
Eldric tersenyum melihat foto- foto karina yang di kirimkan oleh baron. Awalnya el ingin marah pada anak buahnya satu itu karena ketahuan sang istri. Namun, sudahlah yang penting dia bisa menjaga istrinya dengan baik.
"Apakah ada yang lucu Tuan?" tanya joe heran, eldric terus saja tersenyum sambil melihat ponselnya. Padahal mereka ada di tengah-tengah rapat sekarang.
"Ehem ... tidak ada, lanjutkan." jawab eldric singkat.
Sore hari menjelang, saatnya bagi para pekerja untuk pulang kerumah. Sama halnya seperti eldric, ia juga bersiap untuk pulang. Rasanya ia sudah sangat tidak sabar untuk bertemu zoe dan istrinya.
"Cepat sedikit joe!" titah el yang sudah sangat tidak sabar untuk pulang.
Jam pulang kerja membuat jalanan macet. Mobil yang di tumpangi eldric pun menjadi salah satu yang terjebak di dalamnya.
"Ini sudah cepat Tuan," tukas joe.
Eldric berdecak kesal, dengan kasar ia menendang kursi kemudi yang diduduki joe dari belakang.
Jalanan memang sangat macet, mau tidak mau el harus antri bersama kendaraan yang lain. Merayap di padatnya jalanan ibukota.
Setelah cukup lama bergelut di jalanan akhirnya mobil eldric sampai di mansion. Dengan cepat ia turun dana bergegas melangkah masuk, eldric langsung menuju kamarnya ia sudah sangat tidak tahan dengan badannya yang lengkap karena keringat.
Karina yang baru saja dari dapur mengerutkan keningnya saat melihat joe berjalan masuk sendirian.
"Pak joe dimana suamiku?" tanya karina.
"Tuan sudah masuk terlebih dulu Nyonya, sepertinya dia sudah ada di kamar," jawab joe.
"O, baiklah."
Karina segera melangkahkan kakinya ke kamar, benar saja ia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi saat ia masuk. Karina tersenyum lebar, ia akan memulai rencananya malam ini juga. Karina tidak ingin menyia-nyiakan perawatan khususnya.
"Oke kita mulai dari mana sekarang," ucap karina sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar.
Sebuah senyum licik terbit di bibirnya, ia akan mulai menggoda eldric terlebih dahulu. Sebelum eldric keluar ia menyiapkannya beberapa barang sebagai kejutan malam ini. Kebiasaan eldric yang mandi hampir satu jam membuat karina dengan leluasa menyiapkan kejutannya.
"Sayang, kau sudah pulang." karina berlari kecil menghampiri el yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Hey, aku masih basah Honey!" pekik eldric, ia begitu terkejut saat karina memeluknya.
"Nggak mau aku peluk ya. Ya udah!" karina melepaskan tangannya dengan kasar.
Ia hendak berbalik meninggalkan el, tetapi tangannya di cekal oleh sang suami.
"Siapa bilang aku tidak mau, aku hanya bilang aku basah. Bajumu nanti basah Sayangku," ujar eldric dengan lembut, kini ganti el memeluk karina dari belakang.
__ADS_1
"Sapa atau aja nggak mau. Mungkin kamu terganggu dengan bau aku yang asem."
Eldric mengendus-endus baju karina, tetapi bukan bau asem yang dia temukan melainkan bau masakan yang menempel di tubuhnya.
"Apa kau memasak sesuatu Honey?" tanya eldric.
"Au ah, aku dah kesel sama kamu, ganti baju sana. Aku mau mandi gerah!' tukas karina.
Dengan paksa ia melepaskan tangan eldric yang melingkar di pinggangnya. Eldric mengalah dan membiarkan karina lepas dari pelukannya, ia tidak ingin istri kecilnya semakin kesal.
Eldric pergi ke kamar ganti. Setelahnya ia sengaja menunggu karina selesai mandi dengan duduk di sofa. Tak berapa lama Karina keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di tubuhnya, rambutnya basah aroma mawar menguar dari tubuhnya.
Karina dengan sengaja memelankan langkahnya, ia tahu eldric sedang menatapnya dengan penuh damba.
"Kenapa? ada yang aneh ya?" tanya karina pada sang suami.
"Tidak ada yang salah, kamu hanya terlihat sangat cantik malam ini," jawab eldric jujur.
"Hem ... gombal!" karina berjalan menuju ruang ganti.
Karina tampak cantik memakai gaun sederhana tanpa lengan, ia berjalan pelan mendekati el yang masih setia menunggunya.
"Kenapa masih di situ, ayo. Makan malam mungkin sudah siap." Karina mengulurkan tangannya pada eldric yang masih terbengong melihatnya.
"Yeah Honey," jawab eldric tanpa melepaskan tatapannya dari sang istri.
"Ayo makan, aku lapar nih," rengek karina.
"Eh .. iya ayo, maaf aku terlalu terpesona olehmu."
"Udah cukup gombalnya, aku nggak kenyang kalau cuma denger gombalan doang." Karina menarik tangan eldric hingga laki-laki itu berdiri dan mengikuti langkahnya.
Mereka berdua pun keluar kamar dan berjalan menuju meja makan. Tidak seperti kemarin hari ini sebuah masakan Italia kesukaan eldric tersaji dengan manis. Tetapi tentu saja tidak lupa beberapa masakan Indonesia untuk yang lain.
"Hai, pengantin baru sudah keluar. Lama sekali kalian ngapain aja sih, dah laper tau," celetuk cleo yang sudah menunggu dari tadi.
"C, nggak boleh gitu ah," tegur arie.
"Maaf Kak, tadi aku mandi dulu. Bau acem tau," jawab karina sekenanya.
Eldric menarik satu kursi untuk istrinya sebelum ia duduk. Karina segera menyajikan makanan yang ia buat khusus untuk sang suami malam ini.
"Ravioli?"
__ADS_1
"Iya, kenapa? apa kau tidak suka? padahal aku sengaja memasaknya sendiri," karina berkata dengan kecewa.
"Tentu saja suka Sayang," jawab eldric cepat, ia tidak ingin karina merajuk lagi.
"Malam ini karina sengaja memasaknya sendiri, tentu saja dengan bantuan paman berto." Karina melihat kearah berto yang berdiri tak jauh dari mereka, pria itu menunduk hormat.
"Benarkah Sayang?"
"Apa kau tidak percaya? kau meremehkan aku rupanya."
"Bukan seperti itu Honey, aku hanya terkejut saja."
"Hemp." karina membuang mukanya ke samping.
"Sayang, maaf aku salah. Aku tidak bermaksud ngeremehin kamu."
"Udahlah, aku tau kok masakanku memang nggak enak."
Karina hendak bangkit dari duduknya, tetapi tangannya di pegang oleh eldric.
"Mau kemana Hon."
"Kamar, selera makan ku udah hilang. Males semeja sama kamu!" Sentak Karina. Eldric melepaskan tangannya.
Karina segera berdiri lalu meninggalkan meja makan dengan langkahnya yang kesal. Eldric di buat kerepotan dengan sikap karina yang menjadi super sensitif lagi.
"El, kamu susul karina gih, bawa makanan sekalian dia pasti lapar. Kasihan lho dari tadi dia sibuk di dapur sengaja masak buat kita semua."
Eldric semakin merasa bersalah pada istrinya.
"Kamu yang sabar ya, biasalah ibu muda emosinya lagi naik turun. Kamu harus lebih sabar lagi," imbuh siska lagi.
"Iya Ma," jawab eldric singkat.
Ia kemudian bangkit dari duduknya kemudian melangkah mengikuti sang istri. Tak lupa ia membawa ravioli yang belum sempat ia sentuh.
"Boleh juga aktingnya," gumam cleo sambil menyuapkan tempe goreng kedalam mulutnya.
Tok ...tok ...
"Honey, buka pintunya. Aku minta maaf jika aku salah."
"Honey sweetie tolong buka pintu, aku mohon."
__ADS_1
Eldric cemas karena tak ada suara dari dalam. Ia pun berusaha membuka pintunya, tetapi kamar itu di kunci karina dari dalam.