Jerat Cinta Jomblo Karatan

Jerat Cinta Jomblo Karatan
With you


__ADS_3

Hari berganti hari, Tama dan Siska berpamitan pulang setelah beberapa hari menginap di mansion menantunya. Meskipun Karina merasa berat melepaskan kepulangan orang tuanya. Namun, Karina jiga tidak bisa menahan mereka terlalu lama. Papanya harus kembali berkerja, ada begitu banyak tanggung jawab yang dipikul olehnya.


"Jaga putriku dengan baik!" pesan Tama dengan tegas pada menantunya.


"Tentu, saya akan menjaganya dengan nyawaku," jawab Eldric dengan sungguh-sungguh. Ia menggenggam erat tangan sang istri, Karina menoleh kearah suaminya. Menatapnya dengan penuh kasih.


Tama manggut-manggut mengerti. Ia percaya sepenuhnya pada Eldric, hidup beberapa hari bersama mereka membuat tama melihat betapa Eldric sangat mencintai putrinya. Tama bersyukur Karina bisa bersama dengan seseorang yang begitu menyayanginya dan mencintainya.


Tama tidak bisa menjaga sang putri saat ia kecil. Ia merasa sangat bersalah karena hal itu. Kini karina sudah memiliki keluarga begitu pula Naoki, anaknya itu sudah menjadi seorang kepala keluarga di usianya yang masih muda. Meskipun begitu Tama yakin putranya bisa menjadi kepala keluarga yang baik. kini Tama bisa merasa lega. Jika Tuhan memanggilnya pulang tak ada lagi beban di hatinya.


Sementara itu kedua perempuan beda usia itu sedang asik berpelukan sambil berderai air mata.


"Ma, Karina masih mau sama Mama," rengek Karina manja.


"Nanti Mama berkunjung lagi, Nak." Siska mengusap lembut rambut anaknya.


"Lama nggak Ma?"


"Doakan saja secepatnya, kamu baik-baik ya. Ingat kata Papamu kau harus sering bergerak agar persalinan nanti bisa lancar dan mengurangi resiko saat persalinan nanti," ucap Siska.


Karina mengangguk mengerti. Tama sudah menjelaskan resiko pembekuan darah yang akan dialami karina saat persalinan nanti, agar putri bisa menyiapkan dirinya dengan baik.


"Apa kalian yakin tidak mau memakai jet milik saya?" tanya Eldric untuk kesekian kalinya.


Kedua mertuanya menolak dengan tegas untuk tidak menggunakan jet pribadi milik menantunya itu.


"Terima kasih El, tapi Mama lebih suka naik pesawat komersial saja."


"Baiklah, terserah Mama saja," Eldric pun akhirnya hanya bisa mengalah.


Tama memeluk erat putri kecilnya yang kini telah dewasa.


"Maafkan Papa Nak, Papa sudah lalai dalam menjagamu. Hiduplah dengan bahagia dengan suamimu, Papa akan selalu ada kapanpun kau membutuhkan Papa." Tama meleraikan pelukannya. Menatap lekat pada wajah putrinya.


"Jaga putriku baik-baik, buatlah dia bahagia." Tama berganti memeluk sang menantu.


"Baik, Pa," jawab Eldric dengan kikuk.


🙂🙂🙂


Setelah melepaskan kepergian orang tuanya Karina tampak murung. Eldric mengerti perasaan karina, tak ingin istrinya terus bersedih Eldric mencoba untuk menghiburnya.


"Honey, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke Mall?" tanya Eldric dengan melirik sekilas pada istrinya.


"Ke Mall ngapain, nggak ah males," jawab Karina dengan lesu.


Wanita itu merasa tidak rela berpisah dengan orang tuanya dengan begitu cepat. Baru saja ia merasakan utuhnya keluarga, Mama, Papa dan suaminya yang selalu ada di sampingnya, karina begitu bahagia meskipun masih kurang sang kakak yang belum bisa pulang karena satu hal yang masih Naoki rahasiakan.


"Kalau begitu kita ke taman saja, aku ingin mengajakmu jalan-jalan," bujuk Eldric.

__ADS_1


Karina hanya mengangguk pelan, ia menyandarkan kepalanya di kursi menatap kosong kearah luar jendela mobil.


Mobil yang mereka tumpangi terus melaju membelah kota Jakarta. Tak ada percakapan yang berarti, Karina hanya menjawab singkat setiap pertanyaan yang Eldric ucapkan.


Setelah beberapa saat perjalanan Eldric menghentikan mobilnya di sebuah minimarket.


"Aku turun sebentar, apa kau ingin membeli sesuatu Honey?"


Karina menggelengkan kepalanya dengan malas. Eldric hanya bisa menghela nafasnya, ia mendekat lalu mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Aku akan segera kembali."


Lagi-lagi Karina hanya menjawabnya dengan gerakan kepala. Eldric segera keluar dari mobilnya, ia bergegas pergi ke minimarket. Tak butuh waktu lama ia kembali dengan menenteng sebuah plastik putih dengan logo merah di tangannya.


Eldric menaruh plastik itu di dasbor mobil, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Tidak butuh waktu lebih dari 10 menit mereka pun sampai di sebuah taman kota di pusat kota Jakarta. Eldric segera keluar dari mobil, ia kemudian membuka pintu mobil untuk karina. Dengan perlahan Eldric membantu sang permaisuri turun dari mobilnya.


Mereka pun berjalan menuju taman kota yang sangat indah dengan danau buatan dan air mancur di tengahnya. Beberapa pohon besar yang tumbuh mengelilingi danau membuat suasana semakin sejuk.


"Duduk di sini Honey."


Karina mengerutkan keningnya.


"Aku bukan anak kecil lagi," tolak Karina.


"Apa salahnya, duduklah aku akan mengayun mu," bujuk Eldric.


"Es krim?" tanya karina dengan heran.


"Aku dengar es krim bisa membuat mood seseorang menjadi lebih baik," ujar Eldric.


Pria itu kemudian berjalan kebelakang Karina, ia mulai mendorong pelan ayunan itu. Membuat tubuh Karina berayun maju mundur, Karina menikmati es krim rasa coklat yang Eldric berikan. Karina melirik kresek putih yang Eldric letak begitu saja diatas bangku kayu tak jauh darinya.


Karina yakin Eldric tidak membeli satu atau dua eskrim saja, karena kresek itu masih terlihat penuh.


"Sayang terima kasih." Karina mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wajah suaminya.


"Terima kasih untuk apa? hem."


"Terima kasih untuk es krimnya," jawab Karina singkat.


"Kau suka, kalau kau menyukainya bagaimana kalau aku membeli pabriknya untukmu," goda Eldric.


"Ck, nggak perlu. Apa mau mau


aku gemuk makan ini tiap hari," jawab Karina dengan ketus.


"Mau gendut mau kurus itu tidak akan merubah dirimu Honey, kau tetaplah wanita yang paling sempurna bagiku. Bohong jika aku tidak suka fisikmu, kau cantik dan seksi. Tapi aku lebih mencintai hatimu dan apapun yang ada padamu."


"Gombal." Secepat kilat karina menundukkan wajahnya, lalu melahap es krimnya dengan cepat.

__ADS_1


Wajahnya merona merah, kata-kata Eldric selalu saja membuatnya salah tingkah. Sejak peryataan cinta mereka bibir Eldric berubah semakin manis. Tiap kata yang ia ucapkan untuk karina selalu bisa membuat wanita itu terbang.


Eldric melepaskan pegangannya pada ayunan, ia berjalan ke hadapan Karina. Eldric merunduk mensejajarkan diri dengan sang istri.


"Apa aku boleh mencicipi es krimnya," goda Eldric.


"Bukankah masih banyak, Kenapa kau begitu mengambil satu untukmu?"


"Aku mau yang ada di tanganmu."


Eldric mengapit dagu istrinya, mengarahkannya keatas. Pipi Karina masih bersemu merah diujung bibirnya ada sedikit es krim coklat. Eldric mendekatkan wajahnya dengan lidahnya ia membersihkan ujung bibir karina.


"Apa yang kau lakukan!" pekik karina.


"Manis, aku suka." Eldric mengerakkan lidahnya untuk mengusap ujung bibirnya sendiri.


"Jangan seperti ini, aku malu. Ini tempat umum," ucap karina lirih dengan bibirnya yang mencebik kesal.


Eldric tergelak ia merasa gemas melihat wajah Karina yang tersipu malu. Pria itu menakup wajah istrinya lalu menghujaninya dengan ciuman kecil.


Bersama Eldric karina tidak pernah merasakan kekurangan. Pria itu selalu berusaha membuat karina bahagia.


Seorang wanita dengan baju lusuh berdiri tak jauh dari sepasang suami-isteri yang sedang memadu kasih itu. Tangannya mengepal erat dengan matanya yang menyala menatap marah pada karina.


"Kau akan membayarnya," gumam wanita itu.


.


.


.


.


.


.


.


. Hai selamat hari Sabtu.


Untuk Cleo dan Naoki saya pisahkan di novel lain ya 🙂


Launching 8 hari lagi. Masih nabung bab🤭🤭 biar pas keluar babnya udah banyak.


Jangan lupa vote hari senin


Happy weekend 🥳🥳

__ADS_1


__ADS_2