
"WANGFEI! CEPAT LARI!!" Baili Ruyi berteriak keras sambil menahan serangan naga Shenlong. Yui sudah berbaring tak bergerak di tumpukkan salju yang perlahan mencari karena hujan, sebelum pingsan wanita itu sempat mengeluarkan seteguk darah.
Huang Mingxiang mencengkeram gagang pedangnya, dia sudah memuntahkan seteguk darah sebanyak tiga kali. Naga Shenlong ... kekuatan besar macam apa yang dimiliki naga itu? Sangat tidak masuk akal!
BOOM!
BRAK!!
Baili Ruyi terpental jauh, lalu menabrak batang pohon besar dan jatuh ke bawah. Wanita itu memegang dada kirinya yang terasa sakit, lalu menyadari bahwa bahu kanannya yang terluka kini kembali basah. Berusaha berdiri, namun ... sial, seluruh otot tubuhnya telah hancur karena serangan naga Shenlong.
Huang Mingxiang kini berhadapan dan saling tatap dengan naga Shenlong, hembusan napas panas milik naga itu sangat terasa di wajah Huang Mingxiang.
"Xiao ... Muqing ...." Naga itu kembali menyebut nama Xiao Muqing, ini sudah yang kelima kalinya.
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, ide buruk jika dia terus bertarung. Yui dan Ruyi sudah terluka parah, dia tidak boleh tumbang!
Huang Mingxiang menjatuhkan pedangnya ke bawah, mengangkat kedua tangannya. Di depannya adalah sebuah naga Shenlong, gunung ini suci, berarti naga itu juga suci. Naga adalah makhluk yang suci, dia dianugerahi kekuatan besar oleh Tuhan.
Huang Mingxiang berlutut, matanya masih menatap lekat naga Shenlong. "Naga yang agung! Namaku Huang Mingxiang! Aku kemari bukan untuk bertarung denganmu!"
Shenlong hening sejenak, tatapan penuh amarahnya perlahan menghilang. Dengan suara berat yang menyeramkan, naga Shenlong bertanya,"Aku tidak mengenalmu, namun ... aku dapat merasakan kehadiran Xiao Muqing yang sangat kuat dari dalan dirimu."
"Apa yang membuat Naga yang agung mencari-cari Xiao Muqing?" tanya Huang Mingxiang.
"Pria itu bedebah! Aku ingin membunuhnya! Hanya dia satu-satunya manusia yang berhasil menginjak kepalaku!" Naga Shenlong menjawab dengan seruan amarah yang tertahan. Suara besarnya yang berat membuat daun-daun dan pohon sedikit bergoyang.
Huang Mingxiang tertegun. Xiao Muqing pernah bertarung dengan naga mengerikan ini? Dan ... menyentuh kepalanya? Gila! Dengan kekuatan tiga orang saja mereka sama sekali tidak bisa menyentuh cakar naga tersebut! Sebenarnya sebesar apa kekuatan Xiao Muqing?!
"Kamu belum menjawab pertanyaanku, gadis-- tidak. Sepertinya kamu sudah menikah." Naga itu memperhatikan Huang Mingxiang lebih detail, mulai membuat jarak semakin dekat dan memperhatikan Huang Mingxiang semakin lekat. Dia sangat penasaran, mengapa aura kehadiran Xiao Muqing, manusia yang sangat dia benci itu benar-benar terasa sangat kuat dari dalam tubuh wanita ini.
Huang Mingxiang tertegun, dari mana naga itu mengetahui status seseorang sudah menikah atau belum? Apa matanya memiliki pengelihatan khusus??
Naga Shenlong memperkecil ukuran tubuhnya, kini dia hanya sebesar ular dengan ukuran normal. Naga itu memutari tubuh Huang Mingxiang, matanya melirik ke arah cincin yang terlihat seperti batu giok biru itu di jari manis Huang Mingxiang.
__ADS_1
"Apa kamu mencuri cincin itu dari bedebah Xiao Muqing?" tanya naga Shenlong, menatap tajam cincin yang memiliki bau Xiao Muqing kuat.
"Ti-- tidak, bagaimana mungkin aku berani melakukan hal seperti itu? Ah ... cincin ini aku dapat dari suamiku." Huang Mingxiang sedikit terkejut saat naga Shenlong mengendus cincinnya, sepertinya naga itu sangat mengenali aura spiritual Xiao Muqing.
"Siapa suamimu? Xiao Muqing adalah pria jahat tak berotak, dia tidak mungkin berbaik hati memberikan barang secara cuma-cuma jika orang itu bukan orang hebat," tanya sang naga Shenlong lagi, dia terlihat sangat penasaran dengan Huang Mingxiang.
"Suamiku? Eh ... suamiku ... Xiao Muqing ...." Huang Mingxiang membuang tatapannya ke arah samping, tidak berani menatap mata tajam naga Shenlong. Dia takut naga itu akan langsung menyerangnya setelah mendengar pengakuannya.
Naga Shenlong tertegun, naga itu segera menjauh dari Huang Mingxiang dan menampar pipi Huang Mingxiang menggunakan ekornya. "Bodoh!"
Huang Mingxiang berlutut. "Naga yang agung! Percayalah! Kedatangan saya kemari tidak ada sedikitpun membawa niat buruk untuk gunung Lang Tao ataupun engkau!"
Naga Shenlong mengendus. "Aku tahu. Aku dapat mendeteksi hati yang busuk dan tidak."
Huang Mingxiang mengangkat kepalanya untuk melihat naga Shenlong, lalu keningnya terlipat dalam dan bertanya,"Lalu ... apa maksud naga yang agung kedua teman saya yang di belakang memiliki hati yang buruk?"
"Tidak," jawab naga Shenlong, lalu mencari batu pipih dan melingkar di atas batu itu sambil menatap Huang Mingxiang.
"Mereka lebih dulu menyerangku! Bagaimana mungkin aku diam saja selagi dua buah bom kecil dengan bau aneh mengarah padaku aku diam saja? Padahal aku kemari hanya karena ingin mencari sosok Xiao Muqing, namun kalian entah dari mana datang dan menyerangku seperti orang gila!" jawab naga Shenlong, melotot kesal ke arah Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang tertegun. Hah? Jadi ... Naga ini sama sekali tidak ada niatan untuk menyerang mereka?
"Lalu ... apa yang membuat Naga yang agung menampar pipi saya?" tanya Huang Mingxiang, dia masih tidak mengerti dengan tingkah naga Shenlong.
Naga Shenlong mendengus. "Itu karena kau bodoh mau menikah dengan pria berwatak buruk sepertinya!"
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, apa sebegitu besarnya rasa benci naga itu kepala Xiao Muqing? Sebenarnya apa yang sudah terjadi di antara mereka berdua selain bertarung?
"Ini kehidupan keduamu setelah kematian, bukan?" tanya naga Shenlong, membuat tubuh Huang Mingxiang menegang. Tatapan matanya kembali serius, dia segera menoleh ke belakang untuk melihat Yui dan Baili Ruyi. Kedua wanita itu pingsan, Huang Mingxiang menghela napas lega.
Huang Mingxiang kembali menatap naga Shenlong, mengangguk. "Dari mana naga yang agung mengetahuinya?"
Naga Shenlong mengendus lagi. "Tentu saja aku tahu, aura kekuatan dewa mengalir kuat di tubuhmu. Sepertinya ... kau salah satu kesayangan dewa. Hanya ada satu manusia setiap seribu tahun yang diperbolehkan terlahir kembali atau lolos dari kematian dengan cara kembali ke waktu lampau. Kau adalah yang ketiga setelah tiga ribu tahun keputusan itu ditetapkan."
__ADS_1
Tak lama naga Shenlong terdengar menghela napas. "Tetapi sayang, kau harus menikah dengan pria seperti Xiao Muqing. Sebagai makhluk yang disayang Tuhan, kau seharusnya menikahi pria yang jauh lebih baik."
Huang Mingxiang menyimak seluruh ucapan nata Shenlong dengan baik. Kesayangan ... Tuhan setiap seribu tahun sekali? Dirinya? Sungguh?
"Katakan, nak. Apa tujuanmu kemari? Kau nekat menuju puncak gunung dan melawan banyak sekali hewan berbahaya di bawah gunung, pasti karena memiliki permintaan yang kuat." Naga Shenlong kembali bertanya.
Huang Mingxiang tersadar dari pikirannya sendiri, lalu kembali menundukkan kepala. "Aku ingin menemui yang mulia Utusan Agung untuk meminta bunga Gold God, Naga yang agung."
Naga Shenlong tertawa mendengar ini, gelak tawanya membuat gunung Lang Tao bergetar. Huang Mingxiang berusaha menahan dirinya agar tidak tumbang ke belakang karena guncangannya. Beruntung tubuh Baili Ruyi dan Yui tertahan oleh batang pohon yang besar.
"Apa kau mencari itu untuk suamimu? Bedebah Xiao Muqing?" tanya naga Shenlong.
Huang Mingxiang mengangguk. "Benar, naga yang agung. Saya ingin menyembuhkan kaki suami saya, karena ada masalah mendesak yang memerlukan kesehatan suami saya sempurna. Saya ingin membantu suami saya!" Huang Mingxiang mengatakan itu dengan tulus, kedua sudut alisnya menyatu saking seriusnya.
Naga Shenlong menggelengkan kepalanya. "Setelah gagal mengambil bunga itu sendiri, sekarang dia dengan gilanya mengirim istrinya sendiri untuk mengambil bunga itu? Benar-benar bedebah!"
Huang Mingxiang dengan cepat balas menggeleng juga. "Tidak seperti itu, naga yang agung! Kedatangan saya dan kedua teman saya sama sekali tidak ada sedikitpun campur tangan Xiao Wangye. Suami saya tidak mengizinkan saya kemari, namun saya tetap nekat datang kemari agar mendapatkan bunga Gold God untuknya. Kedatangan saya tulus dan bersih dari niat saya sendiri!"
Hening. Naga Shenlong menatap Huang Mingxiang dengan mata tajamnya, lalu tak lama dia berkata,"Aku akui takdir Tuhan terkadang sangat konyol. Bagaimana mungkin manusia jahat seperti Xiao Muqing mendapatkan istri seperti malaikat manusia kesayangan Tuhan seperti ini?"
"Lalu bagaimana kondisi bedebah itu sekarang?" tanya naga Shenlong, penasaran.
Huang Mingxiang mengelap napas tipis. "Kakinya masih belum memiliki perkembangan, namun kini sudah agak membaik karena kami sempat mendapatkan satu kelopak bunga Gold God. Tetapi tetap, satu kelopak saja tidak cukup. Untuk menyembuhkan kaki suami saya seratus persen adalah menggunakan satu tangkai penuh bunga Gold God, dan itulah tujuan saya kemari."
Naga Shenlong menghela napas, lalu kembali bergerak dan mengubah ukuran badannya menjadi seperti semula sambil mengatakan,"Sungguh membingungkan, aku sejujurnya tidak tahu harus menerimamu atau tidak di gunung ini. Jika aku tidak menerimamu maka Tuhan akan memarahiku karena menolak kedatangan manusia berhati tulus yang butuh bantuan, terlebih kau adalah manusia pilihan kesayangan Tuhan. Tetapi jika aku menolongmu, aku tidak sudi bedebah Xiao Muqing kembali sehat!"
Huang Mingxiang sedikit berjalan mundur saat ukuran naga Shenlong semakin besar. Naga itu kemudian menjulurkan ekornya ke Huang Mingxiang. "Naik."
Huang Mingxiang tertegun, namun tak lama dia menoleh ke belakang untuk melihat Ruyi dan Yui. "Tetapi teman saya ...."
Naga Shenlong menghela napas lagi. "Benar-benar wanita yang baik. Akan aku patahkan leher Xiao Muqing jika berani mengganggumu. Sudah, naik saja dulu."
Huang Mingxiang tidak ada pilihan lain selain menurut, saat dia berhasil naik dan berdiri di atas punggung naga Shenlon, tiba-tiba dari arah ekor naga itu yang kini menjuntai ke atas, muncul Baili Ruyi dan Yui yang merosot turun. Mereka bertiga segera terbang menuju puncak gunung utama, tempat tinggal Urusan Agung menggunakan Naga Shenlong.
__ADS_1