JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Bulan Madu Part 2


__ADS_3

Setelah menikmati makanannya dan kini perut sudah kenyang, Khalisa mengajak Nick menyusuri pantai yang sejak kedatangan mereka menarik perhatiannya.


Sesungguhnya Nick enggan karena yang ada dalam benak Nick hanya ingin mengurung wanitanya di kamar melakukan nyeh uwah uwah saja sudah sangat menyenangkan bahkan terasa candu namun demi menyenangkan hati istri tercintanya Nick menemani Khalisa yang sangat senang menikmati bermain dipantai.


"Sayang, ayo kejar aku!" Khalisa layaknya anak kecil yang begitu gembira berlarian bermain di pantai menikmati air dan pasir dengan kaki telanjang.


Tentu saja kata Sayang yang Khalisa ucapkan membuat bahagia di hati Nick.


"Sayang, kalo Mas berhasil tangkap kamu, Mas mau dikasih hadiah!" Nick kini mengejar Khalisa.


Indahnya sepasang pengantin baru yang kini menikmati moment indah mengukir cerita merajut bahagia seakan dunia hanya milik mereka berdua.


Sementara di Kediaman Kyai Abdullah tampak Ustadz Salman pamit pada sang Ayah.


"Bah, Salman berangkat ya." Ustadz Salman mencium tangan Kyai Abdullah.


"Salam untuk calon mantu Abah!" Kyai Abdullah menggoda putranya.


"Abah!" Ustadz Salman menekankan.


"Aamiinkan saja. Siapa tahu jodoh!" Kyai Abdullah menepuk lengan putra sulungnya.


Di Kediaman Nick, tampak Caca bersiap diantar sekolah oleh sang Oma menikmati sarapannya.


"Oma, Caca mau telpon Bunda sama Daddy ya."


"Assalamualaikum. Bunda sama Daddy apa kabar? Bunda lagi apa?" Caca melakukan panggilan video call sehingga Caca melihat wajah Khalisa dilayar telpon lengkap dengan wajah sang Daddy yang kini menumpu dibahu istri tercintanya.


"Waalaikumsalam. Sayang. Bunda sama Daddy lagi main dipantai nih! Sudah mau siap ke sekolah ya Nak?" Khalisa begitu lembut berbicara dengan putrinya.


"Sayangnya Daddy kok belum berangkat?" Nick nimbrung menyapa putrinya.


"Caca lagi nunggu Om Gusti buat anter ke sekolah."


"Loh, kan ada Pak Sopir Nak?" Nick bertanya.


"No Daddy, hari ini Caca kepingin dianter sama Om Gusti." Caca itu miniatur Nick dalam hal pendirian kalau mau A ya A.


"Iya gapapa Sayang. Tapi lain kali tanya dulu Om Gustinya sibuk atau ga ya." Khalisa menengahi perdebatan antara Ayah dan Anak.


"Ok. Bunda. Oh iya Bunda. Bunda udah jadi bikin adek buat Caca?"

__ADS_1


Sontak pertanyaan Caca membuat Khalisa dan Nick dibuat mati gaya.


Tahu anak dan menantunya kehabisan kata-kata Oma Marisa mengambil alih obrolan.


"Mom bagaimana sehat?" Khalisa menanyakan kabar Oma Marisa.


"Alhamdulillah sehat. Nick ingat jangan Kau kurung terus menantu Mom, nanti KhalIsa kelelahan!" Ucap Oma Marisa memarahi Nick.


Saat mereka sedang asik ngobrol Gusti tiba.


"Daddy, Bunda, Caca pamit ya. Berangkat sekolah dulu. Om Gusti sudah datang. Jangan lupa ya pesan Caca bawakan Caca adek baby. Assalamualaikum." Pamit Caca sambil kissbye pada Bunda dan Daddynya.


"Belajar yang pinter ya Sayang, Waalaikumsalam." Khalisa mencium Caca dari jauh begitupun Nick melakukan hal yang sama untuk putrinya.


Setelah obrolan mereka ditelp dengan Caca berakhir, Nick kembali menggoda Khalisa.


Dasar mantan duda tangannya kini sangat kreatif seakan tak bisa diam.


"Mas, kita masih diluar loh!" Khalisa mulai merasakan jemari Nick yang sudah bergerilya.


"Sayang, Mas pingin ini." Nick dengan tatapan mesumnya mengarah pada bukit barisan Khalisa yang selalu menggoda bagi Nick.


"Tapi kita kan lagi dipantai." Khalisa sengaja mengulur waktu tahu suaminya mulai tersulut gairah.


Meski aksi Nick menggendong Khalisa dilihat para pegawai resort namun Nick tak peduli toh bagi Nick mereka halal dan memang suami istri.


Siapa juga yang berani bicara macam-macam mengingat Nick adalah pemilik resort tersebut.


Kini kedua anak manusia seakan tak menyiakan waktu kembali mengulangi aktivitas yang mampu membuat terbang hingga langit ke tujuh.


Entah berapa kali Nick membuat Khalisa merasakan pelepasannya, sentuhan Nick Khalisa akui begitu memabukkan dan mampu membuatnya terbuai menikmati kenikmatan yang tak mampu diutarakan lewat kata-kata.


Nick mengakui ia begitu candu pada diri sang istri hingga rasanya ingin mengulangi lagi dan lagi.


Lengkuhan dan ******* Khalisa bagi Nick menambah gairahnya hingga tak rela untuk melepas makhluk Tuhan paling seksi baginya Khalisa Humairah.


Nick menjatuhkan tubuhnya disamping Khalisa setelah mendapatkan pelepasannya.


"Terima kasih Sayang. Kamu bikin nagih!" Senyum nakal Nick mendapat cubitan dari Khalisa.


"Dari pada dicubit, lebih baik, tangan ini buat elus-elus si Joni Sayang." Nick malah membawa tangan Khalisa pada si Joni yang kini terkulai lemas selepas bekerja keras.

__ADS_1


"Mesum banget sih!" Khalisa malah menjahili si Joni dicubit kecil hingga sang pemilik mengaduh.


"Ngilu Sayang. Tega banget! Kalau si Joni kenapa-napa Sayang juga yang nyesel loh!" Nick mengeratkan pelukannya.


"Sayang bahagia ga nikah sama Mas?" Dalam dekapannya Nick menanyakan perasaan Khalisa sambil mencium pucuk kepala kekasih halalnya.


"Aku bahagiaaaaa banget, makasi ya Mas. Sudah memberikan perasaan sebahagia ini dan aku bersyukur diberikan orang-orang yang tulus mencintai dan menyayangiku." Khalisa memang bersyukur betapa Allah Maha baik mempertemukannya pada keluarganya bahkan kini ia memiliki suami, mertua dan putri yang baik.


"Mas juga bahagia sekali. Mas tidak pernah terbayang akan kembali jatuh cinta dan bisa merasakan lagi rasanya berdebar-debar, cemburu, perasaan yang telah lama hilang, saat bertemu dengan Sayangku semua kembali Mas rasakan." Nick jujur mengungkapkan apa yang ia rasakan.


"Mas sejak kapan suka sama aku?" Khalisa penasaran.


"Ehm, Mas juga ga tahu kapan pastinya, tapi ga tahu kenapa setiap lihat Sayangku Mas itu rasanya nano nano. Habis cuma Sayangku yang ga terpesona sama Mas, padahal kalo cewek yang lain selalu klepek-klepek pesona ketampanan Nicholas Bryan!" Nick dengan tingkat percaya diri yang super duper berlebih tentu saja dibumbui agar sang istri cemburu.


"Oh jadi maksudnya, Mas itu banyak yang suka! Genit ya!" Khalisa mencubit perut Nich.


"Aduh Sayang, sakit dong! Buat Mas, Sayangku itu satu-satunya yang ada di dalam sini." Nick membawa jemari Khalisa menyentuh dada kekarnya.


"Mas memang dulu cemburu sama Kak Salman?" Khalisa malah sengaja ingin mendengar dari bibir sang suami mengenai hal itu.


"Banget! Kesel! Rasanya Mas pengen ajak gelut aja Kak Salman waktu itu!" Nick tertawa ia malu sendiri bila mengingat saat-saat itu.


"Padahal Aku sama Kak Salman ga pernah pegang-pegang, peluk-peluk, ga seperti Mas sama Mbak Sonia!" Khalisa tertawa saat ia dulu kesal melihat Sonia yang sering lengket bila bersama Nick.


"Oh jadi Sayangku dulu juga cemburu ya? Ayo ngaku!" Nich mencubit hidung mandung Khalisa.


"Enggak ada ya!" Khalisa ga mau ngaku.


"Bener ga cemburu?" Nich semakin menggoda Khalisa yang terlihat menggemaskan bagi Nich.


Nick yang tak kunjung mendapat jawaban menggelitik Khalisa.


"Mas, udahan dong. Geli!" Khalisa berusaha melepaskan jemari Nick tentu kalah tenaga oleh sang suami.


"Mas ga mau lepas. Apalagi sama yang ini!"


Dasar mantan Duda!


"Mas! Pelan-pelan! Ngilu!" Khalisa meringis.


"Maaf Sayangku. Mas itu ibarat soda, dikasih susu jadi gembira!" Nick tertawa bahagia.

__ADS_1


Nick kembali sibuk dan asik seakan mendapat mainan baru, bagai bayi Nick begitu menikmati sumber mata air pegunungan yang begitu memabukkan bagi si mantan duda.


__ADS_2