Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 89. Berdebat di Istana


__ADS_3

"Tuan Muda Rong sempat kemari dan memberikan ini untukmu." Xiao Muqing memberikan kotak merah persegi panjang kecil kepada Huang, dia sekarang sedang menyuapi istrinya makan secara pribadi.


Huang Mingxiang menerima kotak itu sambil mengunyah makanannya, keningnya mengerut bingung. Rong Wangxia datang ke Xiao Wangfu dan menitipkan ini kepada Xiao Muqing? Anehnya lagi, Xiao Muqing tidak marah dan justru malah menyampaikan titipan Rong Wangxia dengan benar.


Huang Mingxiang membuka kotak itu, lalu secarik kertas dan beberapa tumpuk buku kecil ada di dalamnya. Huang Mingxiang menutup kotak itu kembali, memilih melihatnya di lain waktu. Dia takut isinya akan merusak suasana hati Xiao Muqing.


Xiao Muqing tidak berkomentar apa pun, dia hanya fokus menyuapi Huang Mingxiang. Tak lama Xiao Muqing bertanya,"Apa kepingan kelopak bunga Gold God itu pemberian dari Tuan Muda Rong?"


Huang Mingxiang terkejut, dari mana Xiao Muqing tahu? Apa Rong Wangxia yang memberitahunya sendiri?


Melihat raut wajah terkejut Huang Mingxiang, Xiao Muqing tersenyum tipis. "Benar, ya? Pria itu menjelaskan semuanya saat kemari barusan. Dia berkata tidak akan mengganggu kita dan hendak keluar Ibu Kota karena sudah mulai mendapat panggilan untuk kembali."


Huang Mingxiang tertegun. Rong Wangxia ... akan segera pergi? Huang Mingxiang belum mengucapkan ucapan terima kasih dengan benar, namun dia tidak tahu harus memberikan apa.


"Benwang sudah mengirim beberapa surat ke Kekaisaran Barat, Tuan Muda Rong akan memiliki kehidupan nyaman ke manapun dia pergi. Entah Kekaisaran Barat atau Utara. Ini sebagai tanda terima kasih kita kepada Tuan Muda Rong, tidak perlu kamu pikirkan lagi. Sudah impas," ujar Xiao Muqing. Pria itu ternyata masih mengerti cara berterima kasih walaupun tidak secara langsung.


Huang Mingxiang menganggukkan kepalanya, lalu menaruh kotak merah kecil itu di atas meja samping ranjangnya. Dia akan membukanya nanti.


"Kaisar memanggil benwang ke Istana, sekarang tidak ada alasan lagi untuk menolak. Kamu mau ikut?" tanya Xiao Muqing, ini pertama kalinya pria itu mengajaknya duluan untuk pergi ke Istana.


Huang Mingxiang langsung tersenyum cerah, kepalanya mengangguk semangat. "Tentu."

__ADS_1


Empat jam kemudian, Huang Mingxiang dan Xiao Muqing sudah berada di Istana. Huang Mingxiang duduk di kursi roda, Xiao Muqing tidak mengizinkannya berjalan dengan kakinya sendiri. Rasanya posisi mereka sedang bertukar, lucu sekali.


"Wangye, rasanya kita sedang bertukar posisi. Jika dulu saya yang mendorong kursi roda untuk anda, sekarang anda lah yang mendorong kursi roda untuk saya." Huang Mingxiang terkekeh, membuat Xiao Muqing tersenyum dari belakang.


"Berhenti memikirkan hal yang tidak penting, Mingxiang. Sebentar lagi kita akan bertemu dengan banyak sekali pejabat, persiapkan dirimu," jawab Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang kembali tersadar. Benar. Pejabat. Kaki Xiao Muqing sekarang sudah sembuh, kelompok yang membenci pria itu pasti tidak akan tinggal diam. Huang Mingxiang harus memikirkan berbagai macam strategi berdebat nanti, dia tidak akan membiarkan para orang tua menyebalkan itu untuk mencelakai suaminya.


"Yang Mulia Xiao Wangye dan Xiao Wangfei datang!!"


Pintu aula Kekaisaran terbuka lebar, Xiao Muqing masuk sambil mendorong kursi roda Huang Mingxiang. Para pejabat segera menoleh dan melihat Xiao Muqing. Kedua mata mereka terbelalak, tidak menyangka ... Xiao Muqing saat ini benar-benar bisa berjalan.


Para pejabat itu membungkuk ke arah Xiao Muqing dan Huang Mingxiang, ada yang menatap dengan penuh kegembiraan dan ada juga yang menatap dengan penuh rasa tidak senang atau benci. Xiao Muqing dan Huang Mingxiang tidak peduli, mereka berdua segera membungkuk ke arah Xiao Jihuang. Xiao Muqing langsung berdiri sebelum pria itu menjawab salamnya, sedangkan Huang Mingxiang memberi salam seperti biasa.


"Terima kasih banyak, Kaisar. Ini semua berkat istri benwang, Xiao Wangfei. Jika bukan karena Xiao Wangfei, benwang hari ini pun akan masih terduduk di kursi roda," jawab Xiao Muqing.


"Kondisi ini sangat bagus, Xiao Wangye. Anda akan dapat dengan mudah untuk kembali mengurus pasukan anda. Kebetulan di perbatasan sana sudah muncul keributan besar." Rong Xuan yang duduk tak jauh dari Xiao Jihuang pun membuka suara, membuat Huang Mingxiang menatapnya tajam. Wanita itu hendak menargetkan Xiao Muqing agar dilempar ke perbatasan.


Xiao Muqing melirik dingin Rong Xuan, saat hendak membalas, Huang Mingxiang sudah lebih dulu membuka suara. "Tetapi kondisi kaki suami saya belum sepenuhnya pulih, Huanghou. Xiao Wangye masih harus menjalani beberapa tahap pengobatan lagi."


Rong Xuan menatap Huang Mingxiang dengan penuh kebencian yang tersirat. Wanita itu benar-benar membenci Huang Mingxiang. Mereka berdua saling tatap, Xiao Muqing diam-diam tersenyum samar melihat sisi galak Huang Mingxiang.


Rong Xuan tetap berusaha melawan Huang Mingxiang. "Tetapi setidaknya saat ini Xiao Wangye sudah lancar berjalan, Xiao Wangfei. Perbatasan sangat memerlukan sosok pemimpin seperti Wangye, Jenderal Qin akan sangat kewalahan jika mengontrol keributan seorang diri. Sebagai pemimpin kita tidak boleh egois, harus menjalankan seluruh kewajiban dan tanggung jawab."

__ADS_1


Huang Mingxiang mengangguk. "Saya mengerti niat baik Huanghou, namun hari ini adalah hari pertama kali suami saya sembuh. Pemimpin memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar, bagaimana jika di sana suami saya mendadak berada di kondisi kembali parah dan justru menjadi beban untuk Jenderal Qin? Mengapa tidak anda saja yang pergi secara langsung ke perbatasan untuk membantu Jenderal Qin? Bukankah anda adalah ibu negara-nya?"


Seluruh orang terbelalak mendengar ucapan Huang Mingxiang, Xiao Muqing hanya menatap istrinya tanpa ekspresi, namun sebenarnya di dalam hatinya dia tertawa. Xiao Jihuang, pria itu hanya tersenyum sekilas. Ucapan Huang Mingxiang memang terdengar konyol dan tidak sopan, namun benar. Lagi pula tidak seharusnya Rong Xuan berkata seperti itu di hari pertama Xiao Muqing sembuh.


"Xiao Wangfei, walaupun anda adalah seorang senior Kekaisaran, tidak seharusnya Anda berkata seperti itu kepada Huanghou!" Perdana Menteri Rong, Rong Tagu menimpal. Dia tidak bisa menerima anaknya diperlakukan seperti itu.


Huang Mingxiang melirik tajam ke arah Rong Tagu, lalu menjawab,"Mengapa anda tidak menegur sikap Huanghou yang sama konyolnya? Saya sudah sering dibuat kecewa dengan sikap dan perilaku wanita Harem di sini, baik Huanghou hingga selir strata rendah, perilaku mereka tidak ada yang benar. Peraturan dan adat sering dilanggar, benar-benar memalukan. Walaupun saya memiliki umur yang terbilang muda dibanding mereka atau sama, namun saya tetap seorang senior Kekaisaran, Xiao Wangfei. Jika anda menganggap kalimat saya sebelumnya konyol, tidak sopan, dan semena-mena, lalu bagaimana dengan kalimat tidak sopan milik Huanghou? Di mana rasa simpati dan peduli sesama keluarga Kekaisaran? Bahkan Xiao Wangye dan suaminya Kaisar masih memiliki hubungan darah, namun sikapnya berani seperti itu? Paman Kaisar baru saja sembuh dari penyakit yang dia derita selama hampir empat tahun belakangan ini, saya pun masih sakit-sakitan dan duduk di kursi roda tak berdaya akibat dari perjalanan sulit dan panjang yang saya jalani. Tetapi, dengan sombongnya Huanghou mengingatkan dan secara tidak langsung meminta Xiao Wangye langsung terjun ke perbatasan? Itu sama saja ingin membunuh senior Kekaisaran-nya sendiri!!"


Rong Xuan terdiam, kedua tangannya mencengkeram kain hanfu-nya penuh amarah. Huang Mingxiang, wanita itu dengan lidah lincahnya berhasil melempar pisau untuk menyerangnya. Setiap kalimat yang keluar dari mulut wanita itu sangat berbisa, sangat mudah untuk menggiring opini.


Xiao Jihuang terbatuk pelan, membuat seluruh perhatian kembali menatap ke arahnya. Karena Rong Xuan adalah Huanghou-nya, maka mau tidak mau dia harus menolongnya. Rong Tagu juga sudah mengirim sinyal permintaan tolong kepada Xiao Jihuang.


"Xiao Wangfei, Zhen minta tenangkan diri anda sedikit. Saya yakin bukan itu maksud dari ucapan Huanghou. Huanghou terlalu mengkhawatirkan kondisi di perbatasan, oleh karena itu Huanghou langsung mengatakan sesuatu tanpa berpikir lebih matang terlebih dahulu. Mohon Xiao Wangfei memaklumi sedikit." Xiao Jihuang tersenyum ke arah Huang Mingxiang, membuat Huang Mingxiang menatap pria itu kesal. Ternyata mau seburuk apa pun hubungan mereka, Xiao Jihuang akan tetap melindungi Rong Xuan karena hubungan politiknya.


Xiao Muqing yang sedari tadi diam menyimak, kini kembali membuat mulutnya untuk berbicara. "Lebih baik Huanghou sibuk mengurus urusan dalam Istana, tidak perlu memikirkan masalah politik dan bentrok diplomatik yang berada di luar Istana. Bukankah itu adalah aturannya? Tidak seharusnya anda ikut campur, Huanghou. Lain kali berhati-hati ketika hendak berbicara."


Rong Xuan menggertakkan giginya, Xiao Muqing dan Huang Mingxiang benar-benar ingin dirinya bunuh!


Xiao Muqing memutar kursi roda Huang Mingxiang, membuat wanita itu sedikit terkejut dan menatapnya. Sebelum benar-benar pergi Xiao Muqing sempat mengatakan,"Karena tidak ada lagi yang harus dikatakan, maka benwang akan pamit undur diri." Hanya itu, tidak ada tambahan lain.


Xiao Muqing berjalan keluar dari aula Kekaisaran tanpa membungkuk atau tersenyum, para pejabat memandangnya dengan berbagai macam pandangan. Huang Mingxiang hanya bisa tersenyum canggung menatap para pejabat, dia juga terkejut kala Xiao Muqing memutar kursi rodanya dan langsung pergi tanpa memberi salam.

__ADS_1


__ADS_2