JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN
Uring - Uringan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju rumah Nick uring-uringan gajelas.


"Macet aja terus! Pagi macet, sore macet!" Nick mengeluhkan lalu lintas padat dijam pulang kantor.


"Setiap hari juga macet Boss. Kenapa sewot banget sih!" Gusti tahu sumber kekesalan Nick tapi sengaja Gusti tambah menjadi kompor.


Mobil Nick sudah memasuki pelataran kediamannya.


Oma Marisa dan Caca menyambut kedatangan Nick dengan senyum.


"Assalamualaikum Daddy!" Caca mengingatkan Nick agar mengucapkan salam saat memasuki rumah.


"Iya princess cantiknya Daddy. Assalamualaikum." Nick menuruti permintaan Caca putri tercintanya.


Caca mencium tangan Nick dan Nick balas mencium pipi Caca kanan kiri.


"Waalaikumsalam." Jawab Caca dan Oma Marisa.


Nick mencium punggung tangan Oma Marisa.


"Aku keatas dulu ya Mom, mau mandi gerah! Dad mau mau dulu ya Sayang, sudah bau." Nick pamit pada ibu dan putrinya.


Tentu saja raut wajah bete putranya terlihat meski Nick menutupi sebagai ibu Oma Marisa paham betul sifat Nick bagaimana.


Tentu saja Gusti sebagai intel utusan Oma Marisa segera diberondong banyak pertanyaan.


Moment tersebut tak disia-siakan oleh Gusti untum ia ceritakan sejelas-jelasnya kepada Oma Marisa.


Gusti begitu detail menceritakaan sejak awal di kantor hingga berujung cekcok mulut antara Nick dan Kanaya soal emosi si Boss menuduh Kanaya dan Ustadz Salman pacaran.


Berbagai ekspresi wajah ditampilkan dari raut muka wanita yang sudah tak lagi muda namun masih tetap cantik jelita yang kalau ditanya rahasia awet mudanya Oma Marisa selalu jawab minum air putih dan berpikiran positif, padahal tentu saja perawatan mahal dan treatment terbaik menjadi langganan Oma Marisa lakukan di dokter kulit dan kecantikannya.


Dari mulai DNA Salmon, Paus, Hiu dan liur walet menjadi serangkaian perawatan yang Oma Marisa jalani, wajar saja diusianya yang menyentuh kepala 7 Oma Marisa masih cantik.


Duh Oma ajak-ajak Author kalau perawatan dong. Mak Author paling cuma pake sabun doang nih. Jiwa missqueenku meronta mendengar perawatan Oma Marisa, hahaha.


"Kira-kira mereka berdua apa ada hubungan Gus? Coba kamu selidiki lagi!" Oma berbisik pada Gusti.


Namun saat diberi kode oleh Gusti Nick turun, Gusti langsung kembali acting.

__ADS_1


"Nyonya Oma sepertinya kita akan dapat undangan." Pancing Gusti.


Nick menghampiri Caca yang sedang bermain puzzle di depan televisi namun memasang telinganya dari obrolan Mom dan Asistennya.


"Undangan siapa Gus? Kamu mau nikah?" Oma Marisa dengan senyumannya.


"Bukan Saya Nyonya Oma, sepertinya Bu Kanaya dan Ustadz Salman!" Gusti mengeraskan suaranya dan menekankan setiap kata-kata.


Caca yang mendengar langsung menghampiri Gusti dan Omanya.


"Tante Naya dan Om Ustadz mau nikah?" Wajah Caca terkejut.


"Ya Om juga ga tahu pasti Nona Caca, tapi tadi Om dan Daddy bertemu dengan Bu Kanaya dan Ustadz Salman, mereka besok mau bertemu dengan orang tua Ustadz Salman." Jelas Gusti.


"Oma, memang kalau begitu mau menikah ya?" Wajah Caca terlihat berbeda.


Sesuangguhnya Oma Marisa tidak tega membuat Cucunya bersedih, namun demi rencana yang harus berjalan lancar, Oma Marisa tega ga tega dengan sang cucu.


"Sayang, biasanya kalau 2 orang dewasa yang sudah saling yakin dan menerima satu sama lain, maka penting agar dibawa kepada orang tua. Kalau Tante Naya dan Om Ustadz menikah memang kenapa? Kan dua-dua menyayangi Caca." Oma Marisa sungguh tak tega sebetulnya, ia merasa jadi Oma jahat untuk Cucunya sendiri.


"Ia Oma gapapa. Hanya Caca sedih. Caca pikir Tante Naya bisa jadi Bunda Caca." Wajah Caca menunduk.


"Loh jangan sedih Sayang, lagi pula menikah itu harus saling menyukai. Meski Caca suka Tante Naya tapi yang akan menikah Daddy, memang Daddy suka sama Tante Naya! Kalau Oma melihat Tante Naya cocok dengan Ustadz Salman. Karena Ustadz Salman baik, tutur katanya lembut, cocok dengan Tante Naya." Jelas Oma Marisa sambil melirik ke arah Nick yang terdiam seolah acuh.


Diluar dugaan, Caca menghampiri Daddy Nich,


"Daddy kenapa suka marah-marah sama Tante Naya? Daddy galak sama Tante Naya, padahal Caca suka sama Tante Naya. Caca berharap punya Bunda seperti Tante Naya. Tapi karena Daddy galak, suka bentak dan marahin Tante Naya jadi Tante Naya maunya nikah sama Om Ustadz!"


Diluar dugaan Nick, Caca mengatakan semua unek-uneknya sambil meneteskan airmata.


Caca pergi dari ruangan dimana Nick, Gusti dan Oma Marisa berada.


"Sayang, jangan menangis. Tunggu Sayang!" Nick akan menyusul Caca namun dicegah oleh Oma Marisa.


"Biar Mom yang memberikan pengertian pada Caca. Kamu jangan buat Caca semakin sedih. Dia begitu karena ia berharap Kanaya menjadi ibunya. Tapi kamu tidak pernah bisa mengerti perasaan dan keinginan putrimu sendiri. Oh jangan-jangan kamu lebih senang wanita sosialita yang senang dengan laki-laki berduit seperti Sonia!" Oma Marisa menekankan kata-katanya kepada Nick sebelum ia pergi menyusul Caca  kekamarnya.


Gusti serba salah, niat hati ingin berbuat lebih malah ia meliat kini ketiganya menjadi cekcok seperti ini.


"Boss, apa," Gusti tak sempat melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


"Sebaiknya kau pulang Gus! Kau hari ini terlalu banyak bicara!" Nick mengusir Gusti dan Nick segera menuju kamarnya.


Gusti tidak sakit hati ia memilih untuk tetap di kediaman Boss nya.


Gusti tahu kebiasaan buruk Nick semenjak kepergian mantan istrinya.


Gusti hanya takut Boss nya melakukan hal yang buat Gusti biasa.


Namun Nick tidak bisa melakukan itu karena pencernaannya tidah bagus dan gerd Nick sudah akut.


Benar saja, Nick turun dengan stelan kasual lengkap dengan jaket kulit dan kacamata hitamnya Nick hendak keluar rumah.


"Boss, mau kemana?" Gusti cemas.


"Kau tuli, heh! Aku sudah memintamu pulang!" Nick berlalu melewati Gusti tanpa mengindahkan Gusti yang mencegahnya.


"Jangan berani-berani mengikutiku! Atau kamu aku pecat!" Nick saat masuk ke dalam mobilnya sebelum ia kemudikan meninggalkan pekarangan rumahnya.


Tentu saja Gusti tidak mengindahkan kata-kata Nick, ia tetap membuntuti Nick dari jarak jauh.


Benar dugaan Gusti, Nick mendatangi Club.


Beruntung Club yang didatangi Nick, adalah Club milik teman Gusti.


Gusti menghubungi temannya pemilik club meminta menjaga bossnya Nick agar tidak diganggu oleh siapapun termasuk perempuan liar yang biasa bergentayangan di dalam club.


Gusti menjaga jarak jauh agar Nick tidak menyadari kehadiran Gusti.


Nick memesan minuman alkohol dengan dosis tinggi.


Malam ini Nick ingin melupakan segala penat dikepalanya.


Terbayang semua kejadian hari ini, ditutup dengan merajuknya Caca dan kemarahan Oma Marisa ibu Nick.


Nick berkali meneguk air surga yang memabukkan itu.


Nick lupa dokter mengatakan pencernaannya tak memiliki toleransi lagi terhadap segala jenis alkohol.


Nick seolah mengabaikan semua itu, malam ini ia mabuk-semabuk mabuknya.

__ADS_1


__ADS_2