
Hari-hari berjalan begitu saja sampai tiga Minggu kemudian, Huang Mingxiang, Baili Ruyi, dan Gu Sinjie diam-diam menyusun persiapan untuk pergi ke Gunung Lang Tao. Xiao Muqing mengetahui bahwa belakangan ini Huang Mingxiang gemar sekali berlatih bela diri bersama Baili Ruyi, pria itu percaya bahwa alasan Huang Mingxiang belajar adalah untuk mengisi waktu luang. Tetapi pria itu sesekali melarangnya berlatih karena khawatir Huang Mingxiang akan kembali pingsan dan kelelahan.
Huang Mingxiang masih mengenakan pakaian bela dirinya, dia baru selesai berlatih. Ini adalah latihan terakhirnya, karena malam ini ... adalah hari di mana Huang Mingxiang akan menyelinap keluar dari Xiao Wangfu menuju Gunung Lang Tao. Xiao Muqing sama sekali tidak menaruh kecurigaan apa pun.
"Wangye." Huang Mingxiang tersenyum ke arah Xiao Muqing, pria itu sedang berusaha berdiri menggunakan tongkat. Kaki Xiao Muqing sekarang sudah mulai membaik, namun otot-otot dan syarafnya masih sangat lemas. Kaki pria itu masih terasa sedikit sakit dan gemetar hebat setiap kali mencoba berdiri, namun Xiao Muqing terus menerus mencobanya lagi.
Xiao Muqing menoleh ke arah pintu, melihat Huang Mingxiang berjalan mendekat. Keduanya berkeringat karena aktivitas masing-masing.
Huang Mingxiang membantu Xiao Muqing untuk menahan tubuhnya, lalu perlahan membantu pria itu berjalan pelan menuju kasur menggunakan tongkat. Berhasil duduk di ranjang, Huang Mingxiang tersenyum sumringah. "Hebat! Sedikit lagi, Wangye!"
Xiao Muqing tersenyum tipis, dia juga senang. Akhirnya setelah hampir empat tahun, dia bisa berdiri dengan kakinya sendiri walaupun kini masih gemetar hebat dan menggunakan tongkat sebagai bantuan.
"Wangye, malam ini apa anda bersedia menghabiskan waktu bersama saya?" tanya Huang Mingxiang.
Xiao Muqing mengangguk. "Tentu."
"Baiklah! Saya akan membersihkan tubuh saya terlebih dahulu dan menyiapkan semuanya!" ucap Huang Mingxiang, lalu bersiap berdiri untuk melangkah keluar. Tetapi Xiao Muqing menahan tangannya, membuat Huang Mingxiang menoleh bingung.
"Bersama," ucap Xiao Muqing, matanya menatap dalam Huang Mingxiang. Huang Mingxiang sedikit terkejut, tetapi kemudian dia kembali tersenyum dan mengangguk. "Baiklah."
Huang Mingxiang dan Xiao Muqing memutuskan untuk mandi bersama, kini mereka sudah berada di kolam mandi. Ratusan kelopak mawar mengambang di permukaan kolam, airnya terasa hangat di kulit.
Huang Mingxiang menggosok dada Xiao Muqing, wajahnya memerah. Dia pikir setelah masuk ke dalam kolam mereka akan menggosok tubuh masing-masing, namun ternyata dia harus tetap melayani Xiao Muqing. Tahu begini dia sebaiknya tidak ikut masuk ke dalam kolam tanpa busana terlebih dahulu! Posisi mereka saling berhadapan tanpa busana sehelai pun, ini memalukan! Walaupun tubuh masing-masing ditutupi oleh kelopak mawar yang mengambang, namun tetap saja!
__ADS_1
"Sudah selesai, apa Wangye ingin--" Belum selesai Huang Mingxiang bicara, Xiao Muqing sudah memotong cepat. "Berbalik."
"Hah?"
"Berbalik."
Huang Mingxiang menurut, keningnya terlipat bingung. Apa yang ingin dilakukan Xiao Muqing. Tetapi tak lama seluruh tubuhnya kaku dan merinding, karena merasakan sentuhan Xiao Muqing di punggungnya. Pria itu menggosok punggungnya!
"Wa-- Wangye, apa tidak apa-apa?" tanya Huang Mingxiang.
"Apa salah jika suami yang melayani istri?" tanya Xiao Muqing dingin, dia tidak terlalu peduli dengan apa kata adat.
Huang Mingxiang tertegun, kemudian sedikit menunduk dan tersenyum. Wajahnya memerah.
"Kamu tidak kelelahan?" tanya Xiao Muqing, matanya masih menatap lekat ke telapak tangan Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang menggeleng lembut. "Tidak. Saya sangat bersemangat untuk belajar, saya menyukainya. Wangye, bukankah istri dari seorang laki-laki seperti anda harus hebat? Saya ingin menjadi istri yang hebat dan kuat supaya bisa pantas menjadi 'Xiao Wangfei' sesungguhnya, ibu militer Kekaisaran!" Huang Mingxiang tersenyum lebar mengatakan ini.
Xiao Muqing tersenyum tipis mendengar 'ibu militer Kekaisaran', setelah itu mengecup telapak tangan Huang Mingxiang. "Tidak tertarik menjadi ibu Kekaisaran?"
Huang Mingxiang terkekeh. "Untuk apa? Jika menjadi seorang Wangfei dapat membuat saya sangat bahagia, takhta lebih tinggi selanjutnya tidak diperlukan. Lagi pula, mengapa anda bertanya seperti ini? Apa anda ingin menjadi Kaisar dan membuat Harem besar?"
Xiao Muqing mengerutkan keningnya, ini arah pembicaraan di luar dugaan. Membuat Harem besar? Untuk mendapatkan satu yang seperti ini saja Xiao Muqing sudah dibuat kacau tak karuan di awal.
__ADS_1
"Jika Harem itu ada jutaan 'Huang Mingxiang' bagaimana cara memanggil mereka? Lagi pula, rasanya pasti tidak akan sespesial satu 'Huang Mingxiang' yang ini." Xiao Muqing memutar tubuh Huang Mingxiang, menarik wanita itu ke dalam pelukannya.
Huang Mingxiang terkekeh, dia membalas pelukan Xiao Muqing. Dia masih bisa merasakan macam-macam bekas luka di tubuh pria itu, namun itulah yang menjadi daya tarik pria itu. Huang Mingxiang sama sekali tidak mempermasalahkannya.
"Wangye, jika besok saya menghilang, apa yang akan anda lakukan?" tanya Huang Mingxiang, kepalanya mendongak menatap wajah tampan pria itu.
Xiao Muqing mengerutkan keningnya, berpikir. Tak lama, pria itu menjawab. "Benwang ingin melakukan ini." Huang Mingxiang bingung dengan jawabannya, namun tak lama Xiao Muqing mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang terkejut, keningnya mengerut dalam karena ciuman Xiao Muqing sangat kuat. Perlahan, Huang Mingxiang mulai dapat menyesuaikan diri dalam 'permainan' Xiao Muqing, dia juga merasa ada tangan yang mengelus kakinya, lalu menarik kaki tersebut.
Huang Mingxiang benar-benar digendong di dalam air oleh Xiao Muqing, lalu perlahan pria itu mengambil posisi duduk sambil memangku Huang Mingxiang. Huang Mingxiang mengerutkan keningnya saat merasakan ada 'sesuatu' yang berusaha masuk ke dalam tubuhnya.
Huang Mingxiang menutup mulutnya agar tidak bersuara, namun Xiao Muqing menarik lembut tangannya dan mencium kembali bibir manis itu.
Sementara itu di dapur Xiao Wangfu, Gu Sinjie, Baili Ruyi, dan Yui tengah berkumpul untuk membuat minuman yang dipesan Huang Mingxiang. Di tangan Yui kini terdapat botol kecil yang berisi obat bubuk. Obat ini dapat membuat penggunanya tidur selama satu hari penuh.
"Ini awal untuk kita semua. Tebak, apakah Gege akan mengetahui bahwa minuman ini telah diberikan campuran lain?" ucap Baili Ruyi, dia khawatir rencana ini gagal karena Xiao Muqing selalu memiliki kewaspadaan tinggi dengan apa yang dimakan dan diminum.
"Seharusnya jika minuman ini akan disebut 'buatan Wangfei', Wangye tidak akan menaruh kecurigaan apa pun," balas Yui.
Gu Sinjie mengangguk. "Aku setuju."
Yui memasukkan obat bubuk tidur itu ke dalam minuman Xiao Muqing, setelah itu menyimpan sampahnya agar tidak meninggalkan jejak. Tak lama, seluruh pelayan dapur masuk. Sepertinya Huang Mingxiang sudah memberikan perintah untuk menyiapkan makan malam.
__ADS_1
Gu Sinjie, Baili Ruyi, dan Yui saling tatap. Kepala mereka segera mengangguk, berikutnya mereka bertiga segera keluar dari dapur sambil membawa minuman tersebut.