JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Hari Ibu


__ADS_3

Setelah kejadian yang tidak menyenangkan kemarin Oma Marisa segera menceritakannya pada Nick.


Meski Khalisa berpesan kepada Oma Marisa kalau jangan memberi tahu kejadian di butik kepada Nick dan Abahnya namun bagi Oma Marisa ia akan membuat perhitungan kepada siapapun yang sudah berani mengusik keluarganya.


Nick sangat marah, geram dengan apa yang dilakukan oleh mantan ibu mertua dari mantan suami Khalisa.


Tentu sebagai calon suami sekaligus pria yang mencintai calon bidadari surganya Nick tidak akan tinggal diam dan akan membuat perhitungan pada Alvin.


Bukan hal sulit bagi seorang Nicholas Bryan membuat lawannya bertekuk lutut, tentu saja dengan cara yang cantik dan rapi.


Nick juga tidak mau Khalisa kepikiran dengan tindakan yang diambil Nick untuk membela harga diri calon istrinya itu semua akan dilakukan secara rapi tanpa ada huru hara.


Semalam Nick menghubungi Khalisa namun bukan membahas persoalan Alvin dan Ibunya.


Tetapi Nick meminta kerjasama Khalisa mensukseskan surprise pada Oma Marisa dalam moment hari ibu tanggal 22 Desember.


Nick sengaja meminta izin kepada Khalisa, Abah Abdullah dan Ustadz Salman agar boleh mengadakan di kediaman Kiai Abdullah bersamaan acara pengajian persiapan pernikahan keduanya.


Tentu saja hal tersebut disambut baik oleh Kyai Abdullah yang bahkan mengatakan senang sekaligus bahagia karena memiliki anak-anak yang berbakti dan menyayangi orang tua.


Acara pengajian sekaligus mengundang anak yatim piatu untuk santunan dan para santri agar mendoakan kelancaran pernikahan Khalisa dan Nicholas yang tak lama lagi.


Namanya kejutan tentu saja Oma Marisa hari ini hanya tahu mereka akan menghadiri tasyakuran menjelang hari pernikahan Nick dan Khalisa tanpa tahu ada surprise yang menanti dirinya.


Di kediaman Nick tampak Oma Marisa, Caca dan Gusti serta Nick sudah siap dalam balutan busana muslim yang berwarna senada.


Setalah dirasa tak ada yang tertinggal semuanya bergerak menuju kerumah Kyai Abdullah.

__ADS_1


Saat sampai di Kediaman Kyai Abdullah suasana tampak ramai dan tentu saja keluarga Khalisa sudah menyambut kedatangan Nick dan keluarga.


"Assalamualaikum." Oma Marisa mengucap salam.


"Waalaikumsalam. Mari silahkan Bu Marisa." Jawab Kyai Abdullah.


Kedua keluarga kini tampak khidmat mengikuti serangkaian acara demi acara yang telah tersusun sedemikian rupa.


Hingga pada saat Kyai Abdullah diminta naik untuk memberikan tausyiahnya.


Kurang lebih beginilah isi dari tausyiah yang disampaikan oleh Kyai Abdullah pada kesempatan yang berbahagia kali ini.


"Setiap tahun pada bulan Desember ada satu hari yang disebut Hari Ibu. Hampir setiap negara di dunia ini memiliki Hari Ibu yang peringatannya dilaksanakan pada hari yang berbeda satu sama lain. Di Indonesia Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember. Di negara-negera Eropa dan Amerika, peringatan Hari Ibu jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei. Sementara di negara-negara Arab, seperti, Mesir, Iraq, Saudi Arabia, dan sebagainya Hari Ibu jatuh pada tanggal 21 Maret."


"Kita ketahui bahwa di setiap budaya atau bangsa, seorang ibu diakui memiliki peran sangat penting dalam hidup ini. Adanya peringatan Hari Ibu di seluruh dunia menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk mengakui sekaligus menghargai jasa-jasa ibu. Jauh sebelum dunia menetapkan perlunya peringatan Hari Ibu."


"Rasulullah SAW telah meletakkan dasar-dasar teologis bahwa seorang ibu diakui sangat mulia sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatakan dari Anas bin Malik RA : Surga itu di bawah telapak kaki ibu."


"Rasulullah SAW mengisyaratkan agar bakti kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah RA:  


“Suatu hari datanglah seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW. Orang itu bertanya kepada Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak kami sikapi dengan baik. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu bertanya lagi, siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu bertanya lagi,  siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu bertanya lagi. Nabi kemudian menjawab, kemudian ayahmu."


"Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa perbandingan bakti kita kepada ibu dan ayah adalah 3 : 1 atau 75 persen : 25 persen. Pertanyaan yang muncul kemudian, atas dasar apa Rasulullah SAW mengisyaratakan perbandingan seperti itu. Pertanyaan ini dapat kita temukan jawabannya dalam surat Luqman, ayat 14, dimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:


"Dan kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada ibu-bapa; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan susah payah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada ibu-bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kembalimu.”


"Dari ayat di atas, dapat kita ketahui bahwa dalam kaitannya dengan proses kejadian dan kelahiran manusia ke bumi ini, terdapat 4 fase penting. Fase pertama adalah fase yang melibatkan partisipasi dari ayah dan ibu dimana peran ayah sangat menentukan. Dalam fase ini, sel telur sang ibu tidak mungkin terbuahi tanpa pertemuannya dengan seperrma sang ayah. Dengan kata lain tugas alamiah seorang laki-laki atau ayah adalah membuahi sel telur perempuan atau ibu sehingga terjadi kehamilan yang bentuk awalnya berupa gumpalan darah yang dalam Al Qur’an, Surat ke 96, ayat 2 disebut sebagai ‘alaq sebagaimana ayat berikut:

__ADS_1


"Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” 


"Ayat di atas menegaskan bahwa proses awal terjadinya manusia adalah gumpalan darah. Hanya pada fase awal inilah seorang laki-laki memainkan peran alamiah satu-satunya yang tidak mungkin digantikan oleh perempuan karena sel telur hanya bisa dibuahi oleh ******. Maka bisa dimengerti bakti seorang anak kepada ayah dibadingkan dengan ibu adalah 1 : 3 karena dalam 3 proses berikutnya seorang ayah sudah tidak terlibat lagi. Masing-masing dari ketiga proses ini sepenuhnya dilakukan oleh ibu dengan susah payah dan penuh risiko. Hal ini berbeda sama sekali dengan proses awal atau fase pertama yang penuh dengan kenikmatan tanpa risiko berarti."


"Setelah selesainya proses pertama, yakni pembuahan sel telur oleh ******, maka proses berikutnya atau kedua adalah kehamilan. Dalam proses ini, seorang ibu harus mengandung si janin dalam kandungan selama rata-rata 9 bulan. Selama 9 bulan ini, tidak ada partisipasi ayah sama sekali karena organ laki-laki memang tidak dirancang untuk bisa mengandung seorang bayi. Hingga kini pun tidak ada teknologi yang bisa membuat laki-laki berpartisipasi atau mengambil alih tugas mengandung. Bayi tabung pun juga tidak bisa dikembangkan dalam organ laki-laki karena faktanya laki-laki memang tidak memiliki rahim."


"Dalam fase mengandung ini, seorang ibu mengalami kesusahan demi kesusahan yang didalam Al Qur’an digambarkan sebagai keadaan susah payah dan lemah yang dari hari ke hari bukannya makin ringan tetapi makin berat."


"Setelah proses kedua selesai, disusul proses ketiga yang merupakan puncak dari proses kehamilan, yakni proses melahirkan. Lagi-lagi dalam proses melahirkan ini tidak ada keterlibatkan seorang ayah. Seorang ibu harus berjuang sendiri untuk bisa melahirkan dengan selamat, baik selamat bagi dirinya sendiri maupun bayi yang dilahirkannya. Tugas ini ber-risiko tinggi karena secara langsung berkaitan dengan keselamatan jiwa. Tentunya telah sering kita dengar beberapa perempuan meninggal saat melahirkan. Dalam proses melahirkan ini, sang ayah juga tidak bisa berbuat banyak untuk meringankan beban sang ibu. Seringkali terjadi, sang ayah tak sanggup dan tak tega menyaksikan sang ibu sedang berjuang melahirkan karena penderitaan yang dialaminya sangat berat dengan nyawa sebagai taruhannya. Seringkali pula, sang ayah hanya bisa menangis penuh kekhawatiran sambil berdoa mudah-mudahan sang ibu bisa melahirkan dengan selamat."


"Setelah proses ketiga selesai, disusul proses keempat, yakni menyusui. Dalam proses menyusui ini, sang ibu harus berhati-hati dan selalu menjaga diri sebaik mungkin karena apa yang terjadi pada dirinya bisa berdampak langsung pada si bayi. Sang ibu harus sanggup berjaga menahan kantuk, baik siang maupun malam. Ketika si bayi haus dan lapar dan membutuhkan ASI, seorang ibu harus selalu siap memberikannya. Dalam tugas ini, sang ayah juga tidak bisa berbuat banyak untuk meringankan beban sang ibu. Berbagai resiko, baik fisik maupun non-fisik pun, juga sering dihadapi para ibu yang sedang menyusui."


"Al-Qur’an memberitakan masa menyusui adalah dua tahun sebagaimana bunyi ayat:


“Dan menyapihnya dalam usia dua tahun.”


"Masa dua tahun menyusui dengan ASI adalah ideal terutama bagi ibu-ibu yang memang memiliki kesempatan untuk itu. Tetapi bagi mereka yang memiliki masalah tertentu, maka setidaknya selama 6 bulan pertama dapat mengusahakannya sebab selama itu ASI bersifat eksklusif. Ini merupakan standar internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan, dan perkembangannya. ASI memberi semua energi dan gizi yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit yang umum menimpa anak-anak seperti diare dan radang paru, serta mempercepat pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kelahiran."


"Mengingat beratnya tugas ibu, yakni tiga hal penting yang terdiri dari: mengandung, melahirkan dan menyusui, maka bisa dimengerti mengapa Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan agar hormat dan bakti kepada ibu lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana saya uraikan di atas, perbandingannya adalah 3 : 1. Perbandingan ini masuk akal dan adil."


Setelah menyampaikan tausyiahnya kini, Nick maju kedepan ia ingin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sang ibu yang telah luar biasa hingga saat ini berperan dalam hidupnya.


"Untuk Ibuku, wanita tangguh yang luar biasa, Mama Marisa, terima kasih banyak atas segala yang Mom berikan untuk Nick selama ini begitu berarti dan sangat amat luar biasa. Maafkan putramu yang belum bisa memberikan kebahagiaan dan Maafkan atas segala kesalahanku, kehkhilafanku serta sikap dan perbuatan yang sekiranya melukai hati Mom hingga Mom meneteskan airmata. Mom, tiada yang bisa putramu ini berikan selain doa yang tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam. Semoga Mom selalu sehat, Diberikan usia yang berkah, Dilancarkan segalanya, selalu dalam lindungan Allah SWT. I Love You Mom. I Always Loving You, Mom!" Nick tak mampu lagi berkata-kata, airmatanya mengalir deras dipipi Nick.


Nick menghampiri sang ibu dengan buket bunga ditangannya, seraya mencium takzim kedua tangan wanita yang telah begitu hebat melahirnya kedunia ini, Mommy Marisa adalah surga bagi seorang Nicholas Bryan.


Oma Marisa tak kuasa menahan haru mendapat kejutan yang luar biasa.

__ADS_1


Di peluknya erat anak yang dulu ia kandung, ia lahirkan ditimang-timang, dipapah saat belajar berjalan, dipakaian seragam sekolah untuk pertama kali, dikhitankan, hingga sebentar lagi putranya akan kembali menikah, membangun rumah tangga sakinah, mawaddah, warrahmah dan amanah. Rasanya waktu berlalu begitu cepat.


Semua yang menyaksikan terharu dan teringat pada ibu masing-masing.


__ADS_2