
"Untuk apa kita harus merepotkan Huangtaihou untuk masalah seperti ini, yang mulia?" Rong Xuan menolak permintaan Huang Mingxiang untuk membicarakan masalah penghinaan Tang Yulan kepada Xiao Muqing bersama Huangtaihou.
Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya. "Apa yang anda maksud dengan 'masalah seperti ini'? Senior Kekaisaran anda telah dihina oleh orang asing." Kedua sudut alis Huang Mingxiang menyatu.
Rong Xuan berusaha menenangkan dirinya. Dia tidak boleh sembarangan meledak kepada Huang Mingxiang di hadapan Xiao Jihuang. Dia baru saja sedikit memperbaiki hubungannya dengan Xiao Jihuang, Rong Xuan tidak ingin menambah lebar pertengkaran mereka.
"Sesuai yang anda tahu, Xiao Wangfei. Saat ini adalah jam di mana Huangtaihou tengah melakukan terapi medis. Bagaimana mungkin kita berani mengganggu Huangtaihou?" jawab Rong Xuan, namun itu bukan jawaban sesungguhnya. Dia menolak permintaan Huang Mingxiang karena takut masalahnya akan bertambah rumit. Huangtaihou pasti akan membela Huang Mingxiang, tidak peduli wanita itu salah atau benar. Tang Yulan adalah bidak miliknya di dunia politik untuk menambah kekuatan jauh lebih dalam di Harem. Tang Yulan tidak boleh dikembalikan begitu saja ke Kerajaan Pesisir Selatan. Melihat Huang Mingxiang langsung meminta Tang Yulan dikembalikan, Rong Xuan bertaruh bahwa Huang Mingxiang sepertinya sudah menyadari bahwa Tang Yulan adalah bidak catur baru miliknya.
Huang Mingxiang tersenyum tipis. "Kalau begitu, apakah saya harus memanggil suami saya kemari? Berhubung masalah ini memiliki keterkaitan dengannya. Putri Tang berani menghina dan mencemooh seisi Xiao Wangfu di hadapan wajah saya persis. Sebagai Huanghou yang sudah menegang takhta selama beberapa tahun, anda tentu tahu hukuman bagi orang-orang yang menghina keluarga senior Kekaisaran." Huang Mingxiang tidak memberikan celah Rong Xuan untuk menolong Tang Yulan.
Rong Xuan mengepalkan kedua tangannya. Membiarkan Xiao Muqing kemari sama saja dengan mempercepat kepulangan Tang Yulan. Rong Xuan menatap Huang Mingxiang tajam, kedua mata mereka beradu licik.
"Kalian semua berkicau tanpa henti, apa tidak mengindahkan kehadiran Zhen?" Xiao Jihuang bertanya dingin, suara beratnya berhasil membuat seluruh perhatian mengarah padanya. Keempat wanita harem-nya segera menunduk, tak terkecuali dengan Rong Xuan. Hanya Huang Mingxiang yang tetap tegak, kepalanya tidak tertunduk sedikitpun.
"Cukup Zhen yang mengadili masalah ini. Tidak perlu repot-repot mengundang Huangtaihou ataupun Xiao Wangye. Kedua orang terhormat tersebut tidak perlu turun tangan langsung, Zhen sendiri yang akan mewakili mereka. Sampai di sini, paham?" Xiao Jihuang menatap Huang Mingxiang dan Rong Xuan bergantian. Ini adalah keputusan terbaik, karena dia tidak bisa memihak salah satunya. Menuruti permintaan wanita yang dia cintai atau wanita yang memegang masa depan Kekaisaran-nya.
__ADS_1
Tatapan tegas Xiao Jihuang perlahan mengendur saat menatap Huang Mingxiang. "Oleh karena itu, Xiao Wangfei. Anda bisa menjelaskan masalahnya terlebih dahulu." Tatapan mata Xiao Jihuang memiliki kalimat tersirat seperti 'percayakan semuanya padaku'. Tetapi Huang Mingxiang tidak bergeming sama sekali, tidak peduli selembut atau sehangat apa tatapan Xiao Jihuang.
Huang Mingxiang menggeser tatapannya dari Xiao Jihuang untuk menatap Huang Liyue dan Tang Yulan yang masih menangis.
"Sebelumnya suami saya sudah menegaskan Huang Guifei sendiri di hadapan banyak sekali tamu undangan bangsawan pada saat perayaan hari Kasih Sayang. Tetapi sayang, Huang Guifei kembali mengulangi kesalahannya. Tidak hanya satu kesalahan, tetapi dua untuk masing-masing orang. Huang Guifei tidak mau membungkuk ke arah senior Kekaisaran, seperti merasa dirinya sudah berada di puncak kekuasaan dan memaksa Lu Fei untuk membungkuk, bahkan berlutut di tengah kondisinya yang sedang hamil. Dia bahkan berani melawan perintah yang mulia untuk tidak membuat Lu Fei merasa kerepotan dan lelah. Bukankah ini sudah sangat melewati batas? Dan bahkan, Lu Fei juga lalai mendidik tamu baru yang menjadi tanggung jawabnya. Bagaimana mungkin seorang Putri dari Kerajaan kecil yang katanya hendak menjadi selir terhormat Kekaisaran Timur bersikap sangat melenceng? Dia bahkan berani menghina senior Kekaisaran dengan kalimat yang tidak enak didengar. Apa katanya? 'Wangye yang cacat' dan 'Tidak memiliki kekuasaan apa pun'?" Huang Mingxiang sengaja membuat napasnya menjadi terlihat tidak beraturan karena emosi. Dia hanya memainkan akting terbaiknya di hadapan Xiao Jihuang, ya ... wanita itu memanfaatkan perasaan Xiao Jihuang. Sekaligus dia ingin kembali memastikan apakah kelakuan gila pria itu yang sebelumnya adalah sungguhan?
Xiao Jihuang yang melihat Huang Mingxiang sepertinya sedang menahan tangis terenyuh, kedua sudut alisnya menyatu. Hatinya mendadak lemah, kemudian matanya dengan cepat menatap tajam Huang Liyue dan Tang Yulan.
Rong Xuan yang melihat ini pun tidak tinggal diam, dia segera melotot ke arah Huang Liyue untuk cepat-cepat mengambil tindakan melawan kalimat Huang Mingxiang. Tetapi sebelum itu dia sempat berkata,"Yang mulia, tunggu dulu. Bukankah sebaiknya kita mendengarkan penjelasan dari sisi Huang Guifei dan Putri Tang terlebih dahulu?"
Xiao Jihuang menatap Rong Xuan sekilas, lalu kembali menatap Huang Liyue dan Tang Yulan. "Huang Guifei, anda bisa mulai memberi penjelasan."
"Tidak sesederhana itu, yang mulia! Zeyuan meminta izin yang mulia untuk berbicara!" Wu Zeyuan berlutut di samping Huang Mingxiang, badannya menghadap Xiao Jihuang. Kepala dan mata wanita itu menunduk ke arah tanah.
Rong Xuan semakin erat mengepalkan tangannya, matanya menatap tajam Wu Zeyuan. Wanita itu terang-terangan membela Huang Mingxiang di depannya, membuat Rong Xuan sangat marah.
__ADS_1
Xiao Jihuang mengangguk singkat. "Bicaralah, Zeyuan." Nada bicara Xiao Jihuang sedikit melembut, tidak setinggi sebelumnya.
Wu Zeyuan mengangguk. "Yang mulia, Xiao Wangfei sama sekali tidak bermaksud untuk 'melupakan tali persaudaraan' antara beliau dan Huang Guifei. Sebelumnya Putri Tang mengungkit peraturan adab dan moral di hadapan Xiao Wangfei, bahkan sempat menghina Xiao Wangfei tidak dapat menjaga kata-katanya walaupun sudah dididik dengan pelajaran dan didikan terbaik. Selama Putri Tang menghina Xiao Wangfei, Huang Guifei sama sekali tidak ada pergerakan untuk menahan. Bahkan Lu Fei dibiarkan berlutut lama, jika Xiao Wangfei tidak turun dan meminta Lu Fei untuk bangun secara pribadi, maka sampai saat inipun Lu Fei akan tetap berlutut! Yang mulia, Zeyuan memberikan kesaksian jujur. Zeyuan bersumpah! Mohon yang mulia pertimbangkan kembali dengan bijak! Di sini Huang Guifei tidak hanya menghina senior Kekaisaran, tetapi juga membahayakan keturunan anda, yang mulia!" Tangan Wu Zeyuan diam-diam gemetar, ini pertama kalinya dia membela Huang Mingxiang seterang-terangan ini di hadapan Xiao Jihuang dan Rong Xuan. Terlebih tatapan Rong Xuan, dia merasa tatapan tajam wanita itu telah menusuk dalam punggungnya.
Mendengar kalimat akhir Wu Zeyuan, amarah Xiao Jihuang tersulut. Pria itu dengan cepat kembali menatap marah Huang Liyue dan Tang Yulan. "Sangat bagus! Huang Guifei, anda bahkan berani bertingkah dan bermain-main dengan senior Kekaisaran serta keturunan Zhen! Zhen mengenal Xiao Wangfei dengan sangat baik, Xiao Wangfei tidak mungkin bertindak tidak masuk akal. Oleh karena itu, Huang Guifei, salin seratus lembar kitab adab wanita Harem dan jangan pernah keluar kuil sambil berlutut sampai Zhen yang benar-benar mengizinkan kamu keluar!"
Huang Liyue tertegun, hatinya merasa sangat terpukul. Wanita itu segera merangkak ke arah Xiao Jihuang dan menyentuh kaki pria itu. "Yang mulia! Selir ini dipermainkan! Anda harus mempercayai saya!"
Xiao Jihuang menepis kasar tangan Huang Liyue dari kakinya. "Seharusnya kamu bersyukur karena bukan hukuman pukul yang Zhen berikan!"
Huang Liyue menggeleng keras, wanita itu menangis. Berlutut untuk waktu yang tidak ditentukan di dalam kuil, bagaimana jika Xiao Jihuang menghukumnya selama seminggu? Kakinya bisa rusak jika terus dibiarkan.
"Dan untuk Putri Tang, pemberian gelarmu Zhen tahan sampai waktu yang tidak ditentukan. Walaupun kamu adalah orang luar, tetapi menghormati orang yang lebih atas dari kedudukanmu adalah hal wajib. Terlebih lagi ini di Kekaisaran, bukan kerajaan. Kamu dihukum cambuk sebanyak sepuluh kali dan dilarang makan selama dua Minggu. Hukuman ini diberikan agar kamu belajar untuk berpikir dua kali ketika hendak berbicara. Perintahkan Raja Tang untuk menghadap kepada Zhen jika dia merasa keberatan." Xiao Jihuang menggeser tatapannya ke arah Tang Yulan. Tangisan Tang Yulan terhenti, matanya menatap kosong ke arah tanah setelah mendengar kalimat Xiao Jihuang.
Xiao Jihuang kemudian melirik Huang Mingxiang yang masih berdiri tegak dan diam menatap Huang Liyue yang menangis mengenaskan. Tak lama kemudian mata Huang Mingxiang menatap Xiao Jihuang, membuat mata mereka bertemu. Tatapan Xiao Jihuang masih lembut, sedangkan Huang Mingxiang tetap terlihat dingin dan tenang.
__ADS_1
Xiao Jihuang berbalik, lalu berkata,"Masalah ini cukup sampai di sini. Jangan ada yang berani mengungkit dan membuatnya panjang. Zhen tidak akan segan membuat perhitungan!" Kemudian Xiao Jihuang berjalan pergi, meninggalkan mereka semua. Dia melakukan ini agar Rong Xuan tidak dapat menemukan celah untuk membela Huang Liyue dan Tang Yulan dan menyebabkan semuanya menjadi lebih rumit karena dia harus bertarung dengan perasaannya sendiri karena Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang menatap punggung tetap Xiao Jihuang yang berjalan menjauh dengan cepat. Wanita itu tahu bahwa Xiao Jihuang membantu keras dirinya untuk melawan Rong Xuan dan yang lain di sini.