
"Mas Aku nanti ikut Abah ya jenguk Pak Baskoro, sekalian Dira mengajak Aku ketemuan, Kami mau kangen-kangenan sambil ngobrol." Khalisa sambil membantu Nick memasang Dasi, begitulah Nick setelah menikah manjanya luar biasa bila sedang berdua kesayangannya.
"Kalau begitu begini saja, Mas hari ini memang ada janji meeting dengan perusahaan Dira dan Kak Salman, bagaimana kalo gitu kamu ketemuan di kantor Mas saja. Abah bilang sore baru bisa menjenguknya karena Abah ada undangan dari salah satu organisasi muslim. Jadi sore nanti kita bisa sama-sama menjenguk Pak Baskoro di RS." Nick memberikan solusi.
"Okelah kalau begitu!" Khalisa meniru salah satu bait lagu sebuah band.
"Sayangku sekarang pintar melucu ya, kenapa dulu wajah cantik ini sering banget jutek sih!" Nick mencubit pelan pipi Khalisa saking gemasnya.
Tok,Tok,Tok!
"Daddy, Bunda, Ayo Caca takut telat nih!"
Khalisa dan Nick bersama membuka pintu melihat Caca sudah siap untuk menuju sanggar lukis.
Ya, Caca kini mengisi waktu weekendnya mengikuti sanggar lukis.
Belakangan ia menyukai kegiatan melukis.
"Ya sudah, Ayo kita pamit Abah dan Om dulu ya!" Ajak Khalisa menggandeng Caca.
"Wah Cucu Eyang sudah cantik sekali, mau berangkat ke sanggar?" Kyai Abdullah mengusap kepala Caca.
"Iya Eyang. Oh iya Eyang, Hari ini Caca balik kerumah Oma ya, Oma sudah pulang. Lain waktu Caca menginap lagi disini." Caca menjelaskan keinginannya pada Kyai Abdullah.
"Iya Cantik. Gapapa, nanti Caca menginap disini lagi ya. Kan Caca dan Eyang apa kemarin Caca bilangnya?" Kyai Abdullah sangat menyayangi Caca.
"Eyang, pelan-pelan, ini rahasia antara Caca dan Eyang. Kita tim Eyang. Secret Squad." Bisik Caca pada Kyai Abdullah.
"Ok. Baik. Eyang mengerti. Ya sudah Eyang doakan kegiatan Cucu Eyang yang pintar, Cantik, dan Sholeha lancar dan bermanfaat." Kyai Abdullah tak lupa mendoakan.
"Aamiin. Terima kasih Eyang. Caca pamit ya Eyang, Assalamualaikum." Caca meraih tangan Kyai Abdullah mencium punggung tangan sang Eyang.
"Abah, Nick dan Khalisa sekalian pamit ada meeting dengan Kak Salman dan Dira. Kak Salman ada acara kemana Bah pagi ini?" tanya Nick yang bertemu saat selesai shalat subuh berjamaah di Masjid pesantren tak lama Ustadz Salman memang langsung berangkat bersama Iman.
__ADS_1
"Ada undangan tausyiah peringatan hari lahir sebuah instansi. Setelah itu Kakakmu langsung bergabung meeting bersamamu Nak." Jelas Kyai Abdullah.
"Kami pamit Abah, Assalamualaikum." Nick, Khalisa dan Caca kini mengucap salam sebelum naik mlbil dan berangkat.
"Sayang, nanti pulangnya dijemput Om Gusti gapapa?" Khalisa memastikan.
"Iya Bun, Bunda tenang aja meet up sama Tante Diranya." Caca layaknya anak remaja seakan ia sudah dewasa sudah bisa mandiri.
"Pinter anak Bunda! Ok, semangat melukis ya Sayang." Khalisa menerima salim dari putri cantiknya.
"Sayang, Daddy dan Bunda pamit ya." Nick melakukan hal yang sama mengulurkan tangannya disambut cium tangan oleh Caca.
"Assalamualaikum Daddy dan Bunda, hati-hati dijalan. Bye!" Caca mengucap salam dan melambaikan tangannya pada kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam." Nick dan Khalisa menatap Caca yang memasuki gerbang sanggar sambil membalas lambaian tangan sang putri.
Tiba di kantor Nick, Khalisa rasanya rindu sekali ingin menyapa teman-temannya dikantor.
Namun Khalisa kini merasa sedikit canggung, biasanya dulu saat ia datang kekantor ia bisa berbaur santai dengan sesama pegawai, kini meski Khalisa tidak berubah namun sikap para pegaaai lebih sunggkan padanya, mengingat kini ia istri CEO NBC.
Bagi Nick mungkin hal biasa, namun tidak bagi Khalisa.
Khalisa yang notabene adalah pegawai NBC merasa canggung dengan perlakuan yang ia terima.
Nick menyadari Khalisa tampak tak nyaman dengan perubahan yang kini ia rasakan.
Keduanya tak lama sampai dilantai teratas dimana ruangan CEO NBC alias ruangan seorang Nicholas Bryan berada.
"Selamat datang istriku tercinta diruang suamimu." Nich menyambut Khalisa saat membuka pintu ruangannya.
"Rasanya baru kemarin Aku paling malas keruangan ini dari sekian banyak ruang dan studio di NBC." Khalisa menjawab jujur karena dulu memang Khalisa paling enggan bila diminta Kepala Divisi bila ke ruangan Nick.
"Oh jadi begitu ya, pantas saja, kalau masuk keruangan Mas, Sayangku wajahnya jutek sekali!" Nick yang awalnya duduk di kursi kebesarannya kini bergerak mendekati Khalisa yang tampak asik menatap padatnya lalu lintas dari ketinggian gedung NBC.
__ADS_1
"Mas! Nanti kalau ada yang masuk bagaimana!" Khalisa terkejut saat Nick memutar tubuh Khalisa memeluk erat tak lupa menyesap bibir ranum yang selalu memabukkannya.
Tak ada jawaban Nick melanjutkan kegiatan ***** ******* yang masih asik ia nikmati hingga Khalisa butuh oksigen.
Melepaskan pagutan keduanya, Khalisa mengatur nafasnya tersengal.
Namun tangan sang suami modus bin mesumnya masih setia melingkar dipinggang ramping sang istri seakan sudah di lem korea susah lepas.
"Tenang saja Sayangku, tidak akan ada yang masuk. Paling hanya Gusti yang mengetuk!" Nick dengan ancang-ancang kembali melakukan manuver seolah tipis telinga dan panjang umur benar saja terdengar suara ketukan dari pintu ruangan Nick.
"Mas, buka suara Gusti!" Khalisa mendengar ketukan disertai suara Gusti meminta izin untuk masuk.
Berat hati Nick mengizinkan Gusti masuk.
"Selamat pagi Pak Boss, Bu Boss. Sepertinya cerah ceria sekali pagi ini. Maaf Pak Boss, Bu Boss mengganggu kegiatannya, Saya hanya ingin mengingatkan jadwal meeting 1 jam lagi bersama perusaahaan Bu Dira dan Ustadz Salman semua persiapan sudah Ok!" Gusti sambil menyerahkan dokumen yang harus ditanda tangani oleh Nick.
"Kau ini asisten tidak sopan Gusti!Mengganggu kesenangan Bossmu saja! Kalau Kau ulangi, Aku akan potong gajimu 50%!" Nick dengan wajah kesal meski ia tak serius dengan ancaman tersebut namun kesalnya betulan.
"Wah, Bu Boss, kasihanilah Saya, kalau Pak Boss motong Gaji Saya, nanti Lebaran Saya ga bisa mudik!" Gusti menimpali ancaman Nick meski ia tahu Nick Boss yang tidak seperti itu walau galaknya bikin ngeri.
"Sejak kapan Kau Log In jadi muslim? segala ikut lebaran dan mudik? Ada-ada saja Kau!" Nick menyelesaikan menandatangani dokumen dan memberikan kembali kepada Gusti.
"Terima kasih Boss. Silahkan dilanjut ekstrakurikulernya. Saya Gusti, mohon undur diri!" Dengan gaya closing para pembaca berita Gusti pamit dari ruangan Nick.
"Dasar Asisten ga ada Akhlak! Seneng banget ngebully Boss!" Nick tahu Gusti sengaja melambatkan jalannya oleh sebab itu Nick mengumpat pada sang Asisten.
"Mas, kenapa sih sama Gusti kalo ketemu ribut aja. Kaya tom and jerry. Tapi kalau ga ada Gusti pasti repot kan?" Khalisa tahu betul Gusti memang pegawai kepercayaan Nick dan memang terbukti loyal.
"Sayangku jangan belain Gusti bisa besar kepala si jomblo senior itu!"
"Astagfirullah. Nyebut Mas, sombong mentang-mentang sekarang udah ga jomblo!" Ledek Khalisa.
"Eh Sayangku nakal ya ledekin Mas. Sini Mas kelitikin!"
__ADS_1
Ah rasanya dunia milik berdua, yang lain siap-siap minggir ke BKT aja deh sambil jajan sempol ayam minumnya es manohara. Hehehehe...