JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Nick Squad


__ADS_3

Meeting antara NBC dengan perusahaan Dira dan Ustadz Salman telah selesai.


Meski ketiganya memiliki hubungan ya cukup dibilang unik, dimana Dira yang dulu adalah salah satu pegawai di NBC kini malah bekerjasama langsung dengan mantan Bossnya.


Sedangkan bagi Salman meski kini Nick adalah adik iparnya urusan bisnis tentu tetap berjalan profesional. Begitupun dengan kerjasama yang dilakukan oleh Baskoro kini beralih kepada Dira yang Ustadz Salman kenal adalah teman sang Adik.


"Duh, Aku jadi nyamuk rasanya ditengah para Boss besar!" Canda Khalisa saat ketiganya sudah selesai menandatangani kerjasama antar perusahaan mereka.


"Apah sih Mbak Icha, Dira panggilnya begitu boleh ya? Soalnya takut ketuker sama Caca. Ah kenapa Caca ga sekalian diajak Mbak, pasti seru deh! Kangen sama Caca!" Dira jadi teringat saat ia tamasya bersama Caca dan Omnya Caca.


"Caca apa Omnya Caca nih ya dikangenin Dir." Nick sejak tadi sudah gatal ingin menggoda dua sejoli yang malu-malu meong.


"Pak Boss sejak nikah ama Mbak Icha jadi receh gini? Resepnya apa Mbak?" Dira tentu masih hapal dan ingat betul bagaimana mantan Bossnya yang cuek, galak, jutek, kulkas 2 pintu, beruang kutub kini lebih happy dan bisa bercanda.


"Makanya cepet nikah, nanti Kamu tahu Dira bagaimana cara efektif membuat yang tegang jadi lebih rilex." Dasar Nick selalu saja jika Khalisa ada didekatnya rasanya ingin selalu memboyong istrinya ke kamar melakukan ekstrakurikuler Nyeh Uwah Uwah.


Khalisa menyikut lengan Nick namun meleset mengenai perut Nick.


Mata Khalisa lebih dulu membola sebelum Nick mengeluh dan protes.


"Oh ya Dir, jadi mau jalan?" Khalisa mengalihkan topik pembicaraan yang sempat melenceng karena otak mesum suaminya kepada dirinya.


"Kalian para wanita ga baik pergi berdua saja, apalagi Sayangku ini, rasanya Mas ga rela kalau ada yang melirikmu." Nick tanpa malu dihadapan kedua insan berstatus jomblo malah menggandeng dan menyandarkan kepalanya di bahu Khalisa.


"Mbak, Dira ga lagi mimpi kan? Lihat Pak Boss biasanya killer kayak Singa sekarang kayak kucing Anggora!" Dira sempat mengelap kedua matanya mengerjap 3 kali memastikan apa yang ia lihat benar adanya.


"Untung Kamu bukan pegawai Saya lagi Dira, kalau tidak akan Aku potong gajimu! Mantan Bossmu ini sebenarnya sejak dahulu kala sudah baik, tidak sombong, ramah Kalian saja yang berburuk sangka!" Tanpa malu Nick memuja diri sendiri membela diri.

__ADS_1


"Lebih baik sekarang kita makan siang yang sudah lewat. Setelah ini Kami rencananya mau menjenguk Papamu Dira. Abah juga akan ke RS namun menyusun." Khalisa menengahi perdebatan Dira dan Mantan Bossnya.


Keempatnya menuju parkir mobil.


Dira, Ustadz Salman dan Nick memang membawa mobil masing-masing namun saat tiba di area parkir Dira melihat mobil bannya kempes dan tak hanya satu tapi 4 - 4 nya sekaligus.


"Sudah ayo katanya mau makan, tunggu apa lagi!" Nick sedikit berteriak karena mobil miliknya lebih jauh dibanding dengan mobil Ustadz Salman dan Dira.


"Sebaiknya mobil Kamu ditinggal disini saja. Nanti Saya minta Iman hubungi bengkel dan menggantinya." Ustadz Salman segera meminta Iman untuk menangani masalah tersebut.


Khalisa dan Nick mendekat, menghampiri kedua sasaran yang sengaja keduanya buat dalam situasi yang tidak biasa.


"Kakak Ipar, tolong Dira ikut mobil Kakak Ipar. Lagi pula ada Iman diantara kalian. Ya kalian pasti paham dong pengantin baru seperti Kami kan butuh privasi, ya kan Sayangku?" Nick menghadap Khalisa memberi kode.


"Kamu gapapa kan Dir?" Khalisa sebetulnya tak enak karena melihat wajah canggung Dira.


"Belum genap sebulan jadi Kakak Iparmu, kenapa Aku pusing dengan kelakuan Alaymu Nick." Ustadz Salman tak mengerti mengapa parter bisnis sekaligus Adik Iparnya jadi berkelakuan aneh sejak menikah.


"Ayo Sayangku, tuh Gusti udah bete liat deh mukanya udah jelek!" Nick sengaja menggandeng Khalisa membawanya ke mobil meninggalkan keduanya.


"Boss, kalo mau menjalankan strategi ya ga usah ngebully Saya dong! Masa muka ganteng kayak Ajun Perwira gini dibilang jelek!" Gusti meski kesal ia tetap menuruti si Boss yang ingin segera berangkat.


"Nanti kalau mereka jadi menikah, kita kecipratan pahala Gus! Kamu jadi bisa nabung pahala, siapa tahu suatu saat pindah server!" Nick santai menjawab tanpa beban.


"Ustadz jadi berangkat itu mobil Mbak Khalisa dan Pak Nick sudah berangkat." Iman yang melihat kedua anak manusia tampak kikuk dan hanya berdiam diri.


"Eh, iya. Dira silahkan." Ustadz Salman membukakan pintu untuk Dira duduk ditengah sementara Ustadz Salman dan Iman duduk bersebelahan di depan.

__ADS_1


Iman paham mengapa Ustadz Salman duduk di depan bagaimanapun demi menjaga marwah Dira sebagai wanita.


"Mas, Aku gemes deh lihat Kak Salman ga gerak cepet gitu, Dira kan cewek, Ah Aku harus bagaimana ya?" Khalisa sedikit kesal dengan sang Kakak yang seakan Abu-Abu tapi ia melihat ada rasa untuk Dira dihati Salman.


"Mudah sekali Sayang. Laki-laki itu prinsipnya sama. Suka tantangan!" Nick menjentikkan jarinya.


"Maksud Mas bagaimana, coba jelaskan?" Khalisa mengerutkan dahi melihat raut tersenyum Nick penuh maksud tersembunyi.


"Ya kita akan lihat bagaimana reaksi Kak Salman jika ada pria lain yang mendekati Dira. Dan Sayangku tidak usah khawatir, Mas sudah perhitungkan itu." Nick dengan bangga bahwa ada startegi jitu yang sudah ia persiapkan.


"Kayaknya pengalaman pribadi ya Boss? Jadi Bu Boss dulu waktu, " Gusti menghentikan penjelasannya saat mendengar Nick memberikan ancaman yang tidak berperikejombloan.


"Gus, Kau mau aku suruh balik ke Bali dan Ku ikat di patung Garuda Wisnu Kencana, bayangkan reputasimu sebagai pegawai handal NBC kepercayaan Nicholas Bryan seketika bisa hancur Gus!" dengan santai namun ancaman tersebut ampuh untuk Gusti.


"Kenapa jadi Mas dan Gusti yang ribut, jangan bilang mobil Dira kempes termasuk rencana Kamu Mas?" Khalisa menatap Nick yang tak menjawab namun senyumnya semakin lebar.


"Bukan Mas Sayang, tuh lihat tangan Mas ga kotor seperti habis pegang ban kan?" Nick menunjukkan tangannya yang bersih.


Kini Khalisa menoleh pada Gusti dengan tatapan Peran Antagonis di sinetron.


"Saya cuma disuruh sama Pak Boss Bu Boss. Tenang saja, lagi pula Saya ga kerja sendiri, tapi di bantu juga oleh Iman!" Kini Gusti membocorkan semua tim yang ada dalam kubu Nick.


"Jadi Iman juga terlibat? Sungguh luar biasa, padahal Iman sangat loyal pada Kak Salman." Khalisa sebetulnya senang karena banyak pihak yang mendukung Salman dengan Dira.


"Kak Salman tidak akan marah sama Iman jika tahu, malah Iman bakal naik gaji nanti." Nich dengan yakin.


"Berarti Saya juga bakal naik gaji dong Boss kan juga 1 tim dengan Pak Boss?" Gusti dengan tatapan mengharap kabar baik dari mulut Boss Killernya.

__ADS_1


"Naik gaji! Naik Haji saja, kalau kamu sudah Log In jadi muslim!"


__ADS_2