
Menjalani aktivitas seperti biasa, Khalisa yang kini sudah bersiap akan berangkat ke kantor bersama sang kakak Ustadz Salman.
"Abah Khalisa berangkat ya. Abah jangan lupa minum obat, minum vitamin, terus Abah juga jangan lupa istirahat." Khalisa dengan rentetan pesan untuk Kyai Abdullah.
"Masya Allah Nak, kamu seperti Umma kamu, dulu Umma juga begitu, Alhamdulillah sekarang ada putri Abah yang mengingatkan." Kyai Abdullah senang dengan sederet pesan dari putrinya.
"Bah, Salman berangkat ya, Oh iya Bah Salman nanti langsung ke Singapura ya. Ada meeting mendadak."
"Iya hati-hati. Abah doakan agar lancar. Kalian berdua anak-anak Abah selalu dalam lindungan Allah SWT." seperti semua orang tua pada umumnya doa Kyai Abdullah pada kedua putra dan putrinya tak pernah putus.
"Aamiin." Kompak Salman dan Khalisa mengaamiinkan.
"Bah, kami pamit. Assalamualaikum." Salman dan Khalisa bergantian mencium tangan Kyai Abdullah.
"Waalaikumsalam." Kyai Abdullah menatap kedua anaknya berangkat teriring doa.
*
Sejak lamarannya diterima oleh Khalisa senyum 5 jari selalu menghiasi wajah Nick.
"Mom, Sayang." Nick duduk bergabung dengan Oma Marisa dan Caca di meja makan menyapa dengan tebaran senyum selebar wajah.
"Kau seperti model pasta gigi Nick senyum terus!" Oma Marisa hanya geleng kepala melihat anaknya yang sebentar lagi akan menjadi mantan duda.
"Daddy, Bunda hari ini kerja ga?" Caca menanyakan Daddynya soal Khalisa.
"Kerja dong! Kenapa Sayang?"
"Kok kamu tahu Khalisa hari ini masuk kerja Nick? Pasti semalam kamu menelponnya ya?" Oma bagai mata-mata mencari tahu.
"Kepo ya Mom!" Nick nyipitkan matanya.
"Dasar Bucin!" Ledek Oma Marisa.
"Nanti Caca pulang sekolah ke kantor Daddy ya, mau ketemu Bunda!" Caca memberitahukan pada Nick.
"Iya Sayang." Nick bagai ABG sedang kasmaran dia tersenyum saja.
*
Kedatangan Nick di NBC membuat bingung pegawainya, yang mana wajah Boss yang biasanya seperti beruang kutub, kulkas 2 pintu, kutub utara, es balok atau apalah julukan pegawai untuk Nick yang sedingin es hari ini terlihat lebih sumbringah menebar senyum ceria.
Pegawai yang menyapa Nick dibalas Nick dengan ramah. Tentu saja membuat tanda tanya bagi pegawai NBC meski tak lantas berani secara terang terangan membicarakan perubahan si Boss besar dihadapannya.
"Boss, mau kemana?" Tanya Gusti saat Nick memilih lantai lokasi syuting program tausyiah bukan langsung ke ruang kerjanya.
"Melihat calon istri!" Nick dengan tanpa beban sambil melangkah keluar lift menuju studio.
__ADS_1
Pegawai di studio saling memberi salam kepada Nick saat melihat kedatangan big boss di tengah proses syuting.
"Pagi Boss, Maaf hari ini Kanaya kembali Saya minta sebagai MC, karena MC yang biasa sedang berhalangan dan mendadak baru mendapat kabar." Kepala Divis terlihat tegang takut Nick marah seperti waktu itu. Terlihat mengusap dahi yang berkeringat efek grogi takut kena semprot oleh Nick.
"Bagus! Good idea! Harus banyak inisiatif! Good job!" Nick bahkan memberikan jempolnya pada Kepala Divisi.
"Ba, baik Boss. Terima kasih atas pengertiannya." Masih tak percaya kalau Nick tak marah malah memujinya.
Nick dengan senyumannya ia memandang calon bidadari surga yang kini sedang menjadi MC untuk tausyiah Ustadz Salman.
"Gawat ternyata si Boss udah terserang virus bucin!" Gumam Gusti.
Syuting berjalan lancar.
"Alhamdulillah Dek, lancar syuting hari ini. Btw nanti kamu pulang diantar Iman saja gapapa? Maaf Kakak tidak bisa pulang bareng kamu, Kakak titip Abah ya." Begitulah Ustadz Salman interaksinya dengan Khalisa kini begitu cair mengingat keduanya adalah adik kakak.
"Iya Kak. Kakak hati-hati, biar lancar dan selamat sampai kembali kerumah lagi."
"Aamiin. Dek, calon imam kamu tuh menuju kesini. Cie, yang bentar lagi nikah!" Ledek Ustadz Salman.
"Kakak jangan bikin Caca malu. Orang kantor belum tahu loh!" Tak dipungkiri dalam hati berbunga-bunga manakala ditatap sedemikian rupa oleh sang calon suami yang tersenyum menawan membuat Khalisa salah tingkah dibuatnya.
"Apa perlu saat ini juga aku kumpulkan seluruh pegawai dan mengumumkan bahwa Khalisa Humairah adalah calon istriku?" Nick mendengar perbincangan Khalisa dengan Salman ia menghampiri keduanya menyapa Ustadz Salman dan tentunya memandang lebih dekat wajah yang semalam buat Nick tidak bisa tidur teringat saat ia melamar calon ibu dari anak-anaknya.
"Ah, Kakak ipar, Assalamualaikum. Apa kabar?" Sapa Nick pada Salman kini ramah sekali.
"Ah, ya maafkan kalau dulu aku sedikit menyebalkan." Nick teringat masa-masa ia sangat kesal setiap bertemu Salman.
"Tidak apa-apa. Aku faham kok! Wajar kamu takut kehilangan adikku yang cantik ini." Jawab Ustadz Salman sambil tersenyum melihat kedua insan yang sedang dilanda cinta bagai dunia milik berdua.
"Jadi bagaimana menurut Kakak ipar, perlu aku kabarkan saat ini kepada seluruh pegawai bahwa kami sudah lamaran?" Nick lantas melanjutkan kata-katanya pada Ustadz Salman.
"Sebaiknya seperti itu, kita akan bicara di hadapan public. Akupun harus mengungkapkan hubunganku dengan Khalisa sebagai keluarga agar tidak timbul fitnah. Bagaimana Dek?" Ustadz Salman meminta pendapat Khalisa.
"Jika perlu agar tak terjadi fitnah, maka ayo lakukan." Khalisa memantapkan kedua pria tersebut.
Tak sulit bagi Nick selaku pemilik NBC memberitakan informasi tersebut kepada seluruh pegawainya.
Bahkan informasi tersebut mereka upload juga dalam website resmi NBC.
Tak butuh waktu lama kini ketiganya sudah menjadi hot topik pembicaraan di group-group aplikasi hijau para pegawai.
Sejumlah kepala Divis memberikan ucapan selamat kepada Nick, Khalisa dan Ustad Salman atas kabar membahagiakan ini.
Meski banyak pegawai yang kecewa dan patah hati karena mendengar Nick akan menikah namun terobati bahwa Ustadz Salman adalah Kakak Kanaya aka Khalisa.
Kini fans CEO NBC yang patah hati beralih bermimpi dan menaruh harapan pada pria yang berstatus jomblo yaitu Ustadz Salman.
__ADS_1
Meski menjadi trending topik dan Khalisa harus terbiasa dengan banyaknya yang masih menanyakan langsung kepada dirinya, ya semua harus ia lewati.
Selepas shalat dzuhur dan makan siang Salman, Nick, Khalisa serta Gusti kini berbincang.
"Dek, Kakak pamit ya. Insha Allah besok Kakak sudah kembali. Titip Abah ya Dek. Calon adek ipar, aku titip Caca gede ya. Jangan sampe lecet!" Ustadz Salman dengan pura-pura memasang wajah serius.
"Insha Allah calon kakak ipar, dengan segenap hati aku akan menjaga calon bidadari surgaku dengan aman." Sehangat sinar matahari begitulah yang dirasakan Khalisa oleh sikap Nick saat ini.
"Ya Allah, Aku rasanya seperti nyamuk diantara kalian!" Ustadz Salman bercanda.
Ketiganya tertawa bersamaan.
"Assalamualaikum. Daddy, Om Ustadz, Bunda!" Caca menepati janjinya datang ke kantor Daddynya bersama Oma Marisa.
"Waalaikumsalam." Jawab semua menyambut salam Oma Marisa dan Caca.
Khalisa mencium tangan Oma Marisa begitupun Nick.
Caca mencium tangan Khalisa dan Ustad Salman langsung memilih duduk didekat calon Bundanya.
"Nick Mom mau ajak Khalisa untuk mempersiapkan pernikahan kalian. Khalisa ikut Mom ya, menemui teman Mom pemilik WO, sekalian kamu nanti pilih mau pakai busana seperti apa saat akad dan resepsi nanti." Oma Marisa memang sangat antusias apalagi komunikasi dirinya dan Khalisa semakin intens untuk persiapan pernikaha keduanya.
"Nak Salman, lusa apakah Kyai dan keluarga ada waktu? Oma Mau mengajak untuk fitting seragam keluarga."
"Insha Allah bisa. Sayapun sudah pulang jika lusa. Dek, nanti kamu kasih tahu Abah ya."
"Iya Kak."
Saat semua orang sudah berdiri dan akan melanjutkan aktivitasnya masing-masing, Nick yang akan mengikuti calon istrinya dan Oma Marisa seketika berhenti.
"Kau mau ngapain Nick?" Oma Marisa bertanya.
"Aku akan ikut bersama Mom dan Khalisa, ayo aku antar!" Nick bersemangat.
"NO! Kau kerja saja. Cari uang yang banyak! Kami para wanita ga butuh rayuan gombalmu saja Nick! Sebelum ijab qabul Khalisa akan sama Mom. Titik! Ayo Sayang kita tinggalkan si duda, kamu jangan jauh dari Mom. Jangan mau dimodusin si duda Khalisa!" Oma Marisa senang sekali meledek anak semata wayangnya.
"Astaga! Sungguh terlalu!" Nick mengusap wajahnya melihat Oma Marisa, Khalisa dan Caca pergi sedangkan ia tidak diajak.
"Ayo Boss. Ada meeting. Semangat mencari rezeki Boss! Skincare wanita harganya lebih horor dari makam jeruk purut! Apalagi kalau nanti Bu Khalisa minta Tas yang logonya H!"
"Aku ga akan jatuh miskin kalau hanya itu, bahkan tokonya pun bisa aku beli Gus!" Bukan niat sombong hanya Nick kesal ditinggal oleh ketiganya padahal ia ingin berlama-lama bersama calon istrinya seakan belum puas memandang wajah wanita yang sudah membangun istana di hati Nick.
"Boss, come on!" Gusti melihat Nick masih belum beranjak.
"Ok!" Gaya elegan Nick meski wajahnya cemberut karena tak boleh ikut.
"Astaga!"
__ADS_1
Gusti menepuk dahinya sambil mengikuti langkah Big Boss yang kini kembali wajahnya kakunya.