
Nick menutup dengan ucapan salam selesai shalat berpaling dari kiri ke kanan seraya berbalik badan terlihat wajah cantik istrinya yang tampak banjir airmata.
Khalisa menyambut uluran tangan Nick selepas shalat mencium tangan Nick dengan takzim untuk kedua kalinya selepas akad dan saat ini.
Nick mendekatkan diri mengecup kening Khalisa begitu lembut dan membiarkannya lama hingga rasa tenang dan hangat mengalir dalam sanubari keduanya.
Perlahan jemari panjang Nick membelai lembut, mengusap pipi Khalisa yang basah oleh airmata kebahagiaan.
"Sayang, aku janji mulai saat ini aku sekuat tenaga tidak akan membiarkan airmata ini mengalir dari netra indahmu selain karena kebahagiaan."
Khalisa bersyukur Nick begitu lembut dan Khalisa baru mengetahui sisi lain Nick yang romantis bila dengan pasangan halalnya.
Melihat rona tersipu Khalisa membuat debaran jantung Nick seakan memacu gairah yang telah lama padam kini kembali bergejolak melesak hebat terbukti manakala si Joni kembali siap setelah sebelumnya dengan sudah payah ia tiarapkan.
"Mas, ada apa?" Khalisa melihat wajah gelisah Nick.
"Sayang, apakah malam ini aku boleh membawamu menuju surga cinta kita?" Nick dengan suaranya yang mulai memberat dengan tatapan sayu penuh hasrat membuat Khalisa mengertian maksud tersirat sang suami.
Nyatanya Khalisa adalah wanita sholehah yang paham akan hak dan kewajibannya dengan anggukan sambil menundukkan wajah memberikan persetujuan pada sang nahkoda bahwa kapal siap berlayar.
Manik biru Nick bersinar bagai gayung bersambut sesaat lagi ia akan berlayar mengarungi samudera cinta menuju surga dunia.
Perlahan Nick mendekatkan wajahnya ingin kembali mereguk manis si kenyal merah delima dihadapannya yang membuat candu meski baru sekali ia rasakan.
"Mas, jangan lupa, doa dulu. Masih ingatkan doanya?" Jemari Khalisa menghentikan bibir sensual Nick yang nyaris mendarat mulus membuat sang pertarung kembali dalam posisi semula.
Sambil tersenyum mendekatkan diri berbisik di telinga Khalisa Nick melafazkan doa yang Khalisa tahu sebentar lagi keduanya akan memulai menjelajahi savana cinta, melewati pengunungan terjal mencari sumber mata air yang mampu melepaskan dahaga sang mantan duda, hingga keduanya merasakan apa yang selama ini telah mati menjadi bersemi kembali.
Keduanya bukanlah gadis dan jejaka. Sama-sama pernah merasakan manisnya berumah tangga meski terpisah oleh suratan nasib yang telah ditakdirkan.
__ADS_1
"Katakan padaku jika kamu merasa tak nyaman atau sakit Sayang." Bisikan Nick ditelinga Khalisa meremangkan sang ratu dalam kungkungan raja yang kini sedang bertahta.
Luar biasa, tak maksud membandingkan, namun perlakuan Nich yang begitu lembut bagaikan Khalisa sebuah porslen yang mudah retak hingga tiap sentuhan Nick pada inchi demi inchi lekuk tubuh sang istri yang halus bagai pualam begitu melenakan nyaris tanpa cela.
Begitupun Nick betapa ia mendapat durian runtuh, Khalisa yang belum pernah mengandung dan melahirkan seakan Nich merasakan wanita dalam kungkungannya bak gadis yang baru saja melewati malam pertama.
Nich menatap memuja seolah tak bosan matanya hingga enggan berkedip betapa pahatan sempurna dihadapan matanya membangkitkan gejolak naluri kelaki-lakiannya begitu menggebu tak ingin usai seakan telah menjadi candu.
Khalisa awalnya menahan sebisa mungkin agar suara-suara cinta nya tak terlepas namun tak bisa ia pungkiri permainan Nich begitu luar biasa memabukkan hingga nada-nada cinta yang membuat Nick makin bergairah lepas landas dari si merah delima menambah hasrat yang semakin membuncah.
Khalisa adalah wanita yang terjaga perilaku dan pergaulannya.
Ia hanya mengenal seorang pria yang tiada lain adalah mantan suaminya Alvin.
Namun meski desas desus obrolon kotor yang sering ia dengar mengenai pria blasteran dengan segala keunggulannya terutama terkait urusan ranjang dan onderdilnya, kini Khalisa akui ia sepakat bahwa itu tak sekedar isapan jempol belaka.
"Sayang, jangan malu, ayo sapa, itu namanya si Joni!" Tawa Nick memperkenalkan juniornya manakala melihat wajah Khalisa terkejut ketika dengan cepat Nick melempar kain terakhir yang menutupi dirinya.
"Mas, itu beneran muat?" Wajah ngeri Khalisa malah membuat Nick semakin gemas dengan tingkah istrinya yang dianggap Nick lucu.
Dengan cepat dan jahil Nick malah membawa tangan Khalisa berkenalan langsung dengan si Joni.
"Mas!" Khalisa menarik tangannya kaget betapa ia terkejut oleh tingkah jahil Nick kepadanya.
"Kenapa?" Tatapan mesum Nick semakin membuat Khalisa terbata-bata namun masih kembali penasaran ingin kembali memastikan meski ragu-ragu dengan apa yang ia lihat.
"Pegang aja Sayang, diusap juga boleh. Biar lebih akrab." Nick menaikkan kedua alisnya menggoda Khalisa yang terlihat penasaran tapi takut-takut.
"Enggak ah. Keras. Besar lagi. Kayak kentongan poskamling!" Ceplos Khalisa dengan polosnya.
__ADS_1
Nick dibuat tertawa olah ucapan istrinya yang polos dan Nick baru sadar nyatanya istri meski bukan yang pertama kali dalam situasi seperti ini namun masih sangat lugu.
"Tapi si Joni ini yang bakal bikin kamu enak Sayang, mau coba?" Nick yang sudah diubun-ubun maklum lama tutup sangkar kini seakan siap landas melepas rudal yang sudah siap tempur.
"Pelan-pelan ya Mas." Khalisa membayangkan seperti apa bila si Joni masuk kandang apakah muat.
"Kalau sakit kamu bisa mencakar punggungku. Tapi setelah itu di akan buat Kamu enak Sayang."
Tanpa basa basi memastikan lembah siap disambangi tanpa mengulur waktu lagi si Joni bertamu dengan membawa amunisi siap mengisi cawan madu wanita si pemilik hati seorang mantan duda oleh benih-benih premium yang segera bertebaran melahirkan generasi kedua Nicholas Bryan.
******* manja lolos dari bibir merah delima milik Khalisa manakala si Joni mendarat selamat meski beberapa kali kesulitan mencari celah dalam lorong yang masih sempit dan gelap.
Keringat yang bercucuran dan menetes dari dahi keduanya seakan menjadi saksi malam panjang sepasang pengantin baru dan berubah status dari mantan duda dan mantan janda kini berasyik mahsyuk bertukar butiran cinta yang akan abadi sepanjang masa.
Khalisa akui stamina sang suami begitu luar biasa, beruntung ia bisa mengimbanginya hingga tak kurang 3 putaran mereka habiskan hingga masuk waktu sepertiga malam.
"Terima kasih Sayang. Semoga kelak disini akan Allah titipkan keturunan yang sholeh dan sholeha. Namun jika belum jangan berkecil hati, itu artinya kita harus sering-sering mengulanginya Sayang." Sambil mengusap lembut perut rata Khalisa yang halus sedikit menggoda dengan jahil ala Nicholas Bryan si mantan duda es balok.
"Itu sih memang kamu yang mesum Mas. Aku tidak menyangka boss killerku nyatanya mesum sekali!" Khalisa dengan bibirnya yang sedikit mengerucut tanpa sadar kembali membangunkan si Joni yang sudah lemah terkulai.
"Sayang, jangan menggodaku, lihat tuh, si Joni kembali posisi sempurna. Ayo?" Nich menggerakkan kedua alisnya memberi kode kepada Khalisa.
"Kita tahajud sama-sama dulu yuk suamiku Sayang." Khalisa berniat melepaskan diri namun bukan terlepas kedua tangan Nick masih betah melingkar erat di pinggang ramping sang istri.
"Ok. Tapi kiss me baby!" Nick menunjuk bibirnya.
"Muach!"
Nick sebetulnya hanya menggoda ia tahu Khalisa masih malu-malu sejak tadi, namun baru saja permintaannya dikabulkan oleh Khalisa membuat Nick terkejut sekaligus senang bukan kepalang.
__ADS_1
Melihat Nick yang terbengong-bengong dengan ulahnya, Khalisa buru-buru melepaskan diri menuju kamar mandi bersiap untuk mengajak sang suami shalat tahajud bersama untuk pertama kali.