
Malam begitu indah bertabur bintang menemani pasangan pengantin baru yang tampak menggebu merajut cinta.
"Mas, sebetulnya kita mau apa sih? Kenapa aku harus pakai gaun ini." Khalisa yang sedang mematut diri memastikan gaun pemberian sang suami telah cantik dan rapi membalut tubuhnya.
"Sayang, pokoknya Mas akan ajak kamu kesebuah tempat. Bantu Mas pakai dasinya Sayang." Nick sudah memakai stelah jas menyerahkan dasi pada Khalisa meminta dipasangkan.
"Duh yang manjanya banget-banget deh. Sini Aku bantu pakaikan ya suamiku Sayang." Khalisa yanh sedikit menjinjit karena Nick tubuh Nick jauh diatasnya.
"Aw! Mas!" Khalisa terkejut mana kala Nick mengangkat tubuhnya duduk di meja agar lebih mudah memakaikan dasi di leher Nick.
"Sayang, Mas jadi mau ngurung kamu dikamar aja. Melihat Sayangku sudah cantik begini, si Joni mulai sesak!" Nick menggesek-gesekan hidung mereka menghirup wangi aroma tubuh sang istri yang memabukkannya.
"Yah, masa Aku sudah rapi begini batal Mas." Khalisa yang kini pasrah dengan gerakan tangan Nick mulai bergerilya.
"Ok. Kalau begitu, kita berangkat sekarang. Bisa-bisa batal kalau diteruskan." Nick menyudahi kegiatan ekstra kurikuler favoritnya yang baru tahap mengucap salam pada si bulat menggemaskan.
"Mas, kenapa sih pake di tutup begini mataku. Nanti kalau Aku tersandung bagaimana?" Khalisa memegang erat Nick yang kini menuntun langkah sang istri karena ia sengaja menutup mata Khalisa agar kejutan yang telah Nick siapkan berjalan lancar.
"Masih jauh Mas?" Khalisa semakin penasaran.
"Sudah sampai Sayang. Sebentar Mas buka penutup matanya ya." Nick perlahan membuka penutup mata Khalisa.
Perlahan Khalisa membuka matanya.
"Masya Allah Mas. Mas menyiapkan semua ini untuk Aku?" Khalisa senang kejutan yang kini ada dihadapan matanya.
"Sayangku suka?" Nick sukses melihat binar bahagia wajah Khalisa.
"Suka banget Mas! Indah banget. Aku ga nyangka Mas seromantis ini." Khalisa masih diam menikmati apa yang dilihatnya seakan mimpi yang terasa nyata.
"Ayo Sayang kita kesana." Nick mengulurkan tangannya siap menerima jemari lentik milik Khalisa untuk ia genggam erat.
"Pelan-pelan Sayang." Nick saat membantu Khalisa menaiki kapal pesiar yang memang Nich siapkan untuk kejutannya malam ini.
Khalisa takjub dengan apa yang disiapkan Nick untuknya.
"Mas, hanya ada kita disini?" Khalisa tak melihat tak ada orang lain selain mereka kecuali waiters dan kumpulan pemain musik.
"Ya, spesial for you baby." Nick mengecup jemari lentik Khalisa menyalurkan perasaan cinta dan sayangnya untuk istrinya seorang.
"Silahkan menikmati Mr, Mrs Bryan." Chef menyajikan menu spesial pada keduanya.
"Terima kasih." Jawab Khalisa dan anggukan Nick.
Saat Khalisa akan memotong steak yang ada diliringnya Nick kemudian memberikan piringnya kepada Khalisa.
"Selamat menikmati Sayangku." Nick sengaja menukar piring miliknya dengan piring Khalisa karena Nick telah memotong-motong steak agar Khalisa tak perlu repot tinggal menikmatinya saja.
"So sweet sekali suamiku tercinta, makasi ya Sayangku!" Khalisa bersyukur betapa Nick memanjakannya hingga sering dibuat hati Khalisa lumer bagai ice cream.
"Sama-sama cintaku. Ayo dimakan." Nich tersenyum bahagianya kini rasanya hati Nick penuh akan cinta.
__ADS_1
"Sayang, suapi Mas dong?" Nick membuka mulutnya siap menerima suapan dari Khalisa.
"Duh manjanya baby besarku!" Khalisa tiap hari selalu dihujani cinta dan banyak sisi lain dari diri Nick yang baru ia ketahui setelah menikah.
Menyelesaikan sesi dinner keduanya masih asik menikmati malam diatas kapal pesiar.
"Sayang, kita dansa yuk!" Nick mengulurkan tangannya.
"Tapi aku ga bisa dansa loh Mas." Khalisa memang tak pernah dansa sebelumnya.
"Ikuti Mas." Nick menarik pinggang Khalisa mendekatkan pada tubuhnya menuntun satu tangan Khalisa meletakkan pada bahunya sedangkan tangan yang lain dilingkarkan pada pinggang saling memeluk.
Iringan alunan musik klasik menambah romantis malam panjang keduanya.
Bak Raja dan Ratu keduanya menikmati dansa dalam dekapan orang tercinta.
"Sayang, kamu cantik sekali. Mas tak pernah bosan memandang wajah cantikmu." Nick berbisik dengan suara rendah meremangkan bulu roma.
"Gombal!" Khalisa memalingkan wajah malu-malu dari tatapan suaminya.
"Jangan pernah tinggalkan aku ya Sayang. Aku tak bisa membayangkan hal itu. Karena semakin hari cintaku semakin bertambah besar padamu. I Love You Khalisa, My Wife."
Nick menghentikan dansa yang tengah berlangsung, memandang netra yang begitu cantik dihadapannya hingga mata Nick tertuju pada bibir penuh nan menggoda untuk segera ia nikmati.
"Mas a,"
Belum selesai Khalisa menjawab ciuman Nick telah mendarat di bibir Khalisa. Tak sekedar ciuman perlahan ******* dan terasa menuntut penuh gairah.
Dirasa Khalisa perlu menghirup oksigen, Nick melepas pagutannya mengusap perlahan sisa saliva dibibir yang membuatnya ingin lagi dan lagi.
Terlihat Khalisa mengatur nafasnya yang masih memburu setelah kegiatan sesap menyesap bertukar saliva berakhir.
"Mas, apa ini?" Khalisa melihat kotak beludru berwarna maroon yang diserahkan Nick untuknya.
"Bukalah." Nick meminta Khalisa melihatnya sendiri.
"Mas, ini untukku?" Untaian kalung cantik bertahtakan berlian yang berkilau dihadapan matanya.
"Spesial untuk istriku tercinta. Mau coba? Mas bantu pakaikan ya."
Anggukan Khalisa mengiringi gerakan Nich memasangkan liontin indah di leher Khalisa meski sedikit sulit karena sang istri memakai penutup kepalanya.
Nick menuntun Khalisa menghadap cermin dimana kini mereka tinggal berdua saja.
"Kamu suka sayang?" Dalam pantulan cermin terlihat Nick memeluk mesra Khalisa dari belakang sambil meletakkan dagunya di bahu Khalisa.
"Kalungnya cantik Mas. Terima kasih." Khalisa memegang liontin pemberian Nick.
"Karena yang memakainya cantik jadi semakin terlihat cantik." Nick menatap penuh cinta pada istrinya.
"Ah Mas pinter sekali merayu! Makasi ya Mas. Aku suka." Khalisa tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Sayang, Mas mau terima kasihnya tidak hanya dibibir, tapi,"
"Mas!"
Khalisa berteriak manakala Nick menggendongnya ala bridal.
"Mas mau nyeh uwa uwah!" Nick mengedipkan sebelah matanya tersenyum nakal.
"Disini?" Khalisa memastikan.
"Ya, mencoba suasana baru, di kapal pesiar."
Nick segera membawa Khalisa keruangan yang ada dalam kapal pesiar tersebut.
Perlahan Nick meletakkan tubuh Khalisa di ranjang besar dalam kamar mewah dalam kapal pesiar.
"Sayang, boleh ya, malam ini Mas mau ajak Sayangku begadang sampai pagi." Nick perlahan naik ke atas ranjang sambil melepaskan ikat pinggangnya.
Beberapa hari menjadi istri Nicholas Bryan, Khalisa paham suami blasterannya ini memang ga ada matinya selalu strong dan unggul dalam urusan ranjang.
Tak ada salahnya seorang istri menyenangkan hati suaminya bahkan bernilai ibadah.
"Mas, boleh aku ke kamar mandi sebentar, tidak lama." Khalisa menahan dada Nick yang sudah merapat diatas tubuhnya.
"Ok, tapi jangan lama-lama si Joni sudah rindu masuk kandang." Nick memberikan jalan Khalisa menuju kekamar mandi, melepaskan sesaat.
"Ok." Khalisa sebelum menutup pintu kamar mandi.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka.
Nick mematung seketika melihat pemandangan menarik dihadapannya.
Khalisa berjalan perlahan menuju ranjang dimana Nick berbaring sambil memandangnya tanpa berkedip.
Tak sabar menunggu Nick menarik pinggang ramping Khalisa membawanya dalam kungkungannya kini.
"Sayangku mulai nakal ya!" Nick mencolek hidung mancung Khalisa menatap dari atas kebawah tubuh khalisa yang terbalut lingeri seksi dihadapannya.
"Mas suka?" Suara Khalisa terasa menggoda ditelinga Nick.
"Ah, Mas sudah tidak tahan." Nafas Nick terdengar lebih berat dari sebelumnya.
"Jangan lupa baca doa dulu Mas." Bisik Khalisa ditelinga Nick.
Untung saja diingatkan sang istri, Nick membacakan doa sebelum keduanya memulai penyatuan raga.
Sensasi berbeda dirasakan keduanya mengalun seirama gelombang ombak dalam kapal pesir.
Tiada malam yang dingin, kini suasana berubah panas dan bermandikan peluh bagi kedua pengantin baru yang asik memadu kasih, berbagi kenikmatan hingga bersama merasakan pelepasan yang membuat mabuk kepayang.
Entah berapa kali keduanya mengulangi hingga tak sadar masih dalam selimut yang menutupi tubuh polos keduanya terbuai dalam lelapnya mimpi saling memeluk memberikan kehangatan.
__ADS_1