
Langit seakan ikut merasakan gelora cinta kedua pasangan halal yang kini tengah larut dalam mimpi.
Nick membuka matanya.
Senyum di wajah Nick tergambar manakala melihat bidadari surga tercantik yang masih lelap dalam dekapan dada bidangnya.
Nick teringat aktivitas panas yang kedua kembali lakukan setelah shalat subuh hingga membuat Khalisa kelelahan akibat ulahnya.
Seakan seluruh kebahagiaan yang kini Nick rasakan masih terasa bagaikan mimpi.
Nick yang dulu tak pernah bisa membuka hatinya dan selalu tertuju pada sang mantan istri yang telah tiada nyata masih Allah SWT berikan kesempatan untuk kembali merasakan indahnya cinta, dan itu semua berkat kehadiran seorang Kanaya Larasati aka Khalisa Humairah yang kini SAH menjadi istrinya.
Nick memandang wajah cantik sempurna dalam dekapannya yang masih lelap hingga tak kuasa jemari panjang Nick membelai surai indah Khalisa yang menutupi sebagian wajah bidadari surganya itu.
Terlihat geliat Khalisa manakala jemari Nick menyentuh wajahnya lembut namun tidak membuat Khalisa terbangun.
Nick seakan terpancing gairah manakala bibir merah delima Khalisa kini malah terpampang di hadapan wajahnya.
Tak menunggu lagi, Nick mendekatkan wajahnya mempertemukan kedua benda kenyal tersebut hingga perlahan ******* lembut salah satu bagian diri Khalisa yang membuatnya candu selain spot pegunungan dan cawan madu yang membuat si Joni muntah berkali-kali.
Tentu saja gerakan seduktif Nick pada bibir Khalisa membuat sang pemilik si merah delima terbangun.
Khalisa terkejut dibuatnya manakala saat membuka mata tepat dihadapan wajahnya Nick tampak larut dalam permainan bertukar saliva hingga netra biru itu masih terpejam meresapi setiap permainan lingua yang kini asik menjelajahi setiap rongga mulut Khalisa.
Nick bisa merasakan Khalisa yang telah bangun kini tampak membutuhkan oksigen melepaskan tautan bibir keduanya.
"Morning Kiss Baby!" Dengan wajah semanis mungkin Nick mengucapkan hal terindah yang bagi Khalisa begitu romantis apa yang suaminya itu lakukan pada dirinya.
"Mas, sejak kapan bangun?" Suara serah khas bangun tidur, Khalisa masih saja malu dan ia bisa merasakan usapan lembut jari Nick membersihkan sisa saliva dibibirnya.
"Entahlah, Mas hanya sadar waktu ada bidadari surga yang memeluk tubuhku erat. Ah bahagia rasanya." Nick tersenyum kini ia menggesekkan hidungnya dengan hidung Khalisa seperti ciuman orang eskimo.
"Mas ini jam berapa?" Khalisa merasa ia sudah terlalu lama di tempat tidur.
"Kenapa memang? Kita kan sudah shalat subuh. Mas masih ingin seperti ini bersamamu. Apakah masih sakit Sayang?" Nick teringat saat Khalisa mengambil wudhu sedikit meringis saat berjalan.
"Memangnya kalau tidak sakit Mas mau apa?" Khalisa malah menantang singa lapar.
"Sepertinya kita harus mandi Sayang, bukankah sayangku lapar?" Ada modus dibalik ajakan mandi bersama.
"Benar Mas, aku lapar sekali. Rasanya perutku kosong." Tawa Khalisa saat mendengar perutnya berbunyi.
"OK. Sekarang kita mandi, dan segera sarapan." Nick dengan senyum terselubung segera mengendong Khalisa ala bride style membawa sang istri untuk mandi bersama.
__ADS_1
Tentu saja dengan fasilitas mewah NBC Hotel milik Nicholas Bryan keduanya kini menikmati waktu mandi yang spesial bukan hanya sekedar mandi.
Jika biasanya Khalisa mandi hanya butuh 10 menit, dengan Nick mereka kurang lebih baru keluar kamar mandi 1.5 jam kemudian.
Nich membuka pintu kamar mandi sambil menggendong sang istri yang lelah pasca mandi plus-plus ala Nicholas Bryan.
Betapa bahagianya Nick senyumnya tak pernah surut sebaliknya Khalisa yang merasa lelah namun senang karena ia bisa memberikan pelayanan terbaik bagi suaminya.
"Sayang, kenapa cemberut begitu? Bukankah Sayangku juga senang? Ya kan?" Nick tertawa sambil membantu Khalisa mengeringkan rambutnya.
"Lain kali aku akan mandi sendiri saja, mandi dengan Mas jadi lama!" Khalisa mencubit hidung mancung Nick.
"Mana bisa begitu Sayang, niat Mas kan baik membantumu menggosokan punggung, ya selebihnya Mas ga tahan melihat istri Mas yang seksi ini." Nick sambil berbisik saat mengatakannya.
Tentu saja kata-kata Nick membuat Khalisa malu hingga ia mencubit perut sixpack sang suami.
"Auww, jangan dicubit dong Sayang, bagaimana kalau dielus-elus saja, seperti ini." Nyatanya Nich menahan tangan Khalisa membawanya menyentuh Joni yang kembali sikap sempurna.
"Mas! Jahil banget sih!" Khalisa kaget nyatanya di balik badrobe yang Nick kenakan tersimpan Si Joni yang sudah siap sedia untuk berlaga dimedan pertempuran.
"Sayang, si Joni minta disayang-sayang nih." Tawa Nick menggoda Khalisa.
"Kalau begitu kita ga jadi makan Mas. Aku sudah lapar." Khalisa sengaja mengulur karena memang ia lapar tenaganya habis setelah bertempur semalaman plus bonus saat keduanya mandi bersama.
Terlihat Caca memanggil.
"Mas Caca telp. Aku angkat dulu ya." Khalisa segera meraih ponselnya menjawab panggilan sang putri.
"Assalamualaikum." Jawab Khalisa.
"Waalaikumsalam Bunda. Bunda sudah bangun?" Caca dengan tergesa menanyakan Bundanya.
"Sudah. Caca lagi apa? Bunda rindu Sayang." Khalisa senang sekali mendengar suara anak sambungnya.
"Caca baru saja selesai sarapan dengan Oma. Bunda ga turun sarapan?"Caca sudah rindu dengan sang Bunda namun melihat kode dari Oma Marisa yang mengatakan jangan menggangu Daddy dan Bundanya.
"Ya, ini Bunda akan turun sarapan. Tunggu Bunda ya, Bunda dan Daddy menyusul." Tentu saja jawaban Khalisa membuat Nick lesu karena ia sebetulnya ingin kembali hiya hiya uwa uwa dengan Khalisa.
"OK. Caca tunggu Bunda. Oh iya disini juga ada Oma, ada Eyang, Om Salman, Om Gusti dan Om Iman."
Nyatanya keluarganya sudah kumpul menanti kedatangan kedua pengantin baru yang belum keluar kamar.
"OK. Bunda dan Daddy segera turun."
__ADS_1
"Caca tunggu ya Bunda. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Sayang, apa kita harus turun?" Nick masih ga rela mereka pasti menjadi bahan ledekan. Apalagi Nick tahu Mommynya pasti akam membully dirinya habis-habisan.
"Iya Mas. Kasian Caca udah kangen. Ayo kita siap-siap gabung sama semuanya." Khalisa bangkit dari pangkuan Nick.
"Baiklah."
"Sayang, pilihkan Mas baju dong."
"Sudah Sayang, ini aku sudah siapkan pakaian Mas."
"Makasi Sayang. Uh seneng deh punya istri disiapin begini. Jadi makin cinta." Nick mengecup kening Khalisa.
"Harus dong. Janji ya, cintanya ga saat ini aja, tapi harus hingga ajal menjemput!" Khalisa mengingatkan.
"Mas janji Sayang. Sayang bantu Mas gulung lengan kemejanya dong."
Sikap manja Nick nyatanya membuat Khalisa merasa ia bahagia sebagai istri senang bisa melayani kebutuhan sang suami.
"Duh, ternyata Boss killerku manja banget!" Khalisa selesai dengan lengan kanan kini berpindah menggulung disebelah kiri.
"Gapapa dong kan manjanya sama istriku sendiri!" Nick dengan inisiatif kini malah membantu Khalisa saat Khalisa sedang memakai kerudungnya.
"Cie yang sudah punya istri!" Goda Khalisa pada Nick.
"Cie juga yang sudah punya suami ganteng!" Nick dengan pede.
"Iya deh suaminya siapa sih yang ganteng?" Khalisa memastikan penampilannya sudah rapi siap turun menemui keluarganya.
"Suaminya Khalisa Humairah yang cantik, Istrinya Nicholas Bryan dong, Bidadari surganya Mas!"
"Ayo Mas kita turun, Caca dan yang lain sudah menunggu."
"Sayang, tunggu!" Nick menghentikan langkah Khalisa.
"Ada apa?" Khalisa heran Nich menghentikan langkah.
"Ada ini buat kesayangan Mas!" Nick mengeluarkan jari yang membentuk tanda love dari saku bajunya.
"So sweet!" Khalisa tak menyangka Nick yang kaku dan no ekspresi seperti beruang kutub kini manis seperti kucing anggora.
__ADS_1