JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
SAH


__ADS_3

"Ananda Nicholas Bryan, Saya nikahkan dan kawinkan Ananda dengan putri kandung Saya Khalisa Humairah binti Abdullah Basalamah dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan logam mulia seberat 1000 gram, dibayar tunai!" Kyai Abdullah menikahkan langsung putri kandungnya Khalisa Humairah dengan Nick yang kini duduk berhadapan dengannya sambil menggenggam tangan untuk melaksanakan ijab qabul hari ini.


"Saya terima nikah dan kawinnya Khalisa Humairah binti Kiai Abdullah Basallamah dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan logam mulia seberat 1000 gram dibayar tunai!" Dalam satu tarikan nafas Nick lancar mengucapkan qabul dan SAH menjadi suami dari bidadari surganya Khalisa Humairah.


"Bagaimana para saksi?" tanya petugas sekaligus penghulu dari kantor urusan agama yang turut hadir mencatat legalitas pernikahan keduanya agar SAH secara agama maupun catatan sipil negara.


"SAH!"


"SAH!"


"SAHHHHHHH!"


"Barakallahu lakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fi khair."


“Semoga Allah karuniakan barakah pada kalian berdua, dan semoga Ia limpahkan barakah atas kalian berdua, dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Daud no. 2130)


Sahutan kata SAH kedua saksi bersamaan dengan semua yang menyaksikan akad nikah Nick dan Khalisa bersamaan.


"Alhamdulillah." Kompak terdengar ucapan rasa syukur dari semua pihak tak terkecuali pengantin baru yang kini berstatus suami dan istri.


Wajah-wajah haru dan bahagia tampak dalam raut Kyai Abdullah dan Oma Marisa.


Kedua orang tua itu begitu lega manakala kedua putra putri mereka kini sudah resmi dalam ikatan pernikahan.


Bagi Kyai Abdullah, ia akhirnya merasakan bagaimana perasaan seorang ayah melepas putrinya, menikahkan dengan laki-laki pilihan dan jodoh yang Allah takdirnya.


Tentu ada rasa sedih sekaligus bahagia karena memang sejatinya tugas akhir seorang ayah adalah menikahkan.

__ADS_1


Karena sejak ijab qabul terucap tugas dan tanggung jawab seorang ayah terhadap anak perempuannya sepenuhnya kini dilanjutkan oleh suaminya.


Khalisa meraih uluran tangan suaminya untuk ia cium sebagai bakti pertama seorang istri.


Degup jantung yang sejak tadi bertalu-talu dalam diri keduanya kini malah semakin berdebar kencang manakala untuk pertama kali saling bersentuhan.


Nick merasakan dingin sekali tangan Khalisa saat mencium tangannya.


Setelah Khalisa mencium tangan Nick yang saat ini resmi sebagai suaminya, begitupun Nick membalas dengan kecupan di dahi Khalisa yang telah halal bagi Nick karena kini wanita yang membuat dirinya bisa kembali bangkit dan merasakan cinta kembali.


Bergetar manakala bibir lembut Nick mendarat mulus didahi Khalisa bagai tersengat listrik dan gelayar meremang ditubuhnya meski ini bukanlah pernikahan pertamanya namun tetap saja ini pertama kali Khalisa seintim ini dengan seorang Nicholas Bryan, Boss jutek, galak, killer bin nyebelin yang Allah takdirkan menjadi pasangan sehidup sesurga.


Nick memasangkan cincin pernikahan bertahtakan berlian di jari manis Khalisa yang begitu cantik dengan hiasan henna merah di kulit putih bersih nan lembut.


Keduanya diminta untuk berfoto menunjukkan buku nikah dihadapan semua yang hadir terekam jelas dalam bidikan lensa kamera tentu akan menjadi kenangan indah dimasa yang akan datang saat keduanya menua bersama.


Khalisa maupun Nick kini bergantian meminta doa dan restu kedua orang tua mereka.


"Anakku Nicholas Bryan, imam putriku, tolong jaga dan bimbinglah Khalisa, engkau mungkin merasakan saat tadi Abah mengucapkan lafaz ijab sebelum engkau sambut dengan qabul. Itu adalah isyarat Abah menitip amanah ini padamu. Maka ambillah putriku sebagai isteri sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggung jawab atasnya."


"Dengannya dan bersamanya lah kamu beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’alaa, di dalam suka, di dalam duka. Gaulilah ia secara baik. Terimalah ia sepenuh hati, kelebihan dan kekurangannya."


"Bimbing dan tegur saat ia salah, jangan kasari ia, karena Abah orang pertama yang memeluknya, orang pertama yang menciumnya, orang pertama yang mencintainya, sebelum kamu hadir memilih dan menjadikan ia makmummu."


"Maka, kami berharap kamu adalah orang yang bisa bersamanya selamanya. Kalian berdua menikah itu adalah ibadah,  maka menyelesaikan persoalan-persoalan dalam rumah tangga juga bernilai ibadah, tetap sabar dan dengan saling menghargai dengan cara terbaik."


"Bangunlah pondasi rumah tangga kalian dengan kokoh, yaitu dengan agama, bukan dengan cantik, ganteng atau kaya, karena semua itu akan luntur. Bangunlah kehidupan rumah tangga yang berlandaskan iman dan taqwa."

__ADS_1


"Abah titip Khalisa ya Nick," Kiai Abdullah memeluk Nick dengan derai airmatanya yang tak berhenti menetes.


"Insha Allah Nick akan selalu mengingat pesan Abah, jangan sungkan tegur Nick bila suatu saat Nick khilaf." Nick mencium dengan takzim tangan Kyai Abdullah yang kini adalah ayah mertuanya.


"Sayang, Khalisa anakku, jadilah istri dan pendamping yang senantiasa saling berbagi dalam suka dan duka, saling memahami satu sama lain, saling mengingatkan dalam segala hal, saling melengkapi satu sama lain. Sayang, Mom selalu berdoa agar kamu dan Nick menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan amanah. Sayangi Caca sebagaimana putrimu sendiri." Mommy Marisa memeluk dengan linangan airmata membasahi pipinya dengan penuh rasa bahagia.


"Insha Allah Mom, Khalisa akan selalu mengingat nasehat Mom jangan sungkan untuk menegur Khalisa jika Khalisa salah. Karena Mom sejak kini hingga kapanpun adalah ibu bagi Khalisa. Khalisa Insha Allah juga akan menyayangi Caca seperti anak kandung sendiri." Khalisa mencium tangan Mommy Marisa dengan takzim dan rasa baktinya sebagai putri.


"Khalisa Humairah putri Abah tercinta, Nicholas Bryan adalah imam pilihanmu ia adalah lelaki terbaik yang akan membimbing dan menuntunmu ke SurgaNya, maka taat dan patuhlah padanya, jaga kemulian dan kehormatannya, dia sosok yang Abah amanahkan melalui lafaz ijab tadi. Ia sosok yang akan mendampingimu, apapun yang ada padanya itulah yang terbaik yang Allah anugerahkan untukmu, kalau ada kekurangan maka saling melengkapi."


"Ketahuilah anakku, di dunia ini jangan pernah engkau mencari kesempurnaan, karena sampai kapanpun dan kemanapun kamu mencarinya tidak akan pernah engkau temukan itu di dunia ini, maka sekali lagi papa ingatkan, terimalah ia apapun adanya."


"Oleh karena itu, Khalisa Humairah putri Abah tersayang, mulailah menata awal kisah cinta ini dengan pria yang baru saja mengucapkan lafaz qabul, jangan pernah bandingkan suamimu dengan lelaki mana pun. Karena ia juga sedang menahan diri agar tidak membandingkanmu dengan wanita manapun."


"Khalisa Humaira putriku sayang, bahwa surgamu kini telah berpindah ke lelaki pilihanmu, maka Jadilah istri yang taat, bertanggung jawab dan menggapai ridhaNya sebagai jalan menuju ke Surga." Kyai Abdullah memberikan wejangan kepada putrinya sekaligus mengingatkan Khalisa bagaimana menjadi istri yang sholeha, senantiasa menjadi istri yang berbakti kepada suaminya.


"Terima kasih Abah, berkat Abah dan Umma Khalisa ada di dunia ini selain dari takdir Allah SWT. Insha Allah Khalisa akan mengingat pesan dan nasehat Abah. Doakan Khalisa agar menjadi istri yang sholeha, istri yanh bisa sehidup sesurga bersama pria yang kini menjadi suami Khalisa." Khalisa dalam pelukan Abahnya memohon doa restu untuk rumah tangganya.


"Nick putra Mom, ketahuilah bahwa istrimu adalah tulang rusukmu yang telah kamu temukan, sebagaimana tulang yang membangun badanmu, maka lindungi dia dengan darah dan dagingmu, bahwasanya istrimu adalah penyeimbang dalam kehidupanmu, maka dengarkanlah dia, berikan perhatian kepadanya tiap saat sehingga dia akan selalu merasa dihargai."


"Nick, seperti Mom ini, dia juga akan mengandung buah cinta kalian, dia akan merasakan cobaan yang besar selama mengandung, maka jagalah dia, sayangi dia, kuatkanlah dia sebagaimana dia menjaga buah hatimu selama mengandung."


"Nick, kamu adalah pemimpin keluarga kecilmu kelak, jadilah imam yang arif, bijaksana serta pintar, niscaya keluarga kecilmu akan merasakan kedamaian luar biasa."


"Nick putraku, kamu adalah punggung keluargamu, jangan lah kamu sekali kali mengeluh, karena keluhanmu hanya akan membuat istrimu sedih, seorang suami dan ayah harus siap menderita untuk keluarganya."


"Nick, sejak bayi sampai sekarang kamu akan menikah, Mom tak pernah menuntutmu atau memintamu sedikitpun, Mom hanya berharap, perlakukan istrimu sebagaimana kamu memperlakukan Mom, karena Istrimu juga adalah seorang ibu dari anakmu." Sebagai seorang ibu Oma Marisa memberikan Nick wejangan dan pesan agar putranya bisa menjadi suami dan ayahnya baik bagi keluarganya.

__ADS_1


"Terima kasih Mom atas segala yang Mom berikan kepada Nick selama ini, Maaf Nich banyak salah dan belum mampu belas semua pengorbanan yang Mom berikan kepada Nick. Doakan Nich agar bisa dan selalu ingat akan tugas dan tanggung jawab Nick sebagai seorang putra, suami dan ayah bagi keluarga." Nick memeluk Oma Marisa menumpahkan tangis harusnya dalam buaian wanita yang terlah melahirnya ke dunia.


"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum: 21)


__ADS_2