JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Pegawai Nakal


__ADS_3

Kanaya mengikuti langkah Nick


Langkah kaki Nick yang lebar dan berjalan cepat membuat Kanaya sedikit keteteran meski ia sudah terbiasa dengan hal seperti itu di kantor.


Dikepala Kanaya terus memikirkan kejadian yang baru saja ia alami.


Kanaya tidak memikirkan Alvin, namun Kanaya sedang mencemaskan nasib kelanjutan pekerjaannya di NBC.


Jelas dalam ingatan Kanaya melihat wajah marah Nick dengan sorot mata tajamnya.


Kanaya banyak berdoa semoga saja rezekinya sebagai pegawai NBC masih panjang.


Kanaya sibuk dengan pikirannya hingga ia tak menyadari Nick berhenti melangkah.


Bruk!


Tak terhindarkan Kanaya yang tak fokus menabrak punggung bidang nan kekar Big Boss Killernya.


Kanaya terhuyung nyaris terjatuh namun dengan cepat Nick berbalik meraih tangan Kanaya menahan agar tidak terjatuh.


Tangan Nick meraih pergelangan tangan Kanaya.


"Aow!"


Pergelangan tangan Kanaya yang digenggam Nick penuh memar kebiruan ulah Alvin.


"Maaf." Nick kasihan melihat Kanaya yang kesakitan.


Nich melihat pergelangan Kanaya yang cidera hingga membiru menjadi iba.


"Ikut aku!"


Nick mengajak Kanaya masuk ke klinik.


Kanaya segera ditangani dokter yang berjaga di klinik tersebut.


Kanaya tampak meringis merasakan perih karena ada luka goresan dipergelangan tangannya selain memar yang mulai membiru.


Nick menatap Kanaya memperhatikan ekspresi menahan nyeri Kanaya.


"Kurang ajar pria itu! Dia melukai Kanayaku." batin Nick tanpa sadar mengklaim.


Please deh Babang Nick, enak aja main klaim, memang Kanaya milik negara! Emang nih, Daddynya Caca, anaknya Oma Marisa suka ngaku-ngaku! Piss Babang Nick, author cuma bercanda.


Selesai mengantar Kanaya merawat lukanya, Nick keluar dan berjalan cepat di depan Kanaya.


Kanaya kembali mengikuti langkah Boss nya yang tidak tahu kemana tujuannya.


Memberanikan diri untuk memulai percakapan, Kanaya buka suara.


"Boss, terima kasih."


Suara Kanaya berhasil menghentikan langkah Nick yang sudah cukup jauh dari Kanaya.


Nick menghentikan langkahnya dan berbalik.


Pandangan Nick tertuju pada wanita berkerudung panjang dengan gamis berwarna peach.


"Ya Tuhan, dia natural saja mengapa terlihat cantik." Suara hati Nick tak tahan memuji kecantikan Kanaya meski tanpa polesan make up.


Kanaya melihat Nick yang berdiri hanya terdiam saja dengan wajah dinginnya semakin membuat Kanaya ketar ketir.


"Ya Allah, apa Boss mau memecat aku ya? Tatapannya galak banget!"

__ADS_1


Kanaya dalam hati membaca doa,


"Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.”


Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha ayat 25-28).


Namun masih belum bisa menghentikan detak jantung Kanaya yang semakin bergenderang tidak karuan.


Rasanya Kanaya harus menyiapkan mental bila saat ini juga di pecat.


Nick melangkah perlahan, berjalan mendekat pada Kanaya.


Tiap langkah Nick semakin membuat rasa takut Kanaya meningkat.


Kanaya mengucap dzikir menenangkan hatinya yang semakin tidak karuan.


Nick menghentikan langkahnya tepat dihadapan Kanaya.


Jangan tanya bagaimana perasaan Kanaya yang sudah gemetar oleh tatapan dingin Boss killernya.


Nick menyadari tangan Kanaya bergetar, begitupun bibir wanita itu bergetar terlihat jelas oleh Nick alih-alih membuat pikiran Nick menjurus kemana-mana.


"Sepertinya sudah waktunya aku check up. EKG jantung dan periksa kolestrol. Ada yang ga beres kayaknya."Nick menepis reaksi tubuhnya.


"Boss, maafkan atas kejadian yang tidak mengenakan tadi. Saya tidak bermaksud membuat buruk citra NBC." Meski terbata-bata Kanaya berhasil merampungkan kalimatnya.


Nick hanya menatap dengan sorot mata dingin yang sulit diartikan.


"Boss, Saya tahu kesalahan Saya besar, tapi Saya mohon jangan pecat Saya. Saya bersedia diberikan sanksi atas kesalahan yang tidak sengaja terjadi."


Kanaya menunduk. Dalam hati, paling tidak Kanaya sudah menjelaskan dan meminta maaf.


"Siapa yang mau pecat kamu?"


"Eits, kamu jangan senang dulu. Saya tidak pecat kamu bukan berarti kamu terbebas dari kesalahan kamu yang sudah bikin saya dan perusahaan malu oleh drama FTV kalian! Saya akan tetap kasih hukuman untuk pegawai nakal!" Nick dengan wajah serius.


"Terima kasih Boss. Maaf sudah membuat Boss tidak nyaman atas kejadian tadi. Saya menerima jika akan diberikan sanksi. Terima kasih sudah membawa Saya mengobati ini." Kanaya sambil menunjukkan pergelangan tangannya yang kini diperban.


Kanaya yang selesai berbicara tak mendapat respon ia hendak pamit.


"Kalau begitu sekali lagi maaf Boss dan terima kasih. Saya pamit. Assalamualaikum."


Kanaya baru melangkah namun segera berhenti oleh suara Nick.


"Siapa ngizinin kamu balik! Kamu sekarang harus menemani Saya. Ikut!"


Nick memberi kode gerakan kepalanya meminta Kanaya mengikuti dirinya.


"Kita akan menyambut Tuan Antoni dan cucunya. Kamu nanti jaga Caca dan Cucu Tuan Antoni sementara saya meeting."


Kehadiran Tuan Antoni bersama Cucunya disambut ramah oleh mereka.


"Silahkan duduk Tuan." Nick mempersilahkan Tuan Antoni.


"Ini pasti putri Tuan Nick ya, ini Cucu Saya Rafka. Nak perkenalkan diri kamu."


"Perkenalkan Saya Rafka. Kamu siapa namanya?" Cucu Tuan Antoni menyapa Caca.


"Aku Caca."


Kedua bocah yang berbeda usia kisaran 4 tahun itu bersalaman.


"Saya tidak tahu kalau Tuan Nick sudah menikah lagi. Senang bertemu Anda Nyonya."

__ADS_1


Tampaknya Tuan Antoni salah paham terhadap kehadiran Kanaya.


Nick tak membantah ia malah tersedak sementara Gusti yang mendengar hanya tertawa namun tertahan.


Kanaya segera mengklarifikasi agar tak kena semprot si Boss.


"Maaf Tuan Antoni. Perkenalkan Saya Kanaya, Saya pegawai NBC." Kanaya menyapa Tuan Antoni sekaligus menklarifikasi siapa dirinya.


"Oh, Maaf, Saya pikir Nona istri Tuan Nick. Tuan Nick maafkan ucapan saya." Tuan Antoni tampak tak enak hati.


Kanaya mendapat kode dari Nich, paham langsung mengajak kedua bocah menepi sementara mereka akan meeting.


"Permisi, Saya izin mengajak Tuan Muda Rafka dan Nona Caca, Tuan, Boss."


"Silahkan Nona Kanaya. Maaf merepotkan."


"Tidak Tuan Saya senang bisa bermain bersama anak-anak."


"Ayo Tante Naya, Ayo Kak Rafka kita main." Caca menggandeng tangan Kanaya dan mengajak teman barunya.


Kanaya membawa kedua bocah itu meninggalkan para pria yang akan meeting.


"Tuan Muda, mau main apa?"tanya Kanaya.


"Tante panggil saja aku Rafka ya."


"Baik. Caca dan Rafka mau main apa sekarang?"


"Caca sukanya main apa?" Rafka yang usianya lebih besar terlihat sekali jiwa pelindung layaknya seorang kakak.


"Kalau kita kesana mau ga?"


"Boleh!"


"Oke. Kalau gitu kita main disana ya."


Kanaya menggandeng kedua bocah menuju arena permainan yang dipilih Caca.


Sejenak Kanaya tampak bahagia, melupakan kejadian menyakitkan yang baru saja terjadi.


Kanaya terharu, melihat Caca dan Rafka begitu gembira bermain bersama.


"Andai aku punya anak, mungkin tak akan sesepi saat ini." Kanaya mengucap lirih sambil mengawasi kedua bocah yang asik dan riang.


Hingga suara orang berdehem terdengar tepat di belakang telinga Kanaya.


"Ekhem!"


Kanaya terkejut dan berbalik namun ia tak tahu Nick yang berdiri tak jauh membuat keduanya hampir bertabrakan.


Tubuh limbung Kanaya kini berhasil ditahan oleh tangan Nick tepat dipinggang Kanaya.


Sekilas Nick melihat secara dekat wajah cantik Kanaya.


"Mata bulat, bulu mata lentik dan panjang, alis tebal, hidung mancung, kulit bercahaya dan ah, kenapa bibirnya merah merekah." Meski hanya sesaat Nick mampu menyimpan lukisan indah maha karya sempurna sang pencipta dalam ingatannya.


Kanaya segera mundur melepaskan tangan Nick dari pinggangnya.


Nick yang sadar buru-buru ia memposisikan diri seolah tak terjadi apa-apa.


"Rafka, ayo kita pulang." Ajak Tuan Antoni yang sudah berpamitan dengan Nick.


Tentu saja pemandangan romantis Nick dan Kanaya tak luput dari pandangan Tuan Antoni dan Gusti.

__ADS_1


"Tunggu apalagi Tuan Nick, jangan sampai diambil orang!" bisik Tuan Antoni saat bersalaman pamit pada Nick.


__ADS_2