JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Mantan Mertua VS Calon Mertua


__ADS_3

Meninggalkan si calon mantan duda yang kembali pundung ditinggal bidadari hatinya yang diculik anak dan ibunya.


Khalisa kini diajak oleh Oma Marisa ke butik sekaligus WO milik sahabat Mom Marisa sesama sosialita yang sering aktif ikut kegiatan sosial dan kajian.


"Assalamualaikum Jeng Shopia." Oma Marisa saat bertemu dengan sahabatnya yang merupakan pemilik butik sekaligus WO.


"Waalaikumsalam Jeng Marisa. Wah ada si cantik Caca disini. Apa kabar sayang?" Sapa wanita seusia Oma Marisa yang masih tampak cantik bernama Shopia.


"Baik Oma cantik!" Caca mencium punggung tangan teman Omanya.


"Ini siapa Jeng Marisa?" tanya Shopia.


"Ya ampun kalo sudah ketemu ada saja yang diomongin. Kenalkan ini calon menantuku namanya Khalisa, calon istri Nick! Khalisa ini teman Mom namanya Tante Shopia." Oma Marisa mengenalkan keduanya.


"Assalamualaikum Tante. Saya Khalisa senang berjumpa Tante." Khalisa mencium tangan Shopia.


"Cantik sekali kamu Nak. Jadi apa nih yang bisa Tante bantu, Jeng Marisa?"


"Aku minta tolong dengan Jeng Marisa untuk acara pernikahan Nick dan Khalisa kurang lebih 2 minggu lagi. Sekalian mau minta dibuatkan gaun pengantin." Jelas Oma Marisa.


"Alhamdulillah. Insha Allah Saya dan teman-teman juga putri Saya dan Tim siap membantu acara pernikahan anak dan menantu Jeng Marisa. Ayo saya kenalkan dengan Putri Saya. Putri Saya yang akan menangani sebagai WO untuk pernikahannya." Ajak Jeng Shopia pada Oma Marisa.


"Sayang, ini ada teman Mama, Jeng Shopia dan calon menantunya juga ini Cucunya, mau meminta kita untuk menangani pernikahan mereka kurang lebih 2 minggu lagi."


"Assalamualaikum. Saya Andin. Insha Allah kami akan berusaha semaksimal mungkin agar acara pernikahan yang diimpikan lancar."


"Waalaikumsalam. Andin ini calon menantu Oma, namanya Khalisa. Khalisa sampaikan keinginan kamu mau seperti apa konsep pernikahannya." Oma Marisa mengenalkan.


"Kalau begitu ikut Saya saja Mbak Khalisa kita lihat-lihat konsep apa yang Mbaknya sukai."

__ADS_1


Saat akan beranjak tampak seorang sosialita seumuran Oma Marisa dan Jeng Shopia mengalihkan perhatian semuanya.


"Kanaya!"


Khalisa aka Kanaya yang merasa dipanggil menoleh, betapa terkejutnya Khalisa saat melihat ibu dari Alvin, mantan mertua Khalisa.


Wanita dengan perhiasan melingkar dimana-mana bagai toko perhiasan berjalan mendekat ke arah Khalisa aka Kanaya.


"Mama." Khalisa terkejut dibuatnya saat mantan mertuanya itu menghampiri.


"Ku kira salah lihat, ternyata wanita mandul ini toh! Mau apa kamu disini? Disini itu butik barang mewah, kamu mana mampu Naya! Mbak, ga usah dilayani, paling cuma lihat-lihat doang! Ga mampu dia beli!" Dengan kesombongannya Ibu dari Alvin menghina Khalisa.


"Maaf Nyonya, sebaiknya jaga lisan Nyonya. Mbak ini adalah customer kami. Jadi tidak ada hak Nyonya berbuat seperti itu!" Andin kesal dan memperingatkan ibu dari Alvin tersebut.


"Ngeyel banget si Mbak. Dia ini ga bakal mampu beli baju disini!" Masih saja tidak berhenti bicara.


"Siapa Anda? Saya jarang melihat Anda disini?" tantang Ibu Alvin pada Oma Marisa.


"Maaf Jeng Sari, sebaiknya Jeng jangan cari masalah dengan Jeng Marisa, beliau adalah pemilik dari NBC, ibu dari pengusaha stasiun TV Swasta Nicholas Bryan. Anda salah berlaku tidak sopan Jeng Sari." Jeng Shopia kesal melihat Jeng Sari dengan sombongnya dihadapan temannya.


"NBC? Bukankah itu perusahaan besar? Bahkan putraku saja ingin sekali bisa kerjasama dengan perusahaan mereka. Aku harus minta maaf agar bisa dekat dengan dia." batin Ibu Alvin dengan penuh kelicikan.


"Maaf Saya tidak tahu, kalau Jeng Marisa adalah pemilik perusahaan sebesar NBC, Saya hanya tidak suka dengan wanita mandul ini! Sebenarnya Saya malu mengatakannya, wanita ini dulu bekas istri anak Saya. Tapi ya karena mandul diceraikan sama anak Saya!" Masih dengan kesombongannya.


Khalisa menatap nanar mendengar kata-kata ibu Alvin soal dirinya.


Oma Marisa dengan elegan, berjalan maju menatap tajam ibu Alvin.


"Jadi ini ibu dari laki-laki yang senang selingkuh, sekaligus mertua yang gila harta! Seharusnya Anda berkaca dulu sebelum menghina orang lain! Karena belum tentu orang yang Anda hina lebih hina dari Anda. Sebaliknya ucapan buruk Anda menunjukkan seberapa kualitas diri Anda dihadapan orang lain. Perkenalkan wanita yang Anda hina ini adalah calon menantu Saya, sekaligus calon Nyonya CEO NBC, Calon istri dari Nicholas Bryan, Khalisa Humairah, sini Sayang beri salam pada mantan ibu mertuamu yang lisannya tidak kenal pendidikan ini!"

__ADS_1


Duar!!!Oma Marisa gitu loh! Jangan sembarangan sama emaknya Nicholas Bryan! Alamat kelar hidup lo OKB!


"Apa!"


"Ga salah Jeng Marisa mengambil menantu wanita seperti Kanaya yang miskin sekaligus siapa tadi namanya? Hahahaa,,, selain wanita mandul kau juga wanita penipu sekarang! Ga kapok kamu menjerat pria kaya untuk kamu poroti uangnya!"


PLAK!!!


"Jeng Marisa! Anda memukul Saya! Saya bisa laporkan Anda!"


"Silahkan laporkan, Saya akan menuntut balik Anda dengan pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, dan untuk anakmu yang harusnya kau didik dengan benar dengan mudah aku buat perusahaannya gulung tikar, mau!" Oma Marisa ga hilang power karena ia begitu kesal dengan sikap sombong Jeng Sari ibu dari Alvin.


"Sebaiknya Jeng Sari jangan buat ribut di butik Saya, silahkan keluar!" Jeng Shopia tampak marah dengan Jeng Sari dan meminta keluar dari butiknya.


Dengan wajah merah padam dan kalah ibunda dari Alvin pergi meninggalkan butik Jeng Shopia dengan kekesalannya dan tanda tanya bagaimana Kanaya bisa menjadi calon menantu keluarga konglomerat pengusaha sekelas Nicholas Bryan pemilik perusahaan besar NBC.


"Jeng Marisa maafkan kami yang tidak selektif terhadap customer yang datang ke butik kami. Sekali lagi mohon maaf atas segala ketidak nyamanannya." Jeng Shopia tak enak hati dengan apa yang terjadi.


"Mbak silahkan diminum, maaf membuat Mbak Khalisa tidak nyaman." Andin memberikan Khalisa minum sambil mengajaknya duduk menenangkan diri.


"Sayang, kalau kamu mau kita pulang dulu untuk istirahat tak apa. Jeng Shopia dan putrinya lain hari kita panggil kerumah." Oma Marisa sedih melihat calon menantunya yang shock dengan airmata membasahi pipi Khalisa.


Anggukan Khalisa mengisyaratkan Oma Marisa untuk kembali pulang mengingat psikis Khalisa tak baik-baik saja.


"Aku pamit dulu ya Jeng," Oma Marisa berpamitan pada Jeng Shopia.


"Sekali lagi maaf atas kejadian tadi Jeng Marisa." Sangat tak enak hati Jeng Shopia pada sahabatnya.


"Bukan salah Jeng, aku akan kabari jika Khalisa sudah lebih baik. Nanti lebih baik bertemu dirumahku saja." Oma Marisa mengambil keputusan agar tak terulang lagi kejadian diluar prediksi ini.

__ADS_1


__ADS_2