JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Resepsi


__ADS_3

Setelah melewati akad nikah yang mengharu biru saat ini Khalisa dibantu oleh tim MUA dan Penata Busananya bersiap untuk acara resepsi yang kurang lebih 2 jam lagi akan berlangsung.


Meski sudah SAH baik Nicm maupun Khalisa masih belum bisa berdua karena Oma Marisa sengaja memisahkan keduanya agar acara resepsi bisa berjalan lancar tanpa ada kendala susah jalan dan stempel kepemilikan ulah sang mantan duda.


Tentu saja Nick yang sudah ingin berduaan dengan sang istri terpaksa gigit karena harus menuruti perintah ibu suri siapa lagi tentu saja Mommy Marisa.


"Mom, please lah, memang apa yang aku lakukan? Aku hanya ingin melihat istriku." Rengek Nick setelah akad saat jeda istirahat sebelum pelaksanaan resepsi.


"Mom tidak percaya ucapan mantan duda sepertimu Nick! Sudah sana kamu minta Gusti menemani, pokoknya jangan dekati menantu Mom dulu, bisa repot urusannya." Mom Marisa yang tahu akal bulus putranya demi menyelamatkan Khalisa yang akan menjadi ratu malam ini segera menggandeng sang menantu bersama dirinya menyelamatkan dari gangguan mantan duda yang menjelma bagai singa kelaparan.


Tahu dong readers apa yang ada dipikiran Mom Marisa.


"Ukh, Mom tidak paham sekali perasaan anaknya!" Nick menghembuskan nafas kasar sambil menggerutu.


"Sabar Boss, masih ada nanti malam!" Bisik Gusti sambil mengajak Nick menuju kamar untuk beristirahat sebelum mereka sore hari akan bersiap.


"Benar Gusti, Kau ini, masih bujangan otakmu kotor sekali ternyata!" Nick tersenyum-senyum sendiri membayangkan indah malam pertamanya dengan Khalisa.


Sentuhan MUA terkenal dengan karya designer kenamaan membuat Khalisa Humairah yang memang sudah cantik semakin mempesona saja. Ditambah crown cantik bertahtakan berlian karya seniman perhiasan ternama begitu indah bertahta diatas kepala Khalisa yang tertutup jilbab.


"Masya Allah Sayang, Menantu Mom cantik sekali." Mom Marisa saat masuk ke ruang make up setelah Khalisa selesai.


"Bunda aku cantik banget sih! Peluk!" Caca sejak pagi begitu bahagia karena mulai hari ini akan ada Bunda yang menemani hari-harinya.


"Putri Bunda lebih cantik malah! Sini Sayang peluk Bunda!" Khalisa membawa anak sambungnya memeluk erat penuh kasih sayang.


Sementar di kamar lain Nick dibantu oleh tim designer untuk bersiap menggunakan taxedo berwarna senada dengan gaun yang dipakai Khalisa.


Pesona ketampanan seorang Nicholas Bryan memang tak terbantahkan.


Jika Duda saja Nick begitu mempesona, kini jadi suami orang terasa lebih menggoda jiwa-jiwa jomblo yang haus akan kasih sayang.


Begitupun Kyai Abdullah, Ustadz Salman, Mommy Marisa dan Caca semua sudah rapi siap mengiringi raja dan ratu yang akan duduk disinggasana pelaminan.


Saat pintu ballroom NBC Hotel terbuka semua mata para undangan yang sebagian besar didominasi oleh rekan dan relasi bisnis Nick, sanak family, keluarga besar pesantren, bu Fatma beserta adik-adik Khalisa dipanti, serta kerabat kedua belah pihak tampak menghadiri resepsi pernikahan Nick dan Khalisa.


Semua mata tertuju pada pasangan pengantin yang serasi, tampan dan cantik, dengan balutan busana dengan warna senada membuat seakan yang memandang berdecak kagum hingga nyaris tak berkedip.


Meski Khalisa ingin resepsi sederhana namun Mom Marisa membujuk sang menantu membuat lebih megah demi menghormati undangan yang tentu saja bukan dari kalangan biasa.

__ADS_1


Tentu saja Khalisa akhirnya mengiyakan mengingat niat mereka adalah memuliakan undangan bukan untuk riya dan pamer.


Berjalan perlahan dengan menggandeng istri yang belum genap 24 jam membuat jantung Nick masih berdebar dengan cepat.


Meski ini adalah pernikahan kedua baginya tetap saja gugup pasti ada, apalagi berdampingan dengan wanita secantik Khalisa membuat si mantan duda sudah berimajinasi kemana-mana.


Khalisa yang mengalungkan tangannya saat berjalan menuju pelaminan seketika terkejut manakala nick meraih sekilas tangan yang terbalut lapisan tile dikecup oleh suaminya.


Melihat wajah terkejut Khalisa membuat gemas Nick dan tidak tahan untuk menggoda sang istri.


"Sayang, kok kaget gitu sih? Aku baru kecup tangan kamu loh, belum yang lain!" Seringai dengan tatapan penuh maksud terlihat jelas diwajah Nick membuat Khalisa semakin nervous tak bisa membayangkan seperti apa nanti malam.


Untung saja wajah Khalisa tertutup Make Up, jika tidak tentu rona semu merah akan tersirat dari kedua pipinya.


Kini sang raja dan ratu sudah duduk manis disinggasana menanti para undangan yang antri memberi ucapan selamat serta doa bagi keduanya.


Kyai Abdullah dan Oma Marisa mendampingi keduanya sesekali tersenyum melihat kedua pasangan pengantin baru yang terlihat bahagia dengan saling melempar senyum.


Sederet undangan bergantian memberikan selamat kepada kedua mempelai tak terkecuali pegawai NBC beserta seluruh relasi, klien dan mitra bisnis Nick.


Selain itu media juga tak ketinggalan meliput acara resepsi pernikahan Big Boss NBC.


"Selamat Nick, doa terbaik untukmu dan istrimu." Tuan David di dampingi putrinya Sonia Hofman tampak datang memberikan ucapan dan selamat kepada keduanya.


"Terima kasih Tuan David." jawab Nick begitupun Khalisa.


Sementara terlihat Sonia yang lebih cuek namun memaksakan untuk tersenyum sambil mengucapkan selamat.


Namun mata Khalisa tiba-tiba menatap seseorang yang naik kepelaminan membuat ia terkejut sekaligus tak percaya, sedikit berkaca-kaca betapa ia rindu akan seseorang yang kini datang diacaranya.


"Mbak Kanaya! Ups, maksudnya Mbak Khalisa!"


"Dira! Kamu tuh! Aku kangen betul sama kamu. Kamu tega ya ngegosting aku! Masya Allah tabarakallah. Aku pangling melihat kamu Dira. Cantik sekali kamu Dira!" Khalisa tak kuasa langsung memeluk sahabat sekaligus teman yang sudah ia anggap seperti adik sendiri kini secara tak terduga bisa hadir di resepsi pernikahannya.


"Mbak Khalisa itu yang makin cantik! Apalagi sekarang, Masya Allah, seperti bidadari syurga! Maafkan aku ya Mbak, pergi tanpa pamit. Jika dibahas panjang kalau diceritakan. Lain waktu kita ngobrol ya! Pokoknya selamat buat Mbak Khalisa dan Pak Boss semoga samawa dan cepet kasih aku keponakan sekaligus 2 cewek cowok yang cantik, ganteng, sholeh dan sholehah." Dira masih tetap ceria meski kini telah menutup auratnya membuat kecantikannya semakin terpancar.


"Aamiin. Makasi ya Dira. Pokoknya setelah ini kamu ga boleh ngegosting lagi ya! Aku bakal iket dipohon toge kalo berani ngilang. Dan aku turut prihatin soal Papa kamu yang sedang sakit. Semoga lekas sembuh." Khalisa mengetahui kabar tersebut dari Nick dan memang sempat diberitakan di TV.


"Aamiin. Terima kasih." Ada semburat kesedihan dalam tatapan Dira saat mengingat kondisi ayahnya, Papa Baskoro.

__ADS_1


"Khalisa dan Tuan Nick selamat ya, semoga kalian selalu berbahagia, saling setia hingga maut memisahkan." Nyonya Amelia yang datang bersama Dira memberikan ucapan kepada kedua mempelai.


"Terima kasih Nyonya Amelia atas doanya." Jawab Nick dan Khalisa.


"Nak Selamat ya, Ibu dan adik-adik semua mendoakan kamu dan Nick bisa berbahagia hingga maut yang memisahkan." Bu Fatma dengan haru memeluk Khalisa.


"Ibu terima kasih berkat kebaikan Ibu, Khalisa bisa berdiri disini dan merasakan kebahagiaan seperti hari ini." Kilasan demi kilasan masa-masa dipanti dengan Bu Fatma dan adik-adik panti terbayang dalam benak Khalisa.


Selain itu sahabat sosialita Oma Marisa juga tampak hadir menyempatkan berfoto bersama dengan kedua mempelai membuat kehebohan diatas pelaminan dengan tingkah lucu khas para Oma-Oma.


"Mom, bisakah bawa teman-teman Mom segera turun, aku malu mereka seperti ABG saja!" Nick berbisik ditelinga Oma Marisa.


"Sudah biarkan saja, memang kami seperti itu, mereka kan butuh posting di sosmed Nick!" Jawaban Oma Marisa tak sesuai harapan Nick.


Mendengar jawaban ibunya Nick hanya membolakan mata dan memaksakan senyumnya saat para geng sosialita meminta kedua mempelai mengikuti gerakan boomerang.


"Akhirnya mereka selesai juga! Tidak ingat umur dan penyakit!" Gumam Nick sesaat teman-teman ibunya sudah turun dari pelaminannya.


"Jangan begitu, berbagi kebahagiaan juga mendapat pahala." Khalisa mengingatkan sang suami.


"Ah, mana bisa lama-lama kesal saat istriku berkata begitu, bikin hati ini jadi meleleh Sayang."


"Aku tak menyangka, Boss galak dan menyebalkan kini biasa jadi raja gombal!" Tawa Khalisa melihat ucapan dan tingkah Nick yang berbeda dengan dulu.


"Sayang, galak dan menyebalkan juga, sekarang aku ini suamimu, tapi kamu sukakan buktinya mau nikah sama aku!" Nick kembali dalam mode kepedeaannya.


"Iya aja deh, biar aman!" Khalisa tertawa mendengar kenarsisan suaminya.


"Ah kalau nurut begini, kamu ngegemesin Sayang! Jadi mau," Nick menggantungkan kalimatnya saat undangan kembali mengantri memberikan ucapan selamat kepada keduanya.


"Kenapa sejak tadi tamu tidak habis-habis, kapan selesainya kalau begini! Ini karena Mom resepsi pernikahanku layaknya capres yang sedang kampanye, penuh!" Nick menggerutu karena tamu yang tak habis membuat ia menunggu lama untuk segera berduaan dengan kekasih halalnya.


Sementara di ruang makan sebuah lapas, sepasang mata berkaca-kaca dengan rasa penyesalan menatap sedih ke layar kaca yang memberitakan resepsi pernikahan mewah dan megah pemilik stasiun TV Swasta terbesar, dialah Nicholas Bryan dengan Khalisa Humairah putri dari Kyai Besar Abdullah Basalamah sekaligus adik dari pengusaha dan pendakwah kodang Ustadz Salman Al Farisi.


"Semoga kamu berbahagia Kanaya! Maafkan atas segala kesalahan dan dosa-dosaku dimasa lalu." Alvin tampak menitikkan airmatanya mengingat semua kesalahan dan dosanya pada Kanaya dimasa lalu.


"Allah telah menghukumku atas dosa yang aku perbuat." Alvin kembali mengingat semua perbuatannya yang melukai hati Kanaya mantan istrinya.


Siapa yang menanam kejahatan maka akan berbalik padanya, sebaliknya jika yang ditanam adalah kebaikan maka akan kembali baik pula.

__ADS_1


Alvin kini mendekam dipenjara atas kasus pencucian uang dan penipuan serta sang ibu yang kini menjadi pasien rumah sakit jiwa, Bu Sari tak bisa menerima keadaan manakala perusahaan milik Alvin hancur serta harta dan semua aset berharga disita untuk menutupi hutang.


__ADS_2