
Naoki mendudukkan dirinya di bangku plastik yang sama dengan el duduki, sekali lagi ia menghela nafas panjang.
"Dia marah sama aku Rin," ucap naoki memulai percakapan.
"Marah kenapa? pasti ada sebabnya kan. Kak Naoki selingkuh ya?!"
"Nggak lah, mana ada." tepis naoki.
Meskipun suara cleo cempreng seperti kaleng rombeng dan tubuhnya tipis seperti triplek, tetapi tak ada sedikitpun niat naoki untuk memalingkan hatinya dari sang istri. Namun, naasnya itulah yang ada di pikiran cleo dan wanita itu sangat membenci penghianatan.
Iya jelaslah, wanita mana yang mau di hianati 🤧
"Tapi Cleo berpikir seperti itu Rin."
Jeda sejenak. Karina hanya diam menunggu Kakak laki-lakinya itu melanjutkan ceritanya. Begitu pula el, pria itu tetap pura-pura tidur sambil memasang telinga untuk menguping pembicaraan antara mereka. Ia sebenarnya sudah bagun saat mendengar suara pintu yang terbuka.
"Aku terlalu sibuk berkerja hingga tanpa sadar aku menyakiti cleo. Aku pikir karena aku sudah menikah maka aku harus bisa menafkahi keluargaku dengan hasil keringatku sendiri, jadi aku mulai berkerja di salah satu perusahaan yang cukup besar. Aku berusaha menjalin hubungan baik dengan para karyawan lainnya, aku sering keluar bersama mereka, tapi aku...."
"Tapi aku apa Kak?"
"Tapi aku menelantarkan cleo dirumah sendirian, dan salah satu rekan kerjaku selalu memposting saat kami keluar dan makan di luar kantor seolah kami adalah pasangan."
"Astaga, pantas saja Kak cleo marah. kamu ninggalin dia dirumah sendirian, sementara kamu enak-enakan makan dan bersenang-senang. Kalau akau jadi Kak cleo aku juga marah dan minta cerai," tukas Karina memanas-manasi hati naoki. Seketika mata Naoki terbelalak melotot kearah adiknya.
Ish ... amit-amit jangan sampe karina minta cerai, batin el dalam diam.
"Apa Rin, cerai?! nggak, aku nggak akan ceraiin cleo."
"Apa ada yang lain, selain Kak Naoki cuekin dia?"
Naoki mengambil nafas dalam-dalam sebelum ia memulai ceritanya. Dengan panjang lebar naoki menceritakan apa yang terjadi selama mereka di Taiwan dan juga kesalahan pahaman cleo pada karina di rumah sakit.
"Ya Tuhan, kasihan banget kak cleo. Kak Naoki tega banget sih jadi suami, kalau Kak naoki jadi Suamiku udah aku bejek bejek jadi perkedel tau nggak!" tukas karina dengan menyala-nyala dua jadi ikutan emosi mendengar cerita Naoki.
Eldric manggut-manggut dalam hatinya, dari cerita naoki el bisa mengambil pelajaran untuk tidak melakukan kebodohan yang sama dengan kakak iparnya itu.
"Tapi kenapa kak cleo nggak bilang apa-apa soal kesalahan pahamannya sama aku?"
"Mama dan papa bantu jelasin soal kamu tapi soal yang lain, cleo masih belum sepenuhnya percaya sama aku." Naoki menunduk lesu.
Otaknya sudah buntu, ia bingung harus bagaimana lagi membujuk istrinya. Semakin dia berusaha semakin cleo marah padanya.
__ADS_1
"Kakak cintakan sama kak cleo?"
"Tentu saja Rin, kenapa kau menanyakan itu? aku mencintainya," ucap Naoki dengan yakin.
"Apa Kakak pernah mengatakan ini pada kak cleo?"
"Aku, tidak. Belum lebih tepatnya."
"Hais dasar cowok gengsian. Dapat apa sih dari egomu itu? Kak Naoki mau kehilangan kak cleo?"
"Enggak lah Rin, aku nggak akan pernah rela kehilangan dia," sahut naoki.
"Kalau begitu berjuanglah lebih keras, tidak perduli berapa kali pun kak cleo menolak dan mendorongmu menjauh, kembalilah dan lakukan lagi. Jangan mudah menyerah. Aku yakin kak cleo pasti luluh dengan usaha Kakak."
"Kak cleo hanya sedang butuh waktu untuk mengobati lukanya, dan selama itu tetaplah ada di sisinya. Ini masa yang berat Kak, kehilangan sesuatu yang sangat kita sayangi. Aku pernah merasakannya, jadi aku tau bisa mengerti perasaan kak cleo. Temani dia kak jangan biarkan dia sendirian. Tunjukkan padanya kalau Kak Naoki sangat mencintainya, jangan ragu untuk menunjukkan rasa cintamu," ujar karina menasehati kakaknya.
"Terima kasih Rin, kalau begitu maaf aku tidak bisa menemanimu. Aku akan menyusul Cleo."
Karina mengangguk kecil. " Semangat Kak!"
Naoki tersenyum. Ia kemudian bangkit dari duduknya dengan langkah cepat naoki keluar dari kamar itu. Karina menatap kepergian naoki sambil berdoa dalam hatinya agar naoki dan kakak iparnya segera berbaikan, semoga kesalahan pahaman diantara mereka cepat selesai.
"Akhirnya dia pergi juga." Eldric mengangkat kepalanya kemudian mengeliat kecil.
"Aku sudah bangun sejak Kakakmu masuk, Hon. Aku sengaja pura-pura tidur agar tidak menganggu kalian."
"Terima kasih, Sayang," ucap karina sambil menatap suaminya dengan penuh arti.
"Jangan menatapku seperti itu Honey, kau tau aku harus puasa."
Karina terkekeh kecil.
"Sini, mendekatlah."
Eldric pun menuruti perintah istrinya. Ia bangkit dari duduknya kemudian mendekatkan wajahnya. Sebuah kecupan manis Karina berikan pada bibir tebal suaminya.
"Love you my husband."
"Love you to." Eldric mengecup lembut bibir Karina yang masih pucat.
Eldric menyatukan kening mereka, dari cerita naoki kedua bisa mengambil pelajaran. Jangan pernah ragu untuk menunjukkan seberapa besar rasa cintamu pada pasanganmu. Jangan pernah mengkhianati kepercayaan mereka, jangan pernah.
__ADS_1
Eldric mengecup kening istrinya lama. Ia kemudian melangkah memutari brankar Karina, untuk mengambil makanan yang dibeli oleh Naoki.
"Makan dulu, kau pasti lapar." Eldric mulai membuka satu kotak berisi dimsum dan satu mangkuk sup ayam.
Aroma sup ayam yang lembut dan gurih membuat lambung karina tidak sabar untuk segera menampungnya.
"Tapi kau juga makan, aku nggak mau makan sendirian," ujar Karina dengan nada yang manja.
"Kau dulu, kau harus makan yang banyak. Sekarang bukan hanya kamu tapi zoe bergantung makanan dari air susumu Honey."
Eldric mengapit satu siomay isi ayam dengan sumpit lalu mengarahkannya ke mulut mungil Karina. Dengan senang hati Karina membuka mulutnya.
"Kau juga makan."
Karina merebut sumpit dari tangan el, lalu menyuapkan satu hal yang sama pada suaminya. Keduanya menikmati makam malam dengan saling menyuapi satu sama lain.
Malam ini el tidur menemani sang istri di rumah sakit. Eldric memerintahkan joe untuk mengantarkan kedua mertuanya ke mansion agar mereka bisa istrirahat. Ia ingin menjaga istrinya sendiri malam ini.
Eldric mengusap lembut rambut istrinya sampai wanita itu terlelap. Ingin rasanya ia naik ke ranjang itu dan tidur di samping Karina. Namun, itu pasti membuat istrinya tidak nyaman. Apalagi dengan karteter yang masih belum dilepas, Karina pasti tidak nyaman jika harus tidur miring.
Setelah karina tidur dengan lelap, Eldric memutuskan untuk tidur di ranjang yang ada di sana. Ada sebuah tempat tidur yang ada di sana dengan sebuah tirai sebagai penyekat. El menyisihkan tirai itu agar ia bisa tidur sambil melihat istrinya.
Satu hari yang melelahkan sekaligus menegangkan. El memiringkan tubuhnya menghadap karina, ia menatap lekat wajah istrinya yang terlelap. Perlahan mata el juga terpejam.
.
.
.
.
.
.
Maaf kemarin mati lampu 🥲
sampe malem jadi nggak bisa up
mulai hari ini crazy up. nantikan dua bab lagi nanti sore 😘
__ADS_1
Hari Senin jangan lupa vote