Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia


__ADS_3

Huang Mingxiang berjalan menuju Paviliun depan Xiao Wangfu. Sesampainya di sana, Rong Wangxia dan Dong Gusha segera berdiri untuk menyambut sekaligus memberi penghormatan atas kedatangannya.


"Salam, Xiao Wangfei Niangniang." Dong Gusha membungkuk dalam, Rong Wangxia mengikuti dari belakang. Mata Rong Wangxia menatap lekat Huang Mingxiang begitu dia muncul.


Huang Mingxiang belum menyadari tatapan lengket Rong Wangxia, wanita itu masih tersenyum ramah seperti biasa. "Silahkan duduk, Tuan Rong, Penanggung jawab Dong." Kali ini dia memanggil Dong Gusha dengan panggilan resmi karena ada tamu penting.


"Bagaimana kabar anda, Tuan Rong?" tanya Huang Mingxiang, mereka berdua duduk berhadapan. Dong Gusha berada di sebelah Rong Wangxia.


"Kabar saya baik, yang mulia. Bagaimana dengan anda sendiri? Setelah membuat pertunjukkan menarik di Istana beberapa waktu lalu, nama anda kembali menjadi topik pembicaraan hangat." Rong Wangxia berterus-terang, membuat Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. Mengapa pria itu harus mengungkit masalah di luar bisnis?


Huang Mingxiang berusaha menjaga ekspresinya, mau tidak mau dia harus tetap tenang dan mengesampingkan perasaannya sendiri. Berusaha menjadi seorang pebisnis yang profesional.


"Tentu saja baik, namun ... apakah yang dikatakan Tuan Rong itu sungguhan? Aiya ... Wangfei ini menjadi malu." Huang Mingxiang menutup setengah wajahnya menggunakan kain lengan hanfu-nya.


Rong Wangxia menggeleng. "Anda tidak perlu malu, Wangfei. Mereka memuji anda di setiap pembicaraan, hanya Xiaojie dari keluarga Lang itu lah yang terkena cibiran."


Huang Mingxiang mengangguk, dia tidak ingin topik ini semakin panjang, oleh karena itu dia segera menatap Dong Gusha dan bertanya,"Apa anda telah menjelaskan semuanya kepada Tuan Rong?"


Dong Gusha mengangguk. "Sudah, Niangniang. Kami kemari saat ini hanya tersisa membahas kesepakatan keuntungan antara Tuan Rong dan Chuan Wuqi."


Huang Mingxiang mengangguk puas. Itu bagus, dirinya jadi tidak perlu menjelaskan panjang lebar dan berdebat mengenai sifat dan jenis bisnis-nya.

__ADS_1


"Ide promosi yang Wangfei bicarakan sangat brilian, saya bahkan tidak pernah berpikiran ke sana. Mengenai biaya promosi, saya akan menanggung seluruhnya. Sedangkan biaya produksi, saya akan memberikan bantuan sebesar tiga puluh persen dari modal biasanya. Nanti untuk keuntungannya menyesuaikan dengan modal produksi yang saya kasih. Bagaimana?" Rong Wangxia memulai negosiasi.


Huang Mingxiang mengangguk. "Penawaran yang Tuan Rong tawarkan memang sangat memuaskan, namun ... apa anda sudah benar-benar yakin?" Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, curiga. Rong Wangxia terlalu berani menanamkan modal di Chuan Wuqi. Seperti uang biaya promosi, itu tidak sedikit. Bisa memakan jutaan tael emas, karena mereka akan mempromosikannya ke luar Kekaisaran Timur.


Rong Wangxia menaikkan alis kirinya sekilas. "Yakin untuk apa? Bisnis ini? Bagaimana mungkin saya kemari dengan perasaan dan keputusan yang tidak yakin?" Rong Wangxia tersenyum, rambut pria itu sedikit bergoyang ditiup angin, menambah ketampanan menggoda pria itu.


Huang Mingxiang balas tersenyum. "Tetapi perlu anda ketahui, biaya promosi ke luar Kekaisaran tidak sedikit, Tuan Rong. Anda menawarkan biaya promosi penuh dan tiga puluh persen modal produksi setiap bulan, bahkan untuk keuntungan anda meminta disesuaikan dengan modal produksi? Apa anda serius? Saya memiliki prinsip bisnis yang adil, walaupun tawaran ini menguntungkan untuk saya, namun jelas kurang baik untuk anda."


Rong Wangxia menggeleng. "Anda salah, Wangfei. Tiga puluh persen keuntungan bisnis setelah Chuan Wuqi dipromosikan ke dua Kekaisaran besar lainnya kemungkinan sama dengan pendapatan bersih dari tiga bulan berbisnis. Khususnya di Kekaisaran Selatan, negara itu memiliki kualitas senjata yang kurang baik. Kemungkinan pembelian besar-besaran setiap bulan akan selalu ada."


Huang Mingxiang termenung, berpikir. Apa yang dikatakan Rong Wangxia masuk akal, hingga tak lama kemudian dia mengangguk mantap. Bibir Huang Mingxiang kembali tersenyum. "Baik, saya setuju."


Rong Wangxia balas mengangguk dan tersenyum puas. "Hal baik! Baiklah, kira-kira ... kapan Wangfei akan memulai semuanya?"


Rong Wangxia menaikkan alis kirinya. "Minggu depan? Mengapa diundur lama sekali?"


Huang Mingxiang menggeleng, terkekeh pelan. "Tidak apa-apa, saya hanya ingin memastikan semuanya sudah siap secara keseluruhan sebelum benar-benar kita mulai."


Bohong. Bukan itu. Alasan yang sebenarnya adalah dia ingin mengurus Huang Liyue terlebih dahulu. Huang Mingxiang sudah mengatur seluruh rencana dan plot di dalam otaknya, dia akan benar-benar menghancurkan Huang Liyue Minggu ini. Saat ini di tangannya sudah ada dua bidak catur yang bisa kapan saja dia mainkan, menyingkirkannya Huang Liyue hanyalah permainan waktu. Sebab Huang Mingxiang tahu, musuh utamanya bukan Huang Liyue, tetapi Huanghou. Untuk meraih kepala wanita itu, Huang Mingxiang harus menyingkirkan bidak catur bodohnya si Huang Liyue, kemudian menguatkan statusnya sebagai seorang senior Kekaisaran, Xiao Wangfei. Dengan ini dia benar-benar bisa bertarung dengan Rong Xuan.


Huang Mingxiang menatap kasihan ke arah Rong Wangxia. Maafkan dirinya, Rong Wangxia. Pria itu memang sudah sangat royal membantu bisnisnya, namun Huang Mingxiang memiliki urusan dan dendam tersendiri.

__ADS_1


Rong Wangxia yang menyadari tatapan Huang Mingxiang tiba-tiba menambah kedalaman senyumannya, tatapan mata pria itu memiliki arti tersirat dan tujuan tertentu. Huang Mingxiang yang menyadari tatapan aneh dari Rong Wangxia segera mengalihkan matanya ke arah Dong Gusha.


Pembicaraan mereka berhenti sampai di situ. Rong Wangxia dan Dong Gusha memutuskan untuk segera pergi. Sebelum benar-benar pergi, Rong Wangxia sempat berkata,"Berbisnis dengan anda adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Wangfei, jika ada yang perlu dibicarakan tolong segera hubungi saya. Saya akan membantu anda apa pun masalahnya, dan ..." Rong Wangxia menggantung ucapannya, kemudian mengecilkan volume bicaranya agar tidak dapat didengar oleh Dong Gusha dan Su Mama.


"Bahkan jika itu harus membuat saya terlihat seperti kacang lupa pada kulitnya," sambung Rong Wangxia, membuat Huang Mingxiang mengerutkan keningnya dan menatap dingin Rong Wangxia.


Huang Mingxiang tidak menjawab apa pun, dia tetap diam di tempat dan membiarkan Rong Wangxia berlenggang pergi bersama Dong Gusha.


Apa-apaan pria itu? Mengapa dia berani mengucapkan kalimat seperti itu padanya? Apa pria itu mengetahui perselisihan seriusnya dengan kakak perempuannya, Rong Xuan?


Huang Mingxiang melirik Su Mama. "Su Mama, apa ada kabar yang mengatakan bahwa Tuan Rong belakangan ini memiliki hubungan yang buruk dengan Huanghou?"


Su Mama mengerutkan keningnya bingung, lalu menggeleng. "Tidak, Wangfei. Bukankah hubungan Huanghou dan Tuan Rong sangat dekat? Mengingat Huanghou selalu mengirim perwakilan lain mengunjungi Tuan Rong untuk memastikan kondisi beliau."


Huang Mingxiang diam. Apa yang dikatakan Su Mama benar. Lalu ... apa arti ucapan pria itu barusan? Dan apa yang membuat pria itu berani mengucapkan kalimat sensitif di depan wajahnya? Tentu dia pasti mengetahui sesuatu. Jika iya, mengapa dia harus mengucapkan kalimat seperti itu yang terkesan membelanya? Bukankah seharusnya dia membela Huanghou?


Huang Mingxiang menghembuskan napasnya pelan. Astaga ... banyak sekali yang dia kontrol belakangan ini, kepala Huang Mingxiang terasa sangat sibuk sekali.


"Di mana Wangye?" tanya Huang Mingxiang.


"Perpustakaan, Wangfei," jawab Su Mama.

__ADS_1


Tanpa berbasa-basi, Huang Mingxiang segera berjalan menuju perpustakaan untuk menemui Xiao Muqing. Dia hendak menceritakan semua pembicaraan yang tadi terjadi antara dia dan Rong Wangxia, terkecuali masalah kalimat sensitif aneh pria itu.


__ADS_2