
Kedua pasangan pengantin baru ini akhirnya sampai ditempat tujuan setelah hampir belasan jam mengudara.
Nick memandang wajah tenang Khalisa yang masih lelap dalam tidurnya setelah apa yang ia lakukan pada istrinya dalam perjalanan mereka.
Nick tersenyum bahagia manakala mengingat moment manis keduanya menyelami surga dunia diatas ketinggian beribu-biru mil.
Seakan sebuah pengalaman menegangkan sekaligus mendebarkan bagi keduanya meski aktivitas tersebut nyatanya menjadi candu bagi Nick.
"Sayang, kita sudah sampai." Nick yang sejak tadi membelai wajah cantik Khalisa yang tertidur sambil ia bermain-main dengan si merah delima yang selalu menarik bagi Nick untuk disesapnya.
Tentu saja perlakuan Nick berhasil membangunkan Khalisa dari tidurnya.
Khalisa mengerjapkan matanya, ia melihat wajah sang suami tampak tersenyum dihadapannya.
Sejenak Khalisa mengumpulkan nyawanya yang masih mengawang merasakan lelah tubuhnya selepas penyatuan mereka saat mengudara diatas awan.
"Sudah sampai ya Mas?" Khalisa melirik dari samping jendela pesawat.
"Dari 1 jam yang lalu Sayang. Sayangku lelah ya? Mau Mas gendong?" Nick memang memperlakukan sang istri bagai ratu.
"Aku masih kuat berjalan Mas." Khalisa menutup mulutnya reflek menguap, rasanya lelah dan mengantuk sekali. Sungguh pria blasteran dihadapannya memiliki stamina luar biasa bila berurusan dengan ranjang.
"Ayo kalau begitu, kita mulai petualangan kita!" Nick mengulurkan tangannya siap menggandeng sang bidadari surga yang membuatnya tak bisa jauh walau sesaat saja.
Ucapan dari sang pilot dan pramugari beserta awak kabin saat Nick dan Khalisa turun dari PJ mereka.
Sebuah mobil mewah membawa keduanya menuju sebuah resort yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama berbulan madu.
Tak butuh waktu lama, Khalisa dan Nick sudah sampai.
"Selamat datang Mr. dan Mrs. Bryan." Sambutan hangat dari pegawai resort yang telah siap menanti pasangan pengantin baru yang akan menghabiskan waktunya merajut asa dan meraih puncak tertinggi kebahagiaan selama beberapa waktu ke depan.
Pegawai resort membawa keduanya menuju sebuah kamar yang akan keduanya tempati selama berlibur disini.
"Silahkan Mr. Mrs Bryan, jika ada yang diperlukan hubungi saja kami." Pegawai resort undur diri meninggalkan keduanya yang kini sudah berada dalam kamar tersebut.
"Sayang, bagaimana suka tidak?" Nick melingkarkan kedua tangannya dipinggang ramping Khalisa sambil mengecup pucuk kepala sang istri.
Khalisa terpesona dengan pemandangan yang bisa dilihatnya langsung dari kamar tersebut.
__ADS_1
Indah dan memanjakan mata. Begitulah kiranya saat hamparan pasir putih dan birunya air laut yang langsung bisa mereka saksikan dalam pandangan mata.
"Bagus sekali Mas. Aku suka. Indah dan cantik." Jawab Khalisa memberikan penilaian apa yang sedang ia saksikan dihadapan matanya saat ini.
"Iya seindah dan secantik Kamu Sayang." Bisik Nick dengan suara beratnya kembali terpancing terbawa suasana yang mendukung keduanya.
"Mas, apakah ini juga milik kamu?" Khalisa curiga saat ia baru sampai di resort terlihat logo perusahaan sang suami.
"Kini juga milikmu." Nick membawa sang istri duduk bersantai di balkon kamar mereka menikmati terpaan angin yang membelai manja.
"Masya Allah, ternyata suamiku seorang Sultan!" Khalisa tersenyum memandang pria yang dulu sedingin kutub utara kini berubah menjadi sehangat sinar matahari pagi.
"Dan kamu adalah permaisuri di kerajaan cintaku." Nick mengecup mesra pipi merona alami milik Khalisa.
"Kukira cupu ternyata suhu!" Khalisa tertawa sambil mencubit gemas hidung mancung Nick mendengar gombalan suaminya.
"Spesial untuk istriku. Tidak untuk yang lain!" Nick kini mengelitik pinggang Khalisa sengaja menjahili sang istri.
"Mas, ampun, geli. Ok! Aku ga akan meledek lagi!" Khalisa dengan nafas terengah-engah.
"Sayang mau makan atau mau mengulang yang dipesawat?" Nick menaikkan alisnya menggoda Khalisa kini menjadi hobi baru untuknya.
"Mau makan apa Sayang? Mau makan di kamar atau di restoran resort?" Nick meminta pendapat Khalisa.
"Kita keluar saja, sekalian Aku mau melihat-lihat sekitar." Khalisa tertarik ingin segera mengeksplore tempat yang nyatanya milik sang suami.
"Ok. Kalau begitu ayo!" Nick mengajak Khalisa menuju restoran resort.
Sesuai permintaan Khalisa yang ingin mencoba seafood Nick meminta pegawainya menyiapkan sajian menu seafood spesial untuk istri tercintanya.
Sambil menunggu makanan mereka disiapkan Nick dan Khalisa mengobrol santai menikmati suasana asri tepi pantai yang memanjakan mata.
"Mas apa sebelumnya pernah kesini dengan Mbak Aurel?" Khalisa menanyakan perihal almarhumah istri Nick.
"Sayang, mengapa tanya begitu? Apakah kamu cemburu?" Nick meraih tangan Khalisa menggenggam jemari cantik itu.
"Aku tidak cemburu. Justru aku berterima kasih, karena Mbak Aurel secara tidak langsung mengirimkan aku seorang suami dan seorang putri yang sangat baik." Khalisa tulus mengatakan apa yang ada dalam hatinya.
"Sayangku adalah orang pertama yang aku bawa kesini." Nick menatap Khalisa sambil mengecup lembut tangan istrinya.
__ADS_1
"Sungguh?" Wajah tak percaya terlihat dalam raut terkejut Khalisa.
"Ya. Awalnya aku tak berniat membeli resort ini. Saat itu aku merasa untuk apa aku memiliki tempat seindah ini bila tak ada yang akan akan bawa kesini. Waktu itu hatiku sangat rapuh sepeninggalnya Aurel." Mata Nick menerawang teringat bagaimana hancurnya ia saat kehilangan Aurel.
Melihat wajah Nick yang berubah sendu, Khalisa mengusap lembut pipi suaminya yang mulai ditumbuhi rambut tentu menambah pesona dan ketampanan seorang Nicholas Bryan tentunya.
"Maaf aku bila membuat Mas teringat hal itu." Sambil mengusap pipi suaminya Khalisa memberikan senyuman termanisnya.
"Tapi aku sekarang bersyukur karena kini Aku bisa membawamu kesini, menikmati keindahan ini bersama wanita yang aku cintai. My lovely!"
Seakan dunia milik berdua ya Bun bila pengantin baru sudah asik mahsyuk yang lain pindah aja ke Mars.
Makanan keduanya telah datang membuat kemesraan yang kini terpampang nyata sejenak terhenti.
"Silahkan menikmati hidangan spesial kami Mr dan Mrs Bryan." Sapa pegawai restoran.
"Terima kasih."
"Sayang, Mas mau disuapi olehmu." dengan manjanya Nick meminta Khalisa menyuapi.
"Iya, duh Daddynya Caca manja ga kalah sama anaknya!" Khalisa menuruti permintaan Nick.
"Mas manja hanya dengan Sayangku saja!" Nick kembali membuka mulutnya siap menerima suapan dari Khalisa.
"Mas memang apa yang sebenarnya terjadi dengan perusahaan orang tua Dira?" Khalisa menduga Nick tahu apa yang sudah terjadi dengan perusahaan milik Baskoro.
"Mas hanya tahu Tuan Baskoro sempat bekerjasama dengan Mr. Max Weber, seperti yang kita tahu ternyata Max Weber adalah buronan interpol yang banyak terlibat kasus di luar negeri. Namun beruntung perusahaan Tuan Baskoro bisa terselamatkan oleh sang istri Nyonya Amelia yang melimpahkan saham yang ia miliki pada Dira yang merupakan putri kandung Tuan Baskoro dengan mantan istri sirinya Ibu dari Dira. Berkat keputusan pengadilan yang menyatakan bahwa Nyonya Amelia secara hukum SAH sebagai ibu dari Dira maka Dira bisa mengambil alih perusahaan milik Ayahnya. Itulah sebabnya kini Dira resmi memimpin perusahaan milik Tuan Baskoro." Sebagai seorang pebisnis Nick tentu perlu menyelidiki setiap partner bisnis nya agar tidak timbul masalah dikemudian hari.
"Aku melihat dan pernah beberapa kali bertemu saat mewawancarai Nyonya Amelia untuk yayasan sosial miliknya, Nyonya Amelia orang yang baik dan penyayang. Beruntung Dira memiliki Ibu sambung seperti Nyonya Amelia." Khalisa memiliki pandangannya sendiri.
"Dari yang Mas tahu sebetulnya perusahaan yang selama ini Tuan Baskoro jalankan sebenarnya adalah milik Ayah dari Nyonya Amelia, namun setelah menikah dengan Nyonya Amelia Ayah mertuanya mempercayakan Tuan Baskoro untuk menjalankan perusahaan tersebut. Namun menurut kabar karena Nyonya Amelia tak kunjung memiliki keturunan maka Tuan Baskoro tampaknya memiliki hubungan dengan wanita lain hingga sekarang kita ketahui bersama bahwa Dira adalah satu-satunya darah daging Tuan Baskoro dari perempuan lain yang ia nikahi secara siri." Papar Nick berdasarkan data yang ia ketahui hasil penelusuran Gusti dibantu oleh detektif suruhan Nick.
"Aku senang kini Dira memiliki keluarga dan Ibu yang menyayanginya. Dira gadis yang baik. Semoga Tuan Baskoro juga segera sembuh. Aku berniat menjodohkannya dengan Kak Salman. Menurutmu bagaimana Mas?"
"Sayang, jodoh itu rahasia Allah, biarkan mengalir sebagaimana mestinya. Bila memang Kak Salman dan Dira berjodoh, Allah akan permudah jalannya. Seperti Mas dan Sayangku yang kini tidak akan pernah terpisahkan." Dalam setiap kesempatan digunakan Nick menggombali Khalisa.
"Mas ini kenapa jadi hobi gombal, ayo makan lagi. Perut kita tak akan kenyang kalau hanya makan gombal!"
Nick tertawa mendengar ucapan Khalisa.
__ADS_1
Betapa bahagianya Nick seakan ingin waktu berhenti agar kebersamaannya bersama Khalisa tak akan pernah berakhir selamanya.