
"Seorang Huanghou tidak bisa diadili di Istana-nya sendiri oleh selain Kaisar, Xiao Wangfei Niangniang! Saya pikir anda mengetahui hal itu!" Rong Tagu berseru untuk membela putrinya. Rong Xuan saat ini memakai baju putih polos dan bersimpuh di lantai, seluruh pejabat berkumpul di Aula Kekaisaran. Huang Mingxiang berdiri di hadapan mereka semua, memimpin sidang.
Dua Minggu setelah kematian Huangtaihou, Huang Mingxiang segera menggelar sidang untuk Rong Xuan. Beberapa waktu lalu Huang Mingxiang sempat dituduh sebagai pembunuh Huangtaihou karena ditemukan sebuah racun yang serupa seperti racun yang membunuh Huangtaihou. Tetapi karena Huang Mingxiang memegang plakat Kekaisaran, orang-orang Istana tidak bisa langsung mengesekusinya. Singkat cerita, An Mama, pelayan pribadi Huangtaihou pun menjadi saksi yang bersumpah atas nama Dewa di hadapan kuil Agung Kekaisaran, bahwa Huang Mingxiang bukanlah pelakunya. Karena An Mama adalah wanita yang terus menempel seharian pada Huangtaihou, kata-katanya pun dapat dipercaya.
Kasus pun kembali berporos pada Rong Xuan, gagal mengikat Huang Mingxiang. Rong Tagu saat ini tidak bisa berkutik, karena Huang Mingxiang memegang plakat Kekaisaran. Dia melupakan plakat Kekaisaran saat menyusun seluruh rencananya, ditambah saat ini Kaisar sudah 'dinonaktifkan' oleh mereka. Mereka pun akhirnya saat ini tidak memiliki 'boneka' untuk melawan Huang Mingxiang.
"Benar! Anda adalah seorang Wangfei, tidak peduli senior atau junior, namun tetap Huanghou Kekaisaran di sini adalah beliau! Anda tidak bisa mengadili seorang Huanghou Kekaisaran! Huanghou adalah pendamping utama Kaisar! Tidak bisa seenaknya!" Salah satu pejabat yang menjadi sekutu Rong Tagu pun ikut angkat bicara. Ruang pengadilan saat ini benar-benar gaduh, namun Huang Mingxiang tetap berdiri tenang menatap para pejabat. Pagi ini dia bahkan tidak sempat untuk menyusui putrinya sendiri, Xiao Mingyui karena terburu-buru menghadiri rapat pengadilan Rong Xuan.
"Lalu bagaimana jika saya yang mengadili Huanghou?" Suara wanita setengah baya yang terkesan elegan dan terhormat terdengar, membuat seluruh orang menoleh ke belakang. Pintu aula Kekaisaran terbuka lebar, menampilkan Chen Taifei Agung yang berjalan masuk menuju Huang Mingxiang.
Seluruh pejabat segera berlutut dalam, begitu juga dengan Huang Mingxiang.
"Salam, Chen Taifei Agung Niangniang!!"
Chen Taifei Agung segera duduk di meja tempat biasanya Huangtaihou duduk ketika menghadiri rapat pengadilan. Mata wanita itu menatap dingin para pejabat, ini adalah pertama kalinya setelah bertahun-tahun dia tidak menatap wajah para pejabat satu-persatu.
"Berdiri." Chen Taifei Agung menjawab singkat, lalu matanya melirik Huang Mingxiang. "Kemari, Mingxiang."
Huang Mingxiang mengangguk, lalu segera bangkit dan duduk di samping Chen Taifei Agung menatap para pejabat.
Rong Tagu mencengkeram kain bajunya, matanya menatap tajam Chen Taifei Agung, kemudian pria itu menggertakkan giginya marah. Sial, dia lagi-lagi melupakan sesuatu yang penting! Chen Taifei Agung! Sial! Dia benar-benar sial! Rong Tagu terus mengumpat di dalam hati.
Chen Taifei Agung tidak mempedulikan wajah cemas para pejabat, dia segera berkata,"Karena Kaisar saat ini sedang tidak sadarkan diri dan Huangtaihou belum lama ini pergi, maka seluruh kendali Kekaisaran akan aku ambil alih sebagai nenek buyut Kekaisaran. Termasuk pengadilan Huanghou, aku sudah mendengar berbagai macam berita dan laporan. Jadi ... Perdana Menteri Rong, bukankah pengadilannya dapat segera digelar sekarang?" Mata Chen Taifei Agung kembali menatap Rong Tagu, kedua orang yang saling bermusuhan itu pun kembali bertemu.
"Chen Taifei Agung Niangniang bijak!! Hidup Chen Taifei Agung!!" Chen Rugou, kakak laki-laki Chen Taifei Agung berseru lantang. Lalu berlutut, membuat para pejabat lain pun ikut berlutut. Tak terkecuali Rong Tagu, pria itu juga terpaksa ikut berlutut karena tidak mungkin dia menentang di tengah-tengah banyaknya suara pejabat yang mendukung keputusan tersebut.
Sidang pun segera dimulai, para pejabat langsung terbagi menjadi tiga kubu. Pertama, kubu yang mendukung akan jatuhnya hukuman berat untuk Rong Xuan, dan kubu kedua adalah kubu yang mendukung untuk meringankan hukuman Rong Xuan. Serta kubu ketiga adalah kubu netral, mereka akan menilai pendapat dari kedua kubu dan bersikap jujur.
"Keluarga Rong sudah mengabdi pada Kekaisaran selama ratusan tahun! Bagaimana mungkin hanya karena satu kasus ini seluruh keluarga Rong dibersihkan?!" Rong Tagu berseru marah, menunjuk kubu pertama yang ingin anaknya dijatuhi hukuman berat.
"Tetapi membunuh keluarga Kekaisaran adalah tindak kejahatan yang sangat besar! Bahkan seorang Kaisar bisa turut diadili jika dia membunuh seorang Huangtaihou! Apa lagi yang membunuh hanya seorang Huanghou?!" balas kubu pertama, yang berseru membalas Rong Tagu adalah Chen Rugou. Kedua pria itu adalah pemimpin kubu mereka, mereka berdua pun berdebat sangat sengit.
__ADS_1
Huang Mingxiang memijat keningnya pelan, tak lama sentuhan lembut muncul di pundaknya. Huang Mingxiang menoleh ke arah Chen Taifei Agung, wanita itu tersenyum hangat.
"Kamu adalah pemimpinnya di sini, Mingxiang. Tugas Mufei di sini adalah membantumu. Oleh karena itu, jangan biarkan mereka para bawahanmu mengambil alih situasi," ucap Chen Taifei Agung, lalu mengusap lembut bahu Huang Mingxiang lagi.
Huang Mingxiang tertegun, kemudian dia kembali tersenyum dan mengangguk mantap. Wanita itu segera menarik napas dalam dan menatap serius ke para pejabat.
"Wangye, tolong beri saya kekuatan untuk bertahan," batin Huang Mingxiang, wanita itupun segera mengetuk meja dengan tangan kanannya.
"Tenang! Tolong diam!" Huang Mingxiang berseru lantang, membuat para pejabat yang sedang berdebat sengit menoleh ke arah Huang Mingxiang.
"Wangfei Niangniang! Anda harus setuju dengan pendapat kubu kami! Huanghou memang harus diadili secara serius!!" Chen Rugou berseru, ada kilatan emosi dan kebencian dalam di hatinya. Sepertinya dia benar-benar membenci Rong Tagu karena perbuatan pria itu yang mengancam adiknya hingga pergi jauh dari ibu kota.
Huang Mingxiang memaksakan senyum tipis. "Tenang dulu, Tuan Chen." Kemudian matanya beralih menatap ayahnya, Huang Dajie. "Perdana Menteri Huang, bagaimana pendapat anda sebagai tim netral?"
Huang Dajie membungkuk, pria itu terlihat tidak terlalu aktif dan menghindari konflik setelah kematian Huang Liyue. "Menjawab, Niangniang. Sejujurnya, memberikan hukuman yang berat kepada Huanghou adalah keputusan yang sangat tepat. Tetapi jika harus sampai membersihkan seluruh marga Rong dari Kekaisaran, itu terlalu berlebihan. Karena bagaimanapun juga, keluarga Rong juga sudah mengabdi ratusan tahun untuk Kekaisaran. Memang benar bahwa ada aturan untuk membersihkan seluruh keluarga jika berani melakukan tindak kriminal besar seperti membunuh anggota Kekaisaran, namun ... keluarga Rong di sisi lain juga pernah memberikan pengorbanan serta keroyalan yang sangat besar. Hal ini bisa dijadikan pertimbangan untuk meringankan hukuman 'membersihkan' ini. Semisal, seperti hanya membersihkan generasi terpimpin keluarga dan membiarkan generasi kedua atau adik dari kepala keluarga utama menjabat serta menggantikan posisinya."
Huang Mingxiang mengangguk setuju, apa yang dikatakan oleh ayahnya benar. Huang Mingxiang segera tersenyum lagi dan menatap Rong Tagu. "Perdana Menteri Rong, anda meminta bukti, bukan? Tadinya ... saya tidak ingin menunjukkan barang ini, namun anda terus membuat suasana gaduh dan menepis semua kebenaran serta fakta dengan alasan yang tidak masuk akal selain jasa kekuatan Rong sebelumnya."
Huang Mingxiang membuka kotak itu, lalu mengeluarkan puluhan lembaran data bukti kejahatan yang sudah dilakukan keluarga Rong.
Plak!
Huang Mingxiang melempar kertas itu ke kaki Rong Tagu, lalu berkata,"Bisnis gelap, rencana pemberontakan, penjualan organ manusia secara terlarang, ikut menanam saham dan bermain di pelelangan ilegal Kekaisaran, korupsi jutaan tael emas. Itu kejahatan yang diketahui, bagaimana dengan yang belum diketahui?"
Rong Tagu tertegun, dia segera mengambil kertas-kertas itu dan membacanya satu-persatu dengan gemetar. Ini ... ini semua adalah surat dan data dari semua 'bisnis-bisnis'nya yang dia simpan di dalam ruang kerja. Bagaimana mungkin Huang Mingxiang bisa mendapatkannya secara tiba-tiba?!
"Rong Wangxia ...." Rong Xuan bergumam pelan, menatap penuh benci dan marah ke arah kertas yang dipegang oleh Rong Tagu. Rong Tagu yang sempat mendengar ini pun terkejut. Rong ... Rong Wangxia? Putranya? Putranya sendiri yang memberikan ini kepada Huang Mingxiang?!!
"Jika membersihkan seluruh marga Rong terlalu berat, lalu bagaimana jika membersihkan satu generasi terpimpin milik keluarga Rong? Untuk seluruh kejahatan yang sudah memiliki bukti lengkap serta saksi yang cukup, seharusnya anda tidak bisa mengelak lagi, Perdana Menteri Rong." Huang Mingxiang menatap Rong Tagu tajam, diam-diam tangannya terasa sedikit dingin. Sedikit lagi ... sedikit lagi dia benar-benar akan mengalahkan Rong Xuan dan Rong Tagu.
Rong Tagu tidak bisa menjawab, dia tidak bisa lagi melawan. Chen Taifei Agung yang melihat ini segera mengambil alih lagi situasi, wanita itu dengan resmi menjatuhkan hukuman untuk Rong Tagu dan Rong Xuan.
__ADS_1
"Karena alasan itu, dengan ini ... maka generasi terpimpin keluarga Rong akan diadili dengan hukuman mati! Keputusan sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat!" Chen Taifei Agung menetapkan keputusan, para pejabat juga tidak ada yang berani melawan. Mereka segera berlutut ke arah Chen Taifei Agung dan berkata,"Chen Taifei Agung Niangniang bijak! Hidup Chen Taifei Agung!!"
Huang Mingxiang menghela napas lega, namun kemudian dia kembali membuka suara. "Tetapi masih ada satu hal lagi!"
Para pejabat segera mengangkat kepala mereka, menatap penuh penasaran ke arah Huang Mingxiang.
"Seluruh bukti-bukti kejahatan itu saya dapatkan dari Tuan Muda Rong Wangxia, kita tidak bisa mengesekusi Tuan Muda Rong Wangxia. Oleh karena itu, seluruh kepemimpinan keluarga Rong akan diserahkan kepada Tuan Muda Rong Wangxia. Tetapi, tetap. Keputusan untuk menjadi kepala keluarga atau tidak, biarkan Tuan Muda Rong Wangxia sendiri yang akan memilih. Hanya segitu, maka ... sidang hari ini, resmi selesai!!"
Para pejabat kembali berlutut. "Chen Taifei Agung dan Xiao Wangfei Niangniang bijak! Hidup Chen Taifei Agung dan Xiao Wangfei!!"
Huang Mingxiang dan Chen Taifei Agung berdiri, kemudian mereka berdua berjalan keluar dari Aula Kekaisaran. Sebelum benar-benar keluar, Huang Mingxiang dan Rong Xuan sempat saling tatap. Rong Xuan melempar tatapan penuh kebencian, dia benar-benar akan mati dengan membawa dendam yang sangat besar untuk Huang Mingxiang. Tetapi Huang Mingxiang berharap, dia sempat menyadari kesalahannya sebelum benar-benar mati. Di eksekusi kali ini, Rong Xuan akan dipenggal paling terakhir di depan umum. Semoga waktu itu tidak digunakan sia-sia oleh wanita itu.
Ketika Huang Mingxiang hendak menaiki kereta kudanya dan kembali ke Xiao Wangfu, tiba-tiba Baili Ruyi berlari ke arahnya dengan raut wajah ceria. "Wangfei! Wangfei!"
Huang Mingxiang menoleh, bibirnya ikut tersenyum ketika melihat Baili Ruyi tersenyum. "Ada apa, Ruyi?"
"Ini, Wangfei! Ada surat dari perbatasan! Wangye mengirim surat kepada anda! Akhirnya! Setelah tiga bulan menunggu!" Baili Ruyi terlihat sangat senang saya menyerahkan surat tersebut.
Huang Mingxiang tertegun, dia segera mengambil surat itu dan masuk ke dalam kereta, tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih.
Huang Mingxiang membuka surat tersebut, kemudian membacanya di dalam kereta. Chen Taifei Agung memilih untuk memejamkan matanya, kepalanya terasa penat karena sidang barusan.
..."Untuk Wangfei-ku yang paling aku cintai dan hormati sebagai wanita sebening air serta seharum bunga. Kemenangan di perbatasan masih sangat abu-abu, namun kerinduanku padamu sudah sangat jelas. Bagaimana dengan anak kita? Apakah dia laki-laki atau perempuan? Benwang belum menerima kabar apa pun dengan segera karena memang surat ini selalu datang terlambat akibat perang. Jika anak kita adalah perempuan, maka dia pasti akan secantik dirimu. Dan jika dia adalah laki-laki, dia pasti akan sekuat dirimu. Bagaimana keadaan di Ibu Kota? Apa kamu mampu menghadapinya dengan benar? Benwang berjanji akan pulang dengan membawa kemenangan, tetaplah kuat dan tegar, ingatlah bahwa benwang akan selalu berdiri di sampingmu meski tidak hadir secara fisik. ...
...Dari manusia tiran yang hanya tahu mencintaimu, Xiao Muqing."...
Huang Mingxiang tertawa pelan membaca ini, dia segera menghapus air matanya lembut ketika tanpa sadar meneteskan air mata. Astaga ... sejak kapan suaminya pandai menggunakan kalimat-kalimat manis seperti ini?! Benar-benar sangat lucu!
Xiao Muqing ... Kerinduanku padamu juga sama jelasnya. Kembalilah dan peluk diriku agar semua kesepian ini menghilang, sayang.
Huang Mingxiang melipat surat tersebut, lalu menatap keluar jendela kereta kudanya. Sepulang dari Istana, dia harus buru-buru menyusui Xiao Mingyui nanti.
__ADS_1