Jerat Cinta Jomblo Karatan

Jerat Cinta Jomblo Karatan
Memulai


__ADS_3

Karina menggeliat dalam pelukan hangat suaminya, matanya yang bengkak begitu berat untuk dibuka. Ia berubah menjadi sipit seketika.


Karina sedikit mendongakkan wajahnya menatap wajah pria tampan yang sedang mendekapnya. Baju yang melekat ditubuh eldric sudah berganti menjadi kaos rumahan biasa, tangan kekarnya memeluk tubuh karina dengan posesif.


Tangan lentik terulur mengusap lembut wajah el yang begitu sempurna baginya. Mengabsen tiap inci dari wajah tampan itu.


"Kau sudah bangun Honey?" tanya eldric dengan matanya yang terpejam.


"Kau juga sudah bangun, kenapa tidak membuka matamu? Kenapa kau bisa tidur disini bersamaku?" cerca karina, ia sebenarnya bingung kenapa el bisa ada di kamar sedangkan ini masih jam kantor.


"Kau lupa ya, aku pulang karena merindukanmu." Eldric mengeratkan pelukannya, dengan matanya yang terbuka ia menatap dalam manik mata karina.


"Rindu? aku tidak percaya," tukas karina.


Eldric merosotkan tubuhnya, kini posisinya lebih rendah dari karina. Eldric menyusupkan wajahnya di bawah pabrik susu milik istrinya.


"Aku benar-benar merindukamu makanya aku pulang, kenapa kau tidak percaya," rengek eldric seperti anak kecil.


Karina mengusap lembut rambut suaminya, menyugar helaian berwarna coklat tua itu dengan perlahan. Hal yang sangat karina suka saat el merengek kepadanya seperti ini. Ia merasa di butuhkan, karina berusaha mengingat kejadian sebelum ia tertidur.


"Maaf," ucap karina lirih, tangannya terhenti.


"Maaf untuk apa Sayang?" tanya el sambil menatap wajah karina yang berubah sendu.


"Aku sudah melakukan hal yang bodoh kan, makanya kau pulang. Maaf sudah menganggu perkerjaanmu."


"Apa yang kau katakan Honey? tidak ada yang lebih penting darimu," ucap eldric segera, ia tidak ingin karina merasa bersalah dan semakin terpuruk.


"Aku salah seharusnya aku bisa mengurus zoe dengan baik."


Eldric menempelkan jari telunjuknya di bibir istrinya.


"Kau adalah ibu terbaik untuk zoe, kau sudah melakukannya dengan baik, aku yang salah. Seharusnya aku lebih menyisihkan waktu bersama kalian, maafkan aku yang egois dan meninggalkanmu sendirian mengasuh zoe. Dia putri kita, seharusnya aku juga ikut andil dalam tumbuh kembangnya. Maafkan aku Honey," eldric mengatakan itu semua dengan tulus. Ia merasa bersalah dengan keadaan karina sekarang, kesepian tertekan dan kurang istirahat semua itu memicu depresi yang dialaminya saat ini.


Karina tidak mengatakan apapun, ia hanya menatap dalam pada eldric yang juga sedang menatapnya. Karina merengkuh tubuh el dan sekali lagi ia menangis. Air mata yang mewakili ribuan kata yang tak mampu ia ucapkan.


Eldric diam tanpa suara, ia hanya memeluk karina dengan segenap cinta yang ia miliki. Ia tidak ingin karina sendirian melewati semua ini. El akan menemaninya.


🥰🥰🥰🥰


Matahari mulai menyapa, membawa lembar kehidupan baru dalam keluarga kecil karina. Jika biasanya ibu muda itu kerepotan dengan bangunnya zoe menjelang dini hari, sekarang sang suami sudah mengantikan tugasnya. Agar karina bisa beristirahat lebih lama.


Sejak kemarin eldric tidak berangkat ke kantor, ia sengaja di rumah menemani karina. Ia menyuruh joe membawa pulang berkas-berkas yang harus di tanda tangani olehnya.


"Honey bangun sayang saatnya sarapan." Eldric mengusap lembut pipi istrinya yang sedang terlelap.


"Emh ...masih ngantuk." rengek karina dengan suaranya yang serak dan manja.


"Kau harus bangun Sayang, aku sudah menyiapkan sarapan spesial untukmu."


Karina membuka matanya lebar. Ia mengerutkan keningnya sambil menatap eldric dengan penuh tanya. Kantuknya seketika hilang mendengar el membuat sarapan untuknya.


"Apa yang kau masak?" tanya karina dengan terheran-heran.

__ADS_1


"Bangun dan lihatlah sendiri," ujar el dengan wajahnya yang terlihat berharap.


Tanpa menunggu lama eldric mengangkat tubuh mungil istrinya, membawanya ke kamar mandi. Eldric benar-benar memanjakan istrinya.


Dengan telaten ia membuka gaun tidur karina dan pengaman yang melekat di tubuhnya.


"Honey kau tidak pake anu?" tanya el saat melepaskan pengamanan bawah istrinya.


"Anu apa?"


"Itu yang buat tempat darah kamu."


"Roti tawar?"


"Kok roti tawar sih, bukan itu."


Karina menghela nafasnya.


"Iya itu istilahnya roti tawar Sayang."


Mulut eldric pun ber oh saja menanggapinya.


Ia pun menyalakan shower lalu mulai menguyur tubuh mungil istrinya yang sudah polos, hal yang paling tidak bisa el tahan saat ini adalah dirinya. Bertahan eldric terus menginterupsi agar si belut tetap diam dan bobo anteng. Melihat kemolekan tubuh karina membuat eldric menegang. Salahkan dia yang sudah tidak tahan untuk berbuka.


Spons mandi yang telah berbusa ia usapkan lembut pada tubuh istrinya. Tentunya dengan di bubuhi dengan sentuhan bakalan.


"Hentikan geli." Karina berusaha menepis tangan eldric yang sudah mulai nakal kemana-mana.


"Aku hanya ingin membersikan tubuhmu Hon," kilah eldric.


Jika el terus menggodanya seperti ini, ia juga panas dingin sendiri. Eldric tidak memperdulikan ocehan istrinya ia malah dengan liarnya mengecup bahu istrinya. Sementara kedua tangannya masih sibuk menjelajah dengan kilah membersihkan tubuh karina.


"El hentikan, ku mohon," rengek karina.


Eldric tersenyum kecil, ia sadar ia sudah menggoda karina terlalu jauh.


"Maafkan aku Hon, kau terlalu cantik. Aku sampai lupa kalau sedang puasa," ujar eldric sambil terkekeh geli dengan kelakuan dirinya sendiri.


"Keluar sana, aku mandi sendiri saja."


"Tidak, biarkan aku melakukannya. Kita hanya akan mandi, aku janji."


Karina menjawabnya dengan anggukan kecil, eldric pun melanjutkan menyabuni tubuh karina.


Setelah selesai membersihkan istrinya, eldric membersihkan dirinya sendiri sementara Karina menganti baju di ruang ganti.


🥰🥰🥰


Sebuah sarapan mewah tersaji di meja makan. Eldric menarik satu kursi kemudian mempersilahkan sang istri untuk duduk.


"Kau yang memasak semua ini Sayang?" tanya karina dengan terheran-heran.


"Tentu saja, kau meragukan suami mu ini Honey. Selain tampan dan matang aku juga bisa memasak dan mencintaimu," ucapnya dengan bangga.

__ADS_1


"Ish apaan gombal aja pagi-pagi," tukas karina dengan kedua pipinya yang bersemu kemerahan


"Aku tidak gombal, aku hanya mengucapkan kenyataan."


"Ya ...ya ... kau Tuan Hugo yang serba bisa."


"Ya aku memang serba bisa tapi tidak lengkap tanpamu, kau adalah Nyonya Hugo yang melengkapi kekuranganku, Honey."


Eldric meraih tangan mungil istrinya lalu mengecupnya dengan penuh kasih.


"El, kau membuatku meleleh pagi ini."


"Aku merasa terhormat melakukannya untukmu."


Eldric menatap dalam netra bening yang ada dihadapannya. El mendaratkan kecupan manis pada kening istrinya. Setelah itu ia mengambil makanan lalu menyuapkannya pada karina


"Ayo buka mulutmu, kau tidak akan kenyang hanya dengan kata-kata manis dariku. Kau harus mengisi tubuhmu dengan baik, agar bisa mencintaiku."


"Ish ... tukang gombal, apa hubungannya makan dengan mencintaimu?" tanya karina sambil membuka mulutnya.


"Tentu saja ada, mencintai seseorang juga butuh tenaga Honey."


Karina ingin tertawa, tetapi mulutnya penuh dengan makanan, alhasil hanya seulas senyum manis yang tersungging di bibirnya. Eldric merasa senang bisa melihat lagi seulas senyum di bibir mungil istrinya.


Perlahan sayang, kita akan melewati ini, gumam eldric dalam hati. Tangannya terus menyuapi karina dengan lembut.


Kedua mata karina yang sembab, mengingatkan el bagaimana sang istri begitu tertekan selama ini. Jiwa wanitanya begitu terguncang, tetapi ia menutupinya. Karina menutupi perasaannya dengan sempurna. Namun, saat hatinya tak lagi mampu bertahan semuanya akan tumpah dan meledak. Seperti kemarin saat ia menangis tersedu, meraung meluapkan semua emosinya.


"Dimana zoe Sayang? aku belum melihatnya sejak bangun tadi?" tanya karina tiba-tiba


"Putri kita sedang bermain bersama bagas dan berto. Aku tidak menyangka bagas bisa menjadi baby sister yang baik," jawab eldric.


"Benarkah?" tanya karina dengan penuh selidik.


"Tentu saja benar, aku tidak akan sembarangan mempercayai orang lain untuk mengasuh zoe!" tegas eldric.


Karina manggut-manggut mengerti.


"Sudah, aku sudah kenyang."


"No, kau harus makan!"


"Nanti aku-


"Gemuk," potong eldric cepat.


Karina hanya menunduk tanpa suara. Eldric mengangkat dagu karina, agar wajah mungil itu kembali menatapnya.


"Aku suka kau yang sekarang, lebih seksi dan berisi," bujuk el.


"Suka yang sekarang? berarti dulu tidak suka?" tanya karina dengan suaranya yang terdengar berat, matanya sudah mulai berembun.


"Bukan bukan begitu Honey," tukas el gelagapan. Ia panik melihat air mata karina yang hampir jatuh.

__ADS_1


"Dulu, sekarang dan nanti aku akan tetap suka dan hanya mencintaimu. Kau adalah satu-satunya wanita dalam hidupku. Mengerti," ujar eldric sambil mengusap sudut mata karina yang basah.


Karina mengangguk pelan. Eldric kemudian menghujani wajah mungil itu dengan kecupan mesra.


__ADS_2