Jerat Cinta Jomblo Karatan

Jerat Cinta Jomblo Karatan
Kecewa


__ADS_3

Karina berdiri di depan mansion, sambil sesekali ia melirik kearah pagar depan. Sebuah sorot lampu mobil mulai terlihat. Kuda besi itu perlahan masuk setelah pintu pagar terbuka. Kedua sudut bibir Karina terangkat, ia merapikan baju dan jepitan rambutnya.


Suara deru mesin semakin dekat, Karina bersiap dengan memasang senyum termanisnya. Mobil itu kini telah berhenti tepat di hadapannya, joe segera turun kemudian membuka pintu mobil untuk tuannya. Karina bergegas mendekat.


"Selamat datang Suamiku," sambutannya dengan begitu semangat.


Eldric mengerutkan keningnya. Karina segera menggelayut di lengan suaminya, ia menarik lembut tangan sang suami agar segera melangkah masuk ke mansion.


"Mau makan malam dulu atau mandi dulu. Ah ...aku lupa, Suamiku pasti mandi dulu."


Karina terus menggelayut di lengan sang suami. Eldric hanya diam, ia membiarkan Karina melakukan apa yang ia inginkan. Eldric merasa ada sesuatu yang Karina sembunyikan karena tidak biasanya gadis itu berlaku seperti ini.


Sesampainya di kamar. Karina lekas ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat, ia kemudian melepaskan baju sang suami sambil terus menanyakan hal-hal kecil pada suaminya itu.


"Bagaimana perkerjaan Anda? apakah berjalan dengan baik?"


"Bagaimana makanan di sana?"


"Apa Anda makan dengan baik?"


"Pasti tidak sesuai selera Anda, Pasti anda merindukan masakan paman berto."


"Bagaimana tidur Anda?"


Karina terus bertanya dengan tangannya yang terus membuka satu persatu kancing kemeja eldric. Ia tidak menyadari jika sang suami tengah menatapnya dengan intens.


"Tuan, kenapa Anda diam saja." Karina menengadahkan kepalanya.


Mata Karina menatap langsung pada manik mata coklat yang tengah menatapnya dengan intens. Kedua manik mata itu saling mengunci. Eldric menatap dalam netra bening yang ada di hadapannya, Karina segera memalingkan wajahnya. Rasa hangat tiba-tiba menjalar ke seluruh wajahnya membuat semburat merah di pipinya.


"Hey, kenapa diam? apa kau sudah selesai?" tanya eldric tanpa melepaskan tatapannya.


"Sebaiknya Suamiku segera mandi, nanti airnya keburu dingin," jawab Karina gelagapan.


Karina baru akan melangkah kabur. Namun, tangan eldric sudah memerangkapnya, membelitnya erat. Membuat karina menempel pada dada suaminya yang terbuka . Karina menelan salivanya, detak jantungnya sudah tidak karuan. Berdekatan dengan suaminya seperti ini sudah membuat jantungnya berdebar-debar.


Perlahan tangan Karina terangkat, ia melingkarkan tangan di pinggang suaminya. Ia meremas kemeja eldric, Karina mengusap lembut wajahnya di dada bidang suaminya. Eldric tersenyum miring, ia semakin mengeratkan pelukannya.


"Kenapa kau begitu manja hari ini?" tanya eldric tiba-tiba.


Ia membelai lembut surai hitam milik istri kecilnya itu. Karina menyembunyikan senyumnya di dada eldric. Ia memang merindukan suaminya. Namun, Karina masih enggan untuk mengatakannya.

__ADS_1


"Sebaiknya Anda segera mandi setelah itu kita makan malam."


Karina meleraikan pelukannya. Ia menengadah menatap eldric dengan senyum manisnya tanpa berniat menjawab pertanyaan suaminya itu. Eldric pun mengangguk, ia melerai pelukannya agar Karina bisa melepaskan pakaian yang masih melekat di tubuhnya.


Setelah menyelesaikan ritual bersih bersih yang cukup menegangkan karena eldric tak melepaskan tatapannya dari karina, membuat gadis bertubuh mungil itu salah tingkah. Kini keduanya berada di meja makan, menunggu sang koki menyajikan makanan untuk mereka.


Tak berapa lama berto datang dari dapur dengan membawa dua piring ravioli yang telah dibuat Karina sebelumnya. Berto meletakkan satu di hadapan eldric, tuan besar itu mengerutkan keningnya melihat bentuk sajian di hadapan.


"Apa ini? kau pikir aku anak kecil. Kenapa kau membuat makanan dengan bentuk aneh seperti ini?"


Senyum yang semula tersungging di bibir Karina seketika memudar. Ia tertunduk diam dengan rasa kecewa dihatinya. Sepanjang siang tadi karina sudah susah payah belajar untuk membuatnya.


"Ini-


"Paman ganti saja dengan yang baru," Karina memotong cepat ucapan berto tanpa melihat kearahnya.


"Tapi Nyonya-


"Aku akan memakan dua porsi makanan berbentuk aneh ini, tolong Paman buatkan yang baru yang sesuai dengan selera Suamiku." Karina mengangkat wajahnya dengan senyum kaku tersungging di bibirnya.


"Baiklah," berto pun akhirnya kembali ke dapur setelah meletakkan kedua piring ravioli do hadapan Karina.


"Ada apa denganmu?" tanya eldric.


"Tidak bisakah kau makan dengan baik!" Sentaknya dengan kasar.


"Tidak," jawab Karina singkat.


Gadis itu semakin membuat cara makannya berantakan, sengaja mengotori meja di sekitarnya. Ia membuat pipinya sendiri belepotan dengan sengaja. Eldric yang tidak tahan akhirnya bangkit dari duduknya, ia menarik berlembar-lembar tisu dari kotaknya. Ia melangkah mendekati Karina lali mengusap pipi gadis itu dengan kasar.


Karina berusaha menepis tangan eldric. Namun, ia kalah kuat. Karina terus menggerakkan kepalanya membuat sang suami kewalahan.


"Diam! berhenti menggerakkan kepalamu."


Karina pun akhirnya diam dan membiarkan eldric membersihkan wajahnya. Ia menatap eldric dengan marah. Setelah eldric selasai Karina langsung mendorongnya menjauh, gadis itu bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan makanan yang hanya ia sentuh seperempatnya.


Eldric menatap nanar pada punggung Karina yang terlihat menghentakkan kakinya saat berjalan. Gadis kecil itu terlihat begitu kesal. Berto yang baru saja datang dari dapur merasa terkejut dengan keadaan meja yang berantakan.


"Tuan, apa yang terjadi?"


"Karina," jawab eldric singkat.

__ADS_1


Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju meja ruang lainnya, eldric tidak bisa makan di tempat yang berceceran saus. Baginya itu sangat kotor dan menjijikkan. Berto mengikuti langkah tuannya sambil membawa makanannya.


Sampai di ruang tengah eldric mendudukkan dirinya di sofa, kemudian berto menyajikan makanan untuk sang tuan.


"Apa kau tahu kenapa Karina bersikap aneh seperti itu?" tanya eldric.


Berto menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan tuannya itu.


"Tuan, ravioli yang saya sajikan pertama tadi adalah masakan Nyonya."


"Jadi dia memasak itu."


"Benar, Nyonya memasak itu khusus untuk Anda. Nyonya sampai melewatkan makan siangnya untuk belajar membuat ravioli itu."


"Benarkah. Lalu Kenapa dia tidak mengatakannya padaku kalau dia membuatnya untukku?"


Astaga Tuan, Anda benar-benar tidak peka.


"Anda menyebut bentuk ravioli itu aneh, Nyonya pasti sangat kecewa. Ia berusaha sangat keras untuk membuatnya agar bisa menyenangkan Anda. Tapi Anda mencela bentuk makanan itu bahkan sebelum anda mencicipinya. Sejak tadi sore nyonya sangat menunggu kepulangan Anda, ia sangat tidak sabar untuk memberikan ravioli pertamanya kepada anda. Sekarang pasti ia sangat sedih."


"Kenapa kau baru menceritakannya sekarang!" geram Eldric.


"Tuan, umur nyonya masih sangat muda, emosinya masih sangat labil. Hal semacam ini bisa membuatnya sakit hati dan menangis. Anda tau Tuan, nyonya membuat ravioli itu dengan tulus, ia berharap bisa menyenangkan Tuan dengan bentuk hati yang dibuatnya, bentuk yang Anda sebut aneh" imbuh Berto lagi.


"Jangan semakin membuatku merasa bersalah, Berto. Sekarang apa yang harus aku lakukan." Eldric menjambak rambutnya frustasi.


Berto terkekeh kecil, ini pertama kalinya ia melihat eldric frustasi karena seorang wanita.


.


.


.


.


.


. Hai gais senin saatnya vote.😅


Please kasih vote Emak

__ADS_1


🙏🙏 mode memelas duduk bersimpuh sambil bawa rantang bolong 🥲


__ADS_2