mengingat Huang Mingxiang baik-baik saja kemarin setelah kembali dari dalam sana, wanita tua itu tidak lagi terlalu meributkannya.


Huang Mingxiang segera turun begitu kereta kudanya dibuka, dia berjalan masuk ke dalam Istana dingin melalui pintu belakang Istana tersebut. Pelayan itu lagi-lagi segera menghilang begitu membukakan pintu untuk Huang Mingxiang.


Di dalam, Huang Mingxiang melihat Xiao Jihuang tengah berdiri di dekat jendela dan menatap ke arah pohon besar yang sudah kering di belakang bangunan tersebut.


"Apa yang mulia masih memiliki sesuatu yang ingin disampaikan?" tanya Huang Mingxiang, badannya berdiri empat langkah di belakang Xiao Jihuang.


Xiao Jihuang perlahan berbalik, pandangan mereka lagi-lagi bertemu. Pria itu tersenyum. "Apa anda sudah merasa cukup lega setelah kejadian tadi?"


Xiao Jihuang mengangguk, kemudian menghela napas lega. "Syukurlah, Zhen berpikir anda akan marah."


Melihat sikap tenang pria itu, Huang Mingxiang perlahan mengendurkan perasaan emosinya. Wanita itu untuk pertama kalinya tersenyum ke arah Xiao Jihuang, walaupun senyum itu bukan senyum tulus, namun sangat cukup untuk membuat Xiao Jihuang senang.


"Bagaimana mungkin saya berani marah dengan anda?"


Xiao Jihuang balas tersenyum lagi, kali ini senyumannya terlihat lebih ringan. "Anda sempat mengatakan kecewa kepada Zhen, bagaimana mungkin Zhen membiarkan wanita yang Zhen cintai kecewa?"


Senyum Huang Mingxiang kembali hilang, sepertinya pria itu tidak benar-benar kembali waras. Pria itu mengatakan apa barusan? Bagaimana mungkin membiarkan wanita yang dia cintai kecewa? Jika wanita yang dia maksud adalah Huang Mingxiang, pria itu salah. Di kehidupan sebelumnya Xiao Jihuang sudah sangat membuat Huang Mingxiang kecewa.


Huang Mingxiang mundur selangkah. "Yang mulia, jika tidak ada kepentingan lagi, tolong izinkan Wangfei ini untuk pamit undur diri."


Xiao Jihuang menggeleng. "Zhen berjanji tidak akan berbuat kasar, tolong jangan semakin menjauh, Mingxiang ...."


Huang Mingxiang semakin tidak betah, wanita itu segera berkata,"Apa yang harus saya lakukan agar anda sadar bahwa saya adalah istri dari paman Kekaisaran anda, yang mulia?"


"Dan apa yang harus saya lakukan agar anda tersadar bahwa cinta saya sangat besar untuk anda, Mingxiang?" balas Xiao Jihuang.

__ADS_1


Huang Mingxiang menggelengkan kepalanya tegas. "Cinta anda terlarang, yang mulia. Anda tidak boleh mencintai istri paman anda sendiri."


Xiao Jihuang menggeleng. "Cinta ini sulit dibunuh, Mingxiang. Cinta ini sudah ada sejak kita berdua kecil, anda terlalu kejam jika sekarang meminta perasaan ini dib***h begitu saja."


Huang Mingxiang menarik napas dalam, dia membuang tatapannya dari Xiao Jihuang. "Anda adalah seorang Kaisar, jutaan nyawa dan ratusan kestabilan kawasan berada di tangan anda. Anda tidak mungkin bertengkar dengan paman anda sendiri dan memulai perang saudara dingin dan kemudian mendapat pandangan buruk dari masyarakat sekitar karena sudah mencintai istri dari paman anda sendiri."


"Mingxiang, kalau begitu apa yang harus Zhen lakukan? Anda selalu bicara tanpa memberikan solusi. Anda selalu bicara tanpa memikirkan bagaimana perasaan dan gilanya diriku!" Xiao Jihuang berjalan mendekat ke arah Huang Mingxiang sebanyak tiga langkah, jarak mereka berdua kini tidak terlalu jauh.


Huang Mingxiang kembali menatap Xiao Jihuang, kali ini dia berjalan mendekat ke arah Xiao Jihuang. Wanita itu kemudian menunjuk dada Xiao Jihuang, tempat di mana organ jantung berdetak. "Hapus. Hapus saya dari sini. Anda memiliki ratusan wanita yang bisa menyenangkan hati anda. Ada lebih banyak wanita yang lebih cantik di dalam Harem yang belum anda temui. Dan ... belajar mencintai Huanghou anda dengan serius. Anda melakukan semua ini bukan tanpa alasan, tetapi untuk Kekaisaran anda sendiri. Yang mulia, apa anda pernah mendengar kalimat yang mengatakan bahwa kepemimpinan pemimpin yang baik karena keadaan hatinya yang baik pula? Banyak para mendiang Kaisar senior sebelumnya yang sudah membuktikan hal itu. Kepemimpinan mereka yang maju salah satu faktornya adalah keadaan Harem mereka yang damai."


Xiao Jihuang menatap Huang Mingxiang sulit. "Jika aku bukan seorang Kaisar, apakah anda akan bersedia untuk menjadi Permaisuri saya?" tanya Xiao Jihuang, menghilangkan sebutan formal untuk dirinya di hadapan Huang Mingxiang.


Huang Mingxiang menatap Xiao Jihuang, mata mereka bertemu lama. Huang Mingxiang menggeleng pelan. "Maafkan saya, saya tidak dapat menjawab pertanyaan anda, yang mulia."


"Kenapa?"


"Apakah saat anda bukan seorang Kaisar, suami saya tetap ada? Apakah Xiao Wangye tetap menjadi suami saya?" tanya Huang Mingxiang balik.


Xiao Jihuang mengepalkan kedua tangannya. "Apakah anda benar-benar mencintai pria itu??"


Huang Mingxiang diam. Tetapi, tak lama kemudian dia mengangguk mantap. "Saya mencintai Xiao Wangye, suami saya."


Xiao Jihuang tertegun, hatinya terpukul telak. Pria itu berjalan mundur sebanyak-banyaknya sampai menempel pada dinding. Matanya menatap Huang Mingxiang sendu. "Bagaimana caranya mengobati luka kehilangan ini? Saya memang orang yang menjatuhkan dekrit pernikahan itu, tetapi saya adalah orang pertama yang merintih paling keras di dalam hati karena melihat anda memasuki pintu Xiao Wangfu mengenakan gaun pengantin."


"Rintihan anda adalah kesalahan anda sendiri. Anda gagal melindungi apa yang sudah anda cintai, yang mulia." Huang Mingxiang mengerutkan keningnya dalam, dia jadi ikut merasa rumit karena Xiao Jihuang sekarang.


Xiao Jihuang berbalik, memunggungi Huang Mingxiang. Pria itu memijat keningnya pelan. "Mingxiang, saya membenci takdir saya sendiri sebagai Kaisar. Apa gunanya ratusan wanita dan kekuasaan besar di Timur jika saya gagal melindungi apa yang saya cintai?"


Huang Mingxiang menggeleng pelan, hanya itu yang dapat dia berikan. Dia tidak bisa menjawab kalimat Xiao Jihuang lagi.


Tidak ada gunanya Xiao Jihuang menyesal, dia tidak bisa mengubah takdir mutlak miliknya karena menjadi Kaisar. Huang Mingxiang tahu, pria itu tidak ada ketertarikan untuk memiliki banyak wanita. Pertama kali pria itu diangkat menjadi putra mahkota, Xiao Jihuang sama sekali tidak memiliki selir atau pendamping. Baru saat pria itu naik takhta, karena berbagai tuntutan dari para pejabat bangsawan, akhirnya mau tidak mau pria itu mengisi Harem-nya dengan wanita yang terkadang bukan pilihannya. Pria itu sepertinya salah menghitung, karena pada akhirnya dia sedikit dikendalikan oleh keluarga Rong. Saat ini kekuatan utamanya adalah keluarga Rong, jika Xiao Jihuang mengusir Rong Xuan, maka mahkota yang ada di kepalanya akan jatuh karena tidak memiliki kekuatan pendukung yang kuat untuk melawan para musuh yang tidak senang akan kepemimpinannya.


Huang Mingxiang membungkuk ke arah Xiao Jihuang. "Yang mulia, saya pikir pembicaraan ini cukup sampai di sini. Tolong yang mulia pertimbangkan kembali semua yang sudah saya ucapkan. Wangfei ini, pamit undur diri."


Huang Mingxiang berbalik, melangkah pergi. Xiao Jihuang tidak bergeming, pria itu masih dia di dekat jendela sambil terus memunggungi Huang Mingxiang. Kedua mata pria itu tertutup erat, Xiao Jihuang menyesali perbuatannya sendiri. Dia membenci ketidak berdayaannya.


'Mingxiang, semakin jauh kamu melangkah, maka semakin gelap duniaku.'

__ADS_1


__ADS_2