
Huang Mingxiang membawa nampan berisi mangkuk obat, di dalam mangkuk itu terdapat obat yang memiliki kandungan bunga Gold God. Walaupun obat ini belum cukup untuk mengobati kaki Xiao Muqing seratus persen, namun setidaknya kondisi kaki suaminya akan sedikit membaik.
Huang Mingxiang masuk ke dalam ruangan kerja Xiao Muqing, dia dalam sana pria itu tengah berkutat di meja kerjanya. Sepertinya sekarang Xiao Muqing sudah mau peduli dengan kondisi Chuan Wuqi dan urusan lainnya, ini adalah sebuah peningkatan yang bagus.
"Wangye." Huang Mingxiang menaruh nampan obat itu di atas meja, lalu datang ke arah pria itu dan memeluknya dari samping.
Xiao Muqing mengerutkan keningnya, tangan kanannya bergerak menyentuh lengan Huang Mingxiang, sedangkan tangan kirinya sibuk memegang lembaran buku.
"Jangan mengacau, Mingxiang," Xiao Muqing memberikan peringatan, matanya melirik sekilas ke arah mangkuk obat tersebut.
Huang Mingxiang terkekeh, setelah itu beralih melangkah ke belakang pria itu dah mengikat rambut panjang Xiao Muqing agar nyaman digunakan bekerja.
"Wangye, apa anda tahu apa yang sudah saya dapatkan hari ini?" tanya Huang Mingxiang, bibirnya tersenyum cerah. Pipinya merona karena bahagia.
"Tidak," jawab Xiao Muqing acuh, namun dia sebenarnya menunggu wanita itu bercerita.
Huang Mingxiang mengecup pipi suaminya, membuat Xiao Muqing melotot dan menatap heran ke arah istrinya aneh. Xiao Muqing bertanya-tanya, apa yang membuat Huang Mingxiang sangat bahagia seperti ini?
Huang Mingxiang menarik kursi baru, duduk di samping Xiao Muqing dan mengambil mangkuk obat itu lagi. "Lihat ini, Wangye. Obat ini mengandung pecahan kelopak bunga Gold God Urusan Agung. Saya menemukannya di pelelangan ilegal Kekaisaran."
Xiao Muqing tentu saja langsung terkejut, pria itu menatap penuh curiga ke arah obat yang dipegang Huang Mingxiang. "Kamu bercanda? Mustahil ada orang yang berhasil mengambil Gold God dengan maksud untuk dijual."
Huang Mingxiang menggeleng. "Orang itu tidak meminta Gold God secara resmi, tetapi dia ... mencurinya dari Utusan Agung dan menjualnya di pelelangan. Karena saya mendapatkan ini dengan membelinya sendiri, maka itu berarti kita bukan termasuk pencuri Gold God. Wangye tidak perlu khawatir, Mingxiang sudah menjamin keasliannya." Huang Mingxiang sengaja tidak menyebutkan nama Rong Wangxia, sekarang dia tahu mengapa Xiao Muqing tidak terlalu senang jika menyebutkan nama Rong Wangxia.
Xiao Muqing menatap dingin obat itu, kemudian menutup bukunya dan mulai mengambil mangkuk obat itu dari Huang Mingxiang. Perlahan, Xiao Muqing menyendokkannya ke dalam mulut, meminum obat itu dengan kening terlipat karena rasanya yang sangat aneh.
__ADS_1
"Kaki anda mungkin tidak akan sembuh seratus persen, karena yang berhasil dicuri oleh orang itu hanya satu kelopak bunga Gold God. Untuk sembuh seratus persen, kita harus merebus utuh kelopak sampai akar Gold God. Tetapi meminum rebusan satu kelopak Gold God sudah cukup baik, setidaknya kaki anda mengalami peningkatan," ucap Huang Mingxiang selagi Xiao Muqing meminum obat itu.
Huang Mingxiang menatap suaminya dalam, dia sangat berkeinginan kuat untuk membuat Xiao Muqing kembali berdiri dan menyelematkan apa yang menjadi miliknya. Huang Mingxiang akan membantu dari balik layar, dia tidak akan membiarkan para bangsawan busuk hati itu mengganggu apa yang sudah menjadi hak milik suaminya.
Xiao Muqing menaruh kembali mangkuk obat itu, lalu melirik Huang Mingxiang. "Jika pelelangan itu menipumu, maka benwang akan ikut andil dalam pemberantasan pelelangan ilegal Kekaisaran."
Huang Mingxiang mengangguk cepat. "Baik-baik ...."
Huang Mingxiang kembali tersenyum, lalu ikut melihat lembaran kerja Xiao Muqing, bibirnya tersenyum semakin dalam saat melihat laporan pendapatan Chuan Wuqi semakin tinggi.
"Itu hebat, Wangye. Pendapatan Chuan Wuqi semakin tinggi," ujar Huang Mingxiang, tak lama kemudian dia mengerutkan keningnya. "Tunggu, mengapa sampai saat ini saya belum melihat kedatangan tiga tokoj visual yang akan menjadi bintang promosi produk kita di Xiao Wangfu, Wangye? Bagaimana dengan kontrak kerja mereka?"
Xiao Muqing menggeleng. "Mereka melakukannya di tempat masing-masing, tidak perlu berkumpul di sini."
"Buang-buang waktu, Mingxiang. Saat menerima kerja sama dengan Xiao Wangfu seharusnya mereka tidak akan berani berbuat macam-macam, benwang juga sudah menghubungi kerabat jauh di sana untuk mengawasi mereka. Tuan Muda Rong kini hanya berperan sebagai donatur, tidak sampai mengurusi bentuk dan koneksi promosi," potong Xiao Muqing.
Huang Mingxiang mengangguk mengerti, namun setelah itu dia memutar bola matanya malas. Jika tahu Xiao Muqing memiliki koneksi pribadi yang bagus di luar Kekaisaran, untuk apa dia lelah-lelah bekerja sama dengan Rong Wangxia? Harta pribadi pria itu juga terbilang sangat melimpah, Huang Mingxiang tidak mengetahui semua ini sebelumnya. Dia pikir masalahnya ada di dana, koneksi, dan semangat pria itu. Tetapi ternyata hanya ada di semangat Xiao Muqing, kendalanya adalah diri pria itu sendiri.
Xiao Muqing menyadari wajah kesal Huang Mingxiang, pria itu tersenyum dan mengelus kepala istrinya. "Apa?"
Huang Mingxiang menggeleng. "Tidak ada, hanya memikirkan sesuatu yang tidak perlu." Huang Mingxiang segera membuang raut wajah kesalnya.
Xiao Muqing mengangguk singkat, tidak tertarik untuk mengulik lebih dalam, dia tahu Huang Mingxiang sedikit merasa kesal.
"Kemari, Mingxiang." Xiao Muqing menepuk pahanya, memerintah Huang Mingxiang agar segera duduk di pangkuannya.
__ADS_1
Huang Mingxiang mengangguk, menurut. Dia duduk dengan canggung di pangkuan Xiao Muqing, rasanya seperti dimanja oleh seorang ayah. Karena mau bagaimana pun juga Xiao Muqing dan dirinya terpaut perbedaan usia yang cukup jauh. Huang Mingxiang merasa nyaman, kupingnya sedikit memerah.
Xiao Muqing menyingkirkan kertas-kertas pekerjaannya, setelah itu mengambil kertas kosong dari dalam laci dan mengambil kuas tinta.
"Apa yang ingin anda lihat belakangan ini? Seperti hewan atau bunga?" tanya Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang sedikit bingung. Tetapi dia tetap menjawabnya. "Kupu-kupu. Mingxiang ingin melihat kupu-kupu, di musim dingin ini jarang sekali terlihat kupu-kupu."
Xiao Muqing mengangguk, setelah itu menggambar kupu-kupu dengan tangannya sendiri. Huang Mingxiang sedikit takjub, karena gambar buatan pria itu sangat sempurna! Di luar perkiraannya.
Huang Mingxiang memperhatikan, mulutnya tidak mengeluarkan suara apa pun, bibirnya tersenyum. Xiao Muqing meletakkan kuas itu kembali pada tempatnya, lalu memetik jarinya dekat dengan gambar tersebut.
Tak!
Perlahan, gambar kupu-kupu itu bergerak, seperti berusaha lepas dari kertas. Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, terkejut. Wanita itu menoleh ke arah Xiao Muqing, kemudian dia kembali terkejut. Wajahnya dan Xiao Muqing sangat dekat, pria itu tengah tersenyum sambil menatap ke arah gambar kupu-kupu. Bola mata birunya semakin terlihat jelas, sosok pria itu sangat sempurna.
Xiao Muqing melirik Huang Mingxiang, bibirnya masih tersenyum, setelah itu menempelkan dahinya di dahi Huang Mingxiang dan berkata,"Lihat kupu-kupu itu."
Huang Mingxiang mengangguk, kembali melihat ke arah gambar kupu-kupu. Tak lama, sayap kupu-kupu itu lepas dari kertas, perlahan seluruh tubuhnya lepas sempurna dari kertas. Gambar kupu-kupu itu terbang mengelilingi Huang Mingxiang dan Xiao Muqing.
Huang Mingxiang tersenyum lebar, sesekali tertawa karena kupu-kupu itu terlihat sangat unik dan lucu. Xiao Muqing memang selalu memiliki hal yang tidak terduga untuknya, salah satunya kupu-kupu ini.
"Ada lagi?" tanya Xiao Muqing.
Huang Mingxiang mengangguk, dengan cepat segera mengambil kuas dan menggambar macam-macam hewan dan tumbuhan. Babi, kuda, semut, bunga, kupu-kupu, kucing, kumbang, pohon rindang, ayam, kambing. Sampai meja kerja Xiao Muqing terlihat penuh dengan gambar hidup ciptaan mereka berdua.
Xiao Muqing sesekali ikut tertawa, ini adalah gelak tawa terlepas pertama miliknya. Para pelayan dari luar dapat mendengar tawa Xiao Muqing dan Huang Mingxiang, mereka semua tersenyum senang. Seluruh pegawai Xiao Wangfu hari ini tersenyum hanya karena mendengar tawa Xiao Muqing dan Huang Mingxiang. Apa lagi saat mendengar kabar desas desus dari pelayan yang mencuci pakaian serta sprei tidur Huang Mingxiang dan Xiao Muqing, bahwa mereka berdua telah melakukan malam pertama adalah hal yang sangat menggembirakan. Seluruh pelayan, prajurit penjaga, semuanya menunggu tangisan bayi hangat di Xiao Wangfu.
__ADS_1