JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Mencurigakan


__ADS_3

"Sepertinya ada yang aneh. Mencurigakan."


Nick memainkan pulpen ditangannya memutar sambil berpikir mengenai perkataan Kanaya 2 hari lalu.


Bagi Nick, seperti ada yang skip dalam keterangan Kanaya.


Selain itu, Nick juga baru mengetahui bahwa Dira salah satu karyawan NBC mendadak resign.


Nick tampak menghubungi seseorang.


Setelah berbicara beberapa hal Nick menyudahi pembicaraannya.


"Sebetulnya apa motif dibalik semua ini?"


"Apa mungkin ini perbuatan mantan suaminya?"


"Awas saja jika cecunguk itu berani mengusik Kanaya, aku pastikan dia tak bisa lagi melihat sinar matahari!"


Meski belum terlalu lama mengenal Dira, namun Kanaya merasakan kehilangan sahabat sekaligus adik yang selama beberapa bulan ini selalu bersama.


Tak tahu alasan apa sebetulnya alasan Dira resign.


Entah hati Kanaya merasa ada hal yang disembunyikan Dira.


"Apa iya waktu itu aku pingsan dijalan?"


Kanaya mencoba mengingat lagi, namun Kanaya sepertinya merasakan ada hal lain.


Kanaya tak terlalu ingat, karena saat terbangun ia melihat Dira ada disampingnya dan Kanaya berada di klinik.


"Semoga dimanapun kamu berada, Allah selalu melindungimu Dira." Batin Kanaya berdoa dalam hati.


"Sampai kapan kamu akan bersembunyi disini Mel?"


Wanita baya yang bernama Amelia termenung menatap ke arah luar jendela.


"Aku tak sanggup bila harus bertemu anak dari selingkuhan suamiku."


"Tapi, jika Baskoro menemukanmu bisa habis kamu. Kau tahu sendiri bagaimana perangai Baskoro."

__ADS_1


"Aku sudah tidak tahan, kali ini aku mengikhlaskan. Biarlah dia mencari kebahagiaannya sendiri. Toh kini putrinya sudah ia temukan."


Ada pilu di hati wanita yang tak lagi muda. Sorot matanya terlihat sendu dan tampah lelah dalam raut wajah wanita yang masih terlihat cantik meski berusia senja.


"Boss, kita mendapat undangan kerjasama dari Mr. Max. Beliau mengadakan gala dinner. Ini invitationnya." Gusti memperlihatkan undangan digital pada Nick.


"Max weber. Pengusaha asal Itali yang desas desusnya anggota salah satu mafia. Aku malas berurusan dengan orang seperti itu!" Nick tak ingin memenuhi undangan dari pria yang menurut rumor terlibat dalam dunia mafia.


"Sebaiknya Boss datang, lebih baik kita jangan cari masalah dengannya." Gusti memperingatkan.


"Nanti kupikirkan." Nick bukannya takut hanya saja ia enggan terlibat dalam dunia kotor seperti itu.


Nick selalu ingat pesan almarhum Daddynya dalam berbisnis.


Nick pegang betul setiap pesan dan wejangan dari mendiang Daddynya.


"Gus, bukankah kamu bilang saat Kanaya tidak ada kabar, Dira lebih dulu menghilang sebelum ia akhirnya resign?"


"Menurut tetangga mereka seperti itu Boss. Namun bukankah Bu Kanaya sendiri mengatakan ia pingsan dijalan lalu Dira menemaninya saat siuman. Memang ada apa Boss?"


"Aku curiga ada sesuatu. Coba cari tahu entah dari cctv atau apapun. Sepertinya ada yang janggal!"


"Cie si Boss sepertinya khawatir Bu Kanaya diganggu mantan suaminya ya?" Tebakan Gusti.


Kalem Babang Nick, gapapa kok! Emang gitu, awalnya mah ga ngaku, tapi lama-lama akan bucin pada waktunya. Awas aja, masih Author pantau, ya kan Mak-Mak Readers!.


"Ga usah sok tahu! Lakukan saja apa yang aku suruh! Semakin kesini, kau semakin bawel dan banyak omong! Mau aku gantung kau di patung garuda wisnu kencana! Huh!" Nick dengan segala kehormatannya menjaga martabatnya agar tidak jatuh diledek sang asisten.


"Ya ga mau lah Boss! Walaupun Saya orang Bali ga mesti di gantung di GWK juga kalee." Gusti yang sebal dengan mulut asal Big Boss.


"Ya sudah lanjutkan pekerjaannmu. Kau belakangan seperti Mak-Mak Readers yang selalu kepo dengan diriku!" Nick mengusir Gusti dari ruangannya.


"Bukan kepo Boss, tapi kita semua perhatian sama si Boss! Jangan sampai ditikung sama Ustadz Salman. Bukan Saya yang ngomong loh Boss, Saya cuma menyampaikan ancaman Mak-Mak Readers buat Boss!"


Nick menimpuk mulut bawel asistennya namun dengan cemas Gusti menghindar dan memilih keluar dari ruang si Boss killer.


"Heran, punya asisten! Aku yang menggajinya, kenapa dia jadi membela Mak Mak Readers sih! Pasti ini hasutan Author! Hih menyebalkan!" Nick mendengus kesal memilih melanjutkan menandatangani dokumen dihadapannya.


"Abah, jangan lupa obatnya diminum ya. Insha Allah selesai urusan disana beres, Salman segera kembali." Ustadz Salman hari ini akan bertolak ke Singapura menghadiri undangan jamuan bisnis tak lupa mengingatkan Kyai Abdullah akan menjaga kesehatannya.

__ADS_1


"Iya. Insha Allah Abah tidak lupa minum obat dan vitamin. Lagi pula Abah kan mau sehat dan panjang umur. Biar bisa melihat menantu dan cucu Abah." Kyai Abdullah senang sekali menggoda putra sulungnya yang selalu kicep jika disinggung soal jodoh dan menikah.


"Abah ini selalu dikaitkan kesana arahnya. Ya sudah Salman pamit. Abah jaga kesehatan. Assalamualaikum."


Meraih tangan Kyai Abdullah menyalami saat pamit pergi begitulah Salman dalam kesehariannya selalu meminta doa kepada sang Ayah.


"Waalaikumsalam. Hati-hati dijalan."


"Alvin, pokoknya Mom ga mau dengar kamu bikin masalah lagi! Sudah Mom katakan, buang dia dari pikiran kamu! Seharusnya kamu berpikir bagaimana menjadi semakin sukses dan mendapat istri dari keluarga terpandang dan kaya raya!"


"Mommy! Bisa tidak kali ini Mommy tidak ikut campur soal pribadi dan hidup Alvin! Mommy lupa? Karena Alvin menuruti omongan Mommy, lihat Mom! Alvin menjadi bodoh dengan mempercayai wanita sialan itu!"


Alvin yang sedang mematut diri dicermin bersiap pergi malah terlibat adu mulut dengan sang ibu.


"Ya, Mom akui kita ditipu oleh Bella! Tapi bukan berarti kamu bisa kembali dengan wanita miskin itu Alvin! Mom tidak rela, kau kembali dengannya!"


"Terserah Mom mau terima atau tidak! Yang pasti Alvin akan kembali membuat Kanaya bersama Alvin!"


"Kau memang susah diatur!"


"Jeng Marisa bukankah itu calon menantu Anda?"


Salah seorang teman sosialita Oma Marisa menunjuk kearah dimana Sonia dengan seorang pria sedang begitu dekat.


"Aku tidak mungkin memiliki calon menantu seperti itu, calon menantuku itu wanita yang sholeha. Cantik, dan pastinya ia selalu ada di dekat putraku!"


"Apakah calon menantumu bekerja di NBC? Wah jadi penasaran, siapa wanita beruntung itu?"


"Tenang saja, kalian akan tahu pada saatnya!"


"Ya kami tunggu undangannya ya Jeng!"


Anggukan Oma Marisa sambil melirik Sonia yang begitu dekat dengan seorang pria.


"Pilihanku tidak salah. Sejak awal aku memang tidak suka dengannya!" Gumam Oma Marisa dalam hatinya.


"Tuan!" Beberapa mua dan orang butik yang sejak tadi kesulitan membujuk Dira kini menunduk hormat saat Baskoro masuk menghampiri.


Gerakan tangan Baskoro meminta semua yang ada dikamar itu keluar meninggalkannya hanya berdua dengan Dira.

__ADS_1


"Kau masih ingat dengan kesepakatan kita? Jangan banyak tingkah! Cepet bersiap atau akan kuhancurkan perusahaan tempat kau bekerja. Ingat, aku tidak pernah main-main dengan ucapanku!"


Cengkraman tangan Baskoro didagu Dira segera ia lepaskan dan pergi meninggalkan Dira yang menahan amarahnya.


__ADS_2