JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Silahturahmi


__ADS_3

"Sayang, Kamu gapapa ikut? Baby twins anteng?" Ustadz Salman sedanf bersiap dibantu Dira memakao koko dan sorban.


"Iya Ka, gapapa, aman kok. Abah nanti berangkat dari pesantren?" Dira memastikan penampilan sang suami sudah rapi.


"Iya, Nick dan Khalisa juga sudah otw katanya."


"Ka, Aku tambah gendut ya?" Dira mematut dirinya didepan cermin sambil memperhatikan perutnya yang sudah sedikit membuncit.


Ustadz Salman memang banyak mencari informasi bagaimana menjadi suami yang mendampingi istri hamil dimana perubahan horman membuat suasana hati para Ibu hamil berubah kadang sensitif dan parnoan sendiri.


"Sayang, Kamu itu tambah cantik. Kakak jadi makin gemes sama Kamu." Ustadz Salman memeluk Dira membawa dalam dekapannya sambil mengusap kepala yang terbalut kerudung.


"Tapi Aku tambah gendut Ka. Ih Aku jadi worry deh. Jamaah Kakak dan fans Kakak kan mayoritas cewek-cewek. Mereka itu cantik-cantik." Dira mengerucurkan bibirnya sambil menggerutu.


"Sayang, sini, Apapun Kamu dan bagaimanapun Kamu nanti, Insha Allah Kakak selalu mencintaimu karena Allah."


Ustadz Salman tak hanya sekedar gombal, memang sejak ijab qabul terucap ia sadar bahwa wanita yang menjadi istrinya adalah wanita yang memang berhak ia cintai dan itu adalah jodoh terbaik yang Allah kirimkan kepada dirinya.


Karena sejatinya perempuan yang menjadi istri dan telah berjodoh dengan seorang laki-laki wajib hukumnya dicintai oleh suaminya begitupun sebaliknya.


"Aamiin. Semoga Kakak selalu ingat akan janji Kakak ya. Tapi Aku ini cuma perempyan biasa yang Allah takdirkan jadi istrinya seorang Ustadz Kondang dan banyak dikagumi kaum hawa. Kadang Aku jadi khawatir sendiri. Ustadz kan banyak yang poligami." Dira masih mengemukakan pikirannya.


"Memang boleh?" Ustadz Salman sengaja meledek Istrinya yang kini sedang merajuk.


Dira mencubit pinggang suaminya sambil membulatkan mata.


"Sayangku, Indira, Jauzati, Kakak ga pernah ada niat sekalipun untuk berpoligami. 1 saja ga habis. Lagi pula Istri Kakak ini luar biasa, segala bisa, mau cari apa lagi?" Ustadz Salman mencuil hidung bangir istrinya .


"Ah, Pak Ustadz pinter gombal sekarang ya. Asal jangan gombalin yang lain aja." Dira membalas mencubit pelan hidung mancung sang suami.


"Duh, kalau ga inget janji, Kakak bisa kurung Kamu di kamar sekarang."


"Ye Pak Ustadz mesum. Ayo Kak, nanti keburu macet!" Dira memilih mengurai pelukan Sang Suami daripada terjadi hal-hal yang diinginkan.

__ADS_1


Di Kediaman Nick, Semua sudah bersiap dan tinggal berangkat tak lama Gusti sampai hendak mengiringi sang Boss dan keluarga menuju acara.


Ponsel Nick berdering.


"Assalamualaikum." jawab Nick.


"Oh begitu, bagaimana kalau Saya share lock alamatnya."


"Tidak, semua boleh hadir kok. Malah Saya senang."


"Ok. Sampai jumpa disana."


"Ya, Gapapa, Aku juga mengajak anak istriku."


"Ok. Waalaikumsalam."


Nick mengakhiri percakapan telponnya.


"Sayang, Tuan Alex mau menyusul, dia juga mengajak anak dan istrinya. Gapapa kan?"


"Oma, sudah siap belum?" Caca memanggil sang Oma.


"Sudah Sayang, Ayo berangkat." Oma Marisa setelah mengambil tasnya segera masuk menuju mobil dan siap berangkat.


Suasana yang begitu kental nuansa islami begitu terasa ditempat acara.


Habib Jafar selaku Tuan rumah sekaligus sahabat Abah Abdullah tampak mengambut Tamu-tamu yang hadir.


"Masya Allah Abdullah, Terima kasih sudah hadir."


"Terima kasih sudah mengundang Kami semua. Perkenalkan ini keluargaku, anak, mantu, besan dan cucu-cucuku."


Abah Abdullah berpelukan dan saling mengucap salam dengan sahabatnya Habib Jafar.

__ADS_1


"Masya Allah, senang rasanya bisa bertemu dan bersilahturahmi. Semoga semua dalam keadaan sehat dan berkah ya."


Nick dan Ustadz Salman bergabung dengan Abah Abdullah dan Habib Jafar sedangkan para wanita duduk berkumpul di barisan para akhwat.


Kedatangan Tuan Alex dan keluarga juga langsung membaur dengan sesamanya.


Tuan Alex diperkenalkan oleh Nick kepada Ustadz Salman, Abah Abdullah dan Habib Jafar.


Hania bergabung bersama Khalisa, Dira dan Oma Marisa.


Sementara Papa Baskoro dan Bunda Amelia juga hadir dalam acara tersebut dan bergabung melebur menikmati tausyiah yang disampaikan oleh Habib Jafar.


Alhamdulillahirabbil alamin.


Pada hari yang berbahagia ini, Allah berikan dua kenikmatan yang luar biasa yang kerap dilupakan oleh manusia, yakni nikmat sempat atau waktu luang dan juga sehat. Sehingga kita bisa berkumpul dalam majelis yang mulia ini. Shalawat dan salam, kepada baginda Muhammad SAW yang telah berjuang membela kebenaran.


Hadirin yang dirahmati Allah......


Sebagai seorang Muslim, silaturahmi adalah salah satu istilah populer yang sering kita ucapkan dan kita dengar. Iya kan? Terutama ketika sudah memasuki bulan ramadhan, dan juga idul fitri. Hal ini karena di waktu-waktu tersebut umat Islam gencar-gencarnya melakukan silaturahmi ke rumah orang tua, keluarga, saudara, kerabat, dan orang orang terkasih yang lainnya.


Padahal sejatinya, bersilaturahmi bukan hanya bisa dilakukan tatkala ada momen momen besar seperti lebaran dan ramadhan loh. Tapi juga bisa kita lakukan, kapanpun dan dimanapun kita mau. Terutama ketika ada hajat. Misal, ada saudara kita yang tertimpa musibah, ada hari-hari penting, ada hajar, dan lain sebagainya, sesuai dengan kebutuhan. Silaturrahim adalah salah satu ibadah yang Allah beri ganjaran besar bagi siapapun yang melakukannya. Nah sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan silaturahmi itu sendiri?


Dalam hal ini, al-Allamah al-Raghib al-Asfahani menyatakan, bahwasanya al-Rahim berasal dari rahmah, yang artinya adalah lembut, yang akan memberikan balasan terhadap orang-orang yang melakukannya. Karena merupakan salah satu ibadah yang dicintai Allah, maka orang orang yang memutuskan tali silaturahmi akan mendapatkan murka dari Allah. Silaturahmi, harusnya bisa mengeratkan jalinan persaudaraan kita. Karena salah satu tujuan dari silaturahmi adalah membina ukhuwah islamiyah. Sementara salah satu hikmahnya adalah menjadi motivasi para kaum muslimin mensyiarkan syariat islam.


Namun sangat disayangkan hadirin, karena saat ini yang kita temukan justru hal yang berbanding terbalik. Di mana, nggak sedikit umat islam yang justru melakukan hal-hal yang tercela ketika bersilaturahmi. Mereka melakukan tabarruj, melakukan aksi pamer harta kekayaan, bersentuhan dengan yang bukan mahramnya, melakukan ghibah atau menggunjing saudaranya, dan perilaku kurang terpuji yang lainnya. Na’udzubillah.


Hadirin yang dirahmati oleh Allah.....


Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:


Diriwayatkan dari Ibnu Sihab (dimana) telah menginformasikan padaku Anas bin Malik ra., bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan (sisa) umurnya, maka sambunglah (tali) kerabatnya. (HR. Bukhari)


Hadirin, pada hadis tersebut kita menemukan bahwasanya Islam sangat menjunjung tinggi persaudaraan. Silaturahmi juga memberikan banyak dampak positif bagi seseorang. Jika mengacu kepada hadis di atas, maka orang yang bersilaturahmi maka akan Allah luaskan rezekinya, dan Allah panjangkan umurnya. Selain itu, silaturahmi juga akan membuat rasa persaudaraan semakin erat. Kita tahu bahwasanya setiap orang telah mempunyai dan mendapatkan ketetapan rezeki dari Allah. Dan tatkala mereka berkumpul atau menjalin silaturahmi maka rezekinya akan bertambah. MasyaAllah.

__ADS_1


Adapun yang dimaksud dengan dipanjangkan sisa umur dalam hadits ialah bertambahnya kekuatan tubuh, dikarenakan ditopang oleh kekuatan tubuh saudara kerabat yang lainnya. Dalam artian, makna dipanjangkan usianya tidak dapat diartikan secara tekstual. Oleh karena itu, mari sama sama kita memperbanyak silaturahmi, dan mengisinya dengan hal-hal yang Allah ridhai. Demikian kultum singkat tentang silaturahmi kali ini, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Semua hadirin dan jamaah yang hadir begitu meresapi tausyiah yang disampaikan oleh Habib Jafar.


__ADS_2