Jerat Cinta Jomblo Karatan

Jerat Cinta Jomblo Karatan
Nakal


__ADS_3

"Jangan terus bergerak!" hardik Eldric kesal.


"Mobilnya yang bergerak bukan aku," elak Karina dengan suaranya yang terdengar seperti merengek.


Eldric berdecak kesal. Karina mengatupkan bibirnya menahan senyum, ia sengaja mengerakkan tubuhnya di atas sang suami. Ia bisa merasakan si belut listrik yang semakin keras dibalik celana suaminya. Karina dengan nakalnya sengaja memepetkan tubuhnya, kemudian ia sedikit menggeser duduknya.


"Shi*t ... bisakah kau diam! atau aku akan memakanmu di pinggir jalan!"


"Memang apa yang ku lakukan, Suamiku," jawab Karina polos.


Gadis itu dengan nakalnya mengecup dan mengigit kecil leher suami. Eldric mengerang, ia segera menepikan mobilnya.


"Eh ... Kenapa berhenti di sini?" tanyanya dengan gugup.


"Kenapa? takut." Eldric memeluk erat tubuh karina. Ia menyeringai melihat wajah istrinya yang ketakutan.


"Jangan ...saya mohon. Saya tidak akan nakal lagi janji," ujar Karina dengan wajahnya yang dibuat memelas.


"Terlambat."


Eldric semakin menyeringai licik. Karina berusaha mendorong tubuhnya menjauh. Namun, ia terperangkap dalam pelukan suaminya dengan begitu erat.


"Suamiku aku mohon jangan ..."


"Kenapa? bukannya kau sudah begitu tidak sabar, kau terus bergerak dan membuat belutku semakin mengeras. Kau harus bertanggung jawab." Dengan kasar Eldric menyesap dan mengigit bagian dada Karina yang terbuka.


"Agh ... sakit, Suamiku saya mohon. Saya janji tidak akan nakal," rengek Karina memelas.


Ia benar-benar menyesal telah sengaja menganggu suaminya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika ia dimakan di tepi jalan seperti ini. Apalagi saat ini jalanan tergolong ramai, karena sudah masuk waktu makan siang.


Eldric menarik kepalanya. Ia menatap wajah istrinya yang tampak ketakutan, eldric menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah istrinya.


"Janji?"


Karina mengangguk patuh. Ia tidak ingin menjadi tontonan, karena gerakan mobil di siang bolong.


Eldric menyalakan kembali mesin mobilnya. Mobil itu kembali melaju di tengah padatnya keramaian kota Jakarta, Karina mengeratkan pelukannya ia diam dan tidak berani bergerak sama sekali.


Setelah beberapa saat, mobil yang di tumpangi eldric masuk ke sebuah basement apartemen mewah. Ia kemudian memarkirkan mobilnya.


"Kita turun?" tanya Karina dengan hati-hati.


"Tidak, kita akan melakukannya di sini. Istriku. Belutku sudah tidak tahan untuk memasukki lubang cacingmu," Eldric berbisik di telinga Karina.


Hembusan nafasnya menyapu leher jenjang karina dengan lembut. Karina mende^ah, lidah suaminya mulai menyusuri kulitnya. Kini ia pasrah membiarkan eldric melahapnya, setidaknya di sana tidak seperti di pinggir jalan tadi.


Kecupan itu semakin turun hingga menyapa dua squshy kesukaan eldric. Dengan rakusnya ia menyesap pucuk merah muda yang menantangnya. Seperti bayi, ia terus menyesap dan melahapnya dengan rakus.


"Su-suamiku mohon lembut," ucap karina terbata-bata.


Tanpa sadar Karina meremas rambut suaminya, menekannya lebih dalam. Tangan kekarnya eldric tidak tinggal diam, ia terus menjelajah di pintu lubang cacing yang masih tertutup pengaman. Bergerak naik turun, membuat Karina merasa melayang.


"Sudah basah, saatnya si belut masuk." Eldric membelai telinga Karina dengan lidahnya.

__ADS_1


Tak sabar, Eldric merobek pengalaman istrinya kemudian ia membuka resleting celana miliknya.


"Do it."


Karina mengangguk kecil. Dengan jemari lentiknya ia memegangi si belut yang menyembul keluar dari sela celana suaminya. Pelan tapi pasti ia mengarahkan si belut masuk kedalam sarang kecilnya.


"Auwh ... Suamiku ini begitu sesak!"


"Aku akan mendorongnya."


"Jangan keras-keras," rengek karina manja.


"Tidak keras, hanya sedikit saja."


Keduanya mengerang saat si belut sudah masuk sepenuhnya kedalam sarang cacing. Berhenti sejenak.


"Kau yang goyang atau aku yang mengocoknya."


"Suamiku ingin bagaimana?"


"Kau goyang dulu, nanti aku bantu."


"Baik."


"Cium dulu." Eldric memajukan bibirnya.


Malu-malu mau Karina mengecup bibir tebal suaminya, di saat bersamaan eldric mendorong belut semakin dalam.


"Ah ... Anda curang," rengek karina sambil memberengut.


Karina mulai berpegangan pada pundak suaminya, ia mulai mengerakkan tubuhnya naik turun. Eldric memejamkan mata menikmati gelayar nikmat yang menjalar ke seluruh tubuhnya, jantungnya berdegup keras, aliran darahnya mengalir deras.


Tangan eldric semakin aktif memijat squshy kesukaannya. Membuat si empunya merem melek saking enaknya.


"Ahh ... pelan."


"Ini sangat mengemaskan, aku tidak tahan!"


"Emmh ..." Karina merengek manja.


Karina bergerak semakin cepat, mengejar gelombang kenikmatan yang hampir mencapai puncaknya. Setelah beberapa saat akhirnya ia berhenti dan ambruk di dada suami. Intinya berkedut menghisap batang belut di dalamnya, nafas Karina tersengal setelah berhasil mengejar kepuasannya.


"Giliranku."


Eldric menaikkan dagu istrinya, ia menyatukan bibir mereka, melu#at lembut belahan kenyal yang terasa begitu manis baginya. Kedua tangan eldric mengerakkan pinggul Karina. Membuat bunyi yang khas dari pertemuan keduanya.


Semakin lama semakin cepat, dengan bibirnya yang masih terus bertaut. Setelah 15 menit akhir si belut mengeluarkan bisanya. Menyembur hangat kedalam sarangnya.


Eldric memeluk erat tubuh istrinya. Sambil mengecup pucuk rambut istri berkali kali.


🍰🍰🍰


Setelah pertempuran yang lumayan menegang suami istri itu menghabiskan waktu mereka di mansion. Iya, mereka berdua memutuskan untuk pulang mansion. Apalagi keadaan Karina dengan seragam yang telah dikoyak suaminya membuat karina tidak bisa turun dari mobilnya.

__ADS_1


"Suamiku lagi," rengek Karina manja.


"Ini sudah yang kelima dan kau masih mau lagi!" sentak Eldric kesal.


"Tapi aku masih mau lagi, gimana? apa kau tega pada istrimu yang imut ini." Karina mengedipkan mata beberapa kali.


Siapa yang tidak meleleh dengan wajah imut yang sengaja dibuat istrinya itu.


"Oke sekali lagi, setelah itu kita istirahat."


"Hore, Suamiku terbaik!" seru Karina penuh semangat.


"Tentu saja, aku memang yang terbaik. Kali ini mau gaya apa?"


"Aku dibelakang bagaimana?" tanya karina penuh semangat.


"Apa bisa kau di belakang? kau kan pendek."


"Bisa, Suamiku agak menunduk pasti bisa!"


"Baiklah kita coba."


Karina pun berdiri di belakang Eldric, sementara suaminya berjongkok di depannya.


"Cepat Joe!" seru Karina.


Baik, nyonya. Okk satu ..dua.. tiga!"


Cekrek.


Joe sedari tadi menjadi tukang foto dadakan. Walaupun awalnya Eldric menolah. Namun, ia tidak tahan dengan sang istri yang terus merengek memintanya untuk berfoto bersama. Ia terus mengeluh tentang galeri ponselnya yang kosong, tidak ada foto mereka kecuali foto pernikahan itupun hanya satu.


"Sudah Nyonya." Joe mengembalikan ponsel milik Karina.


"Apa bagus?"


"Nyonya bisa melihatnya sendiri."


"Agak aneh gaya yang terakhir," seloroh Eldric yang turut melihat hasil foto mereka dilayar ponsel istrinya.


"Kalau begitu bagus tidak ya!"


Karina tiba-tiba mengecup pipi suaminya lalu mengambil selfie bersama. Eldric terkejut. Namun, sedetik kemudian ia meraih tengkuk istrinya lalu mencium bibir mungil itu. Satu tangannya mengambil paksa ponsel Karina.


Cekrek.


Eldric mengambil satu selfie kemudian melepaskan bibir mereka.


"Begitu lebih bagus."


Pipi Karina bersemu kemerahan. Selalu begitu, tiap ia berusaha jahil pada suaminya ia justru terkena imbasnya sendiri.


__ADS_1


Bonus penampakan si belut listrik 🤣🤣🤣


__ADS_2