JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Bulan Madu Last Part


__ADS_3

Sinar mentari menerobos masuk mengusik kedua sejoli yang masih terlelap dalam buaian mimpi saling memeluk posesif.


Dering ponsel terdengar mengusik tidur kedua pengantin baru yang belum puas memejamkan mata setelah kerja rodi semalaman.


Selepas subuh setelah bekerja keras bersama lalu menunaikan shalat subuh berjamaah barulah Nick dan Khalisa memejamkan mata mengistirahatkan tubuh yang letih pasca pergulatan sengit diatas ranjang.


Khalisa yang terlebih dahulu terbangun mendengar dering ponsel yang nyatanya berasal dari ponsel sang suami.


"Mas, HP Mas bunyi. Ada telpon." Khalisa mengguncang lengan Nick.


"Euh, Sayang siapa sih yang telpon. Kalau Gusti abaikan saja." Bukan bangun Nick malah mengeratkan pelukannya pada Khalisa masih dengan mata terpejam.


Kini bergantian ponsel milik Khalisa yang berdering.


"Mas HP ku bunyi, ada telpon. Aku izin angkat dulu ya." Khalisa memindahkan tangan Nick yang melingkar diatas perut Khalisa.


"Assalamulaikum. Pagi Sayang. Maaf Bunda lama jawab telponnya. Ada apa Sayang?" Sambil sedikit melepas tangan Nick yang kembali meresahkan.


"Waalaikumsalam Bunda. Bunda, Caca telp ke HP Daddy kenapa ga dijawab ya, Apa Daddy masih tidur?" Caca dengan bawel ia sebetulnya dibisiki oleh sang Oma yang ada disebelahnya.


"Iya Sayang, Caca ada apa telp Daddy dan Bunda? Udah kangen kah?" Khalisa berhasil melepaskan diri dari Nick kini pindah ke sofa.


"Caca kangen banget sama Bunda. Sama Daddy juga sih! Tapi Caca telp bukan karena itu, Caca boleh tidak minta nomor Tante Dira?" Caca yang kini menikmati segelas jus sambil menonton kartun kegemarannya. Hari ini Caca libur sekolah.


"Memang ada apa Caca minta nomor Tante Dira?"Khalisa mencium aroma-aroma ada udang dibalik bakwan, eh salah dibalik batu. Hehehe.


"Jadi hari ini Caca kan mau diajak sama Om Salman jalan-jalan Bun, Nah Caca mau telpon Tante Dira agar ikut kami. Tapi Om Salmannya ga tahu." Caca memang luar biasa setelah sukses dengan Daddy dan Bunda kini entah apa yang ada dipikiran Caca ia ingin sekali Om Salman bisa bersama Tante Dira sahabat Bundanya.


Tentu saja mendengar perkataan Caca Khalisa tampak bersemangat dan sangat mendukung rencana putrinya.


"Bunda, Bun. Bunda masih disana kan?" Caca tak mendengar jawaban Khalisa.


"Eh iya Sayang, Ok Bunda akan kirim nomor Tante Dira ya." Khalisa juga memiliki harapan yang sama dengan Caca.


"Ok Bunda. Makasi Bun. Oh iya Bunda sama Daddy kapan pulang?" Caca sudah rindu dengan Daddy dan Bundanya.

__ADS_1


"Insya Allah lusa Nak Kami balik. Caca mau oleh-oleh apa?" Khalisa melihat Nick sudah bangun kini ia duduk diranjang mengerjapkan matanya sambil mengumpulkan nyawa.


"Apa aja Bun, yang lucu dan unik-unik boleh juga. Kerajinan Khas disana." Caca berpikir sesaat.


"Oma sehat Sayang?" Kini Khalisa menanyakan Ibu mertuanya.


"Oma nih ada disebelah. Oma ditanya sama Bunda." Caca menyerahkan ponselnya pada Oma Marisa.


"Sayang, apa kabar? Mana suamimu yang masih tidur? Bangunkan Sayang!" Oma Marisa ngegas saat dengar Nick masih tidur.


"Alhamdulillah baik Mom. Mom sehat kan? Mas Nick sudah bangun Oma. Mau ngobrol?" Khalisa melihat Nick yang memberikan kodenya pada Khalisa.


"Loudspeaker dan kasihkan pada si mantan duda Sayang."


Khalisa menuruti permintaan sang Ibu mertua.


"Pagi Mom, Mommy ku yang cantik lagi apa?" Nick sengaja merayu Ibunya agar tidak kena marah.


"Sejak kapan beruang kutub jadi pandai merayu! Kau ini pasti bikin menantu Mom begadang semalaman. Awas saja kalau menantu Mom kecapean! Mom sunat lagi Kau Nick!" Oma Marisa menutup mulutnya agar tawanya tak terdengar oleh Nick.


"Jangan dong Mom! Kalau disunat lagi kasian menantu Mom, lagipula Mom kan minta Cucu, kalau disunat lagi bisa gawat!" Nick ngeri membayangkan si Joni harus disunat kembali, masa iya sampai 2 kali, bisa habis!


"Mom, lusa Kami balik. Mom mau dibawakan oleh-oleh apa?" Khalisa kembali berbincang dengan Oma Marisa.


"Ah Mom jadi enak nih, memang menantuku yang paling pengertian. Tidak usah Sayang, Kamu pulang sehat dan selamat, Mom sudah senang. Oh iya, Caca bilang mau sekalian menginap di rumah Abahmu hari ini, gapapa kan Sayang?" Oma memberi tahu kepada Khalisa.


"Gapapa Oma. Abah pasti senang ada yang menemani. Tapi kalau Caca pergi Oma dengan siapa dirumah? Oma nanti kesepian. Atau Aku dan Mas Nick balik hari ini saja ya?"


"Eh jangan Sayang, justru itu Mom juga sekalian mau kasih tahu Kamu. Mom sebetulnya ada kegiatan bakti sosial sama teman-teman Mom diluar daerah. Makanya saat Caca bilang mau menginap di rumah Abahmu Mom mempertimbangkan untuk ikut acara tersebut."


Kini Nick memberi kode ia mau langsung berbincang dengan Oma Marisa.


"Mom berapa lama perginya?" Kini Nick yang berbicara pada sang Ibu.


"Kurang lebih 3 hari. Kenapa Kau Nick kangen ya kalau Mom pergi?" Oma Marisa meledek putranya.

__ADS_1


"Mom jangan lupa jaga makan dan minum vitamin. Mom juga jangan ikut-ikutan teman-teman Mom yang masih sembarangan makan ga inget umur!" Nick tahu Mom Marisa bila sedang bersama teman-temannya yang hobi kulineran sering khilaf padahal seumuran mereka banyak makanan yang pastinya dipantang oleh dokter.


"Iya Nicholas Bryan, Mantan Duda, yang bawel!" Oma Marisa membolakan matanya.


"Ya sudah Mom hati-hati. Perlu Nick hubungi Gusti untuk menyiapkan akomodasi dan PJ untuk perjalanan Mom?"


"Mom sudah telpon ke Gusti dan Gusti sedang menyiapkan. Sudah Kau pasti belum mandi kan Nick? Lekas mandi sana, bersihkan Totongmu, Kau ini buka puasanya keterlaluan Nick! Ya sudah Mom tutup telponnya ya. Salam untuk menantu kesayangan Mom. Awas Kau bikin capek! Assalamualaikum." Oma Marisa mengakhiri telponnya.


"Waalaikumsalam."


Mengakhiri telponnya Nick melihat Khalisa yang kini sudah berada diluar sedang menikmati pemandangan laut dipagi hari.


"Sayang, kita mandi yuk!" Nick memeluk erat Khalisa dari belakang.


"Janji cuma mandi?" Khalisa yang memastikan apakah kali ini mandi atau ada plus-plusnya.


"Ya, kalau Sayangku udah ga capek, bolehlah pake plus-plus mandinya."


Alamak Nick, ga inget pesen Oma Marisa, padahal baru saja tutup telpon.


"Kalo gitu mandinya gantian aja Mas, sana Mas mandi duluan." Khalisa menyembunyikan senyumnya sengaja menggoda Nick.


Tanpa jawaban Nick langsung menggendong Khalisa membawanya ke dalam kamar mandi.


Banyak sekali akal bulus mantan duda Nicholas Bryan.


Rasanya setiap ada kesempatan selalu ingin mengajak si Joni masuk sangkar.


Bathup berisi air dengan aroma terapi memanjakan keduanya yang asik kembali memadu kasih dalam gelombang cinta yang membara.


"Sayang, udah yuk! Aku dingin nih!" Khalisa beranjak ingin mengakhiri acara mandi plus-plusnya setelah tak kurang 1,5 jam keduanya menghabiskan waktu bermain dalam gairah.


Nick membantu Khalisa mengambilkan bathrobe dan memasangkannya.


"Sayang, mau sarapan dimana?"

__ADS_1


"Aku bosen dikamar, kita sarapan diluar saja Mas. Sambil menikmati pemandangan."


"Ok!" jawab Nick sambil membantu mengeringkan rambut Khalisa.


__ADS_2