Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana


__ADS_3

Huang Mingxiang, Wu Zeyuan, dan Lu Fei memutuskan untuk berpindah tempat. Mereka bertiga pergi bersama menuju Istana Wu Zeyuan, karena tidak etis rasanya terus menerus berada di wilayah yang tidak ada tuan rumahnya walaupun Huang Mingxiang tahu, Huangtaihou tidak akan mempermasalahkan hal ini padanya.


Di tengah perjalanan, kereta kuda mereka berpapasan dengan tandu Huang Liyue. Tatapan Huang Mingxiang mendadak dingin, kereta kuda-nya pun mendadak berhenti. Sesuai peraturan Istana, jika berpapasan dengan seseorang yang gelarnya lebih tinggi, walaupun mereka sedang berada di dalam tandu atau kereta kuda pun, kewajiban turun dan menyapa tetap berlaku.


Huang Mingxiang tidak bergeming, dia tetap duduk di dalam kereta-nya. Sedangkan Lu Fei yang hendak keluar dari kereta untuk menyapa Huang Liyue, tangannya segera ditahan oleh Huang Mingxiang.


Masing-masing dari mereka diam, tidak ada yang bergerak turun untuk menyapa. Tak lama Huang Liyue mengangkat tirai jendela tandu-nya, menatap tidak senang ke arah kereta kuda Huang Mingxiang.


"Aiya ... Meimei? Eh ... Maksudku, Xiao Wangfei?" ucap Huang Liyue, matanya menatap ke tirai jendela kereta kuda Huang Mingxiang yang masih tertutup.


Huang Mingxiang tidak mengangkat tirai tandu-nya, dia tetap diam menatap sosok Huang Liyue dari balik tirai tipis. Wu Zeyuan dan Lu Fenghua juga diam, mereka tidak berani bergerak jika Huang Mingxiang tidak mempersilahkan.


Begitu tirai jendela kereta Huang Mingxiang sedikit terbuka karena hembusan angin, Huang Liyue langsung melemparkan pertanyaan untuk menyerang Lu Fenghua. "Lu Fei, mengapa anda tidak mematuhi peraturan Istana?" Wanita itu menyipitkan matanya tidak senang ke dalam kereta Huang Mingxiang. Sepertinya informasi mengenai beberapa selir berkumpul di Istana Huangtaihou sudah sampai ke telinga Huang Liyue.


Lu Fenghua kesulitan menjawab pertanyaan Huang Liyue, pasalnya tadi Huang Mingxiang lah yang menahan gerakannya. Oleh karena itu, dia menatap Huang Mingxiang cemas.


Huang Mingxiang tersenyum untuk menenangkan Lu Fenghua, kemudian kembali menatap Huang Liyue dari balik tirai jendela by kereta. "Saat ini Lu Fei tengah mengandung, dia tidak boleh terlalu lelah. Bukankah Kaisar sendiri yang mengamanatkan hal itu? Beberapa peraturan kecil di Istana dianggap gugur untuk selir yang memiliki kondisi khusus. Justru, bukankah anda yang tidak mematuhi peraturan Istana, Huang Guifei?"


Huang Liyue mengerutkan keningnya, wanita itu belum menyadari apa yang dimaksud Huang Mingxiang. Huang Mingxiang tersenyum dingin. "Tidakkah seharusnya anda turun untuk membungkuk kepada Wangfei ini?"


Huang Liyue tertegun, dia sedikit mencengkeram kain hanfu-nya. Tak lama, suara wanita muda yang segar terdengar. Suara itu berasal dari dalam tandu Huang Liyue, ternyata di dalam tandu bukan hanya ada Huang Liyue.


"Xiao Wangfei, apakah itu anda?"


Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya sekilas, Wu Zeyuan yang mendengar suara wanita itu pun segera berbisik. "Wangfei, wanita itu kemungkinan besar adalah Putri dari Kerajaan yang kini sudah berada di bawah kekuasaan Kekaisaran beberapa tahun lalu. Kerajaan yang ditaklukkan oleh Xiao Wangye. Saya mendengar kabar bahwa wanita itu datang kemari dikirim untuk menjadi selir baru Kaisar. Entah gelar apa nanti yang akan dia dapat, saya belum mengetahui informasi lebih lanjut."


"Siapa namamu?" tanya Huang Mingxiang langsung kepada wanita itu setelah mendapat informasi dari Wu Zeyuan.


"Tang Yulan. Apa anda memiliki masalah dengan nama saya?" jawab wanita itu, nada bicaranya terdengar congkak. Huang Mingxiang tersenyum tipis, ah ... apakah wanita ini bodoh? Dia mengaum keras tanpa tahu siapa lawannya.


"Apakah anda adalah Putri dari Kerajaan Pesisir Selatan yang akan menjadi selir baru Kaisar?" tanya Huang Mingxiang lagi, walaupun dia sudah tahu apa jawabannya.


Tang Yulan mengangguk dari dalam tandu, masih belum menyadari peringatan bahaya. "Ya, saya akan menjadi 'Guifei' di Harem ini, Kaisar menjanjikannya sendiri pada saya melalui surat."


"Wanita itu sombong sekali ...." Lu Fenghua mendesis kesal, dia gemas ingin menegur Tang Yulan.


"Wangfei, apa saya perlu menegurnya? Dia sangat tidak sopan." Wu Zeyuan ikut merasa gemas, dia ingin segera mengangkat tirai dan menegur keras Tang Yulan. Tetapi, Huang Mingxiang dengan cepat menggeleng sambil berkata,"Tenang dulu, Wu Guifei."

__ADS_1


Wu Zeyuan mendengus tipis, kemudian mengangguk dan kembali berusaha duduk tenang.


"Xiao Wangfei, saya dengar sebelumnya anda adalah wanita berbudi luhur yang sangat dicintai seluruh orang di Kekaisaran ini. Saya pikir seharusnya anda paham mengenai dasar-dasar peraturan adab dan logika. Saya tahu, bahwa kehamilan Lu Fei belum menginjak umur tua. Hal ini seharusnya membuat kewajiban kecil yang sebelumnya anda katakan masih berlaku untuk Lu Fei." Tang Yulan, wanita itu berbicara dengan berani. Nadanya tegas, wanita itu bicara seolah sudah menjadi selir resmi Kaisar dan tinggal lama di Kekaisaran.


Huang Mingxiang melirik Lu Fenghua, lalu berbisik. "Mainkan peranmu."


Lu Fenghua mengerutkan keningnya bingung, namun setelah beberapa detik saling tatap, wanita itu akhirnya mengerti. Lu Fenghua lalu dengan cepat berkata,"Cukup sampai di situ, Putri Tang. Ini adalah kesalahan saya karena terlalu manja, sebaiknya Wangfei dan Putri Tang tidak perlu memperdebatkan masalah ini. Saya benar-benar minta maaf." Kemudian Lu Fenghua beranjak turun dari kereta kuda dan membungkuk ke arah tandu Huang Liyue, namun ... sebelum turun tadi Huang Mingxiang menyuruhnya berlutut, bukan sekedar membungkuk. Lu Fenghua sama sekali tidak beranjak dari berlututnya, karena selain kewajiban membungkuk, orang yang tengah memberikan salam juga dilarang kembali berdiri tegak sebelum sang penerima penghormatan memberikan jawaban.


Huang Liyue tetap diam dari dalam tandu, wanita itu sengaja tidak mengatakan apa pun. Hal ini membuat Lu Fenghua mengerutkan keningnya kesal. Tetapi mengingat bahwa perintah berlutut adalah permintaan Huang Mingxiang, wanita itu berusaha bersabar, karena yakin pasti ada maksud dan tujuan dari perintahnya.


"Aiya ... seluruh kalimat yang dikeluarkan oleh Putri Tang sangat bijak sekali. Kalau begitu, bukankah kalian berdua juga harus keluar dan berlutut ke arah kereta kuda Wangfei ini?" ucap Huang Mingxiang, membuat Huang Liyue dan Tang Yulan saling tatap.


Huang Mingxiang mengangkat tirai jendela kereta kuda-nya, menatap dingin mereka berdua. "Apa yang sedang kalian pikirkan? Bukankah kewajiban kalian menyapa yang lebih tinggi harus dilaksanakan sekarang? Kalian lupa? Saya adalah senior Kekaisaran ini."


Huang Liyue merasa enggan, dia tidak Sudi untuk berlutut atau membungkuk ke arah Huang Mingxiang. Oleh karena itu, dia berkata,"Xiao Wangfei, apakah kita harus sangat memperhatikan gaya formal jika bertemu? Bukankah kita berdua adalah saudari? Saya adalah Jiejie anda dan anda adalah Meimei saya."


Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya sekilas. "Bukankah kalian berdua baru saja mengungkit mengenai peraturan adab dan logika kepada Wangfei ini? Secara adab anda harus menghormati senior Kekaisaran, dan secara logika ... meskipun kita berdua adalah saudari, namun kini kita tengah berada di dalam Istana. Seharusnya anda tidak mengungkit urusan pribadi di tengah-tengah kewajiban mutlak istana."


Huang Liyue menggertakkan giginya kesal. Sejak kapan Huang Mingxiang menjadi sangat dingin seperti ini? Sebelumnya saat perayaan hari Kasih Sayang, dia berpikir bahwa itu semua adalah tindakan kebetulan. Dia kira sikap wanita itu hanya topeng untuk menutupi rasa ketidakberdayaannya, namun ... ternyata itu adalah sikap tetap baru Huang Mingxiang?


Tang Yulan yang mendengar itu pun tentu saja merasa sangat tersinggung, wanita itu bergegas menegakkan badannya dan menatap penuh menantang kepada Huang Mingxiang.


"Xiao Wangfei, anda dididik di dalam keluarga terhormat, anda juga diajarkan mengenai pelajaran terbaik. Tetapi, mengapa anda tidak dapat menyaring kalimat anda sendiri untuk mengatakan hal-hal baik? Kalimat anda sangat tidak pantas untuk dilontarkan!" Tang Yulan menatap kesal ke arah Huang Mingxiang.


Huang Mingxiang hanya tersenyum mendengarkan apa yang Tang Yulan katakan. Saat dia hendak membalas kalimat Tang Yulan, tiba-tiba wanita itu kembali berbicara. "Apakah seluruh hal yang anda pelajari telah menghilang begitu saja sejak kasus nakal anda beberapa waktu lalu? Melihat anda, saya yakin bahwa anda merasa kesal karena kini mendapatkan sesuatu yang tidak berarti."


Tatapan Huang Mingxiang mendingin, senyumannya menghilang. Dia tidak kesal karena singgungan Tang Yulan terhadap dirinya mengenai 'kasus nakal', tetapi dia marah karena Tang Yulan mengatakan 'mendapatkan sesuatu yang tidak berarti', bukankah yang dia maksud adalah Xiao Muqing? Wanita itu menghina Xiao Muqing, Huang Mingxiang tidak bisa lagi tersenyum.


"Anda adalah orang baru, Putri Tang. Saya peringatkan, jangan berlagak menjadi yang paling tahu jika anda sendiri masih awam di sini. Anda tidak mengetahui apa pun mengenai kondisi detail Kekaisaran." Huang Mingxiang mengatakan itu sambil terus menembakkan tatapan dingin ke arah Tang Yulan, membuat wanita itu tertegun atas perubahan raut wajah Huang Mingxiang yang signifikan.


Huang Mingxiang turun dari kereta kuda-nya, berdiri di hadapan Huang Liyue dan Tang Yulan. Kemudian, dia menoleh ke arah Lu Fenghua. "Berdiri, Lu Fei. Berhenti berlutut." Wu Zeyuan yang mendengar ini pun dengan cepat ikut turun dari kereta kuda dan membantu Lu Fenghua berdiri. Matanya kemudian menatap tajam Tang Yulan.


Tang Yulan kesal, dia entah bagaimana merasa tidak senang dengan Huang Mingxiang. Wanita itu menganggap Huang Mingxiang adalah Wangfei lemah rendahan yang memiliki otak dangkal karena menggoda Kaisar dan seorang Wangfei yang tidak berdaya karena suaminya tidak memiliki kekuatan apa pun. Dia beranggapan begitu mengenai Xiao Muqing karena belum mengetahui detail posisi dan kekuatan Xiao Muqing. Kemungkinan besar, dia juga tidak tahu tentang siapa yang berhasil menaklukkan Kerajaan Pesisir Selatan mewakili Kaisar sebelumnya.


"Anda tidak bisa seenaknya, Xiao Wangfei. Lu Fei berlutut untuk Huang Guifei, seharusnya satu-satunya orang yang boleh mengizinkan Lu Fei berdiri adalah Huang Guifei." Tang Yulan tidak menyerah, masih terus berusaha menggigit Huang Mingxiang. Sedangkan Huang Liyue, wanita itu diam seolah merasa sedih karena tindakan Huang Mingxiang.


Huang Mingxiang berusaha kembali tersenyum, saat dia hendak membalas kalimat Tang Yulan, Huang Liyue sudah lebih dulu berbicara. "Cukup, Yulan Meimei. Anda tidak perlu membela aku sampai seperti ini. Lagi pula apa yang dikatakan oleh Xiao Wangfei adalah benar, saya lah yang salah."

__ADS_1


Tang Yulan yang mendengar ini pun merasa iba untuk Huang Liyue, kemudian menatap kesal ke arah Huang Mingxiang dan berkata,"Astaga ... Huang Guifei, mengapa anda sangat berhati baik? Apa yang perlu anda takutkan dan hormati dari seorang Wangfei yang dibuang dan tidak bermoral ini? Dia sebelumnya berusaha menggoda Kaisar, namun gagal dan segera dibuang kemudian dinikahkan paksa oleh seorang Wangye cacat. Walaupun Wangye cacat itu adalah senior Kekaisaran, namun saya dengar tidak ada orang yang mempedulikannya sehingga dia mengurung diri di dalam Wangfu-nya. Dia kini tidak memiliki dukungan apa pun, seluruh kekuatannya hilang, ditambah justru suaminya adalah seorang Wangye cacat yang--"


PAA!!


Huang Mingxiang menampar keras pipi Tang Yulan, matanya menatap marah ke arah Tang Yulan. Wanita itu sudah tiga kali menyebut 'Wangye cacat' untuk Xiao Muqing.


Tang Yulan membelalakkan matanya, dia segera menatap tajam ke arah Huang Mingxiang sambil memegangi pipinya dan menunjuk Huang Mingxiang. "Anda--!!"


PAA!!


BRUK!


Huang Mingxiang menampar pipi Tang Yulan lagi, kali ini sampai wanita itu jatuh ke tanah. Tang Yulan segera menangis karena merasakan sakit luar biasanya di pipinya.


"Keributan gila apa yang kalian berani buat di dekat Istana kediaman Huangtaihou?" Suara berat Xiao Jihuang terdengar, membuat mereka semua menoleh ke arah sumber suara.


Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya sekilas. Xiao Jihuang dan Rong Xuan? Bukankah Wu Zeyuan bercerita bahwa mereka berdua tengah bertengkar? Apakah kini sudah kembali berbaikan? Tetapi, Huang Mingxiang tidak mempedulikan hal itu sekarang.


"Sepertinya Harem benar-benar memerlukan didikan ulang mengenai peraturan tatakrama dan sopan santun kepada senior Kekaisaran. Tidak ada otak waras di Harem Kaisar, semuanya bergaya congkak, tidak berperilaku terpuji seperti seharusnya." Huang Mingxiang menatap tajam Rong Xuan dan Xiao Jihuang bergantian.


Rong Xuan mengerutkan keningnya, dia tidak tahu menahu mengenai masalah ini. "Wangfei, saya mohon anda tenang terlebih dahulu. Jelaskan--"


"Saya akan memberikan saran resmi untuk Harem Kaisar sebagai senior Kekaisaran. Kaisar, anda tidak bisa memasukkan wanita seperti ini ke dalam Harem. Tidak peduli dari mana dia berasal, Harem tidak boleh diisi oleh wanita yang tidak memiliki perilaku terpuji. Bagaimana mungkin seorang selir -- tidak, tetapi calon selir bertingkah congkak dan bahkan Bernai menghina senior Kekaisaran?!" Huang Mingxiang kemudian menatap tajam Tang Yulan yang masih bersimpuh di tanah sambil menangis.


Xiao Jihuang menatap Huang Mingxiang tanpa ekspresi, tatapan matanya memiliki berbagai macam arti. Tetapi, Huang Mingxiang tidak tertarik untuk menerjemahkan tatapan Xiao Jihuang.


Huang Mingxiang membungkuk ke arah Xiao Jihuang. "Kalau begitu, saya dengan penuh hormat meminta jawaban bijak anda. Mengembalikan wanita itu ke Kerajaan Pesisir Selatan, atau suami saya sendiri yang akan bergerak meratakan Pesisir Selatan dan membuat protes besar? Saat ini pasukan suami saya memiliki alasan kuat untuk bergerak. Jika anda tidak dapat mendisiplinkan selir anda dengan baik, maka saya dan suami saya sendiri yang akan turun tangan. Apa lagi kesalahan yang mereka perbuat menyangkut wajah senior Kekaisaran, bukan hanya masalah pribadi. Hanya itu, saya pamit undur diri dengan penuh rasa kecewa!"


Huang Mingxiang kembali menegakkan badannya, kemudian hendak berbalik menuju kereta. Tetapi, tiba-tiba sebuah tangan menahan gerakannya. Xiao Jihuang, pria itu menggenggam pergelangan tangan Huang Mingxiang.


"Tolong tunggu sebentar, Mingxia -- tidak, maksud Zhen Xiao Wangfei. Xiao Wangfei, tolong tunggu sebentar. Anda harus tenang dan menjelaskan semua ini dengan baik-baik. Zhen pasti akan mendengarkan anda." Tatapan mata Xiao Jihuang terlihat rumit, kedua sudut alis pria itu menyatu.


Huang Mingxiang menatap dingin tangan Xiao Jihuang, lalu menepis kasar. "Kalau begitu saya ingin membicarakan masalah ini bersama dengan kehadiran Huangtaihou."


Xiao Jihuang dengan cepat mengangguk tanpa ragu. "Tentu."


Tatapan mata pria itu yang berubah lembut disaksikan oleh keempat wanita Harem-nya dan satu calon penghuni Harem. Tetapi Xiao Jihuang tidak peduli, matanya terus terpaku kepada wajah Huang Mingxiang.

__ADS_1


__ADS_2