
Kereta kuda Xiao Wangfu dan Rong Fu berhenti bersamaan di depan gerbang pintu masuk Xiao Wangfu, membuat seluruh mata melirik ke arah mereka. Seluruh orang terkejut kala melihat Rong Wangxia turun dari kereta kuda Xiao Wangfu sambil menggendong Huang Mingxiang secara pribadi.
Gerbang pintu masuk Xiao Wangfu terbuka, menampilkan Xiao Muqing yang sudah menunggu kedatangan mereka dengan wajah buruk. Rong Wangxia tersenyum ke arah Xiao Muqing, senyumannya memiliki arti tersirat. Senyuman pria itu terlihat sangat licik di mata Xiao Muqing dan Gu Sinjie.
Xiao Muqing menggerakkan tangan kanannya ke arah Rong Wangxia, lalu mengeluarkan kekuatan dalamnya. Perlahan, tubuh Huang Mingxiang terangkat dari gendongan Rong Wangxia, lalu melayang lembut dan mendarat di pelukan serta pangkuan Xiao Muqing.
Rong Wangxia menatap Huang Mingxiang yang kini sudah berada di tangan Xiao Muqing sendu. Entah mengapa dia tiba-tiba merasakan kehilangan yang sangat besar. Tetapi tidak bisa melakukan apa pun, dia hanya bisa diam menatap sosok Huang Mingxiang.
"Terima kasih banyak atas bantuan Tuan Muda Rong, tetapi lain kali kirim pesan ke orang Xiao Wangfu lebih baik, sehingga tidak perlu merepotkan Tuan Muda Rong secara pribadi untuk mengantar Wangfei benwang kembali." Xiao Muqing berkata dingin, membuat Rong Wangxia tersadar dan segera membungkuk.
"Bukan masalah besar, yang mulia. Saya hanya ingin memastikan Wangfei selamat secara pribadi." Rong Wangxia kemudian menegakkan badannya lagi, mata rubah milik Rong Wangxia bertemu dengan mata elang tajam Xiao Muqing.
Xiao Muqing memberikan tatapan kode untuk Yui, membuat Yui bergegas berjalan ke belakang kursi roda pria itu dan mendorongnya masuk ke dalam Xiao Wangfu untuk meninggalkan Rong Wangxia. Xiao Muqing sama sekali tidak berbasa-basi untuk menawarkan singgah sebentar. Pria itu tidak peduli. Sementara itu Gu Sinjie mengurus Rong Wangxia, pria itu juga tidak begitu senang melihat Rong Wangxia menyentuh Wangfei atasannya dengan sangat lekat.
Xiao Muqing membawa Huang Mingxiang ke kamarnya, setelah itu meletakkan Huang Mingxiang di kasurnya.
"Bawa setengah seluruh barang wanita ini ke kediaman benwang, begitu juga sebaliknya. Bawa setengah seluruh barang benwang ke kediaman Wangfei." Perintah Xiao Muqing, membuat Yui tertegun. Xiao Muqing berniat membagi kamarnya bersama Huang Mingxiang, mereka tidak akan tidur masing-masing lagi. Yui tersenyum, kepalanya mengangguk semangat, lalu berjalan keluar dan menyampaikan pesan Xiao Muqing kepada Su Mama yang hendak pergi ke dapur untuk membuat sup herbal dan para pelayan pria lainnya untuk membantu memindahkan barang.
Raut wajah kesal mereka karena Rong Wangxia seketika hilang, mereka semua bersemangat melaksanakan perintah Xiao Muqing yang ini. Beberapa dari mereka sudah mulai membayangkan merdunya suara anak kecil di Xiao Wangfu.
Xiao Muqing, pria itu menatap istrinya. Xiao Muqing menggerakkan kursi rodanya untuk mengambil kain bersih yang ada di dalam lemari, lalu kembali mendekat ke arah Huang Mingxiang sambil mengelap bulir keringat yang muncul di dahi Huang Mingxiang.
Xiao Muqing kemudian secara pribadi melepaskan seluruh hiasan kepala Huang Mingxiang. Keningnya kembali terlipat saat mengingat sosok Rong Wangxia yang menyentuh tubuh istrinya, dia benar-benar ingin membunuh Rong Wangxia sekarang.
Selesai Xiao Muqing menanggalkan seluruh hiasan kepala Huang Mingxiang, wanita itu tak lama kemudian mengerutkan keningnya, kelopak matanya yang tertutup terlihat bergerak. Xiao Muqing yang melihat ini semakin mendekatkan dirinya, memperhatikan Huang Mingxiang sambil mengepalkan kedua tangannya.
Huang Mingxiang mengerjapkan matanya tiga kali, lalu perlahan membuka matanya dan mulai menyadari bahwa dia sudah berada di Xiao Wangfu. Huang Mingxiang perlahan mengambil posisi duduk, kemudian memperhatikan seluruh ruangan dan mendapati Xiao Muqing yang berada di sampingnya dengan raut wajah cemas.
Xiao Muqing mengambil gelas berisi air putih yang ada di dekat meja tempat tidurnya, kemudian menyerahkannya ke Huang Mingxiang. "Minum."
Huang Mingxiang mengerut keningnya, namun menurut dengan apa yang dikatakan Xiao Muqing. Setelah selesai minum, wanita itu menyerahkan gelas itu lagi kepada Xiao Muqing dan menyandarkan dirinya di sandaran papan ranjang.
"Bukankah saya sebelumnya sedang berada di Chuan Wuqi?" tanya Huang Mingxiang, kepalanya masih terasa agak pusing.
"Kamu pingsan," jawab Xiao Muqing, pria itu tidak banyak bicara seperti biasanya. Tetapi, tatapan matanya terlihat sangat khawatir. Siapapun yang melihat Xiao Muqing dapat dengan mudah menyadari bahwa pria itu tengah khawatir.
__ADS_1
Huang Mingxiang tertegun mendengar jawaban Xiao Muqing, kemudian menghela napas gusar. Dia sungguhan pingsan? Dan ... di hadapan Rong Wangxia? Itu memalukan ....
"Rong Wangxia menggendong tubuh anda secara pribadi ke Xiao Wangfu," ucap Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya. Itu sungguhan? Gila! Mengapa pria itu harus menggendong tubuhnya secara pribadi? Jika banyak yang melihat itu akan menjadi rumor baru!
"Wangye, saya benar-benar pingsan. Saya tidak mengetahui apa pun mengenai--"
"Diam. Istirahat lah, Mingxiang." Xiao Muqing memotong kalimat Huang Mingxiang yang panik, pria itu tahu. Tanpa dijelaskan Xiao Muqing menyadari keanehannya berada di Rong Wangxia, bukan Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang menutup mulutnya rapat-rapat, tidak berani berbicara lagi. Wanita itu segera kembali berbaring, matanya masih menatap Xiao Muqing.
Tak lama, Yui, Su Mama, dan Gu Sinjie datang. Gu Sinjie melaporkan bahwa Rong Wangxia sudah berhasil pergi, sedangkan Su Mama hendak memberikan sup herbal, serta Yui memiliki kewajiban untuk melapor kepada Xiao Muqing.
Mangkuk sup herbal itu kini berada di tangan Xiao Muqing, pria itu secara pribadi akan menyuapi Huang Mingxiang, membuat mereka bertiga tersenyum tanpa henti.
"Bagaimana, Yui?" tanya Xiao Muqing sambil menyendok sup herbal Huang Mingxiang dan meniupnya agar tidak terlalu panas untuk dikonsumsi istrinya.
Yui tersadar, kemudian segera membungkuk dan menjawab,"Tabib mengatakan bahwa Wangfei terlalu banyak aktivitas, menyebabkan beliau kelelahan secara fisik dan mental. Hanya dengan meminum dan makanan sehat seperti herbal dan sayuran, kondisi Wangfei perlahan akan pulih kembali."
Huang Mingxiang ikut mendengarkan laporan Yui, dia pingsan karena kelelahan? Huang Mingxiang menghembuskan napasnya diam-diam, kejadian ini tidak asing untuknya. Dulu Huang Mingxiang juga sering pingsan karena kelelahan belajar, hal ini bukan masalah besar.
"Kalian boleh pergi." Xiao Muqing langsung memerintahkan mereka pergi setelah mendengar laporan Yui, mereka bertiga pun tidak membantah, justru mengangguk cepat dan berjalan keluar dengan senyuman.
"Butuh minum?" tanya Xiao Muqing cepat begitu melihat Huang Mingxiang terlihat kesusahan menelan sup herbal-nya.
Huang Mingxiang menggeleng. "Tidak, aku baik-baik saja." Tetapi kemudian tangannya bergerak untuk mengambil gelas air putih yang ada di atas meja.
Xiao Muqing kembali menyuapi Huang Mingxiang, membuat wanita itu tersenyum walaupun lidahnya merasakan rasa pahit yang luar biasa. Ini pertama kalinya Xiao Muqing melayaninya.
"Wangye, sudah ..." Huang Mingxiang menyerah, dia tidak sanggup menghabiskan sup herbal buatan Su Mama. Entah apa yang ada di dalam sup itu, rasanya sangat pahit sekali.
Xiao Muqing mengangguk singkat, kemudian meletakkan mangkuk sup herbal itu di atas meja dan kini beralih diam di kursi rodanya menatap Huang Mingxiang. Huang Mingxiang yang ditatap dengan mata elang tajam serta dingin milik Xiao Muqing kikuk. Setelah meneguk banyak air putih, Huang Mingxiang segera bertanya,"A-- apa ada yang salah?"
Xiao Muqing menggeleng. "Tidak."
"Lalu mengapa Wangye terus menatap Mingxiang?" tanya Huang Mingxiang, wajahnya sedikit memerah. Dia masih belum terbiasa dengan perlakuan Xiao Muqing yang seperti ini.
__ADS_1
Xiao Muqing menghembuskan napasnya gusar diam-diam, dia sebenarnya sedari tadi merasakan sesuatu yang tidak nyaman di dalam hatinya. Entahlah, perasaan seperti marah, iri, dan ingin membunuh seseorang. Apakah ini dampak dari melihat Rong Wangxia yang menggendong Huang Mingxiang tadi? Sejak kapan dia sangat peduli seperti ini?
Huang Mingxiang tersenyum, kemudian menarik kursi roda Xiao Muqing semakin dekat, membuat kaki pria itu menempel dari tepi ranjang. Huang Mingxiang beralih meletakkan kepalanya di paha Xiao Muqing, wanita itu menjadikan paha Xiao Muqing sebagai bantal.
"Saya selalu merindukan anda setiap kali berada di luar Xiao Wangfu. Ada banyak kejadian di luar sana, ternyata tempat terbaik ada di sini," ucap Huang Mingxiang, tatapan matanya diam-diam berubah sendu. Dia hendak melepas seluruh topeng tebal dan beban berat yang sedari tadi dia tahan ketika berada di luar. Rasanya seperti sedang mengadu pada sosok yang bisa melindunginya kapan saja. Hati Huang Mingxiang lega setiap kali melihat sosok Xiao Muqing.
Xiao Muqing dengan ragu menggerakkan tangan kanannya, membelai kepala Huang Mingxiang. "Apa yang terjadi di luar sana?"
Huang Mingxiang menghela napas gusar. "Banyak sekali, Wangye. Tetapi saya tidak ingin menyerah lagi, karena sebelumnya saya sudah pernah menyerah dan kemudian kalau telak sebagai pecundang. Sekarang saya ingin berjuang dan melindungi orang-orang yang Mingxiang sayang."
Xiao Muqing mengangguk singkat. "Lakukan apa yang ingin kamu lakukan."
Huang Mingxiang mendongak untuk melihat wajah Xiao Muqing, kemudian kedua tangannya bergerak untuk menangkup kepala Xiao Muqing dan membawanya menunduk sehingga jarak wajah mereka menjadi dekat.
"Apakah Wangye akan menjadi pelindung saya?" tanya Huang Mingxiang.
Xiao Muqing diam, sengaja tidak menjawab. Pria itu fokus memperhatikan wajah putih halus Huang Mingxiang. Hal ini membuat Huang Mingxiang mengerutkan keningnya.
"Apa Wangye tidak ingin menjadi pelindung saya?" tanya Huang Mingxiang.
Xiao Muqing tersenyum samar, hal ini dapat dilihat oleh Huang Mingxiang, membuat wanita itu tertegun. Xiao Muqing menegakkan badannya, lalu menarik tubuh Huang Mingxiang sehingga bersandar pada dadanya. Pria itu menyingkap rambut panjang Huang Mingxiang yang menutupi bahu wanita itu, lalu berkata,"Siapa yang menjadi pelindung siapa?"
Huang Mingxiang mendengus. "Apakah anda bersedia menjadi pelindung saya? Itu pertanyaan saya."
Xiao Muqing menggelengkan kepalanya, kemudian menempelkan pipinya di kepala Huang Mingxiang. Nada bicara Xiao Muqing lemah, membuat tubuh Huang Mingxiang terasa merinding namun nyaman.
"Dengar, benwang tidak mengerti, Mingxiang. Entah saya yang sudah menjadi gila atau dunia yang sudah gila. Saya tidak bisa mengontrol perasaan ini. Untuk siapa yang menjadi pelindung siapa, tidak hanya saya yang akan menjadi pelindung kamu, tetapi kamu juga merupakan pelindung benwang."
"Saya melindungi Wangye? Melindungi dari apa? Wangye selalu dapat dengan mudah meratakan sebuah Kekaisaran jika anda berminat," jawab Huang Mingxiang.
"Dari kesepian. Kesepian dan keputusasaan yang tak berujung."
Huang Mingxiang tertegun, kemudian dia mendongak lagi untuk melihat wajah Xiao Muqing dan tertawa. "Kalimat anda dapat dengan mudah membuat gadis mana saja berlutut. Anda ternyata memiliki kemampuan seperti ini juga?"
Xiao Muqing mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu?"
__ADS_1
Huang Mingxiang terkekeh, kepalanya menggeleng. "Aih ... tidak, suamiku adalah pria baik!" Kemudian Huang Mingxiang menempelkan dahinya ke pipi Xiao Muqing. Mata wanita itu terpejam nyaman.
Xiao Muqing menatap Huang Mingxiang datar, namun kupingnya memerah. Saat ini mereka terlihat seperti kucing betina dan jantan, kucing betina yang manja dan jantan yang malu-malu peduli.