Jerat Cinta Jomblo Karatan

Jerat Cinta Jomblo Karatan
Memilih


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan! Kau menciumku dengan mulutmu yang penuh dengan remah keripik seperti ini!"


"Ck ... kotor sedikit saja, kenapa Anda marah seperti ini!" keluh Karina dengan mulutnya yang sudah manyun lima centi.


"Bersikan!"


"Iya ... Dasar." Karina mengambil tisu basah untuk membersihkan wajah suaminya yang penuh remahan.


Karina mengusapnya perlahan sampai benar-benar bersih. Hingga semua remahan itu hilang kemudian ia mengelapnya lagi dengan tisu.


"Sudah ganteng lagi."


Cup.


Eldric hanya tersenyum miring lalu menepuk pahanya mengisyaratkan agar Karina duduk di sana. Karina menggelengkan kepalanya pelan.


"Saya masih mau makan, nanti kalau saya makan di sini Anda kotor lagi," ujarnya dengan mulutnya yang dimanyunkan.


"Ck, ya sudah sana."


Karina pun tersenyum lalu kembali duduk di sofa bersama semua makanan ringan yang dibelinya.


Tok ...tok...


Joe mengetuk pintu, kemudian ia membukanya perlahan.


"Tuan, mereka sudah datang," lapor Joe.


"Suruh mereka masuk satu persatu."


"Baik, Tuan."


Joe pun keluar dari ruangan itu. Namun, tidak berapa lama ia kembali dengan seorang wanita cantik yang memakai kemeja superketat. Karina bahkan bisa melihat kancing kemejanya tidak bisa di kancing dengan baik. Wanita itu terlihat sangat seksi dengan rok span pendek dan high heels yang dipakainya. Ia berjalan penuh percaya diri dengan sesekali mengibaskan rambut warna gold yang tergerai bebas.


"Tuan, ini Nona Berta."


"Hem." Eldric menghentikan tangannya yang sedari tadi masih memeriksa berkas-berkas di mejanya.


"Silahkan duduk Nona," ucap Joe dengan sopan.


"Iya." Wanita itu kemudian duduk dengan menyilangkan satu kakinya.


Joe berjalan memutar untuk berdiri di belakang eldric. Sementara Karina hanya mengamati gerak-gerik wanita itu sambil sesekali memasukkan keripik tempe kedalam mulutnya.


"Perkenalkan saya Berta Natalie, saya lulusan terbaik Harvard university. Sekarang berkerja sebagai seorang dosen di universitas Indonesia," ujar wanita itu dengan bangga, ia mengulurkan tangannya pada Eldric.


Eldric hanya memandang dingin pada wanita dihadapannya.


"Maaf Nona, Tuan saya tidak bisa bersentuhan dengan sembarang orang," ucap joe menjelaskan.


"O, seperti itu rupanya." Berta menarik tangan kembali dengan raut wajah kecewa.


Karina terkekeh kecil melihat kekecewaan yang ada di wajah Berta. Wanita itu menoleh dan memberikan tatapan tidak suka pada Karina. Namun, Karina dengan santainya tersenyum manis dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.


Ish ... gadis menjijikkan, bagaimana ia bisa ada kantor seperti ini. Dia pasti adik dari Tuan Eldric, ih males banget kalau aku harus mengajar anak kecil seperti itu. Tapi, tak apalah yang penting aku bisa berdekatan dengan laki-laki yang masuk dalam daftar orang kaya di Asia ini.

__ADS_1


Dari sorot mata Berta, Karina bisa merasakan kalau wanita itu tidak menyukainya.


Awas saja kalau sampai kau yang terpilih jadi guruku, akan ku buat hari-harimu di mansion seperti di neraka!


Berta kembali menatap Eldric dengan memperlihatkan senyumannya yang paling mempesona. Eldric mendengus kesal ia tidak suka melihat gerak-gerik Berta yang seperti cacing kepanasan, itu membuatnya merasa mual.


"Suruh dia keluar," ucap Eldric lirih pada Joe.


"Baik Tuan."


"Nona, wawancaranya sudah selesai silahkan Anda menunggu kabar selanjutnya dari kami," ucap Joe pada wanita itu.


"Eh, begitu saja. Cepat sekali, saya mengharapkan kabar baik dari Anda Tuan Eldric. Saya sangat percaya, saya bisa mengajari adik Anda dengan baik," sahut Berta sambil bangkit dari duduknya.


Mendengar kata adik membuat eldric mengerutkan keningnya, ia memberikan tatapan tajam pada asistennya.


"Kalau begitu saya permisi Tuan," pamit wanita itu, ia melangkah keluar dengan diantar oleh joe.


Eldric hany diam dan tidak menanggapinya. Ia malah menoleh kearah sang istri yang, Karina langsung memberikan isyarat dengan menyilangkan tangannya dan menggelengkan kepalanya cepat. Eldric mengangguk setuju, ia juga tidak merasa nyaman dengan wanita itu.


Seorang laki-laki tampan datang bersama Joe. Tinggi, putih dan rapi seperti oppa-oppa Korea. Mungkin pria itu adalah keturunan. Ia tersenyum manis menyapa Karina, ia juga tersenyum lalu sedikit menunduk menyapa Eldric. Melihat wajah Karina yang terlihat sipu merah karena senyuman laki-laki itu membuat Eldric geram.


"Keluar!"


"Tuan bukankah saya belum melakukan wawancara? kenapa Anda menyuruh saya keluar?" tanya pria tampan itu seolah tidak terima.


"Aku tidak suka dengan wajahmu, Cepat keluar!"


"Tapi Tuan-


Laki-laki itu sudah di seret keluar oleh Joe sebelum ia sempat melanjutkan ucapannya. Eldric menatap tajam pada Karina, gadis itu mengerakkan dagunya mengisyaratkan " Apa?"


Apa dia cemburu? uh ... manisnya Suamiku.


Tak lama kemudian ada seorang lagi yang datang bersama Joe. Dia laki-laki yang cukup matang dengan kepercayaan diri yang tinggi.


"Halo selamat siang Tuan, dan adik kecil," ucap laki-laki itu menyapa.


"Saya adalah Anton dan saya adalah seorang guru di SMA internasional ternama di Jakarta. Apakah Nona ini yang akane jadi murid saya, wah pasti akan menyenangkan mengajari seorang gadis imut seperti Anda," ucapnya panjang lebar sambil mengedipkan mata pada karina.


"Anda orang yang menyenangkan Pak," sahut Karina.


"Tentu Nona, saya selalu menyenangkan. Saya jamin belajar bersama saya pasti akan menyenangkan," ujar pria itu.


Sementara Eldric menatap istrinya dengan matanya yang sudah memerah. Mantan Jomblo karatan ini sudah mengeluarkan tanduknya. Joe yang sudah bisa melihat situasi panas ini pun segera menyeret laki-laki itu keluar.


"Eh ... Pak kenapa saya di seret seperti ini!" pekik pria itu tidak terima.


"Waktu wawancara Anda sudah selesai, silahkan Anda pulang dan menunggu kabar selanjutnya," jawab Joe singkat.


Setelah Joe keluar bersama pria itu. Karina bangkit dari duduknya, ia berjalan mendekati suaminya yang sedang memberikan tatapan tajam padanya.


"Apa kau harus selalu tersenyum pada laki-laki yang datang, Hem!" sentaknya geram.


"Saya hanya berlaku sopan, Suamiku," kilah Karina.

__ADS_1


"Sopan, sampai tersipu hem!"


"Itu-


"Kemari kau harus di hukum karena tersenyum pada pria selain aku."


Eldric menarik kasar tubuh istrinya hingga Karina jatuh terduduk di pangkuannya. Dengan kasar Eldric meraup bibir mungil karina, menyesapnya, mel^mat dan menggigitnya. Karina hanya pasrah dengan perlakuan suaminya, jujur Karina menikmatinya.


Ia mengalungkan tangannya di leher kokoh Eldric. Karina membalas ciuman eldric dengan tak kalah ganasnya. Keduanya terbakar dengan penyatuan bibir mereka yang dalam.


Joe yang masuk tanpa permisi kedalam ruangan Eldric terpaku sejenak. Pemandangan yang begitu panas terpapang nyata dihadapannya.


"****," umpat Joe sambil memalingkan wajahnya.


Ia kemudian menutup pintu dengan perlahan, membiarkan dua insan manusia itu larut dalam cinta mereka, Joe tersenyum tipis. Tuannya sudah menemukan hatinya apakah ini saatnya dia juga mulai mengejar cintanya yang sempat kandas.


Karina mendorong tubuh suaminya. Ia seperti mendengar suara langkah kaki di dekat mereka. Dengan terpaksa Eldric pun melepaskan tautan bibir mereka.


"Suamiku, sepertinya ada yang datang."


"Tidak ada!"


"Ada tadi saya seperti mendengar suara langkah kaki," kekeh karina.


"Ck ...itu hanya halusinasimu, sudahlah aku sudah sangat ingin memakanmu sekarang."


"Tapi-


"Tidak ada tapi aku akan melakukannya dengan lembut, ok," Eldric menatap istrinya dengan penuh damba.


Karina mengangguk kecil, dia sendiri juga sangat menginginkan sentuhan suaminya. Eldric bangkit dari duduknya, ia mengendong Karina seperti koala. Ia melangkahkan kakinya lebar menuju peraduan kasih mereka.


🪱🪱🪱🪱🪱


"Suamiku, bagaimana dengan guru-guru tadi siapa yang Anda pilih untuk mengajarku?" tanya karina sambil menggambar pola abstrak di dada bidang suaminya.


Tubuh keduanya sama polosnya, mereka baru saja selesai olahraga ranjang yang lembut dan menyenangkan.


"Aku tidak yakin, bagaimana kalau wanita tadi."


"Saya tidak mau, saya tidak suka cara dia menatap Anda. Apalagi buah dadanya yang sangat besar, apa Anda tidak takut sakit mata melihat melon sebesar itu!"


"Hahahaha ...apa kau pikir aku suka melihat melon seperti itu, aku lebih suka squshy milikmu. Lebih mengemaskan." Eldric meremas squshy kesukaannya.


"Ah ... jangan seperti itu geli," rengek Karina.


"Lalu kedua pria tampan tadi, ups .. maksud saya dua pria kurang tampan tadi bagaimana?"


Karina segera meralat ucapannya saat mendapatkan tatapan tajam dari suaminya.


"Aku tidak suka mereka!"


"Apa Anda cemburu?"


"Untuk apa aku cemburu, aku lebih segalanya dari mereka. Kenapa aku harus cemburu!" kilah eldric.

__ADS_1


Karina tertawa sambil menenggelamkan wajahnya si dada bidang suaminya.


Sesulit itukan mengakui kecemburuanmu, sayang.


__ADS_2