
Huang Mingxiang meneguk habis arak yang dibagikan, wanita itu terdiam beberapa menit seolah sedang memikirkan sesuatu. Tak lama, Huang Mingxiang berdiri, menampilkan wajah yang tidak nyaman. Wanita itu membungkuk ke arah Xiao Jihuang.
"Yang mulia, saya izin undur diri sebentar untuk ke kamar kecil."
Xiao Jihuang mengangguk, membiarkan Huang Mingxiang keluar dari area pesta. Tetapi, keningnya mengerut khawatir kala melihat raut wajah tidak nyaman muncul di wajah wanita itu.
Huang Liyue tersenyum semakin dalam, apa lagi saat penari laki-laki perayaan Salju Akhir Tahun ikut keluar dari area pesta.
Huang Mingxiang berjalan menjauh dari area pesta, lalu pergi berbelok begitu melihat tikungan. Penari laki-laki yang barusan ikut keluar setelah Huang Mingxiang keluar pun muncul, sosok Huang Mingxiang yang berbelok kembali keluar namun dengan wajah yang berbeda.
Yui muncul, kemudian saat mereka berpapasan persis, tangan kanannya lincah memukul tengkuk kepala penari itu.
Tak!
Penari laki-laki itu pingsan, kemudian Yui dengan gesit menangkapnya dan menyeretnya ke tempat Huang Mingxiang bersembunyi.
"Wangfei, apa pria ini sebaiknya kita bunuh saja?" tanya Yui, matanya menatap tajam penari laki-laki itu.
Huang Mingxiang tersenyum, kepalanya menggeleng pelan. "Untuk apa? Jangan mengotori tangan seperti itu, Yui. Kembalikan saja apa yang ingin Huang Guifei berikan, pria ini bukan seleraku. Setidaknya jika ingin menjebakku dengan rencana murahan seperti ini cari pria yang jauh lebih tampan!"
Yui tertegun, oh ... jadi Wangfei-nya menyukai pria tampan? Baiklah, dia akan mengingat ini.
"Bawa pria itu ke tempat di mana Huang Guifei sudah mempersiapkannya." Perintah Huang Mingxiang, kemudian dengan cepat Yui melesat pergi dan melaksanakan apa yang Huang Mingxiang perintahkan.
Sementara itu di area pesta, Huang Liyue ikut izin undur diri dengan alasan ingin ke kamar kecil, sama seperti Huang Mingxiang. Wu Zeyuan yang melihat ini tersenyum samar, dia sedang menunggu sinyal dari Huang Mingxiang.
Di tempat Huang Mingxiang, Yui telah kembali berkumpul. Mereka kini menunggu kemunculan Huang Liyue dari balik pohon-pohon besar Istana, Yui berdiri di atas pohon agar dapat dengan mudah bergerak. Begitu melihat Huang Liyue, matanya memincing tajam dan segera melesat cepat seperti bayangan melewati Huang Liyue, tetapi bersamaan dengan itu bunyi
Tak!
Terdengar nyaring, Huang Liyue pun membelalakkan kedua matanya, tak lama dia segera tumbang ke samping dengan mata terpejam. Huang Liyue lagi-lagi dengan sigap menangkap dan menyeretnya ke Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang tersenyum puas. "Cepat gabung mereka sebelum pelayan pribadi Huang Liyue muncul."
Yui mengangguk, kembali melesat pergi dengan cepat. Huang Mingxiang mengambil petasan kecil di balik lapisan hanfu-nya, kemudian dengan bantuan Su Mama yang memegang korek api segera menyulut sumbu petasan tersebut.
Huang Mingxiang mengangkat tangan kanannya ke arah langit, petasan itu pun meledak di udara, tidak kelihatan apa pun karena langit masih cerah. Ini adalah sinyal untuk Wu Zeyuan dan Lu Fenghua agar cepat beraksi.
Wu Zeyuan dan Lu Fenghua menangkap sinyal Huang Mingxiang, Wu Zeyuan pun segera menyentuh lengan Xiao Jihuang dan berkata,"Yang mulia, mengapa Xiao Wangfei tak kunjung kembali dari kamar kecil? Apa terjadi sesuatu?" Nada bicaranya khawatir dan cukup untuk didengar oleh sebagian tamu undangan.
"Benar, yang mulia. Huang Guifei pun demikian, waktu ini terlalu lama jika hanya digunakan untuk singgah ke kamar kecil. Apa tidak sebaiknya kita memeriksa kondisinya?" Lu Fenghua yang duduk di meja berbeda dengan mereka pun menambahkan beberapa kalimat untuk membuat Xiao Jihuang semakin terpancing.
Wu Zeyuan menoleh ke arah Huangtaihou, tatapan matanya terlihat sangat cemas. "Apa yang mulia juga berpikir demikian? Saya takut terjadi sesuatu dengan Xiao Wangfei." Wu Zeyuan sengaja ikut memancing Huangtaihou dan menekankan 'Xiao Wangfei' kepada wanita itu. Wu Zeyuan tahu, Huang Mingxiang adalah kelemahan Huangtaihou. Jadi tidak mungkin wanita tua itu bersikap tidak peduli dan tidak termakan omongannya.
Huangtaihou jadi ikut cemas, dia segera menatap putranya. "Kaisar, apa yang dikatakan oleh Wu Guifei dan Lu Fei benar. Ayo, sebaiknya kita mengecek kondisi mereka. Aija khawatir ...."
__ADS_1
Melihat ibunya sudah berkata demikian, tidak ada alasan bagi Xiao Jihuang untuk berpikir dua kali. Pria itu mengangguk, saat hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba pintu area pesta terbuka. Menampilkan Huang Mingxiang yang berlarian masuk ke dalam dan berusaha menenangkan diri begitu sudah berada di dalam. Raut wajah Huang Mingxiang terlihat syok dan pucat, membuat perhatian seluruh orang tertuju padanya. Mereka semua menatap heran Huang Mingxiang.
"Mingxiang, kamu baik-baik saja? Ada apa denganmu?" Huangtaihou berdiri, langsung berjalan mendekat ke arah Huang Mingxiang sambil menggenggam kedua lengan keponakannya.
Huang Mingxiang menatap Huangtaihou panik, lalu segera menundukkan kepalanya dalam dan menggeleng. "Ti-- tidak ada, Bibi. Maafkan Mingxiang karena sudah membuat keributan." Huang Mingxiang kembali menegakkan kepalanya di akhir kalimat, raut wajahnya masih terlihat pucat.
Huangtaihou menggeleng, melotot ke arah Huang Mingxiang. "Katakan apa yang terjadi, Mingxiang. Jangan coba-coba untuk membohongi Aija!"
Huang Mingxiang kembali menunduk dalam, kemudian berlutut menghadap Huangtaihou. Pedang milik Xiao Muqing tetap dia usahakan terus berdiri tegak, tidak ikut terjatuh ke permukaan lantai. "Mingxiang tidak berani mengatakannya, Bibi!"
Seluruh orang mengerutkan keningnya bingung, begitu juga dengan Xiao Jihuang. Pria itu segera berdiri dan berjalan mendekat ke arah Huang Mingxiang. "Xiao Wangfei, apa yang sebenarnya terjadi?" Xiao Jihuang khawatir, dia tidak bisa diam ketikan melihat raut wajah ketakutan Huang Mingxiang.
"Katakan, Mingxiang. Apa yang kamu takutkan? Bibi di sini yang akan melindungimu, nak." Huangtaihou berusaha membuat Huang Mingxiang kembali berdiri secara pribadi, kemudian terus membujuk pelan Huang Mingxiang untuk bercerita.
Huang Mingxiang semakin menunduk dalam, matanya terlihat memerah menahan tangis. "Dalam perjalanan kembali, saya melihat sosok wanita diam-diam seperti pergi ke sebuah tempat tertutup. Saya mengikutinya karena sosoknya sangat mirip seperti Huang Guifei, namun ... saya tidak yakin apakah benar itu Huang Guifei. Saya takut pengelihatan salah, tetapi ... saya berharap pengelihatan saya salah ...." Huang Mingxiang benar-benar meneteskan air mata di akhir kalimatnya, seolah dia sangat terpukul.
Xiao Jihuang perlahan mulai mengerti alurnya, tatapan matanya mendadak berubah dingin dan bertanya,"Lalu apa yang anda dapatkan setelah mengikutinya?"
Huang Mingxiang meremas pedang Xiao Muqing, lalu menjawab,"Saya mendengar suara 'bersenang-senang' dari dalam bilik pelayan yang sedang kosong."
Huangtaihou terhuyung ke belakang mendengar ini, dia syok. Ini kasus perselingkuhan pertama yang menimpa Harem putranya, Xiao Jihuang yang melihat ibunya mendadak lemas pun segera menangkap tubuh ibunya dan berusaha membantu Huangtaihou agar tetap berdiri.
"Cepat bawa Huangtaihou beristirahat kembali di Istana kediamannya! Panggil tabib juga!" Xiao Jihuang melirik ke arah pelayan, mereka segera mengambil alih Huangtaihou dan membawanya keluar area pesta dengan sangat hati-hati.
Xiao Jihuang mengulurkan tangan kanannya ke arah Huang Mingxiang. "Berdiri, Xiao Wangfei." Huang Mingxiang menatap penuh ragu ke arah uluran tangan Xiao Jihuang, namun dia terpaksa menerima uluran itu karena tidak mungkin menolak bantuan Xiao Jihuang terang-terangan di depan umum. Bisa-bisa dia dicap buruk oleh para bangsawan.
Xiao Jihuang mengangguk, lalu dengan cepat berjalan keluar dan menuju ruangan yang dikatakan oleh Huang Mingxiang. Beberapa bangsawan yang penasaran ikut menuju ruangan tersebut, sementara selebihnya memilih untuk tetap di area pesta karena tidak tertarik ikut campur.
Saat mereka sampai di depan pintu kamar, mereka semua terdiam karena apa yang dikatakan oleh Huang Mingxiang benar. Ada suara desah manja dari dalam ruangan, siapapun yang mendengarnya pasti sepakat mengatakan bahwa itu adalah suara Huang Liyue.
Xiao Jihuang marah, dia tidak cemburu, dia marah karena Huang Liyue berani melakukan perselingkuhan saat di perayaan besar seperti ini. Ini sama saja dengan mencoreng nama baik Xiao Jihuang!!
Xiao Jihuang menendang kasar pintu kamar tersebut.
Brak!
Mereka semua yang ikut segera menutup mata mereka, perasaan jijik mulai menjalar di tubuh mereka. Huang Liyue sedang melakukan 'itu' dengan penari laki-laki tadi, mereka terlihat sangat bersemangat dan penuh nafsu sampai tidak sadar bahwa Xiao Jihuang dan yang lain sudah berada di ambang pintu.
Xiao Jihuang meraih teko yang ada di atas meja, lalu menyiramkan seluruh airnya ke wajah mereka berdua.
Byur!!
Huang Liyue terkejut, dia dan laki-laki penari itu segera sadar. Huang Liyue syok, dia bingung kenapa tiba-tiba dirinya bisa ada di sini tanpa busana dan banyak sekali orang yang melihat sinis ke arahnya.
"Ugh ...." Suara penari laki-laki itu terdengar, membuat Huang Liyue menoleh dan membelalakkan matanya. Dia ... Apa dia ... Melakukan 'itu' dengan laki-laki penari rendahan ini?
__ADS_1
"Kerja bagus, Huang Guifei!" Xiao Jihuang terdengar sangat marah, membuat tubuh Huang Liyue mendadak kaku dan gemetar. Dia bingung harus bereaksi seperti apa, karena dia sendiri juga tidak paham mengapa tiba-tiba berada di sini. Seharusnya yang berada di posisi ini adalah Huang Mingxiang! Bukan dirinya!
"Ya--yang mulia! Liyue bisa--!"
PAA!!
Huang Dajie yang baru datang tiba-tiba muncul dan maju untuk menampar pipi putrinya, deru napas pria itu terlihat tidak beraturan karena emosi. Mata Huang Dajie terlihat memerah, air mata penuh rasa kecewa turun dari matanya. Huang Dajie berlutut ke arah Xiao Jihuang. "Yang mulia, putri saya benar-benar tidak masuk akal! Tetapi hamba mohon, ampunilah nyawanya ...." Tubuh Huang Dajie gemetar, marah.
Huang Mingxiang memincingkan matanya, ah ... Ayah, anda tidak boleh menolong Jiejie. Dendam putri keduamu ini harus terbalas, tidak adil jika Jiejie tetap selamat.
Huang Mingxiang berjalan mendekat ke arah Huang Dajie, wanita itu ikut menangis. "Ayah ... cukup, banyak sekali saksi mata di sini." Kemudian Huang Mingxiang beralih menatap Huang Liyue dan segera melayangkan tamparan ke pipi wanita itu.
PAA!!
"Bahkan anda tega melukai hati ayah, Huang Liyue! Anda benar-benar durhaka!!" Huang Mingxiang menangis, tangisannya sangat menyayat hati. Seluruh orang ikut terbawa emosi Huang Mingxiang, beberapa mulai menangis, merasa sedih untuk Huang Dajie.
Huang Liyue menyentuh pipinya yang terasa kebas karena tamparan Huang Mingxiang dan ayahnya, wanita itu sama sekali tidak memiliki celah atau kekuatan untuk melawan. Posisi Huang Liyue di sini sudah benar-benar jatuh, percuma jika dia berteriak dan menyalakan Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang kembali fokus ke Huang Dajie, lalu memeluk ayahnya. Mereka berdua menangis bersama, kemudian matanya Huang Mingxiang menatap Xiao Jihuang lalu menunduk. "Yang mulia, demi kehormatan nama baik keluarga Huang, saya, Huang Mingxiang memohon pada anda untuk menghukum Huang Guifei sesuai dengan peraturan yang berlaku!"
Deg!
Badan Huang Liyue semakin lemas. Jika dia dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka dia akan segera dihukum mati. Melakukan perselingkuhan tepat di hadapan mata Kaisar adalah dosa yang sangat berat dan tidak bisa diampuni.
Huang Dajie tak lama pingsan di pelukan Huang Mingxiang, Huang Mingxiang memeluk ayahnya erat, matanya kembali menatap Xiao Jihuang dengan mantap. Xiao Jihuang memejamkan matanya sekilas, menghela napas berat. Dia benar-benar lelah, mengapa Harem selalu bermasalah? Xiao Jihuang benar-benar membencinya.
"Huang Guifei, anda dihukum sesuai dengan peraturan yang ada karena telah menyelingkuhi Kaisar! Gelar anda malam ini di hadapan para saksi mata resmi Zhen cabut!" Xiao Jihuang menatap tajam Huang Liyue, kemudian berbalik dan meninggalkan tempat kejadian. Wu Zeyuan menatap jijik ke arah Huang Liyue, lalu ikut berbalik dan menyusul Xiao Jihuang. Para bangsawan satu persatu pun pergi, beberapa prajurit datang dan mengamankan Huang Liyue serta laki-laki penari tersebut.
Huang Mingxiang meminta bantuan Gu Sinjie untuk membawa ayahnya ke tempat Huangtaihou sebentar untuk beristirahat sejenak agar segera pulih.
Huang Mingxiang berjalan keluar ruangan dengan penuh senyum kemenangan, matanya menatap puas ke arah Huang Liyue yang dipaksa pergi menuju penjara.
"Pesta pasti mau tidak mau diberhentikan, jadi ayo kita kembali lebih dulu. Pelayan dari Huang Fu pasti akan datang untuk mengurus ayahku, semuanya baik-baik saja." Huang Mingxiang tidak tertarik berada lebih lama lagi di Istana, dia ingin buru-buru kembali ke Xiao Wangfu dan bertemu Xiao Muqing.
Saat Yui lengah karena sibuk mengurus urusannya dari Huang Mingxiang yang belum selesai, Rong Wangxia memiliki kesempatan untuk mendekat.
"Pertunjukkan yang bagus, Xiao Wangfei." Rong Wangxia berdiri di hadapan Huang Mingxiang, tersenyum.
Pandangan mata Huang Mingxiang mendingin, pria itu menyadari rencananya? Tetapi malas berurusan panjang, Huang Mingxiang memilih untuk menghiraukan Rong Wangxia dan melewati pria itu begitu saja.
Rong Wangxia terkekeh, lalu ikut berbalik mengikuti posisi Huang Mingxiang dan menatap punggung wanita itu. "Perintahkan pelayan wanita galak anda untuk kembali, karena saya sudah membersihkan seluruh jejaknya."
Langkah kaki Huang Mingxiang terhenti begitu mendengar ini, dia segera menoleh ke arah Rong Wangxia dan menatap pria itu sulit. Rong Wangxia tidak mengatakan apa pun lagi, dia hanya tersenyum dan kemudian berjalan pergi begitu melihat sosok Gu Sinjie muncul.
Gu Sinjie menatap tidak senang ke arah Rong Wangxia, tetapi kemudian dia memilih untuk tidak mempedulikan pria itu. "Saya sudah selesai mengantar Perdana Menteri Huang, Wangfei."
__ADS_1
Huang Mingxiang mengangguk. "Kita tunggu Yui di kereta kuda, wanita itu tidak akan lama, setelahnya kita langsung bergegas kembali ke Xiao Wangfu."
"Baik, Wangfei."