JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Siasat Nick


__ADS_3

Nick yang sejak pagi sudah bangun melakukan ritualnya di ruang gym, membentuk otot tubuhnya agar selalu bugar dan sehat dengan segala jenis peralatan yang lengkap layaknya di tempat gym ternama meski semua itu tersedia di kediaman pria yang merupakan CEO NBC tersebut.


Peluh bercucuran dari dahi pria tampan blasteran dengan netra biru dan siluet tulang rahang yang kokoh, membuat siapapun yang melihatnya tak bisa memungkiri hot duda seperti Nick mampu membuat hati bergetar kaum hawa yang melihatnya.


Pagi ini Nick tampak melepaskan semua energi negatif efek kekesalannya sisa semalam saat menghadiri acara yang seluruh tamu-tamunya adalah para pebisnis dan konglomerat dinegara ini.


Masih jelas di ingatan Nick saat Tuan Abdullah menanyakan Kanaya dan berakhir menyebut akan segera punya menantu.


Kekesalan Nick manakala melihat Ustadz Salman yang tersenyum mendengar penuturan ayahnya.


Tak lupa emosi Nick semakin dibuat tersulut manakala Sonia yang bagai ulat bulu menempel tak membiarkan Nick jauh darinya.


"Aku harus cari cara agar hari ini Kanaya kesini? Tunggu, bukankah seharusnya dia memberikan privat pada Caca? Nah cukup sebagai alasan untukku menelpon dia."


Nick menyelesaikan latihannya segera menuju ke kamar untuk mengambil ponsel namun ia melihat Oma Marisa dan Caca sudah rapi bersiap hendak pergi entah kemana.


"Loh, Mom sama Caca mau kemana? Sayang, bukannya hari ini jadwal privat bahasa Mandarin?" Nick tampak tidak tahu kemana ibu dan putrinya hendak pergi.


"Kamu gimana sih Nick, Mom kan sudah bilang. Hari ini Mom mengajak Caca untuk ikut Mom acara bareng teman sosialita Mom. Mereka semua bawa cucu yasudah Mom ajak Caca. Kanaya juga sudah Mom kabari agar tidak usah datang dulu karena Caca Mom mau ajak. Tumben kamu nanya? Biasanya cuek!" Oma Marisa dengan panjang lebar menjelaskan hal yang seingatnya sudah ia beritahukan pada sang putra.


Nick merasa kehilangan kesempatan dan ia tidak tahu akan agenda ibu dan putrinya akan keluar hari ini.


"Loh sayang, masa Daddy ditinggal sendirian dirumah. Padahal Dad sengaja loh kepingin ditemani sama putri Daddy yang cantik." Nick dengan segala cara menahan Caca agar tidak ikut Omanya.


"Kamu kenapa sih Nick, biasanya juga ga ribut! Kalo kamu kesepian makanya cari istri! Sudah Mom mau berangkat!"


Caca mulai goyah, satu sisi Caca memang enggan berkumpul dengan teman-teman Omanya yang bagi Caca tah memahami apa yang mereka bicarakan.


Sedangkan Caca kurang suka dengan Cucu-cucu teman Oma Marisa, karena entah mengapa Caca tidak suka dengan sifat mereka yang senang bersaing menunjukkan mainan atau barang mahal.


Padahal semua orang pun tahu sebagai putri tunggal Nick yang notabene konglomerat plus pemilik NBC tentu saja Caca memiliki semuanya.


Namun Caca bukanlah anak yang senang memamerkan kekayaan Daddy dan Omanya, Caca lebih suka dengan hal-hal positif dibanding bersaing mainan paling mahal yang mereka miliki.


"Sayang, tega sama Daddy, Daddy masa sendirian dirumah?" Nick masih mencoba mencari simpati Caca dengan pasang wajah memelasnya.


Caca sebetulnya enggan ikut bersama Omanya, namun tahu sendiri bagaimana Oma Marisa kalau punya keinginan, tentu Caca hanya ingin membuat hati Oma senang.


"Sudahlah Nick. Kamu telp saja Gusti. Minta temani Gusti. Kalian lakukan apa saja. Oma pergi dulu ya sama Caca."


"Mom, tunggu, panjang umur. Gusti telp. Tunggu jangan kemana-mana?"


Oma Marisa merasakan Nick pagi ini menyebalkan. Tidak biasanya putranya ribet saat ia akan pergi.

__ADS_1


Bahkan biasanya Oma Marisa yang malah heran dengan putranya yang terlalu cuek.


Mendengar Gusti menelpin Daddy nya Caca tersenyum dengan harapan Caca tidak perlu ikut Omanya ke acara itu.


"Oke. Saya tunggu kamu. Ga pake lama ya! Oke Caca Saya bawa!"


Nick menyudahi percakapannya dengan Gusti.


"Sayang, mau ikut Daddy tidak? Daddy perlu bantuan putri cantik Daddy?"


"Daddy memang perlu bantuan apa?"


Oma Marisa mengerutkan dahinya entah apa yang akan Nick lakukan kali ini.


Nick menjelaskan secara singkat dan Caca tampak tertarik dengan ajakan Nick.


Sesaat Caca melirik pada Omanya. Seolah tatapannya meminta izin.


"Yasudah. Caca ikut Daddy saja." Oma Marisa tersenyum melihat wajah Cucunya membuat Oma Marisa gak bisa menolak.


"Oma gapapa sendiri kan?" Caca memastikan.


"Gapapa. Yasudah. Kalau gitu Oma berangkat duluan ya. Nick, Mom jalan dulu ya. Assalamualaikum."


Nick maupun Caca kemudian mencium punggung tangan Oma Marisa secara bergantian.


Seakan semesta mendukung Nick, tentu saja Nick menyetujui permintaan putri cantiknya.


"Dad telp aja. Takutnya Tante Naya ga denger kalau cuma chat."


Caca melihat Daddynya menchat menyarankan langsung menelepon saja.


Nick pun mengikuti saran Caca.


"Tidak diangkat Sayang."


Kurang lebih 5 kali namun tak ada jawaban.


"Pagi Boss. Pagi Nona Caca." Sapa Gusti saat datang menyapa kedua Boss besar dan Boss ciliknya.


"Boss, kita berangkat sekarang?"


"Sebentar."

__ADS_1


Nick mencoba menghubungi nomor Kanaya namun kembali tak ada jawaban.


"Sayang, gapapa kan kalau kita aja yang berangkat?"


Sebetulnya Nick kesal kenapa Kanaya tak menjawab panggilannya. Semakin kesal lah Nick.


Gusti yang melihat percakapan kedua Bossnya hanya bingung mengapa membawa nama Kanaya memilih tak berkomentar agar selamat jiwa dan raga.


Anggukan Caca meski ia sedikit kecewa karena tidak bisa mengajak Kanaya.


"Nona Caca, nanti mau mampir beli ice cream ga?"


Gusti yang melihat raut wajah sedih Caca mencoba memberikan sedikit hiburan dengan menawarkan salah satu kesukaan Caca.


Anggukan Caca menjawab pertanyaan Gusti meski senyum Caca masih belum tampak.


Kini Gusti, Nick dan Caca sudah berada di mobil menuju tempat Nick akan bertemu kliennya.


Jadi Gusti mengabarkan bahwa hari ini salah satu klien Nich Tuan Antoni mengajak bertemu. Dan Tuan Antoni membawa serta Cucunya.


Untuk itu, Nick sengaja membawa Caca agar Caca bisa bermain bersama cucu Tuan Antoni.


Nah, adapun hubungannya dengan Kanaya tentu saja karena otak Nick yang memang sedang terpikir Kanaya tiba-tiba saja ingin menjadikan alasan pekerjaan agar Kanaya ikut dengannya.


Namun kali ini Nick tidak beruntung. Kanaya tak menjawab panggilan telponnya.


"Dad, ayo ikut!" Ajak Caca menggandeng tangan Nick untuk ikut menemani Caca membeli ice cream.


"Ok Sayang. Ayo!"


Nick menggandeng tangan Caca dan Caca tentu saja senang bukan main bisa bersama dengan Daddynya yang sehari-hari super sibuk.


"Daddy Caca mau ini, ini dan ini!" Caca memilih 3 varian yang di mix dalam satu cup.


"Sayang, jangan terlalu banyak, kan baru sehat. Nanti kalau kenyang makan ice cream Caca ga mau makan. Kurangi ya?" Nick memberikan pengertian.


"Kan makannya dibantuin sama Om Gusti, iya kan Om?" Caca tak ubahnya Nick, banyak Taktik.


"Sejak kapan kau suka ice cream Gus! Biasa minum air kelapa aja!" Nick melirik Gusti yang ikut dalam Taktik Caca agar Nick mau menurutinya.


Caca tertawa mendengar ucapan Daddynya pada Gusti.


Sementara Gusti cuma diam saja, kalau dibalas alamat ga selamat.

__ADS_1


"Boss, bukankah itu Bu Kanaya?" Bisik Gusti pada Nick.


Gusti memberi tahu Nick sambil menunjuk kearah dimana Kanaya yang sedang duduk bersama seseorang.


__ADS_2