JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Ziarah


__ADS_3

"Bunda bagaimana tadi ujiannya? Bunda bisa?" Caca duduk disebelah Bundanya saat menikmati ramen yang menjadi kesukaan Caca.


"Insha Allah Sayang. Doakan Bunda ya, agar lulus ujiannya." Khalisa mengelap sudut bibir Caca yang basah kuah ramen dengan tissue.


"Aamiin." Nick dan Caca kompak turut mengaminkan.


"Oh Iya Bun, Daddy, hari minggu Caca kan ulang tahun, Caca boleh tidak minta sesuatu?" Caca sedikit ragu mengutarakan niatnya.


"Memang Kesayangannya Daddy ingin apa sih?" Kali ini Nick membuat Caca agar jujur dengan keinginannya.


"Caca ingin ziarah ke makam Mommy." Caca berbicara pelan.


Khalisa menyadari itu, seketika langsung memeluk Caca.


"Sayang, maafin Bunda ya. Selama ini belum berkunjung untuk berziarah ke makam Mommy Caca. Bunda juga sekalian mau kenalan sama Mommy Caca, mau terima kasih sudah melahirkan putri cantik dan cerdas seperti Caca." Khalisa menatap binar bahagia dimata putri sulungnya.


"Bunda serius? Bunda tidak keberatan?" Caca mencari kejujuran di netra Bundanya namun hanya ada ketulusan di dalamnya.


"Kenapa Bunda harus keberatan Sayang. Mommy dan Bunda sama-sama Ibu Caca. Bunda juga mau tahu dong Wanita hebat yang sudah berjuang melahirkan putri secantik dan sholeha anak Bunda ini." Khalisa kembali memeluk Caca dengan kasih sayangnya.


"Terima kasih ya Bunda. Nanti Caca akan kenalkan Bunda ke Mommy. Oh Iya Bun, Mommy suka sekali dengan mawar putih. Biasanya kalau ziarah ke makam Mommy Caca dan Daddy membawa mawar putih, bunga kesukaan Mommy." Caca menjelaskan.


"Kalau begitu kita bawakan mawar putih paling bagus untuk Mommy Caca. Oke?" Khalisa menyetujuinya.


"Oke Bunda. Makasi ya Bun." Caca memeluk erat Khalisa.


"Sama-sama Sayang." Khalisa mengusap-usap lembut punggung Caca perlahan.


Nick tak memungkiri bahwa ia sebetulnya ingin mengajak Khalisa sebelum Caca mengutarakan niatnya.


Namun Nick mengurungkan takut membuat Khalisa tidak nyaman.


Tetapi saat ini Nick benar-benar bersyukur bahwa Allah memang memberikan jodoh kepadanya wanita terbaik seperti Khalisa tak hanya cantik parasnya namun cantik pula hatinya.


Waktu yang ditunggu pun datang. Kini Khalisa, Nick dan Caca sudah berada di hadapan makam Aurel Ibu kandung Caca.


Nick mengajak keluarganya membaca doa bagi mendiang Aurel.

__ADS_1


Khalisa melafadzkan doa dan al fatihah serta membacakan surah yasin bagi almarhumah Aurel Ibunda dari Caca.


Tak lupa dalam hati Khalisa memperkenalkan dirinya kepada mendiang Aurel.


Disisi lain Nick pun dalam hatinya berdialog kepada Aurel mengenalkan bahwa Khalisa adalah pendampingnya kini.


Nick juga menyampaikan permohonan maaf bila selama menjadi suami Aurel ia memiliki kesalahan dan kekhilafan.


"Mommy, Caca mau memperkenalkan. Ini Bunda Khalisa. Bunda Caca. Mommy jangan marah ya, Caca tetap menyayangi dan mencintai Mommy serta akan selalu mendoakan Mommy. Mommy, baik-baik di sana. Semoga Mommy mendapatkan tempat terindah di sisi Allah SWT." Caca sambil mengusap batu nisan mendiang Ibundanya.


Khalisa dan Nick saling melemparkan senyum, terharu akan kata-kata Caca.


"Oh iya Mommy, Caca juga akan punya adik. Akhirnya Caca akan jadi Kakak. Oh Iya Mommy, adik Caca kembar!" Ah Caca bakal jadi Kakak. Doakan Caca agar adik-adik Caca menurut sama Caca dan tidak nakal!" Caca menceritakan di depan pusara sang Ibu kondisinya saat ini.


"Mommy, Caca juga sekarang senang sekali melukis. Daddy bilang dulu Mommy juga senang melukis ya? Wah kelak Caca ingin sekali lukisan Caca bisa ikut pameran. Doakan Caca ya Mommy!" Begitu semangat Caca curhat di pusara Mommynya.


"Mommy, Caca pulang dulu ya. Insha Allah Caca, Daddy dan Bunda akan menjenguk Mommy lagi." Caca menaburkan bunga terakhir dan meletakkan buket besar yang berisi bunga mawar putih kesukaan Aurel, Ibunya.


"Aurel, Aku, Caca dan Khalisa pamit ya. Semoga Allah senantiasa menerangimu dan memberikan tempat terindah disisi Allah." Nick menyiramkan air mawar dipusara Aurel mendiang istrinya.


"Mbak Aurel, maafkan Aku yang baru sempat mengunjungi Mbak, semoga Allah melapangkan kubur Mbak, mengampuni dosa dan Insha Allah Aku akan selalu mengingatkan Caca tak lupa mengirimkan doa untuk Mbak. Mbak Aku pamit ya." Khalisa menaburi kelopak mawar putih di atas pusara Aurel.


Sebuah sinar tak nampak oleh ketiganya sambil memandang tersenyum kepada Nick, Caca dan Khalisa.


"Terima kasih Ya Allah. Hatiku tenang melihat Nick dan Caca kini memiliki pendamping dan Ibu seperti Khalisa." Sinar terang itupun menghilang bersama langkah ketiganya yang kian menjauh.


Nick mengemudikan mobil sementara Caca dan Khalisa sibuk mengobrol apapun.


"Halo, Oh Tuan Alex. Iya tadi Saya sedang berada diluar dan ponsel tertinggal di mobil." Nick menerima telp dari rekan bisnisnya.


"Oh, sebentar Saya tanyakan dulu pada istri dan putri Saya."


Nich menutup bagian speaker ponselnya menanyakan bahwa Tuan Alex rekan bisnis Nick mengundang mereka makan di salah satu restoran milik Tuan Alex.


Caca dan Khalisa memberikan anggukan sebagai tanda setuju.


"Tuan Alex, Saya dan keluarga menerima undangan Tuan Alex, bisa kirimkan Saya share lokasi Restoran milik Tuan?"

__ADS_1


"Oke. Kami akan kesana. Oh Iya, terima kasih." Nick menghentikan percakapan telpnya dengan rekan bisnisnya yang bernama Alexander.


"Mas, Aku belum pernah mendengar Klienmu yang bernama Tuan Alex." Khalisa mengingat selama ia bekerja dengan Nick tidak pernah mendengar nama tersebut.


"Memang Tuan Alex ini baru sekali ini bekerjasama dengan Mas. Itupun karena akan ada program Hell's Kitchen. Jadi NBC sepakat bekerjasama menggunakan restoran dan kitchen milik Tuan Alexander ini Sayang." Jelas Nick.


"Wah, sayang sekali Mas, Aku sudah tidak ngantor di NBC. Pasti seru deh menyiapkan acara program pertandingan masak-masak begitu." Khalisa membayangkan pasti seru acara tersebut.


"Kamu kan bisa datang menonton Sayang." Nick memberikan pengertian.


"Wah pasti seru yan Bun. Kalau begitu kita lihat yuk Bun syuting perdananya nanti." Caca juga antusias dengan program baru di saluran televisi milik sang Daddy.


"Ditunggu kedatangannya Bu Boss dan Putri Boss." Nick tersenyum bahagia mendapat apresiasi dari anak dan istrinya.


"Masih jauh Dad?" Caca menanyakan lokasi yang akan mereka tuju.


"Lumayan Sayang, memang ada apa?" Nick melirik dari kaca tengah melihat apa yang diinginkan putrinya.


"Caca mau ketoilet dulu Bun. Temani ya." Caca kebelet pipis.


"Oke, Daddy akan cari rest area yang nyaman untuk ke toilet. Daddy juga ingin pipis juga deh." Nick ikut-ikutan.


Saat sedang menunggu Caca dan Khalisa, Nick memang sengaja menunggu sambil bersandar dipintu mobil selepas mengisi bahan bakar.


Nyatanya Caca mengajak Bundanya membeli ice cream dulu di salah satu fastfood yang ada di rest area.


"Daddy, maaf lama menunggu. Ini untuk Daddy!" Caca memberikan Nick Ice Cream berbentuk cone rasa cokelat.


"Pantas saja, Dad pikir kok lama sekali, apakah toiletnya antri? Makasi Sayang." Nick menerima pemberian Caca dan mencobanya.


"Mas, mau coba punyaku?" Khalisa melihat Nick melirik ice cream milik Khalisa.


"Iya Mau. Boleh tuker?" Padahal milik Nick sudah hampir habis namun Khalisa tahu memang suaminya sering mode ngidaman jadi sudah paham.


"Iya boleh. Untuk Mas semua juga boleh." Khalisa memberikan.


"Suapin!" Nick membuka mulutnya.

__ADS_1


"Adek Baby, tuh lihat, Daddy kita sekarang manja sekali dengan Bunda!" Caca mengusap sambil mengajak adik bayi di perut Khalisa bicara.


__ADS_2