JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Menggoda Pengantin Baru


__ADS_3

Suasana keakraban terasa diantara keluarga besar yang kini tengah menikmati waktu sarapan masih di NBC Hotel.


Kyai Abdullah, Papa Baskoro, Nick asik menikmati kopi hangat sambil bersenda gurau bersama istri dan anak mereka.


Bunda Amelia begitu telaten melayani segala kebutuhan Papa Baskoro, begitupun Khalisa yang sudah disibukkan oleh Nick dan Caca yang tak mau kalah ingin dilayani oleh Khalisa, keduanya bagai bayi besar dan bayi kecil saja.


Sedang asik santap menu sambil berbincang pasangan penganti baru yang ditunggu-tunggu akhirnya ikut bergabung juga.


"Assalamualaikum." Salman dan Dira kini bergabung bersama.


Salman yang menarik kursi untuk Dira duduk tentu menjadi bahan ledekan semua para tetua disana.


"Waalaikumsalam."jawab semua kompak dan tentu saja dengan senyum-senyum penuh arti.


"Ah senang sekali melihat anak-anak Bunda sudah segar, iya kan Pa?" Bunda Amelia melirik memberikan isyarat pada Papa Baskoro.


"Oma jadi ga sabar dapat kabar bahagia nih, nambah Cucu." Oma Marisa ikut nimbrung.


"Sepertinya putra Abah bahagia sekali!" Kini Kyai Abdullah pun ikut menggoda.


"Papa, Abah, Mom dan Bunda, jangan menggoda Kakak Iparku. Lihat wajah mereka seperti kepiting rebus begitu! Sepertinya sukses ya semalam!" Bukannya meredakan Nick malah bagai kompor meleduk ikut menggoda Dira dan Salman.


Tak bisa menjawab baik Dira dan Salman ingin rasanya membenamkan wajah mereka ke sumur malu dengan candaan keluarga mereka.


Bak kena sariawan dadakan baik Dira dan Salman kini hanya pasrah menjadi bahan ledekan keluarga besar keduanya.


"Salman, Dira kalian kapan mau berangkat honeymoon?"Bunda Amelia mengingatkan.


"Betul itu, Kalian harus memanfaatkan waktu." Oma Marisa mendukung perkataan Bunda Marisa.


"Jangan kepikiran soal perusahaan. Abah akan handle sementara lagi pula Nick bersedia membantu Abah."


Memang si mantan duda mesum kini salah satu menantu laki-laki kesayangan Abah Abdullah.


"Kalian berdua nikmati saja masa-masa indah yang kelak tak akan kalian lupakan sampai kapanpun. Ga usah mikir kerjaan dulu. Ada Bunda dan Papa. Ya kan Pa?" Bunda Amelia sambil menatap Pak Baskoro.


Pak Baskoro, hari demi hari kesehatannya semakin membaik bahkan ia sudah bisa berdiri meski masih belum lama.

__ADS_1


"Betul kata Bundamu Dira, Salman. Sudah berangkatlah Kalian. Happy-happy. Papa doakan segera dapat Cucu buat kita semua." Papa Baskoro tertawa bahagia sekali terbayang ia akan memiliki Cucu rasanya menyenangkan.


Selepas sarapan kini mereka berpecah menjadi kubu para pria dan para wanita.


Abah Abdullah, Papa Baskoro, Nick dan Salman tampak duduk menikmati angin sepoi-sepoi sambil saling berbincang mengenai perusahaan hingga tak lupa menggoda Salman.


"Duh, Duh yang semalam habis nyetak gol! Gimana Kakak Ipar?" Nick mengedipkan sebelah matanya.


Nick dan Salman memandangi Abah Abdullah dan Pak Baskoro yang asik mengenang masa muda mereka.


Tanpa kata-kata senyuman Salman dan jepol terangkat 2 seolah menjawab kekepoan Nick.


"Ah, sudah Aku duga! Mantap! Ini baru Kakak Iparku!" Nick merangkul Salman keduanya kini bagai sahabat bahkan kakak beradik.


"Nah, besok Kakak Ipar berangkat honeymoon. Sudah ada persiapan belum?" Sebagai pemain lama tentu Nick memiliki sepak terjang yang tidak perlu diragukan.


"Kau ini, pikiranmu sepertinya penuh hal-hal yang berkaitan itu saja!" Salman menonjok pelan lengan Nick.


Salman tak menyangka pria berwibawa, kaku, Boss galak dan jutek serta wajah dingin yang menjadi kesan awal saat bergabung di NBC kini berubah drastis saat bersama keluarga menjadi pribadi menyenangkan, hangat dan sayang keluarga.


"Itu sudah naluri Kita sebagai suami. Jadi Kakak Ipar juga harus banyak berkreatifitas mengasah bakat dan skill hingga mumpuni!" Layaknya tutor menasehati siswanya.


"Eits, justru itu bagus Kakak Ipar! Aku bagi pengalaman ya, mendekatlah sedikit." Nick meminta Salman mendekat ia ingin membisikan sesuatu ke Kakak Iparnya yang berusia sebaya dengannya namun masih newbie dalam dunia peranjangan duniawi.


"Kau memang luar biasa! Yakin?" Salman mengernyitkan dahi pada Nick.


"Kalau tidak percaya silahkan dicoba. Jangan salahkan Aku kalau kalian ketagihan!" Nick terkekeh melihat wajah berpikir sang Kakak Ipar.


Sementara di kubu perempuan, tak kalah seru memberikan pembekalan bagi Dira untuk menghadapi acara honeymoonnya yang besok akan mereka lakukan.


"Pokoknya semua sudah Kami atur, ya kan Jeng Amelia?" Oma Marisa yang memang menyiapkan acara honeymoon Dira dan Salman.


"Iya Sayang, pokoknya Kalian nikmati saja. Kami ingin Kalian bisa quality time berdua." Bunda Amelia kini semakin besty dengan Oma Marisa.


Dira dan Khalisa duduk berdua di bawah payung lebar sedikit menepi sementara kedua Oma-Oma sedang menemani Caca yang asik main di area permainan.


"Bagaimana?" Khalisa menyenggol lengan Dira sambil tersenyum.

__ADS_1


Tentu saja Dira paham maksud Khalisa langsung berekspresi teringat kejadian semalam dengan sang Suami.


"Sepertinya sukses dan lancar jaya nich!" Khalisa sudah bisa menebak dari ekspresi wajah Dira.


"Tapi memang masih ngilu-ngilu sih." Dira merasakan sedikit tidak nyaman pagi ini setelah pergulatannya semalam terlebih suaminya kembali mengajak selepas shalat subuh.


"Lama-lama Kamu akan menikmatinya. Percaya deh!" Khalisa sambil mengelus perutnya.


"Percaya Aku. Buktinya udah ada hasilnya disini." Dira ikut mengusap perut Khalisa.


"Aku doakan Kamu dan Kak Salman juga akan segera diberikan keturunan. Biar keluarga kita semakin ramai." Khalisa mendoakan.


"Aamiin. Ah ga nyangka Ca, dulu cuma mengagumi sekarang bahkan bisa menikmati!" Dira malu sendiri dengan ucapannya.


"Aduh, duh! Ini nih Dira yang Aku kenal. Ya dipuas puasin deh menikmatinya. Sampe nular melendung sepertiku."


Khalisa dan Dira tertawa bersama masih tak percaya mereka kini menjadi adek dan kakak.


"Wah sepertinya lagi asik. Ngobrolin apa sih Sayangku?" Nick memeluk gemas Khalisa.


"Kamu pasti ngomongin Kakak ya?" Salman tak kalah ia pun merangkul pinggang Dira yang masih malu dilihat didepan orang.


"Dekat pengantin baru Mas jadi ingin nana ninu, bagaimana kalau kita biar mereka berdua saja Sayang?" Nick mengajak Khalisa.


"Ayo Mas. Sepertinya pengantin baru kita mau meneruskan yang semalam." Khalisa tersenyum.


"Ya Kalian pergilah. Aku juga mau membawa istriku kembali ke kamar." Salman malah membuat kedua suami istri plus adiknya tertawa.


"Siap Pak Ustadz! Silahkan! Ayo Sayang." Nick membawa Khalisa meninggalkan kedua pengantin baru itu.


"Kak Salman jadi bar bar gini. Ga malu?" Dira sudah merona wajahnya tapi dalam hati senang bukan main.


Nyatanya diluar dugaan Dira.


Salman malah menggendong Dira ala bridle bergegas menuju kamar mereka.


"Kak turunkan Aku. Malu pasti dilihati banyak orang." Dira membenamkan wajahnya di dada Ustadz Salman takut melihat ekspresi orang yang melihat mereka.

__ADS_1


"Kalau lagi malu-malu begini, Kamu buat Kakak makin gemes Sayang."


Tentu saja keduanya kembali ke kamar mengulangi pergulatan panas semalam dengan bekal edukasi dari sang adek Ipar gesreknya.


__ADS_2