
Seminggu sudah sejak kepulangan Dira bersama triplet kini atas anjuran kedua orang tua kedua belah pihak, hari ini diadakan Tasyakiran aqiqah triplet di kediaman Abah Abdullah tepatnya di pesantren milik Kyai Abdullah.
Tampak semua santri, guru dan para Ustadz dan Ustadzah menghadiri undangan sang pemilik hajat.
Dira bersama Ustadz Salman tak luput menebar senyum bahagia menyambut para tamu yang hadir mendoakan dan memberikan ucapan selamat atas kelahiran baby triplet.
Sebagai pemilik dan penasehat pesantren, Kyai Abdullah tampak berbinar akan kehadiran cucunya yang kini baru saja lahir.
Rasanya Kyai Abdullah tak henti mengucap rasa syukur karena diusianya yang sudah senja diberikan karunia besar bisa berkumpul dengan putri dan putranya serta anak menanti dan cucu-cucu yang banyak.
Papa Baskoro juga kini sudah semakin sehat dengan bantuan tongkat untuk berjalan, meski begitu ia sangat bersyukur dengan apa yang ada kini, betapa Allah menyayangi dirinya meski sempat salah langkah dan terjerembab dalam kubangan dosa.
Disisi lain, Nick dan keluarga turut jadir dan sibuk membantu segala sesuatunya serta turut berbahagia akan kelahiran 3 keponakannya yang menggemaskan.
Tamu undangan pun satu per satu hadir memberikan doa kepada baby triplet.
Keluar Tuan Alex tak ketinggalan ambil bagian menjadi salah satu tamu undangan yang turut hadir disana.
Tak ketinggalan dua jomblo kita, Gusti dan Iman yang terlihat sibuk mengurus ini dan itu meski begitu keduanya tampak bajagia dan turut merasakan gembira dan suka cita.
"Salman, Dira, Siapa nama cucu-cucu Abah ini?" Kyai Abdullah memberikan kesempatan kepada sang orang tua baru itu untuk memperkenalkan ketiga buah hati mereka.
"Bismillahirrahmahnirahim, atas izin Allah Kami sebagai orang tua kiranya memberikan nama sekaligus doa kepada ketiga putra putri Kami. Insha Allah nama-nama tersebut menjadi doa dan harapan baik Kami sebagai kedua orang tua kepada ketiganya."
"Pertama, Ibrahim Razka Alfarizi, Kedua, Adam Rafassya Alfarizi, Ketiga, Naura Miqaila Ghania Alfarizi." jelas Ustadz Salman dihadapan seluruh jamaah dan para tamu yang hadir.
Kyai Abdullah dalam kesempatan kali ini memberikan tausyiahnya dihadapan para undangan sekaligus menyampaian ucapan terima kasih atas waktu dan kehadiran para undangan yang telah menyempatkan diri hadir dan memberikan doa kepada ketiga cucunya.
"Masha Allah, Ibrahim, Adam dan Naura, Kalian semoga menjadi anak-anak yang sholeh ya dan berbakti kepada kedua orang tua." Khalisa mendoakan ketiga keponakannya.
"Tampan dan Cantik sekali anak-anak Kalian Kakak Ipar." Nick menepuk bahu sang Kakak Ipar Ustadz Salman.
"Hai Dedek Ibrahim, Adam dan Naura. Ini Kakak Caca. Ini Adik Nadhif dan Nabil juga hadir disini."
"Ustadz Salman selamat sekali lagi." Tuan Alex yang turut hadir bersama istri dan putranya.
"Terima kasih Tuan Alex dan keluarga sudah hadir kali ini." jawab Ustadz Salman dan Dira.
Acara pun dilanjutkan dengan ramah tamah.
Semua tamu undangan menikmati hidangan yang telah disediakan oleh sang tuan rumah.
__ADS_1
"Sayang, mau makan apa? Mas ambilkan ya." Nick menhampiri Khalisa yang sedang menjaga Nadhif dan Nabil.
"Mas sudah makan?" Khalisa balik bertanya.
"Mas maunya makan sepiring berdua saja dengan Sayangku." begitulah Nick setiap ada kesempatan selalu saja membuat Khalisa merona.
"Pantas saja adikku ini selalu bahagia, setiap hari dikasih gombalan terus sama Kamu." Ustadz Salman mendekat kepada kedua pasangan yang bucin.
"Ah, Kakak Ipar seperti tidak bucin saja dengan istri, buktinya bisa langsung 3 begitu! Hormat suhu!" Nick bercanda dengan gaya khasnya.
"Aduh,Duh, rasanya Oma kembali muda lagi kalau lihat kalian. Nick, Salman terus jaga dan pelihara keluarga Kalian, sayangi mereka dengan setulus hati, jangan pernah sakiti istri kalian ya, karena Oma orang yang paling dulu akan kasih hukuman kalau kalian bandel!" Oma Marisa mendekati kedua pasangan bucin akut dihadapannya.
"Memang Aku anak sekolah Mom dihukum segala. Memang apa hukumannya?" Nick malah mencandai sang Ibu.
"Hukumannya Kalian Oma bawa ke tukang sunat lagi, dan minta disunat sampe habis ga tersisa!" ancam Oma Marisa sambil melotot meyakinkan.
"Aduhhh, Kejam sekali Mom! Bisa bahaya kali begitu. Lagi pula Aku dan Kakak Ipar ini suami yang baik, Kami ini tipe suami-suami idaman Mom. Jadi insha Allah tidak akan pindah kelain hati!" Nick bangga dengan apa yang ia katakan.
"Ya Mom pegang janjimu Nick! Awas saja Kamu macam-macam. Ingat ancaman Mom!"
"Kalian rupanya disini, Loh sepertinya ada berita yang terlewatkan?" Papa Baskoro melihat raut-raut meringis Salman maupun Nick.
"Oh tidak ada apa-apa Papa Baskoro. Ini Mom sedang bercanda saja!"
"Ayo Pak Kyai, ditengah yang lain menyesuaikan ya." Iman membantu mengarahkan.
Disaat semua para tetua dan orang tua asik berbincang Caca tampak bermain dengan para santri sebayanya.
Martin yang melihat keberadaan Caca akhirnya memiliki kesempatan untuk bisa bertegur sapa setelah sejak tadi tentu disibukkan dengan para orang tua.
"Caca, itu teman Kamu ya?" tunjuk seorang santri wanita sebaya Caca.
Caca melihat Martin dan kemudian mengangguk membenarkan.
Melihat Caca telah menyadari keberadaannya Martin mendekat.
Bukannya mulai bicara Martin hanya diam saja berdiri dihadapan Caca.
Caca gemas sendiri dan ia langsung saja bertanya duluan.
"Ada apa?"
__ADS_1
Martin hanya menatap masih dalam diam.
"Kalau cuma mau diam saja, Caca pergi dulu ya!"
Saat Caca hendak pergi suara Martin menghentikan langkahnya.
"Tinggu dulu!"
Caca berbalik, "Kamu mau ngomong apa?"
Martin mengeluarkan sebuah kotak masih dipegang ditangannya.
"Kalo mau main sulap bilang!" ucap Caca dengan asal.
"Ck!" Martin berdecak sebal dengan respon Caca.
"Ini untuk Kamu. Tapi, tolong jangan dibuka sekarang." Martin menyerahkan.
"Tidak Mau. Kamu pasti mau jahilkan? Ga mempan!" Caca kembali asal.
"Kamu ini selalu saja berprasangka buruk! Sudah terima saja!" Martin meletakkan kotak pemberiannya ditangan Caca dan langsung pergi.
"Aneh sekali dia!" Caca menatap pada kotak pemberian Martin.
Keluarga adalah muara tempat berkumpulnya semua rasa menkadi satu. Baik suka maupun duka, Bahagia atau nestafa, pasanh dan surut namun keluarga sejatinyabakan selalu bersama, bersatu saling bahu membahu menciptakan ruang tersendiri menhadirkan solusi dan ketentraman bagi setiap individu di dalamnya.
Keluarga adalah tempat dimana menjadi dua sisi, surga ataupun neraka. Terganrung bagaimana setiap orang yang ada di dalamnya membangun suasana dengan penuh kesadaran dan salinh tenggang rasa.
Keluarga sejatinya adalah pendukung utama. Karena tanpa dukungan satu sama lain tiada artinya karena keluarga adalah satu kesatuan yang tak dapat terpisahkan.
Terima Kasih kepada seluruh Readers yang telah membaca, dan mengikuti hingga akhir Karya "Janda Sholehah Jodoh CEO Duda Arogan"
Insha Allah akan ada kisah Caca dan Martin diselingi dengan tokoh-tokoh lain yang ada dicerita ini.
Mampir ke Karya Baru Author, Always Loving You, Menceritakan Caca saat sudah dewasa.
Terima kasih atas dukungannya hingga saat ini. Semoga dapat mengambil hikmah dalam kisah ini.
Tetap setia menikmati Karya-Karya Author selanjutnya, Sampai jumpa lagi di Karya Author berikutnya.
Assalamualaikum.
__ADS_1
-TAMAT-