JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Canggung


__ADS_3

Kanaya sudah tiba di RS, setelah bertanya pada receptionis ia segera menuju ruang VVIP tempat dimana Caca dirawat.


Kanaya memastikan sebelum ia mengetuk pintu bahwa kamar tersebut benar ruang rawat Caca.


Tak ada jawaban, Kanaya mengintip dari celah pintu dan ternyata Caca sedang terpejam.


Kanaya dengan perlahan masuk ke kamar rawat Caca.


Tak ingin mengganggu Caca yang sedang beristirahat Kanaya memilih duduk disisi Caca.


Tatapan Kanaya begitu sedih melihat gadis cantik yang biasanya ceria kini terbaring dengan tangan diinfus dan wajahnya pucat.


"Ya Allah semoga Allah segera angkat penyakit Caca, sembuhkan Caca seperti sedia kala. Kembalikan keceriaan dan kesehatan seperti semula." Kanaya berucap mendoakan Caca dengan setulus hatinya.


Saat Kanaya masuk memang tak ada siapa pun di dalam hingga Kanaya yang kini duduk sambil ia menatap sendu pada Caca seketika terkejut saat ada suara seseorang.


"Ehem!"


Kanaya yang sedang mematung memandangi Caca dengan lafalan doa dari bibirnya seketika terkejut akan suara tersebut.


"Boss, maaf tadi Saya masuk sudah mengetuk pintu namun tak ada jawaban, jadi Saya masuk."


Namun keterkejutan Kanaya tak hanya sampai disitu.


Saat iya berbalik mendapati suara yang mengejutkannya adalah suara Big Boss Killernya, Kanaya dikejutkan pula dengan kondisi Nick yang saat ini baru selesai mandi sepertinya.


Nick yang baru saja mandi, hanya menggunakan celana panjang tanpa menutup tubuh bagian atasnya sambil mengeringkan rambut nya yang basah dengan handuk kecil.


Tentu saja sekilas Kanaya sempat melihat bagaimana sempurnanya tubuh sang Big Boss yang bagaikan pahatan sempurna sang maha pencipta terukir indah mempesona mata terutama kaum hawa.


"Astagfirullah!" Kanaya seketika berbalik memunggungi Nick.


Berbeda dengan Kanaya, Nick lebih tenang, seolah ia tak menunjukkan rasa awkward nya padahal dalam hati Nick berdebar namun dengan sifat super cool yanh dimilikinya semua menjadi aman terkendali.


"Maaf Boss, Saya tidak tahu! Kalau begitu Saya keluar dulu! Permisi!" Kanaya hendak bangun namun saat itu juga tertahan.


"Tante Naya." Suara Caca yang terbangun karena mendengar sedikit kebisingan menahan langkah Kanaya yang berniat keluar dari ruangan.


"Sayang, sudah bangun."


Nick tersenyum mendekati brangkar Caca mengusap kepala putrinya.


Kanaya menyentuh tangan Caca namun ia menjaga pandangannya tak berani menoleh kepada Nick takut Nick masih menampilkan otot kekarnya yang berbentuk kotak-kotak diperutnya.


"Caca bagaimana masih ada yang dirasakan?" Kanaya menetralkan jantungnya yang hampir copot karena Nick.


"Caca masih lemas dan mulut Caca pahit sekali Tante."


"Caca, ini Tante bawakan bubur sayuran dan jamur, Caca mau?"

__ADS_1


Kanaya menunjukkan termos berisi bubut yang dibawanya kemudian membukanya.


Tercium aroma sedap membuat Caca tergugah ingin mencicipi bubur yang dibawa Kanaya.


"Tante Naya Caca mau!"


"Ok. Tante suapi mau?"


Anggukan dan senyum Caca menandakan ia setuju.


Nick yang merasa Kanaya masih canggung denganĀ  kejadian tak terduga tadi kini hendak berdiri dan mau keluar.


"Sayang, Daddy keluar dulu ya, Daddy mau sarapan. Boleh?" Nick meminta izin kepada Caca putrinya.


Kanaya yang mendengar kata-kata Nick, ia baru teringat bahwa ia membawa makan lain selain bubur untuk Caca.


"Maaf Boss, Saya bawa sarapan, jika Boss mau ini silahkan dimakan."


Kanaya menoleh saat memberikan sebuah box makanan pada Nick dan betapa lega Kanaya Nich sudah memakai kemeja kembali.


Nick melihat Kanaya mengghembuskan nafas kelegaan saat menoleh kearahnya.


Nick seketika teringat akan kejadian baru saja dan ia tersenyum tipis.


"Daddy, makan juga ayo sama-sama. Tante Naya makan sekalian ya!" Caca senang karena ia menikmati makanan yang dibawa Kanaya.


Nick menerima box makanan yang diberikan Kanaya.


"Silahkan Boss." Kanaya sekilas menatap Nick karena kata terima kasih yang diucapkan Boss killernya.


Kanaya reflek mengambilkan Nick air di gelas saat Nick tersedak dan memberikannya kepada Nick.


"Diminum dulu Boss."


Nick yang dilayani begitu merasakan ada yang hangat dalam hatinya.


Kanaya yang kembali menyuapi Caca dibuat tertegun kala kedua kalinya mendengar Nick mengucapkan terima kasih.


"Caca, harus banyak istirahat agar lekas sembuh. Caca ingin makan apa? Nanti Tante Naya buatkan."


Alhamdulillah Caca lahap memakan bubur yang dibawa Kanaya.


"Tante Naya, boleh ya Tante menemani Caca disini. Caca mau Tante menemani Caca."


Manik biru Caca menatap penuh harap membuat Kanaya tak mungkin menolak namun Kanaya menoleh ke arah sang Boss meminta persetujuan.


Caca yang melihat Kanaya menatap Nick seolah tahu semua jawaban tergantung Nick.


"Daddy, boleh ya?"

__ADS_1


Bagaimana Nick sanggup menolak pupil mata Caca dengan tatapan memohonnya tak mungkin Nick untuk menolak keinginan putrinya.


"Kalau Tante Naya tidak sibuk." Nick kini balas menatap Kanaya.


"Tante mau kan?" Kini Caca menggenggam tangan Kanaya.


"Iya Sayang, Tante temenin Caca disini ya. Tapi Caca janji ya, harus istirahat, makan dan minum obatnya." Bujuk Kanaya.


"Ok Tante."


Kehadiran Kanaya membuat Caca lebih ceria, walaupun masih lemas wajah Caca tampak lebih segar dan Caca bisa mengobrol dengan Kanaya apa saja sehingga tidak jemu selama di RS.


Sementara Kanaya dan Caca mengobrol Nick menghubungi Gusti untuk menghandle urusan kantor.


Nick juga menghubungi Oma Marisa mengabarkan Caca sudah lebih baik dan memberitahukan ada Kanaya yang sedang menemani Caca.


"Alhamdulillah. Mom kalau begitu tidak kesana dulu ya. Kalian jaga Caca dengan benar. Dan kamu Nick, jangan galak-galak pada Kanaya!" Ada nada ancaman dari Oma Marisa pada Nick.


Nick kembali masuk keruang rawat Caca terlihat Kanaya dan Caca sedang berlatih bahasa Mandarin.


Keduanya juga tanpa senang dan tertawa bersama.


Pemandangan yang menyejukkan hati Nick manakala tawa sang putri saat bersama Kanaya seolah bagai lahan tandus yang mulai menghijau.


"Daddy, sini!" Pinta Caca saat melihat Nick berdiri didepan pintu kamar rawatnya.


"Caca mau Tante kupasi apel?"


"Mau Tante."


Kanaya mengupas apel menyuapinya pada Caca, sementara Nick duduk tanpa sadar ia menatap apa yang sedang Kanaya lakukan.


"Daddy mau apel juga?" Caca yang melihat Nick menatap Kanaya dan dirinya menduga Nick mau juga mencoba Apel.


"Tidak Sayang. Buat Caca saja."


"Tante Naya, Suapi Daddy juga, Daddy itu begitu, mau tapi gengsi!" Caca tertawa.


Kanaya memberikan potongan apel yang sudah di kupas kepada Nick tapi tidak disuapi.


"Maaf Boss, silahkan." Kanaya memegang potongan apel yang sudah ditusuk oleh garpu kepada Nich.


Entah angin darimana maksud hati Kanaya Nick cukup mengambil garpu dan memakannya sendiri malah Nick memajukan wajahnya dan memakannya langsung apel yang dipegang dengan garpu oleh Kanaya.


"Tuh kan Tante. Daddy tuh mau juga!" Caca tertawa melihat tingkah Nick.


"Astaga! Apa yang aku pikirkan! Dimana kutaruh wajahku! Kenapa aku malah disuapi Kanaya!" Batin Nick berbicara menetralkan perasaan asing yang kini singgah dihatinya.


"Astagfirullah! Si Boss kenapa sih! Duh, kenapa juga tiba-tiba jadi canggung begini!" Kanaya dalam hati menekan perasaan yang sulit diartikan.

__ADS_1


"Selamat Siang! Ups, sorry Boss, Bu Naya! Maaf mengganggu, silahkan dilanjut!"


__ADS_2