
"Assalamulaikum Tuan Nick." Ustadz Salman menyapa Nick dan memeluk serta menepuk punggung Nick.
Tentu saja kehadiran Ustadz Salman di kediaman Nick, membuat si tuan rumah alias boss killer itu sedikit tak nyaman.
Kedatangan Ustadz Salman bersama Kanaya membuat hati Nick Hareudang, Panas, Panas, Panas!
"Caca, sakit apa? Oh iya ini Om Ustadz dan Tante Kanaya bawa sesuatu untuk Caca, semoga suka ya."
Iman menyerahkan buah tangan yang dibawa oleh Ustadz Salman kepada Caca.
"Wah, makasi Om Ustad, Tante Naya dan Om Iman. Kok tahu sih Caca suka cake strawberry. Loh ini?" Caca mengucap terima kasih kepada ketiganya.
"Ini Caca ingin sekali. Tapi Caca belum bilang ke Daddy dan Oma. Makasi Om Ustadz. Caca suka sekali hadiahnya!" Caca dengan binar bahagia saat membuka hadiah berupa Mushaf Maqamat for Kids Mmkids alquran pen Al qolam.
"Sama-sama Caca. Alhamdulillah kalau Caca suka. Om Ustadz mendoakan agar Caca semoga lekas sembuh."
Ustadz Salman kemudian mengangkat kedua tangannya seraya membaca doa, memohon kepada Allah SWT agar Caca diberikan kesehatan dan pulih seperti sedia kala.
"Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘afāka fī dīnika wa jismika ila muddati ajalika."
Artinya:
" Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia."
Ustadz Salman kembali melanjutkan membacakan doa, diikuti dengan yang lainnya mengangkat tangan turut mengaminkan doa yang dilafazkan sang Ustadz.
Nick menatap Ustadz Salman, ada rasa terima kasih karena Ustadz Salman dengan tulus datang menjenguk sekaligus mendoakan putrinya.
Ada haru dan sesak dalam dada Nick manakala ia mengaminkan setiap untaian indah doa yang Ustadz Salman lafazkan.
Betapa Nick malu akan dirinya yang selama ini merasa sudah cukup dengan memberikan Caca limpahan materi tanpa ia mampu mengisi kebutuhan rohani sang anak.
"Allahummasyfi Clarissa Aurora Bryan binti Nicholas Bryan. Allahummasyfi Clarissa Allahummasyfi Clarissa.
Artinya:
“Tuhanku, sembuhkan Clarissa Aurora Bryan Tuhanku, sembuhkan Clarissa Tuhanku, sembuhkan Clarissa."
__ADS_1
"Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’si Isyfi Antas syafi Laa syafiya illa anta syifa’an laa yughadiru saqaman."
Artinya:
"Yaa Allah, Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit."
"As’alu allahal adzhiima rabbal ‘arsyil ‘adzhiimi an yassfiyaka."
Artinya:
“ Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu."
"Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman."
Artinya: “ Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.”
Ustadz Salman mengakhiri doanya.
Diusapnya kepala Caca dengan lembut penuh kasih sayang.
"Semoga Allah mengabulkan doa kita, memberikan kesehatan dan pulih pada Caca." Senyuman Ustadz Salman terasa penuh kasih sayang kepada Caca.
"Allah maha tahu dan maha mendengar apa yang hambanya ucapkan maupun yang ada di dalam hati. Jadi berdoa saja dan minta pada Allah dengan cara apapun, dengan bahasa apapun. Insha Allah jika kita melakukannya dengan tulus dan bersungguh-sungguh Insha Allah, Allah akan mengabulkan." Jelas Ustadz Salman pada pertanyaan Caca.
"Tapi kenapa terkadang Allah tidak mengabulkan doa kita? Padahal kita sudah memohon." Rasa penasaran Caca semakin besar dan ia kembali bertanya.
Dengan senyuman Ustadz Salman kembali menjawab dan memberikan penjelasan kepada Caca.
"Allah itu mengabulkan doa baik itu cepat atau pun lambat. Sebagaimana Allah telah berfirman:
“Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan doamu.” (QS Gafir ayat 60)."
"Yakinlah bahwa Allah akan menjawab doa kita, dan ketahuilah bahwasanya keyakinan kita dengan akan dikabulkannya doa oleh Allah SWT itu adalah syarat doa bisa diijabah. Dan kita harus bersungguh-sungguh dalam berdoa, dan bersabar, karena Allah itu mencintai hamba yang gigih dalam berdoa lebih dari sekali.”
Ustadz Salman melanjutkan penjelasannya kembali.
"Dalam menjawab doa setiap hamba-Nya, Allah SWT memiliki tiga cara. Sebagaimana ada suatu hadis yang menjelaskan hal tersebut:"
__ADS_1
"Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa." (HR Ath-Thabrani)
"Jadi intinya Allah bukan tidak mengabulkan doa kita, boleh jadi apa yang kita pinta dalam doa nyatanya menurut Allah bukan yang terbaik bagi diri kita. Karena Allah bukan hanya memberikan yang kita inginkan, namun Allah SWT memberikan apa yang kita butuhkan."
"Coba kita ingat, betapa Allah dengan sifat Ar Rahman dan Ar Rahim nya memberikan kita fisik yang sempurna, Caca diberikan kecerdasan, hati yang baik. Itu semua karena Allah maha pemurah dan penyayang."
"Begitupun dalam kondisi sakit, sesungguhnya dalam derita setiap orang yang sakit, bila bisa menerima dengan ikhlas maka Allah akan gugurkan dosa-dosa kita."
Tidak hanya Caca yang serius mendengarkan setiap ucapan kata demi kata yang keluar dari bibir sang Ustadz, Kanaya pun meresapi dan semakin bersyukur atas apa yang ada pada dirinya.
Hati Nick tergetar akan kata-kata yang diucapkan oleh Ustadz Salman. Nick merasakan bahwa ia memang kalah jauh dibandingkan sosok pemuda yang kini berdiri dihadapannya.
"Terima kasih banyak Nak Ustadz, sudah repot-repot kesini." Oma Marisa sampai terharu atas sikap Ustadz Salman yang begitu baik terhadap cucu tercintanya.
"Tidak repot Bu Marisa. Saya terkejut saat mendengar Caca di rawat di RS dari Mbak Kanaya. Makanya Saya langsung kesini saat tahu Caca sudah pulang."
Hati manusia memang gampang dibolak balik. Itulah yang Nick rasakan. Bila tadi Nick kagum oleh Ustadz Salman kini saat nama Kanaya disebut oleh sang Ustadz, Nick kembali kesal dibuatnya.
"Caca, jadi mau Tante Naya buatkan makanan?" Kanaya menawarkan diri.
"Mau Tante. Caca ingin makan nasi goreng seafood. Om Ustadz harus coba masakan Tante Naya. Enak loh Om!"
"Wah senang sekali kalau begitu. Om Ustadz ga sabar jadinya."
"Apa-apaan mereka, kenapa malah malu-malu begitu! Seperti ABG saja!" batin Nick kesal mendapati Kanaya yang sedang tersenyum menoleh pada Ustadz Salman begitupun sang Ustadz yang sekilas menatap Kanaya, keduanya saling melempar senyum membuat sang Boss Killer kebakaran se gersang-gersangnya dalam hati.
"Kalau begitu Oma sama Tante Naya ke dapur dulu ya, Caca tunggu dikamar saja." Oma Marisa membawa Kanaya bersamanya.
"Ok Oma. Tante Caca tunggu ya. Makasi Tante Naya." Caca dengan semangat sambil mengangkat jempolnya.
"Om Ustadz Caca minta diajarin dong ini caranya bagaimana?" Caca sudah membuka hadiah dari Ustadz Salman dan meminta diajari cara menggunakannya.
"Mari Om Ustadz ajari."
Ustadz Salman begitu telaten mengajari Caca. Caca pun terlihat sangat antusias.
Sedangkan Nick merasa ia bagai kambing congek karena merasa diabaikan.
__ADS_1
"Dad, kenapa diam saja. Ayo sini! Liat deh Caca bisa loh!" Caca memanggil Nick yang terlihat layaknya patung pancoran berdiri, diam tanpa ada pergerakan apapun.
Suasana canggung terjadi. Bersyukur kedatangan Gusti membuat Nick terselamatkan.